Bersenjatakan Badik, Oknum Guru Gerayangi Siswi SMP

0
10

SOPPENG, restorasihukum.com – Institusi pendidikan di Makassar kembali tercoreng. Seorang oknum guru SMP 1 Liliriaja, Kabupaten Soppeng, bernama Syarifuddin (45) dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur NH (14).

      Ironisnya, NH yang juga seorang pelajar diancam sajam berupa badik, karena mencoba menghindar saat alat vitalnya diraba oleh pelaku.

      “Kejadiannya Agustus lalu, tanggal 28 tahun 2015. Tapi baru dilaporkan tanggal 29 Oktober lalu, sekarang sedang kami tindaklanjuti laporannya” kata Kasat ReskrimPolres Soppeng AKP Amrin AT, kepada para wartawan yang sedang meliput.

      Dia mengatakan, berdasarkan laporan korban bernomor LP/36/x/2015/SPK/Sek Liliriaja, pada hari Rabu 28 Agustus 2015, Syarifuddin datang kerumah korban dengan alasan akan mengobati ayah korban yang sedang sakit.

      “Selang beberapa saat kemudian, di dalam kamar orangtua korban, Syarifuddin meraba-raba tubuh korban,” katanya.

      Dia menjelaskan, korban saat itu sedang menemani orangtuanya yang sakit. “Jadi anak ini bukan anak didik langsung dari pelaku. Terkait kasusnya sendiri, sementara kami proses,” tegasnya.

      Sementara itu, korban NH menceritakan, dirinya berada di rumah sepupunya di Cenranae, Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, untuk menemani ayahnya yang sedang sakit.

      Pada saat itu pelaku (Syarifuddin) datang kerumahnya dengan maksud mengobati ayah korban. Namun setelah beberapa orang yang berada dalam rumah tersebut pulang, oknum guru tersebut masuk kedalam kamar orangtuanya yang sedang sakit.

     “Dia kemudian menyuruh saya membawakan jaket dengan hp ke dalam kamar bapak saya, dan pada saat itu saya bertiga di dalam kamar tersebut. Lalu syarifuddin mendekati saya,” bebernya.

      Pada saat itulah Syarifuddin menggerayangi tubuh korban. “Saat itu saya berusaha menghindar tetapi Syarifuddin marah dan mengancam akan pukul saya sampai pingsan, lalu mengambil badik dari balik jaket dan menghunusnya di depan saya,” pungkasnya. (Skm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here