Redaksi

Redaksi

Selasa, 25 November 2014 08:38

Mojokerto restorasihukum.com - Kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak ilegal di gudang Dusun Sumber Kepuh,Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo,Kabupaten Mojokerto telah di temukan dua pelaku dan di tetapkan sebagai tersangka oleh Polres Mojokerto. Satu di antaranya merupakan oknum anggota Polri berdinas di polsek wilayah Surabaya.

           AKBP Muji Ediyanto, Kapolres Mojokerto,mengatakan, dari hasil penyelidikan pihaknya menetapkan dua tersangka, EU yakni anggota Polri serta adik tersangka yakni MI warga Dusun Bangsri RT 02 RW 01, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. "Lokasi yang digunakan gudang penyimpanan merupakan milik EU," ungkapnya.

           Kapolres juga mengatakan dalam kasus ini adiknya MI perannya membantu proses aktifitas pengambilan solar. Modus operasi ini tersangka menyuruh sopir, Hendrik dan Kusnadi membeli BBM jenis solar di setiap SPBU sebanyak 100 liter dengan menggunakan satu unit mobil Izusu station body elp warna biru nopol N 802 UT yang dimodifikasi kotak berkapasitas 1.100 liter.

           Solar yang sudah berhasil dibeli disimpan di tandon warna kuning ukuran 5.000 liter yang ditanam dan disimpan di dalam tanah di gudang Dusun Sumberkepuh, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

           Ada sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari gudang penyimpanan tersebut,yaitu berupa, solar sebanyak sekitar 2.200 liter, empat tandon air isi 5.000 liter, satu unit pompa merk Shimizu, satu unit jet pums, empat meter slang, satu unit mobil Elp Bison nopol N 802 UT, dua buah tangki mobil bekas, satu buah tangki bekas modif L-300.

           Atas perbuatannya ini kedua tersangka dijerat Pasal 53 huruf b, c dan d sub pasal 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman dibawah lima tahun.

           Kapolres menepis jika tersangka tidak ditahan lantaran anggota Polri namun kasus tersebut masih dalam pengembangan dan keduanya juga tidak ditahan.

           Kapolres juga menjelaskan bahwa solar tersebut dijual di luar Mojokerto dengan harga penjualan dibawah non subsidi atau di atas harga subsidi.

           Menurut penyelidikan keduanya telah menjalankan bisnis tersebut selama satu bulan,keuntungan yang di dapat selama dua minggu sabesa  Rp1.100 per liter.

           Diketahui Tersangka UE masih berdinas di polsek wilayah Surabaya, pastinya ada sanksi untuk tersangka nantinya.(red)

Selasa, 25 November 2014 08:13

Sumenep restorasihukum.com - Mahasiswi Sumenep,ANA di duga memerankan sebuah vidio mesum berjudul "Masuk Perangkap" yang kini tengah beredar luas.

 Wajah pemeran perempuan mirip dengan wajah di 11 foto 'syur' yang terdapat di link gallery foto bugil, berlebel 'Ana Semelekete'. Dalam video berdurasi 1 menit 32 detik tersebut, Ana disebut-sebut sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Sumenep.
 Wajah pemeran pria dalam video tersebut sama sekali tidak terlihat. Hanya wajah pemeran perempuan yang sesekali terlihat dalam video itu. Dalam vidio tersebut berisi adegan syur layaknya hubungan suami isteri juga berisi adegan syur dengan pengambilan gambar 'close' di bagian-bagian sensitif.

Disitu terlihat hubungan intim itu dilakukan di sebuah ranjang dengan sprei warna kuning berbunga merah. Tidak ada kata-kata yang terekam dalam video mesum tersebut. Namun terlihat jelas si pemeran perempuan santai dan tidak canggung melakukan hubungan intim tersebut.

Salah satu warga Sumenep,Ahmad mengatakan,"Video mesum ini sudah banyak beredar dari HP ke HP. Saya juga dapat kiriman dari teman".

Subaidi,Ketua Komisi D DPRD Sumenep sangat  menyayangkan beredarnya vidoe tak senonoh itu ke masyarakat. Apalagi pemeran perempuannya adalah mahasiswi Sumenep.

Karena itu, pihaknya berencana untuk memanggil Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi beredarnya video yang telah mencoreng dunia pendidikan.

Subaidi menegaskan bahwa,Kalau memang benar pemeran vidoe mesum itu mahasiswa perguruan tinggi di Sumenep, maka kita akan panggil dinas terkait untuk mengklarifikasi beredarnya video itu. Ini sebuah bentuk kegagalan lembaga pendidikan untuk mendidik moral para mahasiswanya.(red)

Senin, 24 November 2014 15:32

Surabaya restorasihukum.com - Peluncurkan bus listrik yang pertama di Indonesia oleh Institut Sepuluh November (ITS) bersamaan saat warga Kota Surabaya melakukan "car free day" di Taman Bungkul, Surabaya.

             Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam peluncuran bus listrik itu mengatakan,"Eco-City di Surabaya sudah terealisasi dengan adanya bus listrik, terima kasih ITS,". Acara peluncuran tersebut juga dihadiri mantan Mendikbud Mohammad Nuh.

             Risma juga menambahkan,"Kehadiran bus ini telah memperjelas gambaran Surabaya sebagai Eco-City, karena itu saya mendukung kalau bus listrik ITS itu dijadikan moda transportasi massal di Surabaya, terutama dikembangkan untuk mobil pribadi".

             Menurutnya  Bus Listrik ITS mendukung Surabaya sebagai kota metropolitan berwawasan lingkungan, bahkan bus listrik tersebut menjadi jawaban atas berbagai polemik krisis bahan bakar minyak di Indoensia.

             Dosen Teknik Mesin ITS yang juga Ketua Tim Peneliti Bus Listrik ITS itu, Dr Muhammad Nur Yuniarto,di tempat terpisah  menerangkan bus listrik itu masih membutuhkan tahap penyempurnaan lebih lanjut.

             Ia mengatakan,"Berbagai uji kelayakan dan uji coba jalan juga sudah dilakukan, karena itu bus listrik dari hasil kerja sama antara ITS dengan PT Telkomsel itu siap beroperasi sebagai bus kampus pada 30 November 2014".

            "Dengan adanya sumber tenaga tambahan berupa panel surya yang berada di atap bus juga menambah kesan canggih untuk bus itu",jelas Nur.

             Bus dengan ukuran 2,1x6 ini mampu menampung sebanyak 26 penumpang, ditaksir bus ini menelan biaya sekitar Rp.1.5 miliar.(red)

Senin, 24 November 2014 14:22

Malang restorasi hukum.com - Di perkirakan kekurangan guru di Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur Sebanyak 437 guru Sekolah Dasar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, baik untuk guru kelas, guru agama dan guru olahraga

               Seperti yang di katakanKabid Fungsional Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Trisnawati,Saat ini baru perpenuhi sebanyak 1.363 orang,dari kebutuhan guru yang berstatus PNS sebanyak 1.800 orang sehingga kekurangannya sebanyak 437 guru.

               Trisnawati juga menegaskan bahwa,kekurangan guru ini merata di 196 SD negeri yang ada di kota ini. Jika tidak segera ditambah, jumlah pengajar SD akan semakin berkurang dan otomatis kekurangan tenaga pendidik di SD akan semakin banyak, apalagi tahun depan diperkirakan sekitar 50 guru memasuki masa pensiun.

               Selain karena pensiun, kekurangan guru SD tersebut juga disebabkan adanya mutasi atau meninggal, Kekurangan guru tersebut akan terus bertambah di karenakan jumlah perekrut CPNS tidak sebanding dengan jumlah guru yang pensiun.

               Disdik mendapatkan kuota CPNS terakhir pada 2013, yakni 19 guru SD, 13 guru SMK dan empat guru SLB serta tenga honorer kategori 2 (K2) yang diangkat menjadi PNS setelah lolos menjalani serangkaian tes.

              Trisnawati juga mengakui setiap ada perekrutan CPNS guru, pihaknya mengajukan kuota sesuai kebutuhan, namun yang menentukan adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

              Sekarang banyak pihak sekolah yang merekrut guru honorer atau guru swasta yang diminta membantu sesuai bidangnya,hal ini di sebabkan karena kebutuhan guru memang sangat mendesak dan sangat di perlukan.

              Dengan demikian gaji (honor) guru yang bersangkutan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah."Sebenarnya kekurangan tenaga pendidik ini tidak hanya terjadi di SD saja, tetapi juga di SMP dan SMA/SMK negeri, namun jumlahnya tidak sebanyak di SD, sehingga masih bisa ditutupi oleh guru PNS," ujar Trisnawati.

              Kota Tenaga  Pendidik pada rekrutmen CPNS Malang hanya mendapatkan jatah tujuh orang karena sebagian besar diplot untuk tenaga kesehatan yang mencapai 65 CPNS dari kuota 79 kursi,Saat ini tena pendidik rekrutmen CPNS sudah memasuki tahapan tes bagi peserta.(red)

Senin, 24 November 2014 13:40

Jember restorasihukum.com 

            Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah tercatat memiliki sebanyak 67 pulau kecil yang tidak berpenghuni di sekitar perairan kabupaten setempat.

            Kepala BPS Jember Wahyudi, Senin,mengatakan,"Terdapat sebanyak 67 pulau yang semuanya saat ini tidak dihuni manusia, namun jika melihat riwayat sejarahnya ada di antara pulau-pulau itu yang dulu pernah dihuni.

           Wahyudi juga menambahkan,bahwa dari 16 pulau sudah memiliki nama, yakni Pulau Nusa Barong, Gilen, Leande/Batu Mandi, Endokdokan, Watuajir, Matikan, Sraja, Meran, Moestaka, Loe Toeng, Karang Bolong, Watoepager, Pisang, Bandealit, Singa, dan Merue. Tiga di antara pulau yang memiliki nama tersebut merupakan Kawasan Suaka Alam,pulau tersebut adalah Pulau Nusa Barong, Gilen, dan Leande.

            Pulau Nusa Barong merupakan kawasan Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur III di Jember karena masuk kawasan konservasi alam.

            Di perkiraan luas masing-masing belasan pulau yang mempunyai nama tersebut bervariasi dari pulau yang terbesar yakni Pulau Nusa Barong mencapai 7.482 hektare,dan yang terkecil adalah Pulau Watoepuger dengan luas 1,25 hektare.(red)

Senin, 24 November 2014 12:27

Bondowoso restorasihukum.com - Pemeriksaan kelengkapan seluruh anggota Polres pada hari Senin di lakukan oleh Tim Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bondowoso, Jawa Timur,ini berlaku terhadap perwiranya juga.

           Kepala Seksi Propam Polres Bondowoso Iptu Polisi Agus Susanto memimpin langsung kegiatan tersebut, hal itu  dilakukan menyangkut kelengkapan kartu identitas, yakni kartu tanda penduduk, kartu anggota Polri, kartu senjata api dan surat izin mengemudi (SIM).

           Ia juga menjelaskan bahwa kelengkapan mobil dan sepeda motor pribadi milik anggota juga diperiksa, seperti spion, lampu sein dan lainnya. Dalam kegiatan pemeriksaan tersebut tidak ditemukan pelanggaran pada anggota Polres.

           Iptu Agus Susanto,mengatakan,"Selain itu juga dilakukan pemeriksaan senjata api, sikap atau tampilan dan kelengkapan lain yang ada pada diri anggota dengan maksud untuk mengetahui tentang legalitas keanggotaan dan kelengkapannya.

           Seperti yang di sampaikan Kasi Propam Polres Bondowoso bahwa anggota Polri adalah contoh dan teladan bagi masyarakat dalam hal penegakan hukum, ketertiban dan kedisiplinan.

           Ia menuturkan,"Oleh karena itu sebelum anggota Polres Bondowoso menegakkan disiplin kepada masyarakat agar dalam diri anggota tercipta disiplin terlebih dahulu, baik disiplin dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mengemban tugas sebagai abdi masyarakat".

           Iptu Agus Susanto menegaskan Jika ada pelanggaran oleh anggota, pimpinan dua tingkat di atasnya akan kena sanksi juga,dan di tahun 2015 diharapkan tidak ada pelanggaran disiplin pada anggota Polres. Ia mengatakan sebelum hal itu terjadi,para unsur pimpinan harus berani menegur bawahannya,dan secara terus menerus akan melakukan pengawasan secara melekat.

           Masih kata Agus bahwa Propam memiliki tugas sebagai pengawas dan pelaksana untuk penegakan displin anggota Polri.Pemeriksaan ini di lakukan berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan para anggota Kepolisian di Bondowoso.(red)

Senin, 24 November 2014 12:12

Kediri restorasihukum.com 

          Dengan pemasangan portal  puluhan warga Kelurahan Baluwerti, Kota Kediri melarang dump truk pengangkut material tanah uruk melintasi jalan kampung.

          Pemblokiran jalan ini dilakukan karena sejak tiga hari terakhir jalan di kampungnya digunakan jalur keluar masuk angkutan tanah uruk lahan perumahan.

          Karena truk pengangkut tersebut mengakibatkan jalan kampung menjadi rusak dan tanahnya mengalami kelongsoran.

         Selain itu pihak pengembang Perumahan Persada Asri 2 belum dan tidak pernah  meminta izin pemakaian jalan kepada warga sekitar.

         Sampai sejauh ini  pihak pengembang masih belum memberikan kompensasi terkait kerusakan jalan. Upaya penyelesaian secara kekeluargaanpun sejauh ini masih belum ditanggapi oleh pihak pengembang.

 

         Karena merasa tidak tanggapi oleh pihak pengembang,Warga sekitar mengancam akan tetap memasang portal di jalan tersebut.(red)

Senin, 24 November 2014 11:54

Kediri restorasihukum.com

             Sebut saja Dwi Lestari seorang mahasiswa, warga Desa Airmas Kecamatan Sengingi Kabupaten Kuantan Sangingi Riau melapor ke polisi karena menjadi korban penipuan melalui Telepon.

             Awal kejadian itu terjadi saat Dwi mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dari sebuah operator celluler dan memberitahukan kalau nomor hand phone Dwi mendapatkan hadiah berupa uang Rp 5.000.000 dan pulsa Rp 500.000.

            Dwi juga  ditanya apakah memiliki kartu ATM, karena pada saat itu kartu ATM milik Dwi saldonya kosong, Dewi  meminjam kartu ATM milik temannya yang digunakan untuk mentransfer sejumlah uang dengan dipandu pelaku, melalui ATM di Jalan Wachid Hasyim Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

            Ketika transaksi selesai ternyata  Dwi tidak mendapatkan hadiah dan saat ia cek ternyata saldo di kartu ATM milik teman Dwi berkurang sebesar Rp. 1.000.000 juta. Merasa tertipu, dengan kejadian itu  Dwi melapor ke polisi.

           Kejadian dilaporkan ke Polres Kediri Kota guna proses lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus penipuan yersebut.(red)