Redaksi

Redaksi

Senin, 03 Februari 2014 12:41

 Sidoarjo, restorasihukum.com,  Keluhan warga Desa Gedang Rowo, Kecamatan Prambon kepada PT Pakerin ternyata sangat beralasan karena tanah milik Negara  (asset Pemerintah Pusat yaitu Balai Besar Wilayah Sungai Brantas ) yang  kejelasannya telah ada oknum bermain, dan sudah ada peralihan yang belum jelas keberadaannya. Karena mengacu dari pertanyaan dari tim, yaitu asset milik Pemerintah Pusat yang terletak  di desa Gedang Rowo, Wiro Biting, Kajar Tengguli .Prambon kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo serta desa mbangun kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, yaitu  lahan yang dimaksud belum terjadi peralihan dan alih fungsi lahan, bahwa lahan tersebut merupakan asset Pemerintah Pusat ( Balai Besar Wilayah Sungai Brantas) yang perijinannya melalui dinas  PU Pengairan Provensi Jawa Timur.

Bahkan jawaban ini tertulis dengan adanya tembusan kepada Kepala dinas PU Pengairan Provensi Jawa timur ( sebagai  Laporan ), Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas di Surabaya dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta I di Malang.  Itu adalah jawaban tertulis  dari dinas P U Pengairan Provensi Jawa  Timur. Tapi jawaban berbeda dengan jawaban lisan yaitu  keragu raguan dari Dinas  P U Pengairan  Jatim. Yaitu, Kurang jelas akan status tanah tersebut  karena kemungkinan  sudah ada pelepasan  hak pada PT Pakerin,  Dinas PU pengairan mendapat mandate dari Gubernur Jatim yaitu perijinan pemanfaatan pengendalian dan pemanfaatan terkait jual beli  atau Tukar guling. Pelepasan ini ijin dari mentri karena pelepasan hak adalah kewenangan pemerintah pusat melalui rekom dari Jasa Tirta dan Balai  Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB),

Ini terjadi  setelah adanya otonomi daerah. Caranya : Perijinan dari  Pemerintah Pusat yang ditembusi ke Gubernur Jawa Timur atas usul nya di Acc Pemerintah Pusat  , Proses di bayar kepada Kas Negara. Pelepasan hak tanah  pengairan ada alas an : 1. Asset sudah tidak dimanfaatkan  2. Pemerintah tidak memfungsikannya lagi. Boleh pinjam pakai sehingga pelepasan hak atas tanah Pengairan atas keputusan Mentri (BBWS) melalui keputusan  Gubernur  yang juga mendapat persetujuan DPRD Kabupaten dan Provinsi (rd)

Senin, 03 Februari 2014 12:38

Malang,restorasihukum.com  Kerugian negara yang disebabkan pita cukai palsu  dan perusahaan bodong alias tanpa ijin, baik dari komuditas rokok maupun alkohol, harusnya mengalami penurunan pada tahun tahun yang akan datang, hingga kwartal  ke 3 di tahun2013 kemarin, pita cukai palsu dan perusahaan bodong yang ditemukan bidang penindakan dan penyidikan (P2) kantor wilayah Jatim, temuan pita cukai palsu dan perusahaan bodong nilainya sebesar Rp 1,05 M se Jawa Timur.

Ini tidak luput dari pantauan kami, yang diduga  salah satu perusaan rokok di kabupaten malang yang memperkerjakan kurang dari 100 karyawan di kampung kampung, tidak mengantongi perijianan Cukai rokok, yang berlangsung lebih dari 7 tahun itu masih belum juga ada tindakan tegas dari Jatim I , selain itu beliau melakukan aktivitas ilegal dengan memproduksi tembako dari rokok yang sudah expaid (kedalu warsa) dari rokok bermerk seperti (bentoel,sampoerna,dll) diduga atas dukungan dari oknum-oknum penegak Hukum baik dari Beacukai maupun Kepolisian seperti yang ada di Kecamatan Kedung Kandang milik ''Ciko'' yang memproses tembako dari Rokok sudah Expaid yang seharusnya dimusnakan oleh fihak ke 3 dari perusahaan Rokok yang ditunjuk di Lawang (CV Tri Surya Plastik) ''Ciko" menyampaikan bahwa tembakau expaid tersebut dari Lawang  dan akan didaur ulang, kemudian mengoplosnya dengan tembakau yang masih baru dan dijual keperusahaan rokok di daera seputar Jawa Timur.

Trend pita cukai palsu atau perusahaan rokok bodong, akan diawasi secara rutin pita cukai komuditas kena cukai, Bahkan saat ini koordinator wilayah jawa timur melakukan audit pada berbagai perusahaan untuk memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan koridor hasil audit, di prediksi lebih baik, bergerak secara konsisten dan tertib di tahun kedepan, lain halnya yang ada di lapangan justru karena banyaknya oknum yang mendukung kegiatan ilegal tersebut dan atas dasar tahu sama tahu maka kegiatan ilegal masih terus menjamur di Jawa Timur. Nilai barang dan potensi kerugian negara yang di sebabkan pita cukai palsu dihitung berdasarkan HJE (harga jual eceran) dan tarif cukai terendah perbatang, nominalnya Rp 374 perbatang dengan tarif cukai Rp 170 per batang untuk sigaret kretek mesin (skm), dan Rp 65 untuk sigaret kretek tangan (skt) .

Dibagian lain,bea cukai kian menggenjot penerimaan cukai yang ditarget Rp 11 trilyun pada tahun ini, dan ini tidak pernah memenuhi target. Ada satu faktor yang mengakibatkan penurunan, yaitu penghindaran barang kena cukai, Ekses tersebut yang akan di perkecil, salah satunya lewat operasi dan audit perusahaan. Itupun diharapkan benar adanya bukan hanya janji semata. (RD)

Senin, 03 Februari 2014 12:26

Kediri, restorasihukum.com  Alasan pekerjaan membuat tumbuhnya Cinta terlarang antara ''Gt'' PNS yang ada di Dinas Koperasi kota kediri dengan ''Ar'' staf kecamatan kota kediri, berawal dari informasi masyarakat yang merasa aneh akan gelagat kedua insan yang dimabuk cinta ini. Tim media restorasi hukum mulai infestigasi akan kebenaran berita tersebut sampai suatu ketika informasi kepergian dua insan menuju arah Kabupaten Tulung Agung mengendarai sebua mobil kijang inova cek in di Hotel Swallo Tulung Agung pada jam dinas kantor  dan cek out 13:53 WIB . 

Saat dikonfirmasi pada ''Gt'' menyampaikan (sudahlah mas kita ini kan laki - laki buat apa gitu aja diperpanjang) membenarkan akan kejadian tersebut dengan berbisik ''Gt'' didampingi sang istri tercinta ''Ani'' yang kerja di KADIN  Kota Kediri di kantornya kami ditemui ''Gt'' dan ''Agus'' yang mengaku masih keluarga bahkan dengan lantang ''Agus'' mengatakan kalau memang mau di angkat beritanya angkat saja kalau ramai,  ramai sekalian biar tidak tanggung - tanggung. Bahkan ''Ani'' disela pembicaraan sempat mengumpat (dasar perempuan ngak tau diuntung suda merusak rumahtangga orang ngak tanggung jawab) dengan ungkapan tersebut seakan perselingkuhan antara ''Gt dan Ar" sudah diketahui keluarga masing masing fihak dan dari kejadian tersebut bisa dijadikan pelajaran bahwa, seorang PNS yang seharusnya dapat dijadikan panutan malah memberikan contah negatif, ini harus ada ketegasan dari pemerintah terkait agar ada efek jera bagi para pelaku perselingkuhan terutama bagi seorang publik figur (rd)

Sabtu, 01 Februari 2014 03:15

Gresik Restorasi hukum.com.   Para pelaku penimbun BBM Solar bersubsidi semakin meraja lela karena banyaknya oknum  pendukung dari berbagai kalangan.  Penegak hukum seharusnya menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas . Perlu diperhatikan dalam hal bantuan subsidi dari pemerintah untuk rakyat mulai sembako raskin , pendidikan gratis, BBM bersubsidi serta lainnya.

Ini tidak luput dari pantauan awak media , LSM juga kepolisian.  Kenyataannya di Kabupaten Gresik  seharusnya masyarakat miskin menikmati subsidi BBM tapi justru berbalik yaitu  para pengusaha yang menikmatinya. Tak luput ada dukungan kuat oknum  POLRI . Diduga  telah memelihara pengusaha nakal itu yang memainkan BBM bersubsidi dijadikan Non subsidi .Salah satunya ''Sindu" seorang kepercayaan PT.PTN (Persada Trans Niaga)  pada edisi lalu diberitakan pada media ini, terlihat semakin merajalela . Kasat reskrim AKP. Ayub dan Kapolres Gresik AKBP A.Ibrahim Sik ,telah di informasikan via phone terkait kegiatan  dilakukan ''Sindu"  , belum juga ada tindakan.

Kuat dugaan Oknum Polres Gresik telah menerima Upeti dari pengusaha serta  pelaku penyalagunaan BBM bersubsidi. Mereka beraksi sangat menyolok dan terang-terangan di antar kota  berbagai lokasi di Jawa Timur . ''Suratno'' sopir Truk tangki  Nopol L9377UH PT. PTN saat ada di TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah Kecamatan Bunga tepat di sebelah kanan SPBU yaitu tempat penimbunan yang dipergunakan bahan bakar alat berat. Menyampaikan pada wartawan media ini bahwa BBM Solar yang diangkut berasal dari Kediri , di ambil dari penimbun BBM solar bersubsidi lalu di over dari salah satu sopir truk yang kebetulan sedang sakit perut saat itu (terangnya red). Berbeda "Arf" inisial salah satu penimbah di wilayah Kabupaten Kediri menyebutkan bahwa BBM Solar Subsidi yang didapat dari beberapa SPBU diwilayahnya dijual pada PT.PTN dengan harga Rp 6400/liter.  Pribadinya mendapatkan laba Rp 800/liter karena Rp 100 diberikan pada Operatr SPBU Pertamina yang bisa diajak untuk kerja sama. '' Arf" sendiri membeli solar menggunakan sebuah Mobil datsun  tahun 80 an warna hijau tua  nopol AG 1832 K,  yang telah dimodifikasi hingga mampu untuk sekali muat 1000 liter. Pastinya jika hanya 5000 liter saja ''Arf'' tidak butuh waktu lama . Anggap saja dalam sehari minimal 5000 liter, berapa laba yang didapat oleh ''Arf"  ?....   serta berapa yang diperoleh PT. PTN ? .... .Seharusnya kita juga harus menghitung kerugian Negara ? . Perlu diingat bahwa " PT. PTN menjual BBM hasil Jarahannya tanpa PPN  . Kesimpulannya kelipatan ganda laba yang diperoleh cukup menyengsarakan rakyat miskin.( rd)

 

 

 

Selasa, 28 Januari 2014 11:38

Gresik Restorasi hukum.com - Maraknya para pelaku penimbun BBM Solar bersubsidi tidak luput dari pantauan awak media yang ada di Gresik serta di berbagai tempat di Jawa Timur yang paling menyolok dan terlihat terang-terangan adalah di wilayah Kabupaten Gresik yang diduga kuat telah dilindungi oleh Polres karena saat di konfirmasi melalui ponselnya 0821425077**''Sindu'' orang kepercayaan pemilik tangki  PT. PTN (persada trans niaga) menyampaikan bahwa fihaknya telah mengenal Kasat Gresik dan kegiatan tersebut sudah tidak asing lagi bahkan menyebutkan beberapa nama Oknum Polisi dan wartawan yang dikenalnya. ''Suratno'' sopir Truk tangki  Nopol L9377UH PT. PTN saat ada di TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah Kecamata Bungga tepat di sebelah kanan SPBU tempat penimbunan untuk dipergunakan bahan bakar alat berat, menyampaikan pada wartawan media ini bahwa BBM Solar yang diangkut berasal dari Kediri yang di ambil dari penimbun BBM Solar bersubsidi dan dioper dari salah satu sopir Truk yang kebetulan sedang sakit perut saat itu (terangnya red). Saat dikonfirmasi melalui ponselnya 081326203*** ''AkP Ayub'' menyampaikan akan memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan pada pelaku alhasil sampai berita ini diterbitkan pelaku belum juga ditindak mala kegiatan semakin meraja lela. Heranya saat dikonfirmasi lagi ponsel AKP Ayub selalu dirijek, saat ada kegiatan lagi dan coba dihubungi oleh wartawan media ini yang akan memberikan informasi terkait Truk tangki PT.PTN (persada trans niaga). rd

Selasa, 28 Januari 2014 10:50

Jakarta - Kecuali ketua pengadilan, seluruh hakim di Pengadilan Agama (PA) Ponorogo dihukum karena melanggar kode etik. Hukuman Mahkamah Agung (MA) ini juga dijatuhkan dalam hukuman disiplin periode Oktober-Desember 2013.

Seperti dilansir website MA, Selasa (28/1/2014), kesebelas hakim tersebut dihukum disiplin berupa teguran lisan. Hukuman ini sesuai Peraturan Bersama Komisi Yudisial (KY)-MA tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Perilaku Hakim. Tidak dijelaskan dalam hukuman tersebut apa yang dilanggar oleh mereka. Kesebelas orang tersebut adalah:

1. Dra Hj At Khy MH (hakim dan Wakil Ketua PA)
2. Drs Prn MHum (hakim)
3. Drs Amd SH MHum (hakim)
4. Lkm Abd SH MH (hakim)
5. Drs M Ars SH (hakim)
6. Drs HM Yz Alf SH (hakim)
7. Dra Snr SH (hakim)
8. Drs Akh Zl MHum (hakim)
9. Drs Jrm Arf (hakim)
10. Drs Mry (hakim)
11. Drs Mnl Ihw (hakim)

Total hukuman periode Oktober-Desember 2013 sebanyak 23 orang hakim dan 1 calon hakim dan sisanya PNS. Masuk dalam daftar hukuman tersebut Ketua PN Tnd, Jn Plyn SH MH dengan hukuman pernyataan tidak puas secara tertulis.

Masuk juga dalam daftar hukuman yaitu hukuman pemecatan yang dijatuhkan kepada hakim PN Jombang Vica Natalia dan hakim PN Binjai Raja Lumban Tobing.


Ikuti berbagai informasi menarik hari ini di "Reportase Sore" Trans TV pukul 16.30 WIB

(asp/try)

 

sumber:

Selasa, 28 Januari 2014 08:05

Jakarta - Noor Tagouri (19) sudah mengetahui mimpinya sejak berusia 8 tahun usai menonton Oprah Winfrey Show. Saat itu dia langsung menetapkan cita-cita: menjadi penyiar berita di media nasional AS. Belakangan saat berhijab, tekadnya makin jelas, menjadi penyiar berita pertama yang berhijab di AS.

Lahir dan besar di Kota Bowie, Marryland, AS, Noor dilahirkan dari pasangan imigran Libya. Noor memakai hijab setelah masuk sekolah Islam sekitar 5 atau 6 tahun lalu.

"Sebelumnya saya tak pernah terpikir untuk memakai hijab. Dan berpikir bahwa dengan hijab ini jangan dijadikan halangan (menjadi penyiar berita). Saya justru ingin menjadi penyiar berita pertama yang mengenakan hijab," demikian kata Noor di pusat kebudayaan AS, @america, Pacific Place, Kamis (16/1/2014) malam.

Saat sudah menentukan mimpinya, Noor menggapainya dengan belajar keras, mengirimkan puluhan lamaran beasiswa hingga magang ke stasiun radio dan TV di AS. Hasilnya, saat awal SMA dirinya masuk ke kelas percepatan persiapan kuliah selama 2 tahun di Prince George Community College dan berhasil memecahkan rekor lulusan termuda, 18 tahun, dalam sejarah dengan indeks prestasi kumulatif sempurna, 4.

Atas prestasinya ini, dia berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Universitas Marryland mengambil bidang jurnalisme penyiaran dan pembangunan internasional dan manajemen konflik dan mentargetkan lulus dalam 2 tahun saja saat usianya 20 tahun. Di kampus, Noor tak hanya belajar, melainkan juga menjadi tutor matematika, aktif dalam pers kampus, menjadi humas Asosiasi Mahasiswa Muslim, mendirikan klub di bidang lingkungan, memberikan seminar tentang hijab, menjadi aktivis anti perdagangan manusia dan sebagainya. Tak lupa, selama masa kuliah dia mengirimkan lamaran ke
beberapa stasiun radio dan TV berita.

Hasilnya, dia diterima magang di stasiun radio musik di Washington DC, stasiun TV berita ABC di kota yang sama, CBS dan WUSA9. Saat magang di stasiun TV ABC,dia berpose di meja presenter berita dan memotretnya, mengunggahnya ke media sosial, Facebook. Di bawah foto itu dia menuliskan:

Ini adalah foto impian saya. Menjadi pembaca berita muslim berhijab pertama di televisi Amerika. Ini adalah apa yang saya ingin kan di masa depan, Insya Allah. Untuk kalian yang tahu saya sejak lama, kalian tahu bahwa ini yang saya inginkan bertahun-tahun! Sejak saya kecil! Dan inilah yang sedang saya kerjakan menuju ke sana. Jadi, terima kasih kepada semua teman dan keluarga yang mendukung saya. Saya sangat menghargai kalian.

Tak dinyana postingan itu mendapat ribuan 'Like' dan banyak dukungan. Dia juga bertemu dengan Anderson Cooper,
penyiar berita terkenal CNN. Saat itu Noor mengungkapkan keinginannya menjadi penyiar berita dan tak segan-segan memberikan CV kepada Anderson. Desember 2012, dia membuat gerakan di Twitter bertagar #LetNoorShine dan membagi impiannya dengan pengikutnya serta membentuk komunitas.

Ketika ditanya apakah dirinya selama magang dan kuliah mengalami diskriminasi karena menjadi perempuan, muslim dan berhijab yang merupakan kombinasi sempurna untuk minoritas? "Tantangan paling berat yang saya hadapi bukanlah diskriminasi, melainkan orang-orang yang mengatakan bahwa 'Kamu tak mungkin bisa meraih mimpi itu'," jawab Noor diplomatis.

Dirinya mengaku tak mengalami diskriminasi selama tumbuh dan besar di AS. Ketika ditanya bagaimana tumbuh menjadi seorang muslimah di AS yang dasarnya adalah Yahudi-Kristen, Noor mengatakan bahwa baik Islam, Kristen dan Yahudi memiliki nilai-nilai yang sama. Noor lebih suka melihat kesamaan nilai ini daripada perbedaannya.

"Akhirnya ya lakumdinukumwaliyaddiin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Amerika sangat menjamin kebebasan beragama kok," tutur dia.

Salah satu cara agar dia bisa bertahan di benua yang multikultur itu adalah memiliki pikiran terbuka dan mengenyahkan segala prasangka buruk.

"Hal paling penting dan besar dalam mengerti orang adalah berpikiran terbuka dan belajar mendengarkan," tutur perempuan cantik yang tinggi semampai ini.

Dia juga percaya pada hukum tarik menarik alias 'law of attraction'. Baginya dalam mengejar mimpi, menyerah bukanlah pilihan. "Saya percaya law of attraction. Bila kamu sangat menginginkan sesuatu, percaya pada dirimu sendiri dulu. Semesta akan membalas hasratmu," ujar Noor.

Good luck Noor!

sumber:

http://news.detik.com/read/2014/01/17/105121/2469839/608/1/perjuangan-noor-tagouri-ingin-jadi-penyiar-berita-berhijab-pertama-di-as

Selasa, 28 Januari 2014 08:01

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan peraturan Nomor 21 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye pemilihan umum anggota DPR/ DPRD dan DPD RI. Dengan demikian, masa kampanye pemilu Calon Legislatif (caleg) resmi berlaku mulai 11 Januari 2014 hingga 5 April 2014.

Selain itu dijuga telah ditetapkan lokasi dan tempat pemasangan iklan kampanye selayaknya pada ruang terbuka, pada gedung dan melalui iklan media cetak dan elektronik. Tidak dilakukan pada gedung pemerintah, sekolah, jalan protokol dan fasilitas umum.

Kini, hasrat membara para caleg seolah tak dapat dibendung lagi. Sepertinya para caleg tidak sanggup bersabar lebih lama lagi. Para caleg ramai-ramai -tanpa komando- masuk dalam kancah “Musim Kampanye” yang resmi berlaku sejak 5 Januari 2014 lalu.

Apa daya, entah terlalu bersemangat atau karena ikut-ikutan, sejumlah caleg hampir senada dan seirama menempel atribut kampanye mereka pada sejumlah pohon yang menghiasi jalan umum. Iklan kampanye sosok caleg ukuran raksasa sampai ukuran kertas ketikan  menghiasi sejumlah pohon di sepanjang jalan di mana-mana dari desa sampai kota.

Iklan kampanye sosok caleg yang menempel pada pepohonan sepanjang jalan itu berisi promosi caleg menawarkan program dan nilai jual kepada calon pemilih atau kepada warga yang melihatnya.

Ironis dan menyedihkan sekali. Pada sebatang pohon “dihiasi” oleh sejumlah iklan oleh 4 caleg bahkan lebih. Para caleg saling bersaing dan mengalahkan calonnya baik dalam daerah pilihan (dapil) yang sama bahkan dengan caleg dapil lainnya.

Pepohonan pun terlihat makin tak karuan bentuknya. Di tengah batang pohon dengan radius ketinggian 2 meter menempel sejumlah lembaran atribut caleg. Sementara di daun-daunan di atasnya seolah tak mampu lagi mengeluarkan daun hijaunya akibat dipaku disana-sini disekujur lingkaran batangnya.

Para caleg yang menghiasi batang pohon semua tersenyum, optimis dan percaya diri tak terkira, sementara lolongan pohon-pohon yang telah “mereka” tempeli itu terasa tak penting bagi caelg. Pepohonan seolah bukanlah sesuatu yang perlu dijaga kehidupan dan kelestariannya.

Pepohonan seperti terdiam seribu bahasa tak kuasa menahan sakitnya dipaku di sana sini. Jeritannya melolong “kesakitan” siang dan malam berbulan-bulan sampai masa kampanye  caleg itu berakhir hingga 15 Maret mendatang.

Di sisin lain, banyak terlihat mobil caleg berseliweran di mana-mana dengan atribut kampanye caleg. Banyak juga terlihat caleg dalam ukuran baliho dan backdrop ukuran raksasa menghiasi seantero kota dan komplek perumahan sekitar kita.

Lalu mengapa ditemukan caleg menempel pepohonan sebagai sasaran pemasangan atribut kampanye, padahal caleg pastilah orang yang berkecukupan dalam hampir segala bidang termasuk bidang finasial.

Semoga para caleg yang sukses atau gagal itu nantinya berkesempatan menata dan menanam kembali berjuta-juta pohon telah mereka paku di sana sini yang membuat sejumlah pepohonan tak berdaya itu pasrah menjadi sasaran senyuman mereka

Tidak adakah tempat lainnya yang lebih tepat memasang atribut kampanye promosi caleg? Padahal dalam ketentuan KPU telah membatasi tempat yang layak untuk dijadikan sasaran, meski KPU tidak melarang pepohonan menjadi sasaran pemasangan iklan kampanye.

 

Salah satu komisioner KPU, akhirnya menyampaikan pendapatnya tentang fenomena anti penghijauan yang dilakukan oleh para caleg yang menjadikan pepohonan sebagai sasaran kampanye, tetapi himbauan tersebut hanyalah pernyataan pribadi saja, bukan ketetapan KPU.  “Apapun alasannya, pohon tidak boleh disentuh untuk keperluan kampanye,” tegas Hadar Nafis Gumay, beberapa waktu lalu.

 

Dari sisi efektifitas memaku iklan di pohon juga diragukan ketepatannya. Dengan ukuran iklan kampanye yang relatif kecil rasanya tak ada waktu orang yang melintas di sekitar pohon untuk melirik pada iklan kampnye itu karena memerlukan waktu untuk berhenti sejenak melihat dan mengenal detail caleg dan sejumlah pesan pada iklan caleg tersebut.

 

Semoga pada Pemilu Caleg mendatang, KPU memberi batasan lebih jelas dalam larangannya, tidak sekadar revisi merevisi peraturan saja, dari kalimat-kalimat yang sedikit rumit menjadi kalimat yang lebih rumit. Mungkin itulah sebabnya sebagian caleg tidak dapat memahami aturan KPU dengan baik

 

Nyatanya, sangat banyak pepohonan menjadi “korban” senyuman sejumlah caleg, hehehehehehe….


Salam Kompasiana

abanggeutanyo

sumber:

http://green.kompasiana.com/penghijauan/2014/01/28/senyuman-caleg-dan-lolongan-berjuta-pohon-631054.html