350 Kepala Museum Ikuti Pertemuan Asosiasi Museum Indonesia Di Malang

0
10

Malang, restorasihukum.com – Untuk diketahui saat ini ada beberapa museum yang ada di wilayah Malang Raya dan dikelola baik pemerintah maupun pihak swasta, di antaranya adalah Museum Brawijaya (militer), Museum Mpu Purwa (benda-benda bersejarah), Museum Pendidikan di Tlogowaru, Museum Malang Tempoe Doloe milik Yayasan Inggil, Museum Angkut di Kota Batu serta Museum Singhasari (Sejarah Kerajaan Singosari) yang baru saja diresmikan oleh Pemkab Malang beberapa hari yang lalu.

     Untuk itu, kali ini Asosiasi Museum Indonesia (Amida) menggelar Pertemuan Museum Nasional di Kota Malang, yang di ikuti sebanyak 350 kepala museum.

     Pertemuan itu diawali dengan kirab yang dilakukan mulai pukul 18.00 WIB, yang mengambil start di Hotel Atria dan finish di depan Gedung Balai Kota Malang.

     Acara yang berlangsung selama tiga hari ini, berkaitan dengan latar belakang dipilihnya Kota Malang sebagai penyelenggara Pertemuan Nasional Museum Indonesia, karena kota ini dinilai sukses menjadi contoh yang menggabungkan keberadaan museum dengan industri kreatif.

    Pertemuan Nasional Museum Indonesia ini didukung Kementerian Pariwisata, dan dipilihnya Kota Malang selain karena faktor kesiapan, saat ini dunia internasional sedang membahas dan mengembangkan keberadaan museum yang dipadu dengan industri kreatif. Dan Malang dinilai mampu mewakili penggabungan segmen sejarah dan industri kreatif.

    Tak hanya itu, juga dibahas penetapan Hari Museum Nasional, serta akan dikupas tuntas mengenai kebijakan dan agenda permuseuman Indonesia ke depannya.

     Sementara, Ketua Asosiasi Museum Indonesia wilayah Jawa Timur, Dwi Cahyono, mengatakan, agenda besar pada pertemuan kali ini, yakni penetapan Hari Museum Nasional.

     Dwi Cahyono mengungkapkan selama ini pertemuan tersebut selalu dilangsungkan di wilayah luar Pulau Jawa.

    Dwi mengaku bawa dirinya terus berupaya agar pertemuan nasional itu nanti diselenggarakan di Kota Malang,”saya sudah memaparkan dan mempresentasikan di Kementerian Pariwisata, alhamdulillah akhirnya terealisasi,” pungkasnya. (msy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here