Redaksi

Redaksi

Selasa, 19 Desember 2017 13:45

“Sejak pertama digelar, ajang NusantaRun telah melewati kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Purwokerto serta berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp4 miliar”

Purwokerto,restorasihukum.com - NusantaRun Chapter5 mengajak 224 pelari yang menempuh jarak sejauh 127,9km menyusuri ramainya jalanan kota Purwokerto, suasana pedesaan yang asri, hingga indahnya pemandangan dataran tinggi Dieng untuk mendukung gerakan #GurukuMaju.

Acara NusantaRun Chapter 5 ini dibagi dua yaitu Full Course dan Half Course yang memiliki 10 check point. Untuk Full Course dibuka pada tanggal 15 Desember Pukul 22.00 dari Bupati Banyumas, kemudian dilanjutkan Half Course pukul 12.00 kantor Bupati Banjarnegara yang dimulai check point 5 pada jarak 66.5km.

Menurut salah satu founder NusantaRun, Christopher Tobing semangat ajang ini masih sama dengan saat pertama memulai gelaran. “Malah bisa dibilang kami semakin bersemangat. Ini bentuk semangat sekaligus wujud dukungan untuk pengembangan pendidikan melalui penggalangan dana, kesehatan melalui lari itu sendiri, dan pariwisata melalui rute eksotis yang kami tawarkan. Semoga tahun ini donasi yang terkumpul lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya”, ujar Christopher Tobing.

Tidak disangka, di hari kedua sudah memiliki pelari pertama bernama Suparmin (35 tahun) yang berhasil mencapai garis finis sejauh 127.9 kilometer dengan catatan waktu 22 jam 11 menit 55 detik dari Purowkerto ke Dieng.

“Saya tidak ingin memanjakan kaki saya, biarpun saya merasakan sedikitnya sakit saya tetap putuskan untuk terus lari” Ujar pria kelahiran Groboga ini.

Antusias para pelari sangat tinggi karena mereka memiliki misi kemanusiaan untuk membangun kualitas pendidikan di lokasi yang menjadi finish line. Kali ini, mereka menggalang donasi dari masyarakat untuk disumbangkan kepada Indonesian Overseas Alumni (IOA) dan mendukung gerakan #GurukuMaju.

Mereka menggalang donasi dari berbagai lapisan masyarakat dengan cara uniknya masing-masing, seperti kampanye di media sosial, pesan di aplikasi chatting, mengamen, hingga berjualan makanan. Para pelari diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk berdonasi melalui portal kitabisa.com dan mendukung gerakan #GurukuMaju serta bersama-sama #BikinKerenIndonesia bersama Telkomsel dan Biotest yang mendukung NusantaRun Chapter 5.

IOA adalah organisasi nirlaba yang dipilih sebagai penerima donasi. Pemilihan organisasi penerima donasi tersebut dilakukan terhadap lebih dari 15 proposal yang masuk pada Mei 2017 lalu. Setelah melalui proses yang ketat, akhirnya diputuskan bahwa hasil donasi akan digunakan untuk pengembangan 400 orang guru di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo seperti yang diusulkan IOA.

Hal ini bukan tanpa sebab, karena berdasarkan Hasil Uji Kompetensi Guru pada 2016, cara mengajar atau pedagogic guru-guru SD di Banjarnegara-Dieng menempati urutan terendah. Padahal kualitas guru yang baik dapat membangkitkan potensi terbaik siswa, meningkatkan kreativitas, mengembangkan sikap inovatif, kepemimpinan, serta motivasi. Fakta tersebutlah yang mengawali berkembangnya gerakan #GurukuMaju yang diusung NusantaRun bersama 224 pelari yang berasal dari berbagai wilayah di Nusantara.

Sejak pertama digelar, ajang NusantaRun telah melewati kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Purwokerto serta berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp4 miliar untuk berbagai organisasi kemanusiaan seperti Care4Kids Indonesia, Yayasan Pemimpin Anak Bangsa, Gerakan Nasional Orang Tua Asuh, dan Yayasan Intan Permata (dengan bantuan Yayasan Hati Gembira dan Kampus Guru Cikal).

NusantaRun Chapter5 telah didukung oleh Asuransi Astra, Aqua, Delico Café, Biotest, Mizone, North Face, Saucony, Sunpride, Telkomsel, Wardah, Trijee, Paragon Technology & Innovation. Kemudian oleh Charity Partner yaitu IOA dan Kitabisa.com.(red)

 

Selasa, 19 Desember 2017 09:27

Jakarta,restorasihukum.com -Satu kabar baik dari pelaksanaan otonomi daerah ialah hadirnya banyak pemimpin daerah berkualitas. Kualitas tersebut dievaluasi dan dinilai oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri dengan memberikan penghargaan di bidang leadership dan inovasi yang dilakukan kepala daerah. Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, tampil sebagai pemimpin daerah terbaik di negeri ini dengan meraih dua penghargaan tersebut sekaligus dalam satu acara.

Predikat ini diraih Pakde Karwo, sapaan lekatnya, saat menerima penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah/Leadership Award terbaik Tahun 2017 dan peringkat kedua Innovative Government Award (IGA) 2017 dari Kementerian Dalam Negeri. Kedua penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (18/12) malam.

Selain Pakde Karwo, beberapa bupati/walikota dari Provinsi Jatim juga meraih penghargaan ini. Penghargaan Leadership Award kategori bupati/walikota diraih Walikota Surabaya, Bupati Banyuwangi dan Bupati Lamongan. Sedangkan IGA Award peringkat pertama kategori kota diraih Kota Surabaya dan kategori kabupaten diraih Kab. Gresik. Beberapa kab/kota di Jatim yang juga meraih penghargaan ini yakni Kota Probolinggo (peringkat 8), Kab. Malang (peringkat 3) dan Kab. Madiun (peringkat 8).

Penghargaan Leadership Award ini dalam rangka memberikan apresiasi terbaik kepada para pemimpin daerah yang sudah berdedikasi memajukan daerahnya sesuai harapan masyarakat, memenuji janji kampanye dan melakukan tata pemerintahan yang bersih. Penghargaan ini diberikan kepada lima gubernur, tujuh walikota dan 12 bupati. Mereka yang terpilih sebagai penerima leadership award dinyatakan bagus dari segi beberapa indikator varibel, yakni kapabilitas, akseptabilitas, kompatibilitas, kredibilitas, integritas, rekam jejak dan inovatif.

Sementara itu IGA Award 2017 diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang sudah melakukan terobosan inovatif sehingga pelayanan publik bagi masyarakat menjadi lebih mudah, efektif, efisien dan transparan. Kategori inovasi yang dilombakan diantaranya tentang tatakelola dan pelayanan publik yang mengandung pembaruan, memberi manfaat, tidak membebani masyarakat, menjadi kewenangan daerah dan dapat direplikasi.

Menjawab pertanyaan media tentang leadership, Pakde Karwo menjelaskan bahwa leadership sebagai kemampuan menggerakkan orang lain dalam rangka mencapai tujuan, tapi serasa tidak digerakkan. Leadership ini juga mengajak ASN untuk bersama-sama menggerakkan potensi pembangunan menuju kesejahteraan. "Ini yang bekerja memutar roda pembangunan adalah teman-teman dari birokrasi yang dikoordinir Sekdaprov sebagai pejabat tertinggi di birokrasi," jelasnya.

Salah satu yang diukur dalam leadership ini, lanjutnya, adalah seberapa jauh janji kampanye para kepala daerah sudah terealisasi. Mendagri sendiri sudah tiga kali melakukan survei kepada para gubernur yang akan habis masa jabatannya, termasuk Gubernur Jatim. "Bahwa 95 persen janji kampanye sudah terealisasi," katanya.

Tentang harapannya kepada pemimpin di Jatim usai dirinya, ia berpesan bahwa hakekatnya pembangunan adalah berkelanjutan dan berkesinambungan. Dimana yang baik diteruskan dan yang baru dimasukkan dalam program. Ia juga percaya bahwa Mendagri, DPRD Provinsi dan BPK akan mengevaluasi hal apa saja yang harus dibenahi.

Ditambahkan, representasi yang paling tinggi dalam pembangunan di Kemendagri adalah Parasamya Purnakarya Nugraha. "Kita dua tahun berturut-turut mendapatkan ini, insyaAllah semoga di tahun berikutnya kita mendapatkan lagi," harapnya.

Selama kepemimpinan dua periode, Pakde Karwo telah berhasil memberikan catatan positif. Di Tahun 2018, awal Pakde Karwo menjabat, tingkat kemiskinan Jatim sebesar 18,51 persen dan saat ini sampai dengan Maret 2017, tingkat kemiskinan Jatim sebesar 11,77 persen, turun sebesar 6,74 persen.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat menurun 2,42 persen dimana Tahun 2008 TPT Jatim sebesar 6,42 persen dan sampai dengan Agustus 2017 TPT Jatim sebesar 4 persen. Kemajuan ini juga terlihat di bidang ekonomi dimana tingkat inflasi Jatim pada tahun 2008 sebesar 10,73 persen dan pada Triwulan III Tahun 2017 ini tingkat inflasi Jatim sebesar 3,06 persen. 

Minimal Capai Janji Kampanye 90%

Sementara itu dalam sambutannya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, indeks survei yang dilakukan di Provinsi Jatim mencapai angka 70. Selain itu, leadership award ini juga diberikan kepada kepala daerah yang dinilai telah memenuhi janji kampanye minimal 90 persen, termasuk Gubernur Soekarwo.

Terkait inovasi daerah, Tjahjo berharap agar inovasi terus dikembangkan untuk membangun tatakelola pemerintah pusat dan daerah yang lebih efektif dan efisien dalam memperkuat otonomi daerah. Ia juga mengingatkan kepala daerah agar mereplikasi inovasi-inovasi daerah yang ada di Indonesia sehingga tidak perlu sering-sering kunjungan ke luar negeri untuk studi banding. "Ini semua tujuannya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Setelah Gubernur Jatim, penerima penghargaan Leadership Award 2017 adalah Gubernur Jawa Barat, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sumatera Barat dan Gubernur NTB. Sedangkan untuk IGA 2017 peringkat pertama diraih Provinsi Sumatera Selatan, peringkat kedua diraih Provinsi Jatim dan peringkat ketiga diraih Provinsi Jabar. (hpj/dewi)

Senin, 18 Desember 2017 15:35

Surabaya,restorasihukum.com -Keberadaan Kodam V Brawijaya di Jatim terbukti telah memberi sumbangan besar atas terciptanya keamanan. Hal ini terbukti dari selalu hadirnya prajurit TNI bersama POLRI yang aktif meredam dengan aksi simpatik setiap terjadi demonstrasi atau kerusuhan.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo pada acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika ke-72 dan HUT ke-69 Kodam V Brawijaya  di GOR Kodam V Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk, Surabaya, Senin (18/12).

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, berkat peran Kodam V Brawijaya maka Jatim bisa menjadi provinsi yang aman dan nyaman dengan pertumbuhan ekonomi inklusif secara nasional. Rasa aman dan nyaman ini menjadi penting karena merupakan dasar awal dalam membangun bangsa. "Perlu kita ketahui bahwa dalam konsep segitiga besi utamanya yakni kondisi aman dan nyaman, kemudian pertumbuhan dan pembangunan meningkat, baru kesejahteraan rakyat bisa meningkat," ungkapnya.

Dijelaskan, Kodam V Brawijaya memiliki sejarah besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sehingga keberadaannya sangat diperhitungkan di tingkat nasional. Karena itu, sumbangan Kodam V Brawijaya juga memberi dukungan atas kondusifitas di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan daerah lainnya. "Jatim merupakan hub Indonesia bagian timur, maka Pangdam V Brawijaya di Jatim juga merupakan Pangdam di Indonesia Timur," imbuh Pakde Karwo.

Terkait program peningkatan kesejahteraan masyarakat oleh TNI, Pakde Karwo memberikan apresiasi  atas prgram yang telah diimplemntasikan. Program itu diantaranya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan pertanian melalui Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T). Kedepan lanjutnya, program yang baik ini akan terus dipertahan.  "Saat ini kita sudah bisa lihat hasilnya bahwa kedua program ini berperan besar dalam mengurangi angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi ke arah positif," ungkap Pakde Karwo.

Pada kesempatan sama, Pakde Karwo mengajak semua pihak untuk meneladani kekompakan tiga pilar plus yang tercipta di Jatim. Menurutnya, sebesar apapun potensi suatu daerah namun jika pemimpinnya tidak kompak maka pembangunan tidak akan maksimal. Disamping itu, kedekatan TNI dengan rakyat merupakan contoh kekompakan yang harus terus dilestarikan untuk mempertahankan kedaulatan negara. "Mewakili pemerintah dan masyarakat Jatim saya mengucapkan terimakasih dan dirgahayu Kodam V Brawijaya, semoga terus  berjaya dan kemanunggalannya dengan rakyat makin kuat," pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Arif Rahman mengatakan, peringatan HUT Kodam V Brawijaya ini merupakan momentum bagi seluruh prajurit untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Oleh sebab itu, seluruh prajurit diharapkan bisa bekerja lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. "Lewat kegiatan ini mari kita pererat tali silaturahim antar sesama prajurit, sehingga bisa menjadi prajurit bhirawa anoraga yang tetap rendah hati," ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan Pakde Karwo, Mayjend TNI Arif Rahman mengatakan bahwa keberadaan tiga pilar plus sangat berperan dalam terciptanya keamanan yang kondusif di Jatim. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang terus bersinergi dengan TNI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Semoga tuhan selalu memberi petunjuk pada kita semua dalam bertugas, dan Kodam V Brawijaya makin jaya serta makin dekat dengan rakyat," harapnya.

Turut hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Mahcfud Arifin, S.H, Prajurit TNI di jajaran Kodam V Brawijaya, Panglima Komando Utama TNI di Jatim, serta anggota Forkopimda Jatim. (Hpja:dwi)

Senin, 18 Desember 2017 14:00
Sidoarjo,restorasihukum,com -Koramil 0816/03 Buduran pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2017 pukul 08.00 wib Danramil 0816/03 Buduran memberikan santunan berupa sembako kepada para Warakawuri yang berada di wilayah binaan Koramil 0816/03 Buduran, adapun tujuan dari Danramil 0816/03 Buduran tersebut memberikan bingkisan kepada para Warakawuri yaitu dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika (HJK) dan untuk menjalin tali Silaturrohim antara TNI AD khususnya Koramil 0816/03 dengan para Warakawuri
 
Danramil 0816/03 Buduran mengatakan bahwa pemberian santunan adalah salah satu bentuk jalinan tali asih, perhatian dan kepedulian TNI kepada warakauri.
 
"Ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian kepada para janda sesepuh pendahulu yang telah berjuang merebut kemerdekaan dan mengusir penjajah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ucapnya.
 
Selain itu, Danramil 0816/03 Buduran juga mengatakan bahwa tujuan lain dari pemberian santunan ini yaitu untuk menjalin komunikasi sosial dan mempererat persaudaraan tali silaturahmi dengan sesepuh dan senior dalam satu ikatan keluarga besar TNI.
 
"Mereka sudah banyak memberikan sumbangsih terhadap perjuangan bangsa bersama TNI-AD, veteran punya satu ikatan kuat dalam Keluarga Besar TNI yang harus tetap dijaga dengan baik," 
 
Ia mengatakan, moment seperti ini mengingatkan kami ke masa dulu, haru, sedih dan senang menjadi satu, saat melihat tentara berbaris dan bendera merah putih berkibar.
 
"Bukan jumlah dan besarnya santunan tapi mereka masih ingat dan peduli kepada kami, ini lebih jauh berarti, terimakasih TNI-AD, semoga selalu ikhlas dan tulus menjaga negara. Selamat hari juang kartika," tutupnya.
 
Perlu diketahui, para Warakawuri ini adalah dulunya isteri dari para pejuang pendahulu kita dan suami mereka adalah para pejuang sejati yang dengan kokoh dan gagah beraninya membela tanah air bahkan gugur dalam pertempuran untuk membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(red)
Senin, 18 Desember 2017 13:56

Sidoarjo,restorasihukum.com -Ratusan umat Kristiani warga Perumahan Griya Permata Hijau (GPH) Desa Wedoroklurak Kecamatan Candi dan sekitarnya mengikuti kegiatan ibadah Perayaan Natal Bersama bertempat di Balai RW Perumahan GPH Bersari Taman Semarak, Sabtu (16/12/2017) malam.

 
Rangkaian kegiatan Perayaan Natal Bersama di mulai sejak pukul 18 00 WIB, diisi berbagai acara antara lain persembahan paduan suara dari anak- anak sampai ibu-ibu warga perumahan serta pembagian doorprize. Mereka datang tidak hanya seorang diri, namun juga membawa istri dan anak- anak mereka. Suasana tampak meriah meskipun cuaca hujan mulai sore.
 
 
Ketua Panitia Penyelenggara Perayaan Natal Bersama di Perum GPH Desa Wedoroklurak Kecamatan Candi Bapak Didik Rudiyanta dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir pada kegiatan Perayaan Natal Bersama malam ini.
 
 
Kegiatan Perayaan Natal Bersama dapat berjalan dengan lancar dan aman berkat dukungan semua pihak termasuk seluruh ketua RT yang ada di Perum GPH  dan terutama ketua RW 03 Bapak Hari. "Meskipun berbeda keyakinan tetapi semua ikut berpartisipasi demi kelancaran acara, hal ini menunjukkan semangat toleransi sangat dijunjung oleh seluruh warga Perumahan GPH" tegasnya.
 
 
Disampaikan pula, tujuan dari kegiatan Perayaan Natal Bersama malam ini  yaitu untuk  menumbuhkan semangat warga Kristiani untuk selalu menjunjung toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena Indonesia merupakan bangsa yang beragam. Sehingga bangsa ini akan berdiri kokoh jika semua pihak menjunjung semangat persatuan dan kesatuan. 
 
 
Kegiatan Perayaan Natal bersama di perumahan Griya Permata Hijau dihadiri Forkopimka Kecamatan Candi, Tokoh Masyarakat Desa Wedoroklurak serta Umat Kristiani sekitar 250 orang tampak suka cita, ceria, bahagia dan berlangsung dengan semarak.
 
 
Romo Simon Harsoyo MTh, selaku Kepala Gereja Sidang Pantikosta Di Indonesia (GSPDI) Perum GPH, dalam khotbahnya menyampaikan agar umat Kristiani selalu menjadi contoh dan teladan yang baik di lingkungannya. Dengan demikian secara tidak langsung mereka sudah menjalankan firman Tuhan.
 
 
Sementara itu, perwakilan Pendeta dalam ceramahnya menyampaikan bahwa damai sejahtera Kristus bisa terwujud bila hidup dengan damai di hati serta sejahtera dalam kebenaran.
Ia menyebutkan, agar umat Kristiani Perumahan GPH selalu memiliki iman yang kuat agar tidak terdorong oleh arus dan kebiasaan duniawi.
Senin, 18 Desember 2017 13:50
Surabaya,restorasihukum.com - Diusianya yang ke-72 Kodam V/Brawijaya menggelar acara syukuran memperingati HUT Kodam V/Brawijaya ke 69 Tahun dan Hari Juang Kartika ke 72 Tahun yang bertempat di Gedung Olah Raga Hayam Wuruk Kodam V/Brawijaya. Acara tersebut dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya, Gubernur Jawa Timur dan Para Pejabat Kodam V/Brawijaya lainnya. 
 
Acara ini diawali dengan sambutan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Arif Rahman. Dalam Sambutannya beliau menekankan agar para prajurit  lebih tahu tentang tugas dan tanggung jawab TNI di bidang pertahanan negara. Kita tidak bisa melaksanakan tugas tanpa bantuan rakyat, oleh karena itu para prajurit harus dekat dengan rakyat dan harus dapat melindungi serta membantu kesulitan rakyat, "Bersama Rakyat TNI Kuat",
"Prajurit harus memahami dan mentaati hukum serta kearifan lokal, jangan ada prajurit yang bertingkah laku kasar terhadap rakyat apalagi sampai menyakiti rakyat", tegas Pangdam V/Brawijaya. 
 
Acara dilanjutkan dengan Sambutan Gubernur Jawa Timur Bapak Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. Dalam sambutannya, Beliau merespon positif dengan kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan oleh TNI khususnya TNI AD. Di Hari Ulang Tahun Kodam V dan Hari Juanga Kartika ini, beliau menghimbau agar peran aktif TNI sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama masyarakat Jawa Timur. Gubernur Jatim juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Provinsi Jawa Timur untuk senantiasa bersama-sama menjaga suasana damai yang telah berjalan agar situasi keamanan semakin kondusif sehingga pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat menjalankan pembangunan dengan baik di segala bidang.
 
 
Setelah Sambutan Gubernur Jawa Timur dilanjutkan penyerahan penghargaan dan tali asih kepada para Prajurit dan ASN yang berprestasi. Salah satu Prajurit yang berprestasi yaitu Komandan Kodim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P. yang beberapa bulan yang lalu meraih Juara 2 Lomba Karlister  tingkat TNI AD TA 2017. Tali Asih diberikan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya kepada Dandim 0824/Jember, Dandim 0816/Sidoarjo, Praka Hanib Mustangim Ta Yon Arhanudse 8 dan ASN Linawati dari Ajendam V/Brawijaya.
 
 
Letkol Fadli Menyampaikan "Ucapan terima kasih kepada Papa, Mama, Ayah Ibu Istriku tercinta, mbk Icha dan Adek Fattur serta seluruh prajurit dan  keluarga besar Kodim 0816/Sidoarjo atas dukungan dan doanya. Semoga Allah selalu meridhoi segala perbuatan kita" tuturnya. (red)
Senin, 18 Desember 2017 13:41
Sidoarjo,restorasihukum.com -Karang Taruna Desa Ganggang Panjang Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo sudah terbentuk pada tanggal (17/12/2017) hari minggu jam 20.00wib malam dan dihadiri oleh plt kades, sekdes, para pejabat pemerintah desa dan ketua BPD, H Agus Tanto, Babinkamtibmas Aiptu Akhmad Nurafid, Babinsa Sersan Muhammad Suni dan para pemuda pemudi sedesa Ganggang Panjang.
 
Dan pada waktu team media yang hadir di acara pembentukan karang taruna itu bertemu sama ketua BPD H Agus Tanto dia menyampaikan ini memang
sangatlah perlu adanya pemberdayaan pemuda pemudi di desa Ganggang Panjang untuk membangkitkan potensi dan peran aktif dari para pemuda dimana pemuda itu memiliki beragam potensi yang dimiliki oleh individu pemuda itu masing masing.
 
Pemuda itu identik sebagai sosok yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang  spesifik yaitu revolusioner, optimis, berfikir maju, memiliki moralitas dan lainya.
 
Namun demikian dari segi kelemahan pemuda itu mencolok diri pemuda adalah minim pengalamanan, kurangnya kontrol diri dalam artian mudah emosional di setiap langkahnya itu lebih mengedepankan emosionalnya sedangkan ada beberapa kelebihan pemuda yang sangat menonjol itu adalah adanya waktu dan kesempatan.  Sehingga mau menghadapi perubahan, baik perubahan kultural maupun sosial dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
 
Namun Pembangunan karakter pemuda sejak dini itu sangat baik, karena pemuda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa, sehingga sangat  diharapkan mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk melestarikan budaya serta kehidupan berbangsa dan bernegara, karena itu para pemuda pemudi perlu mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintahan desa Ganggang Panjang dan memang pemuda mempunyai kesempatan yang seluas luasnya guna dapat bertumbuh dan berkembang secara wajar, baik jasmani  rohani serta sosial.
 
Dengan cara pembetukan kepengurusan karang taruna itu dan cara ini sangat diharapkan dapat memberikan kreaktifitas secara bebas bagi pemuda untuk berkembang dan dalam proses pertumbuhan dan dan perkembanganya terdapat pemuda yang menyandang permasalahan soaial seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat obatan yang terlarang dan nakoba, minuman serta yang lainya begitu yang disampakan oleh H Agus Tanto.
 
Dan begitu juga yang disampaikan oleh Sersan Muhammad Suni, Dia sebagai Babinsa desa menyampaikan memang sangat diperlukan adanya karang taruna karena ini merupakan wadah pembentukan karakter pemuda sejak dini, karena pemuda merupakan generasi penerus dan karang taruna itu memang merupakan wadah tumbuh dan kembangnya kesadaran dan tanggung jawab moral dan sosial setiap generasi muda dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai permasalahan sosial dan di dalam acarara pembetukan pengurus karang taruna telah berjalan dengan lancar, aman, nyaman juga terkendali begitu yang disampakan oleh Muhammad Suni . (BANG ZEEY/RUDI)
Senin, 18 Desember 2017 12:57

Jakarta, restorasihukum.com - Defisit APBN-P 2017 hingga akhir November sudah mencapai 2,2 persen. Dari penerimaan dan belanja yang ada, angka defisit diperkirakan akan menyentuh 2,92 persen.Senin 18 Desember 2017

Pemerintah wajib berhati-hati, karena sudah mendekati zona warning yang disyaratkan UU Keuangan Negara sebesar 3 persen.

Demikian dikemukakan anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan. Penerimaan terbesar pemerintah untuk mencegah membengkaknya defisit masih bersumber dari pajak.

Namun, penerimaan pajak mengalami penurunan sebesar minus 2,79 persen dibandingkan dengan tahun yang sama. “Dari data itu maka saya khawatir pemerintah akan mengalami kesulitan untuk memenuhi target penerimaan pajak di akhir tahun ini.”

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri menyatakan, akan berusaha di sisa waktu yang sempit ini dengan tetap mengandalkan pajak. Menurut Heri, pemerintah akan kesulitan mengejar target pajak tahun ini, terutama target PPh Migas dan penerimaan Bea Cukai.

“Tantangan terbesarnya adalah soal ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global serta turunnya harga komoditas. Belajar dari pengalaman 2016 saja realisasinya hanya 65 persen dari target,” jelas anggota F-Gerindara ini.

Ditambahkan Heri, penerimaan bea cukai per Juni 2017 hanya mencapai 30,12 persen. Otomatis penerimaan APBN akan bertumpu pada PNBP, terutama PNBP minerba yang selalu berada di atas 70 persen.

Jika dilihat trennya, maka fakta menunjukkan bahwa realisasi penerimaan pajak terus melenceng dari rencana. Tahun 2015, realisasinya hanya Rp 1.285 triliun atau melenceng dari target APBN-P sebesar Rp 1.489 triliun. Tahun 2016 juga melenceng dari target APBN-P TA 2016 sebesar Rp 1.539,2 triliun.

“Pemerintah mesti bekerja lebih ekstra untuk mewujudkan seluruh target yang telah dipatok, melakukan reformasi perpajakan secara serius, dan mematok target penerimaan pajak dalam APBN yang lebih realistis.

Selain itu, untuk tetap menjaga defisit, pemerintah juga harus melakukan penghematan belanja K/L yang dilakukan dengan realokasi belanja barang menjadi belanja produktif dan mendesak,” tutup Heri (sumber:dpr ri),Redj