Redaksi

Redaksi

Sabtu, 01 Februari 2014 03:15

Gresik Restorasi hukum.com.   Para pelaku penimbun BBM Solar bersubsidi semakin meraja lela karena banyaknya oknum  pendukung dari berbagai kalangan.  Penegak hukum seharusnya menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas . Perlu diperhatikan dalam hal bantuan subsidi dari pemerintah untuk rakyat mulai sembako raskin , pendidikan gratis, BBM bersubsidi serta lainnya.

Ini tidak luput dari pantauan awak media , LSM juga kepolisian.  Kenyataannya di Kabupaten Gresik  seharusnya masyarakat miskin menikmati subsidi BBM tapi justru berbalik yaitu  para pengusaha yang menikmatinya. Tak luput ada dukungan kuat oknum  POLRI . Diduga  telah memelihara pengusaha nakal itu yang memainkan BBM bersubsidi dijadikan Non subsidi .Salah satunya ''Sindu" seorang kepercayaan PT.PTN (Persada Trans Niaga)  pada edisi lalu diberitakan pada media ini, terlihat semakin merajalela . Kasat reskrim AKP. Ayub dan Kapolres Gresik AKBP A.Ibrahim Sik ,telah di informasikan via phone terkait kegiatan  dilakukan ''Sindu"  , belum juga ada tindakan.

Kuat dugaan Oknum Polres Gresik telah menerima Upeti dari pengusaha serta  pelaku penyalagunaan BBM bersubsidi. Mereka beraksi sangat menyolok dan terang-terangan di antar kota  berbagai lokasi di Jawa Timur . ''Suratno'' sopir Truk tangki  Nopol L9377UH PT. PTN saat ada di TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah Kecamatan Bunga tepat di sebelah kanan SPBU yaitu tempat penimbunan yang dipergunakan bahan bakar alat berat. Menyampaikan pada wartawan media ini bahwa BBM Solar yang diangkut berasal dari Kediri , di ambil dari penimbun BBM solar bersubsidi lalu di over dari salah satu sopir truk yang kebetulan sedang sakit perut saat itu (terangnya red). Berbeda "Arf" inisial salah satu penimbah di wilayah Kabupaten Kediri menyebutkan bahwa BBM Solar Subsidi yang didapat dari beberapa SPBU diwilayahnya dijual pada PT.PTN dengan harga Rp 6400/liter.  Pribadinya mendapatkan laba Rp 800/liter karena Rp 100 diberikan pada Operatr SPBU Pertamina yang bisa diajak untuk kerja sama. '' Arf" sendiri membeli solar menggunakan sebuah Mobil datsun  tahun 80 an warna hijau tua  nopol AG 1832 K,  yang telah dimodifikasi hingga mampu untuk sekali muat 1000 liter. Pastinya jika hanya 5000 liter saja ''Arf'' tidak butuh waktu lama . Anggap saja dalam sehari minimal 5000 liter, berapa laba yang didapat oleh ''Arf"  ?....   serta berapa yang diperoleh PT. PTN ? .... .Seharusnya kita juga harus menghitung kerugian Negara ? . Perlu diingat bahwa " PT. PTN menjual BBM hasil Jarahannya tanpa PPN  . Kesimpulannya kelipatan ganda laba yang diperoleh cukup menyengsarakan rakyat miskin.( rd)

 

 

 

Selasa, 28 Januari 2014 11:38

Gresik Restorasi hukum.com - Maraknya para pelaku penimbun BBM Solar bersubsidi tidak luput dari pantauan awak media yang ada di Gresik serta di berbagai tempat di Jawa Timur yang paling menyolok dan terlihat terang-terangan adalah di wilayah Kabupaten Gresik yang diduga kuat telah dilindungi oleh Polres karena saat di konfirmasi melalui ponselnya 0821425077**''Sindu'' orang kepercayaan pemilik tangki  PT. PTN (persada trans niaga) menyampaikan bahwa fihaknya telah mengenal Kasat Gresik dan kegiatan tersebut sudah tidak asing lagi bahkan menyebutkan beberapa nama Oknum Polisi dan wartawan yang dikenalnya. ''Suratno'' sopir Truk tangki  Nopol L9377UH PT. PTN saat ada di TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah Kecamata Bungga tepat di sebelah kanan SPBU tempat penimbunan untuk dipergunakan bahan bakar alat berat, menyampaikan pada wartawan media ini bahwa BBM Solar yang diangkut berasal dari Kediri yang di ambil dari penimbun BBM Solar bersubsidi dan dioper dari salah satu sopir Truk yang kebetulan sedang sakit perut saat itu (terangnya red). Saat dikonfirmasi melalui ponselnya 081326203*** ''AkP Ayub'' menyampaikan akan memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan pada pelaku alhasil sampai berita ini diterbitkan pelaku belum juga ditindak mala kegiatan semakin meraja lela. Heranya saat dikonfirmasi lagi ponsel AKP Ayub selalu dirijek, saat ada kegiatan lagi dan coba dihubungi oleh wartawan media ini yang akan memberikan informasi terkait Truk tangki PT.PTN (persada trans niaga). rd

Selasa, 28 Januari 2014 10:50

Jakarta - Kecuali ketua pengadilan, seluruh hakim di Pengadilan Agama (PA) Ponorogo dihukum karena melanggar kode etik. Hukuman Mahkamah Agung (MA) ini juga dijatuhkan dalam hukuman disiplin periode Oktober-Desember 2013.

Seperti dilansir website MA, Selasa (28/1/2014), kesebelas hakim tersebut dihukum disiplin berupa teguran lisan. Hukuman ini sesuai Peraturan Bersama Komisi Yudisial (KY)-MA tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Perilaku Hakim. Tidak dijelaskan dalam hukuman tersebut apa yang dilanggar oleh mereka. Kesebelas orang tersebut adalah:

1. Dra Hj At Khy MH (hakim dan Wakil Ketua PA)
2. Drs Prn MHum (hakim)
3. Drs Amd SH MHum (hakim)
4. Lkm Abd SH MH (hakim)
5. Drs M Ars SH (hakim)
6. Drs HM Yz Alf SH (hakim)
7. Dra Snr SH (hakim)
8. Drs Akh Zl MHum (hakim)
9. Drs Jrm Arf (hakim)
10. Drs Mry (hakim)
11. Drs Mnl Ihw (hakim)

Total hukuman periode Oktober-Desember 2013 sebanyak 23 orang hakim dan 1 calon hakim dan sisanya PNS. Masuk dalam daftar hukuman tersebut Ketua PN Tnd, Jn Plyn SH MH dengan hukuman pernyataan tidak puas secara tertulis.

Masuk juga dalam daftar hukuman yaitu hukuman pemecatan yang dijatuhkan kepada hakim PN Jombang Vica Natalia dan hakim PN Binjai Raja Lumban Tobing.


Ikuti berbagai informasi menarik hari ini di "Reportase Sore" Trans TV pukul 16.30 WIB

(asp/try)

 

sumber:

Selasa, 28 Januari 2014 08:05

Jakarta - Noor Tagouri (19) sudah mengetahui mimpinya sejak berusia 8 tahun usai menonton Oprah Winfrey Show. Saat itu dia langsung menetapkan cita-cita: menjadi penyiar berita di media nasional AS. Belakangan saat berhijab, tekadnya makin jelas, menjadi penyiar berita pertama yang berhijab di AS.

Lahir dan besar di Kota Bowie, Marryland, AS, Noor dilahirkan dari pasangan imigran Libya. Noor memakai hijab setelah masuk sekolah Islam sekitar 5 atau 6 tahun lalu.

"Sebelumnya saya tak pernah terpikir untuk memakai hijab. Dan berpikir bahwa dengan hijab ini jangan dijadikan halangan (menjadi penyiar berita). Saya justru ingin menjadi penyiar berita pertama yang mengenakan hijab," demikian kata Noor di pusat kebudayaan AS, @america, Pacific Place, Kamis (16/1/2014) malam.

Saat sudah menentukan mimpinya, Noor menggapainya dengan belajar keras, mengirimkan puluhan lamaran beasiswa hingga magang ke stasiun radio dan TV di AS. Hasilnya, saat awal SMA dirinya masuk ke kelas percepatan persiapan kuliah selama 2 tahun di Prince George Community College dan berhasil memecahkan rekor lulusan termuda, 18 tahun, dalam sejarah dengan indeks prestasi kumulatif sempurna, 4.

Atas prestasinya ini, dia berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Universitas Marryland mengambil bidang jurnalisme penyiaran dan pembangunan internasional dan manajemen konflik dan mentargetkan lulus dalam 2 tahun saja saat usianya 20 tahun. Di kampus, Noor tak hanya belajar, melainkan juga menjadi tutor matematika, aktif dalam pers kampus, menjadi humas Asosiasi Mahasiswa Muslim, mendirikan klub di bidang lingkungan, memberikan seminar tentang hijab, menjadi aktivis anti perdagangan manusia dan sebagainya. Tak lupa, selama masa kuliah dia mengirimkan lamaran ke
beberapa stasiun radio dan TV berita.

Hasilnya, dia diterima magang di stasiun radio musik di Washington DC, stasiun TV berita ABC di kota yang sama, CBS dan WUSA9. Saat magang di stasiun TV ABC,dia berpose di meja presenter berita dan memotretnya, mengunggahnya ke media sosial, Facebook. Di bawah foto itu dia menuliskan:

Ini adalah foto impian saya. Menjadi pembaca berita muslim berhijab pertama di televisi Amerika. Ini adalah apa yang saya ingin kan di masa depan, Insya Allah. Untuk kalian yang tahu saya sejak lama, kalian tahu bahwa ini yang saya inginkan bertahun-tahun! Sejak saya kecil! Dan inilah yang sedang saya kerjakan menuju ke sana. Jadi, terima kasih kepada semua teman dan keluarga yang mendukung saya. Saya sangat menghargai kalian.

Tak dinyana postingan itu mendapat ribuan 'Like' dan banyak dukungan. Dia juga bertemu dengan Anderson Cooper,
penyiar berita terkenal CNN. Saat itu Noor mengungkapkan keinginannya menjadi penyiar berita dan tak segan-segan memberikan CV kepada Anderson. Desember 2012, dia membuat gerakan di Twitter bertagar #LetNoorShine dan membagi impiannya dengan pengikutnya serta membentuk komunitas.

Ketika ditanya apakah dirinya selama magang dan kuliah mengalami diskriminasi karena menjadi perempuan, muslim dan berhijab yang merupakan kombinasi sempurna untuk minoritas? "Tantangan paling berat yang saya hadapi bukanlah diskriminasi, melainkan orang-orang yang mengatakan bahwa 'Kamu tak mungkin bisa meraih mimpi itu'," jawab Noor diplomatis.

Dirinya mengaku tak mengalami diskriminasi selama tumbuh dan besar di AS. Ketika ditanya bagaimana tumbuh menjadi seorang muslimah di AS yang dasarnya adalah Yahudi-Kristen, Noor mengatakan bahwa baik Islam, Kristen dan Yahudi memiliki nilai-nilai yang sama. Noor lebih suka melihat kesamaan nilai ini daripada perbedaannya.

"Akhirnya ya lakumdinukumwaliyaddiin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Amerika sangat menjamin kebebasan beragama kok," tutur dia.

Salah satu cara agar dia bisa bertahan di benua yang multikultur itu adalah memiliki pikiran terbuka dan mengenyahkan segala prasangka buruk.

"Hal paling penting dan besar dalam mengerti orang adalah berpikiran terbuka dan belajar mendengarkan," tutur perempuan cantik yang tinggi semampai ini.

Dia juga percaya pada hukum tarik menarik alias 'law of attraction'. Baginya dalam mengejar mimpi, menyerah bukanlah pilihan. "Saya percaya law of attraction. Bila kamu sangat menginginkan sesuatu, percaya pada dirimu sendiri dulu. Semesta akan membalas hasratmu," ujar Noor.

Good luck Noor!

sumber:

http://news.detik.com/read/2014/01/17/105121/2469839/608/1/perjuangan-noor-tagouri-ingin-jadi-penyiar-berita-berhijab-pertama-di-as

Selasa, 28 Januari 2014 08:01

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan peraturan Nomor 21 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye pemilihan umum anggota DPR/ DPRD dan DPD RI. Dengan demikian, masa kampanye pemilu Calon Legislatif (caleg) resmi berlaku mulai 11 Januari 2014 hingga 5 April 2014.

Selain itu dijuga telah ditetapkan lokasi dan tempat pemasangan iklan kampanye selayaknya pada ruang terbuka, pada gedung dan melalui iklan media cetak dan elektronik. Tidak dilakukan pada gedung pemerintah, sekolah, jalan protokol dan fasilitas umum.

Kini, hasrat membara para caleg seolah tak dapat dibendung lagi. Sepertinya para caleg tidak sanggup bersabar lebih lama lagi. Para caleg ramai-ramai -tanpa komando- masuk dalam kancah “Musim Kampanye” yang resmi berlaku sejak 5 Januari 2014 lalu.

Apa daya, entah terlalu bersemangat atau karena ikut-ikutan, sejumlah caleg hampir senada dan seirama menempel atribut kampanye mereka pada sejumlah pohon yang menghiasi jalan umum. Iklan kampanye sosok caleg ukuran raksasa sampai ukuran kertas ketikan  menghiasi sejumlah pohon di sepanjang jalan di mana-mana dari desa sampai kota.

Iklan kampanye sosok caleg yang menempel pada pepohonan sepanjang jalan itu berisi promosi caleg menawarkan program dan nilai jual kepada calon pemilih atau kepada warga yang melihatnya.

Ironis dan menyedihkan sekali. Pada sebatang pohon “dihiasi” oleh sejumlah iklan oleh 4 caleg bahkan lebih. Para caleg saling bersaing dan mengalahkan calonnya baik dalam daerah pilihan (dapil) yang sama bahkan dengan caleg dapil lainnya.

Pepohonan pun terlihat makin tak karuan bentuknya. Di tengah batang pohon dengan radius ketinggian 2 meter menempel sejumlah lembaran atribut caleg. Sementara di daun-daunan di atasnya seolah tak mampu lagi mengeluarkan daun hijaunya akibat dipaku disana-sini disekujur lingkaran batangnya.

Para caleg yang menghiasi batang pohon semua tersenyum, optimis dan percaya diri tak terkira, sementara lolongan pohon-pohon yang telah “mereka” tempeli itu terasa tak penting bagi caelg. Pepohonan seolah bukanlah sesuatu yang perlu dijaga kehidupan dan kelestariannya.

Pepohonan seperti terdiam seribu bahasa tak kuasa menahan sakitnya dipaku di sana sini. Jeritannya melolong “kesakitan” siang dan malam berbulan-bulan sampai masa kampanye  caleg itu berakhir hingga 15 Maret mendatang.

Di sisin lain, banyak terlihat mobil caleg berseliweran di mana-mana dengan atribut kampanye caleg. Banyak juga terlihat caleg dalam ukuran baliho dan backdrop ukuran raksasa menghiasi seantero kota dan komplek perumahan sekitar kita.

Lalu mengapa ditemukan caleg menempel pepohonan sebagai sasaran pemasangan atribut kampanye, padahal caleg pastilah orang yang berkecukupan dalam hampir segala bidang termasuk bidang finasial.

Semoga para caleg yang sukses atau gagal itu nantinya berkesempatan menata dan menanam kembali berjuta-juta pohon telah mereka paku di sana sini yang membuat sejumlah pepohonan tak berdaya itu pasrah menjadi sasaran senyuman mereka

Tidak adakah tempat lainnya yang lebih tepat memasang atribut kampanye promosi caleg? Padahal dalam ketentuan KPU telah membatasi tempat yang layak untuk dijadikan sasaran, meski KPU tidak melarang pepohonan menjadi sasaran pemasangan iklan kampanye.

 

Salah satu komisioner KPU, akhirnya menyampaikan pendapatnya tentang fenomena anti penghijauan yang dilakukan oleh para caleg yang menjadikan pepohonan sebagai sasaran kampanye, tetapi himbauan tersebut hanyalah pernyataan pribadi saja, bukan ketetapan KPU.  “Apapun alasannya, pohon tidak boleh disentuh untuk keperluan kampanye,” tegas Hadar Nafis Gumay, beberapa waktu lalu.

 

Dari sisi efektifitas memaku iklan di pohon juga diragukan ketepatannya. Dengan ukuran iklan kampanye yang relatif kecil rasanya tak ada waktu orang yang melintas di sekitar pohon untuk melirik pada iklan kampnye itu karena memerlukan waktu untuk berhenti sejenak melihat dan mengenal detail caleg dan sejumlah pesan pada iklan caleg tersebut.

 

Semoga pada Pemilu Caleg mendatang, KPU memberi batasan lebih jelas dalam larangannya, tidak sekadar revisi merevisi peraturan saja, dari kalimat-kalimat yang sedikit rumit menjadi kalimat yang lebih rumit. Mungkin itulah sebabnya sebagian caleg tidak dapat memahami aturan KPU dengan baik

 

Nyatanya, sangat banyak pepohonan menjadi “korban” senyuman sejumlah caleg, hehehehehehe….


Salam Kompasiana

abanggeutanyo

sumber:

http://green.kompasiana.com/penghijauan/2014/01/28/senyuman-caleg-dan-lolongan-berjuta-pohon-631054.html

Selasa, 28 Januari 2014 07:59

JAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) hadir di pameran pendidikan yang digelar di Assembly Hall Jakarta Conventional Center (JCC), Senayan, Jakarta. UMN memamerkan salah satu karya mahasiswanya berupa virtual kampus 3D. Program animasi dengan teknologi berbasis game ini berupa maket dari gedung UMN.

"Ini produk hasil karya mahasiswa UMN. Jadi, mereka membuat ini di tingkat akhir. Virtual kampus 3D ini merupakan bentukan keadaan asli dari kampus UMN," kata Marketing Comunication Staf David Calvin kepada Kompas.com di JCC, Jakarta, Jumat (24/1/2014) siang.

David melanjutkan, materi untuk membuat animasi tersebut berasal dari Fakultas Seni dan Desain serta Fakultas ICT pada program studi Teknik Informatika UMN. Mahasiswa jurusan itu akan dibekali kemampuan seperti membuat animasi, desain grafis, game, ataupun sinematografi.

Sementara, untuk Fakultas Komunikasi, ada jurusan jurnalistik dan public relation (humas), sedangkan untuk Fakultas Ekonomi ada jurusan Manajemen dan Akuntasi.

Perguruan tinggi yang berlokasi di Scientia Garden, Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang-Banten, itu memiliki total empat fakultas, terdiri dari Fakultas ICT, Fakultas Seni dan Desain, Fakultas Komunkasi dan Fakultas Ekonomi. UMN sendiri menggunakan kurikulum berbasis Information, Computer, and Technology (ICT).

"Semuanya untuk jenjang S-1 (strata 1)," ujar David.

Dia melanjutkan, lulusan UMN juga tidak perlu khawatir karena kampus tersebut sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk dapat lebih mudah diterima bekerja. Perusahaan-perusahaan itu misalnya yang bergerak di bidang media, perusahaan audit, perbankan, developer (pengembang properti), dan lainnya.

"Jadi, ketika masuk UMN dan sudah lulus, tidak susah cari kerja. Kami sudah kerja sama dengan beberapa perusahaan, termasuk Kompas Gramedia," ujar David.

Saat ini Kampus UMN dilengkapi berbagai fasilitas laboratorium lengkap, mulai lab untuk broadcasting, lab komputer, studio TV, dan lainnya. UMN juga menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitasnya di bidang seni, olah raga, sains, dan sosial melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Kampus yang berdiri pada 2006 itu kini sudah memiliki 7.000 lebih mahasiswa aktif.

Pendaftaran

Saat ini, ada beberapa jalur pendaftaran masuk ke UMN. Pelajar tamatan SMA bisa menggunakan jalur tes reguler atau melalui jalur prestasi berdasarkan nilai rapor. Ada juga melalui beasiswa dengan melihat peringkat atau rangking.

Cara mendaftarkannya pun mudah. Calon mahasiswa bisa melalui kampus langsung atau melihat melalui internet di www.umn.ac.id sekaligus mengakses berbagai informasi seputar Kampus UMN.

Pada pameran pendidikan bertema "23rd Indonesia International Education & Training Expo 2014", dan diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan PT Wahyu Promo Citra" ini, UMN membuka pendaftaran dan gratis biaya pembelian formulir sampai dengan akhir pameran, Minggu (26/1/2014).

"Kalau yang sekarang gratis sampai 26 Januari (akhir pameran). Di luar itu biayanya Rp 200.000," ujar David.

Juliantino (18), salah satu pelajar SMK Sahid, Ciracas, Jakarta Timur, tertarik untuk mendaftar pada stan UMN di Fakultas Komunikasi. Pelajar asal Depok, Jawa Barat, itu berminat pada dunia broadcasting.

"Karena saya suka broadcast, karena itu saya pilih komunikasi. Ingin jadi floor director di televisi," kata pelajar jurusan travel itu.

Selain itu, UMN juga mengadakan pendaftaran untuk pematangan ujian nasional (UN) selama satu hari melalui try out yang diselenggarakan Minggu 9 Februari pukul 08.00 WIB di function hall UMN. Pelajar dari sekolah mana pun boleh mendaftar, dengan biaya Rp 20.000.

"Kami mengajak sekolah mana saja, khususnya Jabodetabek. Jadi, ini pematangan untuk mereka mengikuti UN nanti," tambah David.

sumber:

http://edukasi.kompas.com/read/2014/01/24/1653494/Gelar.Kreativitas.UMN.Jaring.Calon.Mahasiswa.Baru

Selasa, 28 Januari 2014 07:56

KOMPAS.com — Operasi bedah plastik merupakan sebuah tindakan untuk memperbaiki kondisi, khususnya penampilan, baik membuat menjadi normal maupun membuat menjadi lebih menarik. Sama seperti operasi bedah lainnya, operasi plastik juga membutuhkan kesiapan mental untuk menjalaninya. Namun, wanita bernama Siti Nur Jazilah atau Lisa ini mengaku tidak kapok menjalani operasi tindakan tersebut hingga 17 kali.

Wanita asal Turen, Malang, Jawa Timur, itu menjalani tindakan bedah plastik bukanlah tanpa alasan. Siraman air keras di wajah dan lehernya pada enam tahun yang lalu meninggalkan kerusakan parah di wajahnya. Lisa pun sempat mengalami kesulitan bernapas karena air keras merusak tulang hidungnya.

Lisa mulai melakukan operasi pada 2006 yang dibantu oleh tim dokter dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Saat itu, dokter mengambil seluruh kulit dari wajahnya yang sudah rusak dan menggantinya dengan kulit dari punggung. Operasi yang dijalani Lisa dikenal juga dengan istilah face off.

"Kulit punggung Lisa saat itu sedikit terkena siraman air keras, namun masih cukup baik untuk wajahnya," ujar Guru Besar Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik M Sjaifuddin Noer saat ditemui, Jumat (24/1/2014), di Surabaya.

Sjaifuddin mengatakan, begitu Lisa datang ke RS, dokter langsung membentuk tim yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anastesi, hingga psikiatri. Tim kemudian membuat jadwal waktu untuk persiapan operasi.

Tindakan meliputi rekonstruksi wajah mulai dari dahi, pipi, hidung, hingga leher. Saat operasi bedah rekonstruksi pertama, dokter masih mempertahankan kelopak mata dan bibir yang kemudian direkonstruksi pada operasi selanjutnya.

Dokter juga melakukan pembedahan mikro untuk detail pembuluh darah di wajah. Sebelumnya direncanakan enam pembuluh darah yang harus disambung. Namun, ternyata empat pembuluh darah saja sudah mampu mengalirkan cukup darah.

"Kalau tidak berdarah justru bahaya, artinya tidak berhasil. Tapi, syukurlah waktu itu darahnya sudah keluar yang berarti pembuluh darah sudah normal," ujarnya.

Lisa sendiri mengaku senang karena dokter yang menanganinya begitu sabar dan telaten sehingga mampu mengembalikan kepercayaan dirinya. Meskipun belum sama seperti dulu sebelum insiden terjadi, Lisa tetap mengaku puas.


Tidak kapok

Terakhir Lisa menjalani operasi pada 2013 yang merupakan operasinya yang ke-17. Namun, menjalani operasi hingga belasan kali tidak membuat dia kapok, bahkan Lisa masih merencanakan untuk menjalani operasi lanjutan.

"Masih ada kekurangan-kekurangan, seperti masih sulit untuk membuka mulut," ujar wanita berusia 29 tahun ini.

Menurut Sjaifuddin, Lisa merupakan pasien yang sangat tabah dan kuat. "Dia rajin bertanya kepada dokter mengenai perkembangannya, bahkan sering meminta untuk dioperasi lagi," katanya.

Operasi plastik, lanjut Sjaifuddin, mungkin tidak dapat membuat wajah Lisa secantik dulu, tetapi dapat mengembalikan fungsi dan menambah rasa percaya diri adalah tujuan yang penting. Kehilangan bentuk wajah secara tiba-tiba akibat air keras tentu membuat rasa sedih yang mendalam. Namun, berkat bantuan tim dokter dan keinginan untuk bangkit darinya, Lisa kini menjadi wanita yang lebih tegar.

Mencoba produktif

Sebelum terjadinya insiden, Lisa sudah menjadi sosok wanita yang mandiri. Dia sudah bekerja sejak muda untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Insiden penyiraman pun tidak memudarkan semangat itu.

Saat ini Lisa disibukkan dengan kegiatan sosial sekitar RS. Selain itu, Lisa juga dikenal sebagai pembuat aksesori sehingga membantunya mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Saya mau terus berusaha untuk menjadi lebih baik," pungkas wanita ini seraya tersenyum.

sumber:

http://health.kompas.com/read/2014/01/27/1313556/Jalani.17.Kali.Operasi.Plastik.Lisa.Tak.Kapok

Selasa, 28 Januari 2014 07:54

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa pengusaha Widodo Ratanachaitong di Singapura terkait penyidikan kasus dugaan suap kegiatan hulu minyak dan gas di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

"Dia diperiksa di sana karena dia merupakan warga negara Singapura sejak 2012," ujar jaksa KPK M Rum, Senin (27/1/2014) malam. Rum mengaku belum mendapatkan hasil pemeriksaan Widodo tersebut.

Sebelumnya, Widodo dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK. Lembaga antikorupsi ini tidak dapat memanggil paksa Widodo karena statusnya sebagai warga negara asing.

Widodo merupakan saksi penting dalam kasus dugaan suap SKK Migas. Dalam tuntutan untuk Komisaris PT Kernel Oil Simon G Tanjaya terungkap bahwa inisiatif pemberian suap diduga berasal dari Widodo.

Kasus ini disebut bermula ketika Widodo bertemu Kepala SKK Migas saat itu, Rudi Rubiandini, di Jakarta. Widodo memperkenalkan diri sebagai trader minyak yang mengikuti lelang di SKK Migas.

Rudi kemudian mengenalkan Widodo dengan pelatih golfnya, Deviardi. Mereka sepakat agar perusahaan yang diwakili Widodo memenangi lelang di SKK Migas.

Widodo memberikan uang tunai 200.000 dollar Singapura kepada Deviardi agar diserahkan ke Rudi. Widodo juga disebut sebagai auktor intelektualis dugaan penyuapan kepada Rudi.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan bahwa Widodo bisa dipidana karena mengabaikan panggilan pemeriksaan KPK. “Dia bisa didiskualifikasi melanggar kewajibannya. Kalau pakai tindak pidana itu melawan perintah petugas,” ujar Bambang.

sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2014/01/28/0645338/KPK.Periksa.Saksi.Penting.Kasus.Suap.SKK.Migas.di.Singapura