Redaksi

Redaksi

Rabu, 01 November 2017 15:13

Jakarta,restorasihukum.com -Makanan sehat kini dapat ditemui dengan mudah di mana saja. Untuk mempermudah pembeli mengetahui seberapa sehat makanan tersebut biasanya dibubuhkan labelpada setiap kemasannya. Namun tidak semua orang tahu cara membaca kebenaran yang tersirat pada produk yang ada.

Food and Drug Administration (FDA), yang merupakan  Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memperkenalkan kata ‘makanan sehat’ yang wajib dilampirkan pada label makanan jika telah lulus tes dan syarat yang diajukan. Hal ini diharapkan dapat membantu konsumen dalam memilih makanan sehat dengan mudah melalui label tersebut.

Berikut ini beberapa istilah yang sering tertera pada kemasan sebuah produk makanan:

-No sugar added

Pada penderita diabetes, produk ini dianggap paling sesuai. Namun, pada dasarnya makanan seperti susu, sereal bahkan buah dan sayuran mengandung gula. Jadi walaupun pada labeltidak terdapat tambahan gula, produk tersebut masih memiliki gula alami. Selain itu, produk seperti ini tidak berarti bebas kalori atau karbohidrat.

-Sugar free

Istilah ini tidak berarti bahwa produk dalam kemasan tersebut  tidak mengandung gula sama sekali, melainkan kandungan di dalamnya memiliki kalori yang lebih sedikit daripada biasanya.

-Zero trans fat

Pada kenyataannya, produk ini masih mengandung lemak jahat sekitar kurang dari 0.5 mg setiap takarnya.

-Low fat atau fat free

Apabila tertulis bebas lemak, bukan berarti tidak mengandung kalori atau gula. Bahkan produk berlabel ini bisa saja mengandung lemak yang sama dengan produk versi   full-fat.

-Light

Pada produk ini memang terasa lebih ringan, namun bisa saja jumlah kalori yang terkandung di dalamnya tetap sama.

-Cholestrol free

Daging, susu, telor, mentega sudah pasti mengandung kolesterol. Apabila pada  label tertulis bebas kolesterol pun bukan berarti tidak mengandung kolesterol sama sekali.

Biasanya pada produk bebas kolesterol ini dapat mengandung kolesterol kurang dari 2 mg, sedangkan produk rendah kolesterol mengandung setidaknya kurang lebih 20 mg per takaran sajian.

Makanan memang merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan pola hidup sehat. Setelah Anda mengetahui makna di balik label makanan sehat, kini Anda bisa lebih cermat dalam memilih makanan sehat. Selain itu, selalu seimbangkan dengan aktivitas olahraga agar tubuh Anda selalu bugar.(NP/RVS/klildokter/red)

 

Rabu, 01 November 2017 14:31

Surabaya,restorasihukum.com -Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2017 akan berlangsung mulai hari ini. Kegiatan selama 14 hari ini, akan mengedepankan kegiatan penegakan hukum secara serentak di seluruh Indonesia. 

Gelar pasukan dilaksanakan di lapangan Polda Jatim, dalam kesiapan Operasi Zebra Semeru 2017, Rabu pagi. Untuk mempersiapkan kegiatan ini, Polda Jatim telah berkoordinasi dengan TNI, dan Dinas Perhubungan.

Kekuatan personel yang diturunkan dalam Operasi Zebra Semeru 2017 ini melibatkan 2.557 personel. Diantaranya 240 personel dari Polda Jatim dan 2.317 personel dari satuan wilayah jajaran.

Selain itu, disiagakan 1.013 kendaraan bermotor yang terdiri 630 unit motor, 212 unit mobil, 113 unit dari unit laka, 15 unit ambulance, 42 unit mobil derek, dan satu unit helikopter.

Menurut Dirlantas Polda Jatim, Kombespol Ibnu Isticha, operasi zebra semeru ini mengedepankan tiga kegiatan. Diantaranya kampanye keselamatan, antisipasi titik lokasi kerawanan laka, penangananan korban, dan kemacetan.

"Giat represif untuk penegakan hukum terhadap pelanggar yang berpotensi pelanggaran laka, marka, rambu, dan kelengkapan dan dokumen kendaraan," kata Kombespol Ibnu Isticha. 

Seusai gelar pasukan, Polda Jatim langsung menurunkan sejumlah personel untuk pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2017. Operasi lantas yang digelar di depan Mapolda Jatim ini, menjaring ratusan pengguna kendaraan roda dua dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan surat mengemudi dan kendaraan bermotor. (red)
Rabu, 01 November 2017 12:17

Malang, restorasihukum.com - Meskipun sempat tutup beberapa saat, kini mulai bukak lagi lokasi galian c di dusun sumbul desa Klampok kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur.

     Sempat diberitakan beberapa kali di media restorasihukum.com akan maraknya galian c yang diduga tanpa ijin untuk disetor pada proyek TOL, dengan dalih pekerjaan tersebut proyek nasional dari pemerintah, maka dengan seenaknya para kontraktor pelaksana proyek melakukan perusakan lingkungan  tanpa menghiraukan dampak yang akan terjadi dan menghindari pajak untuk dibayarkan pada negara.

     Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 ayat 3 ”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Namun itu semua hanya isapan jari semata yang manah usaha galian tersebut hanya dinikmati oleh para oknum saja tanpa menghiraukan dampak lingkungan.

     Hal ini disampaikan oleh salah seorang yang enggan disebutkan namanya, karena dump truk pengangkut tanah urug dari usaha galian c yang ada di Desa Klampok selalu lewat didepan rumahnya sehingga rumahnya selalu kotor dan kotor lagi, namun meski demikian tidak ada kompensasi yang didapatkan akibat dari kegiatan tersebut " Bagaimanah saya ngak direpotkan akibat dump truk yang lewat mas, sedangkan tiap hari saya harus bersihkan rumah pasca adanya galian itu, walaupun demikian tidak ada kompensasi yang kami dapat meskipun tiap hari ratusan truk yang lewat sini." Terangnya.

     Pada edisi sebelumya disampaikan bahwa para pengusaha galian diduga kuat sudah bayar upeti pada pihak terkait, hingga redaksi restorasihukum.com melaporkan pada kapolres Malang Akbp Yade Setiawan Ujung melalui pesan WhasApp, beliau berjanji akan memerintahkan anggotanya untuk menindak lanjuti laporan, namun hingga berita ini diturnkan kegiatan penambangan masih saja terus berjalan. 

     Seolah Kapolres sengaja membiarkan kegiatan penambangan tanpa ijin tersebut, jika memang penambangan ilegal tersebut masih terus berjalan maka pihak redaksi restorasihukum.com akan melaporkan Kapolres Malang kepropam Polda Jatim dengan dugaan membiarkan penambangan ilegal di wilayah hukumnya tanpa ada proses sesuai undang undang yang berlaku. (red/tim)

Rabu, 01 November 2017 10:17

Surabaya, restorasihukum.com - Dugaan lenyapnya kasus penggerebekan 13 warga negara asing (WNA) di Polda Jatim semakin menguat dengan adanya pengakuan Brigadir R yang telah berikan  sejumblah uang pada dua oknum ngaku dari wartawan senilai puluhan juta rupiah untuk menghapus berita tersebut. Pemberiam 'gratifikasi' itu tidak dengan tunai melainkan sistim transfer rekening bank, Rabu (1/11/2017).


Transaksi itu dilakukan pasca beredar informasi bahwa Polda Jatim diduga telah melepaskan 13 orang pelaku tindak kejahatan cyber crime yang salah satunya merupakan buronan polisi internasional (interpol).

"Saya sudah habis-habisan, saya sudah kirim uang ke rekening mereka (2 oknum wartawan), saat itu anak buah saya yang mentransfer uangnya ke nomer rekening milik AG dan DD (oknum wartawan)," beber brigadir R.

Namun, setelah uang ditransfer ke rekening masing-masing oknum yang ngaku dari wartawan menjanjikan bakal menghapus berita miring di lingkup Polda Jatim dan melibatkan Brigadir R, bukannya terhapus tapi malah gencar pemberitaannya.

Mengetahui belum terhapus, Brigadir R terkejut dan merasa dipermainkan,"Kaget dan kecewa, mereka mengaku sebagai pemilik karya tulis di media online yang memberitakan saya, uang sudah saya transfer ke rekening masing-masing senilai Rp 25 juta," paparnya.

Peristiwa mediasi itu, lanjut Brigadir R, dijembatani oleh salah seorang wartawan 'BY' mitra baiknya yang ngepos di Polda Jatim. Kini sang brigadir tersebut telah dipindah tugaskan di wilayah hukum Pacitan, terkait berita dugaan pelepasan 13 WNA oleh Polda Jatim.

Terpisah, AG saat ditanya mengenai pertemuannya dengan Brigadir R serta adanya suap uang untuk penghapusan berita, membantah dan menjelaskan dengan alasan seprofesi,"Tidak benar itu, wartawan kok wawancara wartawan." ujar AG.

Sementara, dengan pertanyaan sama, DD tidak memberikan respon penjelasan sedikit pun mengenai adanya hal tersebut. Sehingga, pengakuan Brigadir R menguatkan dugaan adanya pelepasan segerombolan Hacker dari negara asing oleh Polda Jatim. (red/sg/Snd)

Rabu, 01 November 2017 08:17

OKI,restorasihukum.com -Baru ini selasa 31/Oktober/2017 pukul 10:00 bertepatan di ruang kerjanya kepala SDN 3 Pedamaran Safrita S.pd Ia mengatakan

"Alhamdulilah baru ini sekolah kita mendapatkan prestasi lomba gerak jalan juara 1 yang diwakilkan 5 regu perwakilan dari SDN 3 Pedamaran, yang di seluruh sekolah dasar se-kecamatan pedamaran.Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel", Ungkapnya.

Untuk pesan saya khususnya bagi guru di SDN 3 Pedamaran harus melaksanakan tugas sebaik mungkin dan sesuai dengan aturan kerja, ya sekarang alhamdulilah sudah baik semua tapi mungkin kedepanya bisa lebih baik lagi dalam hal kedisplinan, mendidik dan mengajar siswa/siswi di SDN 3 Pedamaran .

Kalau untuk Siswa/siswi di SDN 3 Pedamaran harus lebih berprestasi lagi baik dari lomba gerak jalan ataupun perlombaan yang lain 'harapnya.

Masih kata kepala SDN 3 Pedamaran Safrita S.pd saya berharap semoga SDN 3 Pedamaran lebih maju lagi kedepanya baik dalam prestasi ataupun dalam mutu dan kwalitas  sekolah guna untuk menunjang tenaga didik yang mempuni bagi siswa/siswi di SDN 3 Pedamaran tutupnya (ryan).

Selasa, 31 Oktober 2017 16:15

Pasuruan, restorasihukum.com - Pembangunan infrastruktur seperti TPT (tembok penahan tanah) dusun Kwangen desa Pelintahan kecamatan Pandaan kabupaten pasuruan baru beberapa bulan dibangun sudah mengalami kerusakan. 

                Pasalnya pembangunan tersebut baru di bangun pada bulan Agustus tahun 2017 mengunakan dana desa(DD) menganggarkan dana sebesar Rp 73.650.000, voleme 388 m / 114 m3 dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, tapi bangunannya sudah mengalami kerusakan. Patut diduga pembangunan tersebut pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi.

               Kepala desa Pelintahan" Sanusi" saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa plengsengan tersebut rusak karena diduduki paving atau terkena paving.

              "Saya setisp hari mengawasi mas, saat itu tidak ada tempat untuk paving jadi di taruh diatasnya. Kebetulan pada saat itu ada proyek pembangunan pavingisasi dari dinas, jadi pavingnya di taruh diatas plengsengan," terangnya pada media restorasihukum.com ( 31/10/2017).

               Lanjut Sanusi, seharusnya tanya saja sama kasunnya sebagai pelaksana disana, kenapa kok sudah rusak?   "Itu pasirnya yang jelek bukan  kurang semen tapi dalam waktu dekat akan di perbaiki," pungkasnya. 

               Diharapkan pada pihak terkait untuk mengkroscek bangunan tersebut, jika memang pengerjaannya asal-asalan tidak sesuai spec, maka kades selaku penanggung jawab juga pengawas diberikan sanksi tegas sesuai undang-undang yang berlaku. (sy)  

Selasa, 31 Oktober 2017 11:47

Jakarta,restorasihukum.com -Tekanan darah tinggi alias hipertensimenjadi penyakit yang semakin dekat dengan masyarakat. Mengutip Pusat Data & Informasi PERSI (PDPERSI), hasil Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%. Sayangnya dari jumlah tersebut, hanya 7,2% yang mengetahui dirinya terkena hipertensi dan hanya 0,4% yang minum obat.

Padahal hipertensi adalah jenis penyakit yang paling mudah “mengundang” penyakit lain untuk ikut menyerang tubuh. Saat Anda memiliki hipertensi, maka risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lain pun akan meningkat. Hipertensi tidak bisa diobati, namun bisa dikontrol dengan obat dan pola makan. Salah satu makanan yang disebut dapat mengontrol hipertensi adalah timun.

Sebenarnya tak ada satupun makanan “tunggal” yang dapat menurunkan tekanan darah seseorang. Namun, dengan menambahkan timun ke dalam menu makanan sehat, terbukti dapat menghindarkan Anda dari lonjakan angka tekanan darah. Hal ini berkat kandungan yang ada dalam setiap timun.  

Sebagai satu jenis makanan favorit, timun memiliki kandungan sodium yang cenderung kecil. Dalam satu buah timun, hanya memiliki kandungan 6 mg sodium. Seperti diketahui, penderita hipertensi dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari konsumsi sodium.

Selain itu, timun juga mengandung kalium yang berperan besar dalam mengontrol tekanan darah. Setidaknya setiap buah timun mengandung sekitar 442 mg kalium. Dalam tubuh, kalium bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun. Selain pada timun, kandungan yang satu ini juga dapat Anda temukan di beberapa jenis buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, dan yoghurt.

Jika Anda mengalami hipertensi, Anda pun direkomendasikan untuk menjaga berat badan ideal. Sebab memiliki berat badan yang berlebih akan meningkatkan risiko penyakit menyerang, apalagi jika ditambah dengan riwayat hipertensi. Dan sebagai makanan, timun disebut mampu menjaga keseimbangan berat badan Anda.

Timun yang dikonsumsi bersama kulitnya hanya memiliki sekitar 45 kalori. Dan menurut University of Michigan, lebih dari 95 persen berat timun berasal dari air, yang merupakan nutrisi bebas kalori dan penekan nafsu makan alami.

Namun ingat, Anda tetap harus mengonsumsi obat-obatan hipertensi dari dokter, jika memang ada. Jangan menjadikan timun sebagai satu-satunya solusi untuk menurunkan tekanan darah Anda. (RS/RVS/klikdokter/red)

 

Selasa, 31 Oktober 2017 08:27
Nias Barat,restorasihukum.com- Pemerintah Kabupaten Nias Barat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun 2017, di halaman Kantor Bupati Nias Barat, Sumatera Utara. Senin  (30/10/2017) pagi.
 
Pertama kali hal yang istimewa pada Upacara kali ini dimana bertindak sebagai Inspektur Upacara Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai Inspektur Upacara dan Komandan Upacara Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H. Sinaga, SH,S.IK.
 
Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi membacakan Amanat MENPORA Imam Nahrawi tentang sejarah lahirnya Sumpah Pemuda.
 
 "Jangan warisi abunya Sumpah Pemuda, tetapi warisi apinya Sumpah Pemuda Karena kalau hanya abunya yang kita warisi maka kita hanya puas dengan Indonesia saat ini yang sudah satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, namun ambillah api semangat, terus nyalakan, Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan, kedaerahan, karena ego inilah yang kadang mengemuka menjadi melunturkan nilai persatuan" ucap Letjend Edy Rahmayadi.
 
Upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd, Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, Ketua DPRD Kab. Nias Barat Ir. Nitema Gulö beserta anggota DPRD Kab. Nias Barat, Sekda Kab. Nias Barat, para Kepala SKPD Kab. Nias Barat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda.
 
Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementrian RI Kolonel Lukito, Ketua Umum Forum Bela Negara RI Laksamana TNI Prof.DR. Setyo Harwono, Mayjend TNI Purn. Christian Zebua, para Ketua OKP, Ketua KNPI, Ketua GAMKI, Ketua MUI, Ketua NU Kabupaten Nias Barat dan Ketua JPKP.
Dan Peserta Upacara terdiri dari pasukan TNI-AD Kodim 0213 Nias, dan Pasukan dari Mapolres Nias serta gabungan dari Mapolsek, PNS, OKP, para Siswa Siswi Se-Kecamatan Lahömi Kabupaten Nias Barat.
Pantauan di lapangan setelah terlaksana upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-89 dilanjutkan dengan ramah tamah.
 
 
Dalam ambutan Pangkostrad  Letjend TNI Edy Rahmayadi  menyampaikan bahwa  sudah  ke 3 kalinya ia datang ke Nias, dan hal tersebut dilakukan untuk melihat  secara langsung kondisi kepulauan Nias saat ini, "Saya bangga dan saya percaya bahwa surga kecil ada di Kepulauan Nias ini, dan akan menjadi tumpuan pembangunan pada masa yang akan datang. Jelas Jenderal TNI Edy Rahmayadi.
 
 
Ia menambahkan bahwa secara Geografis Kepulauan Nias terlalu jauh dari Sumatera Utara, maka perlu dilakukan langkah-langkah  Kajian yang pasti. katanya.
 
 
Dikatakannya dari sisi nilai kebangsaan bahwa Nias dalam hal itu terbukti selama perjalanan melaksanakan  Sholat  dan menghadiri peresmian Gereja dan semua  aman  "Kasih Tuhan bukan hanya di dalam Gereja tetapi kasih Tuhan di Dunia dan akhirat "
Indonesia memiliki 1111 suku bangsa dari Aceh sampai Merauke , dan 1116 bahasa.
 
 

Lebih lanjut Jenderal mengatakan, Indonesia memiliki 6 Agama yaitu: Agama Islam, Agama Katholik, Agama Kristen, Agama  Hindu, Agama Budha dan Agama Konghucu. "Bukalah  Negara kesatuan Republik Indonesia bagi orang yang tidak mempercayai, silahkan keluar dari Indonesia. tegas Pangkostrad. (al)