Redaksi

Redaksi

Rabu, 15 November 2017 08:53

Sidoarjo,restorasihukum.com -Sejumlah perwakilan pengusaha dari sejumlah industri se Sidoarjo dikumpulkan untuk mengikuti bimbingan teknis pengolahan limbah industri. Mereka diberi pembekalan dan pengolahan terkait bahayanya limba B3 terhadap lingkungan sekitar area pabrik. 

Dari bahaya limbah B3 tersebut, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabuten Sidoarjo mengimbau kepada semua pengusaha untuk melengkapai izin dokumen lingkungan. Mengingat jumlah industri yang ada di Kabupaten Sidoarjo berjumlah 5.000 industri, namun hanya sebagian saja melengkapi dokumen izin lingkungan.
 
Dari data DLHK Sidoarjo, ada sejumlah industri yang diketahui telah membuang limbah B3 sembarangan, seperti di wilayah Kecamatan Krian. Kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian.  
 
Menurut Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, pemerintah akan menindak tegas bagi industri yang membuang limbah B3 sembaragan, atau tanpa sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP).
 
Diharapkan, dengan adanya sosialisasi bimbingan teknis pengolahan limbah industri, para pelaku industri bisa berbenah. Karena limbah B3 sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. (red)
Rabu, 15 November 2017 08:34
Gunungsitoli,restorasihukum.com - Pemerintah Kota Gunungsitoli melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-53 Kota Gunungsitoli Tahun 2017 dalam upacara penaikan bendera di halaman Kantor Walikota Gunungsitoli. Senin (13/11/2017) pagi.
 
 
 
Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua sebagai Pembina Upacara dalam amanatnya membacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 ini.
 
 
 
Ia mengajak seluruh insan kesehatan agar menjadikan Harkesnas ke-53 ini sebagai momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan dalam melibatkan semua unsur, lintas sektor, dalam melaksanakan pembangunan kesehatan.
 
 
Peringatan Harkesnas saat ini merupakan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen, menguatkan tekad serta menggugah semangat kita semua, agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta terus berupaya menyadarkan masyarakat  supaya mandiri dalam aspek kesehatan. Pangkas Walikota.
 
 
 
Dalam sambutannya mengimbau, untuk mengobarkan semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan. Terangnya.
 
 
 
Peringatan Harkesnas ke-53 ini mengangkat tema "Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku".

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli,SE, M.Si, Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega, Perwakilan dari Polres Nias, Kodim 0213 Nias, Kajari Gunungsitoli beserta segenap Unsur Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli. (al)

Rabu, 15 November 2017 08:29
Gunungsitoli,restorasihukum.com - Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Gunungsitoli melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli Tahun 2017.
 
 
 
Dihadiri oleh Wakil Walikota beserta segenap unsur Pemerintah seperti Staf Ahli Walikota, Sekda, Asisten Sekda, dan Kepala Perangkat Daerah lingkup pemerintah Kota Gunungsitoli.
 
 
 
Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli Tahun 2017 ini diikuti oleh 26 Pegawai Negeri Sipil sebagaimana Pertimbangan BAPERJAKAT Nomor: 800/11/BAPERJAKAT/2017 dan tertuang dalam Keputusan Walikota Gunungsitoli Nomor 800-389 Tahun 2017, tanggal 7 November 2017 yaitu:
 
1. Yarniwati Gulo, S.Sos, M.Si (Jabatan Lama: Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli)
2. Soginoto Dakhi, S.Pd., SKM, MM,M.Kes (Jabatan Lama: Sekretaris Dinas P5A Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kepala Dinas P5A Kota Gunungsitoli)
3. Asieli Zega, SE (Jabatan Lama: Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kepala Dinas Sosial Kota Gunungsitoli)
4. Dang Rumandung Caniago (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli)
5. Siti Karya Halawa, S.Pd., MM (Jabatan Lama: Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan pada Dinas P5A, Jabatan Baru: Pj. Sekretaris Dinas P5A)
6. Agus Bertatinus Laia, SSTP, MAP (Jabatan Baru: Sekretaris Kecamatan Gunungsitoli Utara, Jabatan Baru: Pj. Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli)
7. Momimotani Zega, S.Pd. MM (Jabatan Lama: Kabid Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan, Jabatan Baru: Sekretaris Kecamatan Gunungsitoli Utara)
8. Kasih Trisnawati Zebua, S.si.Apt, MPH (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan pada Dinas P5A)
9. Maimun Bangun, ST (Jabatan Lama: Kasi Data, Perencanaan da Jasa Kontruksi Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Gunungsitoli)
10. Ridho Noperwira Zebua, SH (Jabatan Lama: Kasubbid Mutasi, Promosi dan Kepangkatan bidang Pengadaan, Mutasi dan Informasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kabid Pengadaan, Mutasi dan Informasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Gunungsitoli)
11. Rahmat Kasih Zebua, SH (Jabatan Lama: Kasi Bina Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Bidang Pemdes pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kabid Pemdes pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan Kota Gunungsitoli)
12. Nurdelima Zendrato, S.Pd (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasubbid Pengawasan Konflik dan Pengawasan Lembaga Asing Bidang Kewaspadaan Dini Daerah pada Badan Kesbangpol Kota Gunungsitoli)
13. Dermawati Harefa (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran dan kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli)
14. April Mendrofa, A.Ma.Pd (Jabatan Lama: Kasubbag Program dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan pada Sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Administrasi Pemerintahan pada Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli)
15. Eldelid Zebua, SP (Jabatan Lama: Pelaksana bada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli)
16. Albert Buulolo, ST (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Data, Perencanaan dan Jasa Konstruksi bidang Cipta Karya pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Gunungsitoli)
17. Nikodemo Daeli, S.Pd, M.Pd (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli)
18. Arozawato Ferdinand Hulu, ST (Jabatan Lama: Pelaksana pada UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungsitoli Utara Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Bina Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan)
19. Bazatulo Telaumbanua, SE (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kasi Irigasi Bidang SDA pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Gunungsitoli)
20. Heryanto Harefa, SE (Jabatan Lama: Pelaksana pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kasubbag Program dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan pada Sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli)
21. Yulius Hulu, S.Pd (Jabatan Lama: Pelaksana pada Sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kasubbag Fasilitasi Pengawasan Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan pada Sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli)
22. Rostuti Zebua, S.si (Jabatan Lama: Pj. Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kasubbag Program dan Keuangan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungstoli)
23. Damaihati Laoli, S,STP (Jabatan Lama: Sekretaris Kelurahan Pasar Gunungsitoli Kecamatan Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kasubbag Otonomi Daerah dan Kerjasama Bagian Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Trantibum Linmas Setda Kota Gunungsitoli)
24. Faduhu'o Harefa, SE (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Sekretaris Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli)
25. Ekariaman Putra Lase, SE (Jabatan Lama: Pelaksana pada Dinas Sosial Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum pada Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli)
26. John Fisher Sihura, SE (Jabatan Lama: Pelaksana pada Kecamatan Gunungsitoli Alo'oa Kota Gunungsitoli, Jabatan Baru: Pj. Kasubbag Program, Evaluasi dan Pelaporan pada Kecamatan Gunungsitoli Alo'oa Kota Gunungsitoli.
 
 
 
Wakil Walikota Sowa'a Laoli,  SE, M.Si yang melantik langsung pejabat ini dalam arahannya menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan fungsi dna kinerja perangkat daerah di Pemerintah Kota Gunungsitoli, maka perlu diangkat Kepala Perangkat Daerah yang definitive. Adapun pengisian jabatan Kepala Perangkat Daerah ini, telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka di lingkungan instansi pemerintah.
 
 
Adapun pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya pada kesempatan ini dipercayakan untuk mengisi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah PNS yang berdasarkan hasil seleksi terbuka dinyatakan memenuhi syarat, baik dalam hal kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan dan integritas. Hal ini ditandai dengan keluarnya rekomendasi dari komisi Aparatur Sipil Negara. Adapun maksud dan tujuan evaluasi adalah untuk menghadirkan personil-personil yang mampu menguasai tugas dan fungsinya, serta dapat menghadapi tantangan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kota Gunungsitoli tahun 2026-2031 menjadi Kota yang maju, nyaman dan berdaya saing.
 
 
Wakil Walikota juga menitipkan beberapa pesan, diantaranya: "Pertama, segera kuasai tugas dan fungsi jabatan saudara dan laksanakan dengan baik. Ciptakanlah suasana dan semangat kerja yang baik ditempat anda bertugas, tanpa mengesampingkan disiplin pegawai, sehingga terwujud hasil kerja yang berkualitas, yang bermuara pada peningkatan kinerja perangkat daerah.
 
 
 
Kedua, berilah dukungan penuh kepada Kepala Perangkat Daerah ditempat tugas saudara, dalam menyukseskan program dan kegiatan masing-masing perangkat daerah. Dalam hal ini, seorang PNS diwajibkan loyal kepada pimpinan, baik dalam sikap maupun perilaku. Dan kepada Kepala Perangkat Daerah juga, diharapkan manager dan teladan yang baik bagi bawahan anda dalam melaksanakan tugas. Ketiga, wujudkan tata kelola yang baik dalam mengelola administrasi, keuangan dan aset daerah serta lebih teliti dalam melakukan perencanaan dan penganggaran program dan kegiatan. Keempat, ciptakan hal-hal baru yang bersifat inovatif dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas saudara, dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dituntut kerja keras saudara sebagai konsekuensi dari rencana akan dinaikkannya Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) pada tahun depan. Terangnya Sowa'a Laoli. (al)
 
Rabu, 15 November 2017 08:24
Gunungsitoli,restorasihukum.com - Kepolisian Resor Nias Daerah Sumatera Utara gelar apel pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Pilkades 2017 di wilayah Hukum Polres Nias di Lapangan Apel Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara Kota Gunungsitoli. Senin (13/11/2017) sore.
 
 
 
Bertindak selaku Pembina Apel Waka Polres Nias Kompol Emanueli Harefa,S.Pd.,MH, dengan Perwira Apel AKP Mhd. Amdi Karna,S.H. dan Komandan Apel Ipda Ahmad Fahmi, SH.
 
 
 
Wakapolres Nias Kompol Emanueli Harefa,S.pd.,MH, menyampaikan amanat kepada seluruh personil Pasukan Pengamanan Pilkades yang terlibat Pengamanan TPS untuk melaksanakan tugas dengan profesional, humanis dan penuh tanggungjawab. " Laksanakan tugas dengan baik² dan penuh tanggungjawab. Ujar Wakapolres Nias.
 
 
 
Lebih lanjut ia mengatakan cek lokasi TPS tempat saudara ditugaskan dan lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Antisipasi setiap potensi konflik yang mungkin terjadi dan laporkan setiap kejadian kepada Perwira Pengendali ( Padal ) yang ditugaskan di masing – masing Kecamatan", tegasnya.
 
 
 
Personil agar mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan selama kegiatan pengamanan dan jaga kesehatan. tambahnya.
 
 
 
Untuk diketahui pelaksanaan Pilkades Tahun 2017 ini, Polres Nias mengerahkan pasukan 116 personil untuk melaksanakan tugas pengamanan di Kabupaten Nias Barat dan 117 personil di Kabupaten Nias Utara, dengan jumlah TPS yang diamankan 207. (al)
 
 
Rabu, 15 November 2017 08:19
Gunungsitoli,restorasihukum.com -Team Sus 3C Sat Reskrim Polres Nias dibawah pimpinan Perwira Pengendali KBO Sat Reskrim Iptu Sonifati Zalukhu, SH dan Ka Team KBO Sat Res Narkoba Ipda Ahmad Fahmi, SH, ringkus tersangka pelaku jambret di Gunungsitoli-Nias inisial JRG (19), warga Jl. Ampera Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Nias - Sumatera Utara. Kamis (09/11/2017) malam.
Korban Nurlina Lase Alias Ina Nestor (31), warga Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli. Kejadian di perjalanan korban pulang mengendarai sepeda motor menuju rumahnya di Dusun I Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli.

Kemudian tersangka diikuti dari belakang bersama rekannya mengendarai sepeda motor Honda Revo warna merah dengan Nopol BB.... Hingga sampai di Desa miga Kecamatan Gunungsitoli, lalu tersangka mencengkeram/tarik tas korban yang berisikan sejumlah uang sehingga dibawa kabur oleh pelaku
Hal itu membuat korban teriak mengatakan "Jambret....jambret...ada jambret, sehingga Polisi melakukan pengejaran pelaku bersama korban

"Team Sus 3C yang sedang melaksanakan Patroli melihat korban meminta tolong spontan ikut serta merta mengejar tersangka sehingga akhirnya berhasil diringkus".


Kedua pelaku sudah kita amankan dan sesuai keterangan saksi, barang bukti serta gelar perkara yang sudah kita lakukan, 1 (satu) orang terduga pelaku berinisial JRG (19) sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara temannya diduga pelaku inisial SHZ tidak melakukan penahanan sesuai dengan hasil penyelidikan Polisi SHZ, sebelumnya melarang tersangka  melakukan hal tersebut. Namun tidak dihiraukan oleh Tersangka. Terang Iptu

Tersangka JRG akan dikenakan Pasal 365 ayat 2 ke 1e, ayat 1, Jo Pasal 53 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara", Jelas Iptu Zalukhu yang juga sebagai KBO Sat Reskrim Polres Nias. Terangnya.


Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H. Sinaga,SH,S.IK melalui PS. Paur Subbag Humas Bripka Restu Gulo membenarkan hal tersebut. " Semua tidak terlepas dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga dengan dibentuknya Team Sus 3C Sat Reskrim ini, kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor) di wilayah hukum Polres Nias dapat  segera diberantas. Hal ini sudah merupakan atensi dari Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Sumut", Terang Bripka Restu Gulo.
 

Kepada masyarakat yang mengetahui informasi atau laporan mengenai 3C dapat langsung menghubungi Perwira Pengendali Team Sus 3C Iptu Sonifati Zalukhu,SH (081269560973) atau Ka Team 3C Ipda Ahmad Fahmi, SH (081375927242)," himbau Bripka Restu Gulo mengakhiri. (al)

Selasa, 14 November 2017 10:44

Malang, restorasihukum.com - Pasca pemberitaan maraknya galian c di Kabupaten Malang dengan dugaan telah berikan upeti pada oknum aparat hingga media ini akan melaporkan kapolres ke propam polda jatim, kini galian c ilegal tersebut satu persatu berhenti beraktivitas.

      Diduga galian c desa klampok telah diproses hukum oleh pihak polres Malang, pasalnya setelah adanya pemberitaan  "Galian c ilegal semakin marak meski telah dilaporkan ke kapolres malang jawa timur." kini aktivitas galian tersebut telah berhenti.

       Menurut keterangan warga setempat saat ditemui restorasihukum.com menyampaikan bahwa sudah seminggu ini ngak ada kegiatan dalam galian tersebut bahkan alat beratnya sudah ngak ada ditempat, "sudah seminggu ini ngak ada kegiatan pak, alat beratnya juga sudah ngak ada, mungkin ditangkap oleh polres, cobah tanyakan saja kepolres pak." Terangnya.

      Mendengar informasi tersebut redaksi coba konfirmasi pada kapolres Malang Akbp Yade Setiawan Ujung SH, Sik melalui pesan whatsapp untuk melengkapi pemberitaan, diduga karena beliaunya masih sibuk, hingga berita ini diturunkan masih belum ada hasil konfirmasi yang diberikan dari pihak polres.

        Diharapkan dengan adanya proses hukum yang dilakukan polres malang pada pengusaha galian c ilegal (tanpa ijin) ini, maka satu persatu pengusaha galian yang lain akan diproses hukum seperti yang ada didesa klampok. (red/tim)

Senin, 13 November 2017 15:01

Pasuruan, restorasihukum.com - Adanya pohon-pohon besar ditengah -tengah pasar Sukorejo kabupaten Pasuruan membuat para pedagang pasar tersebut khawatir dengan keberadaan pohon tersebut.  jika nanti ranting pohon jatuh apalagi sampai pohon roboh menimpa bangunan pasar saat datangnya musim hujan disertai dengan angin kencang.

             Pasalnya pohon-pohon besar yang sudah puluhan tahun berdiri di lokasi pasar tersebut belum dapat perhatian khusus dari dinas maupun pemerintah daerah.

             Para pedagang pasar Sukorejo merasa was-was akan adanya pohon tersebut. Meski dengan adanya pohon-pohon itu lokasi pasar jadi teduh serta sejuk. "Saya takut dan khawatir mas jika nanti datang musim penghujan disertai angin kencang, ranting dan pohon bisa saja jatuh menimpa kami," ungkap salah satu pedagang pada media restorasihukum.com, (04/11/2017).

            Menurut kepala pasar Sukorejo "M.Hasyim As'ari" terkait adanya pohon-pohon besar tersebut mengatakan bahwa pihaknya juga khawatir jika datang musim angin.

            "Saya juga khawatir dengan pohon-pohon tersebut jika nanti ranting atau pohon jatuh saat datang musim penghujan apalagi disertai dengan angin kencang, mudah-mudahan tidak terjadi," paparnya.

             Masih kata Hasyim, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke UPT maupun dinas sampai sekarang belum ada tindakan.

            "Saya disuruh foto-foto pohon-pohon tersebut, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari dinas untuk melakukan perancapan ranting, katanya dananya belum ada," tandasnya.

             Ditempat berbeda kepala UPT pasar Pandaan "Akemad,  SH" menyampaikan pihaknya sudah koordinasi ke dinas, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

             "Saya harap dinas segera lakukan pemotongan ranting pohon, jangan sampai bangunan tertimpa baru bertindak,"tandasnya.  

              Dengan adanya berita ini, pihak terkait secepatnya lakukan perancapan rantin-ranting pohon tersebut. Agar para pedagang tenang dalam lakukan akifitas jual beli tanpa ada rasa khawatir. (sy)

Senin, 13 November 2017 14:51
Pasuruan, restorasihukum.com -Bangunan Pasar merupakan aset pemerintah daerah yang seharusnya tidak boleh disewakan apalagi sampai dijual sesuai perda yang berlaku. 
 
               Saat media restorasihukum.com mendapat informasi terkait adanya toko yang dijual oleh pedagang pasar Pandaan dengan harga fantastis, mulai dari harga 70 sampai 200 juta tergantung luas toko. 
 
               Kepala pasar Pandaan bapak "Sugeng" mengatakan jika toko dijual itu tidak diperbolehkan karena melanggar perda. 
"Kalau memang ada toko dijual di pasar ini, itu tanpa sepengetahuan kami. Memang pasar Pandaan sekarang sepi gak kayak dulu, mungkin para pedagang butuh uang akhirnya menjual toko, padahal mereka sudah tau kalau tidak boleh dijual," terangnya, (31/10/2017).
 
               Sugeng menambahkan, untuk pedagang yang menjual aset pemerintah dengan menempel tulisan "dijual" akan kami tindak lanjut. "Saya akan panggil pedagang yang dengan sengaja menjual toko. Jika memang sudah tidak sanggup, kembalikan aset pemerintah tersebut," pungkasnya. 
 
               Sedangkan kepala UPT pasar Pandaan bapak "Akemad, SH" saat berada dikantornya menyampaikan statement tidak jauh beda dengan apa yang di ucapkan Sugeng.
 
                Akemad berharap kepada para pedagang pasar Pandaan, agar tidak menyewakan apalagi sampai menjual aset pemda tersebut. Jika tidak sanggup meneruskan kembalikan saja,"pungkasnya. (sy)