Bocah Katerbelakangan Mental Di Hamili Tetangganya Sendiri

0
11

Bojonegoro, restorasihukum.com – Di duga menghamili bocah yang memiliki keterbelakangan mental, seorang pria berinisial AN, (45) warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro diamankan di Mapolsek Kapas untuk proses hukum lebih lanjut.

     Selain itu penahanan ini dilakukan agar AN tidak menjadi amukan warga. Akibat pencabulan itu diduga bocah tersebut saat ini mengandung empat bulan.

     Kejadian itu terungkap ketika melihat kondisi tubuh korban yang kian hari terlihat makin lemas, akhirnya orang tua korban membawa korban ke orang pintar. Dari keterangan orang tua pintar itulah diketahui bahwa sebenarnya korban tidak mengalami sakit tapi ternyata korban sedang hamil empat bulan.

    Antara kaget dan tak percaya, untuk memastikan kehamilan anaknya, orang tua membawa korban ke Bidan desa setempat. Dan hasilnya tetap sama bahwa korban sedang mengandung empat bulan.

    Orang tua korbanpun akhinya bertanya pada korban siapa yang telah melakukan hal itu. Korbanpun memberikan jawaban bahwa yag menghamilinya adalah AN. Mendengar pengakuan anaknya orang tua korbanpun melaporkannya ke Kepala Desa (Kades) setempat.

     Terkait hal ini Kades Tanjungharjo, Suyono, mengatakan bahwa, “Setelah mendapat laporan keluarga korban, yang bersangkutan (pelaku, red) sekarang dimankan di Polsek Kapas dulu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”.

     Menurut Kades, setelah mendapat laporan tersebut, Kades memperintahkan kepada kepala dusun (Kasun) dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) untuk memastikan laporan tersebut. Setelah didatangi ke rumah korban, ternyata benar bahwa korban sedang hamil. Dibuktikan dengan hasil pemeriksaan bidan desa.

     Bahkan Kades juga bertanya langsung pada korban siapa yang menghamilinya, dan ternyata orban juga menyebut pelaku yang menghamili korban. Pelaku tidak lain tetatangga korban sendiri bernisial AN.

     “Katanya sudah melakukan hubungan tiga kali. Tapi saya tidak sampai tanya dilakukan dimana dan kapan,” papar Kades Suyono.

     Agar permasalahan tersebut tidak semakin mencuat. Selanjutnya pemerintah desa (pemdes) memanggil korban dan pelaku ke balai desa.

    Meski sudah ada bukti pelaku tidak mengaku menghamili korban. Bahkan membantah telah menghamili  korban lulusan SD Luar Biasa (SDLB) tersebut.

     Suyono juga mengungkapkan bahwa kasus tersebut sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Bojonegoro. Korban juga sudah menjalani pemeriksaan.

     “Saya tidak tahu prosesnya sudah sampai mana sekarang, karena masalah ini telah ditangani Polres,” ujarnya.

     Dan ketika di konfirmasi Kapolsek Kapas, AKP Supriyono mengungkapkan bahwa kini pelaku dititipkan di Mapolsek.

     Menurut Supriyono, rencananya pelaku akan menjalani pemeriksaan di UPPA terkait kasus dugaan persetubuhan tersebut. Namun Kapolsek tidak tahu kapan waktunya, karena masih menunggu penyidik Polres. (has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here