Redaksi

Redaksi

Senin, 18 Desember 2017 08:56

Surabaya,restorasihukum.com -Presiden Jokowi akan meresmikan TolSurabaya - Mojokerto (Sumo), Selasa (19/11/2017).

Jalan tol sepanjang 36,27 KM itu paling dinantikan untuk menghindari macet parah di sepanjang dua kota itu.

"Mudah-mudahan kehadiran jalan tolini bisa memberi manfaat kepada semua masyarakat. Semoga peresmian besok berjalan baik," kata Direktur Teknis dan Operasi PT Jasa Marga SurabayaMojokerto, Ari Wibowo, Senin (18/12/201

Peresmian itu sekaligus menandai beroperasinya jalan tolimpian warga Surabayadan sekitarnya.

Jokowi juga akan menjajal tol tersebut. Jalan tol ini bisa menjadi solusi macet di sepanjang Surabaya-Mojokerto.

Mulai dari macet Medaeng, Sepanjang, Kletek (ketiganya wilayah Sidorjo), hingga titik macet diMojokerto.

"Kalau dioperasikan artinya bisa langsung nyambung ke Kertosono," kata Ari.

TolSurabaya-Mojokerto yang membentang Surabaya-Mojokerto itu terdiri ataa 5 Seksi atau ruas. Tiga seksi di wilayah Sepanjang-Krian yang besok diresmikan Jokowi.

Ketiga seksi yang akan diresmikan adalah itu Seksi IB Sepanjang-WRR (Western Ring Road) di Waru Gunung (4,3 Km), Seksi II WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan Seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km).

Dua ruas lain lebih dulu beroperasi adala Seksi IA sepanjang 2,3 Km (Waru-Sepanjang), lebih dulu diresmikan Agustus 2011).

Kemudian Seksi IV sepanjang 18,47 Km (Krian-Mojokerto), diresmikan Maret 2016).(red)

Senin, 18 Desember 2017 08:20
Sidoarjo,restorasihukum.com -17/12/17 Hari ini suasana di Markas Besar Kodim 0816 Sidoarjo tampak berbeda, karena kedatangan adik-adik pramuka penegak dari berbagai Kecamatan sekabupaten Sidoarjo untuk mengikuti lomba prestasi Penegak Sidoarjo Tahun 2017.
 
Kegiatan Prestasi Penegak Sidoarjo Tahun 2017 yang bertempat di lapangan Kodim 0816 Sidoarjo diikuti oleh sekitar 500 peserta dari anggota penegak sekabupaten Sidoarjo.
 
Dalam ajang giat prestasi ini di buka oleh Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sidoarjo (Kakak Nur Ahmad Syaifuddin) selaku menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo yang didampingi oleh para tamu undangan baik dari Kodim 0816 Sidoarjo dan Polresta Sidoarjo serta dari instansi pemerintah daerah Kab. Sidoarjo yang lainnya.
 
Dalam sambutan Ketua Kwarcab Pramuka Sidoarjo mengatakan bahwa para generasi muda saat ini harus memiliki jiwa yang kreatif, inovasi yang tinggi untuk mengasah kemampuannya dalam melakukan sebuah karya, sehingga karya tersebut mampu menjadi prestasi yang dapat membanggakan diri sendiri, keluarga, serta bangsa dan negara. Selain pembukaan tersebut ketua kwarcab juga menyerahkan bantuan alat biopori sejumlah 1000 unit kepada masing-masing perwakilan adik-adik pramuka kecamatan sekabupaten Sidoarjo serta melakukan pembuatan lubang biopori secara simbolis di Markas Besar Kodim 0816 Sidoarjo.
 
Dalam kegiatan lomba prestasi ini dimulai dari lomba kreasi pembuatan lukisan dari dasar uang kertas mainan, lomba memasak yang mengunakan dasar dari jagung, lomba fotografer dan Desain foto, lomba reporter. Dan yang lebih membuat semanggat adik-adik pramuka dalam mengikuti lomba tersebut adalah mendapatkan support dan dukungan langsung dari Kakak pembina Pamong Saka Wira Kartika Kodim 0816 Sidoarjo (Kakak Sutris). 
 
Menurut Kakak Sutris yang sehari - hari bekerja di Kodim 0816 Sidoarjo sebagai Bintara Bintahwil mengatakan bahwa kegiatan prestasi penegak ini cukup membanggakan karena dari sinilah adik-adik kita berangkat mengejar cita-citanya untuk mengukir sebuah ajang prestasi guna bekal masa depan. Kakak Sutris berharap bahwa kegiatan prestasi pramuka penegak ini mampu membuat adik-adik kita lebih berinovasi, berkarya, profesional, lebih produktif dan tentunya memiliki rasa cinta tanah air dan bela negara yang cukup tinggi, setia terhadap pancasila dan NKRI demi kejayaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini, tuturnya.(red)
Senin, 18 Desember 2017 08:17
Gunungsitoli,restorasihukum.com - Keluarga Besar Kepolisian Resor Nias Daerah Sumatera Utara melaksanakan perayaan Natal bersama jajaran di Gereja BNKP Jemaat Hosiana Kota Gunungsitoli, Jumat (15/12/2017) sore.
 
Perayaan Natal Tahun ini dengan Tema " Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu" (Kolose 3 : 15).
 
Dengan Sub Tema:  Damai Sejahtera Kristus terwujud dalam Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya dengan Pengkhotbah Ps. Stendy Berry Latupeirissa.
 
Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H. Sinaga, SH,S.IK menyampaikan pesan kepada setiap jajaran personil Polres Nias agar mengimplementasikan perayaan Natal ini untuk melaksanakan tugas secara Profesional, Modern dan Terpercaya. Mari kita implementasikan perayaan Natal ini untuk melaksanakan tugas secara Profesional, Modern dan Terpercaya, Kiranya Tuhan Yang Mahakuasa menyertai kita semua. Pungkas Kapolres Nias.
 
Hadiri oleh Pejabat Utama Polres Nias, para Kapolsek Sejajaran Polres Nias, Purnawirawan Polri, Warakawuri, Personil Polres Nias Polri, Personil Polres Nias Polwan, dan Bhayangkari, PNS Polres Nias serta undangan lainnya.
 
Perayaan Natal ini dimeriahkan dengan penampilan Snada Trio, dan Koor serta Vocal Grup, Drama Natal, serta Lucky Draw.
 
"Pada kesempatan itu juga, Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H. Sinaga, SH,S.IK bersama keluarganya berkenan mempersembahkan Lagu Pujian yang disambut dengan penuh sukacita"
 
Kami keluarga besar MEDIA www.restorasihukum.com mengucapkan "Selamat Natal 25 Desember 2017 dan Selamat menyambut Tahun Baru 01 Januari 2018.

Happy New Year. (al)

Senin, 18 Desember 2017 08:15
Gunungsitoli,restorasihukum.com - Keluarga Besar Kepolisian Resor Nias Daerah Sumatera Utara melaksanakan perayaan Natal bersama jajaran Tahun 2017 di Gereja BNKP Jemaat Hosiana Gunungsitoli, Jumat (15/12/2017) sore.
 
Perayaan Natal Tahun ini dengan Tema " Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu" (Kolose 3 : 15).
 
Dengan Sub Tema:  Damai Sejahtera Kristus terwujud dalam Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya dengan Pengkhotbah Ps. Stendy Berry Latupeirissa dari Jakarta.
 
Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H. Sinaga, SH,S.IK menyampaikan pesan kepada setiap jajaran personil Polres Nias agar mengimplementasikan perayaan Natal ini untuk melaksanakan tugas secara Profesional, Modern dan Terpercaya. Mari kita implementasikan perayaan Natal ini untuk melaksanakan tugas secara Profesional, Modern dan Terpercaya, Kiranya Tuhan Yang Mahakuasa menyertai kita semua. Pungkas Kapolres Nias.
 
"Selamat Natal 25 Desember 2017 dan menyambut Tahun Baru 01 Januari 2018 Tuhan Yesus memberkati. Yaahowu",  tutup Kapolres Nias mengakhiri.
 
Kegiatan Perayaan Natal Keluarga Besar Polres Nias Tahun 2017 ini dihadiri oleh Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara, A.Md , Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega, Mewakili Bupati Nias, Mewakili Bupati Nias Barat, Mewakili Kajari Gunungsitoli, Mewakili Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Kepala BNN Kota Gunungsitoli AKBP Faduhusi Zendrato, SH.,MH, Mewakili Dandim 0213 / Nias, dan Sejumlah Pimpinan Gereja, Ketua Bhayangkari Cabang Nias Ny. Yanthi Erwin Sinaga, Waka Polres Nias Kompol Emanueli Harefa, S.Pd.,MH beserta Ibu.
 
Pejabat Utama Polres Nias, para Kapolsek Sejajaran Polres Nias, Purnawirawan Polri, Warakawuri, Personil Polres Nias, Bhayangkari, PNS Polres Nias serta undangan lainnya.
 

Perayaan Natal ini dimeriahkan dengan penampilan Snada Trio, Vince Zendrato, Sejumlah Koor dan Vocal Grup, Drama Natal, serta Lucky Draw. (Rg/Al)

Minggu, 17 Desember 2017 13:24

Indramayu/Jawa Barat, restorasihukum.com - Tim Advokasi Hak Atas Keadilan Iklim, Tindakan kesewenang-wenangan dan arogansi aparat kepolisian kembali terjadi. Pada Minggu, 17 Desember 2017, pukul 01.15 WIB dini hari, 4 orang reserse dari Polres Indramayu datangi, sekaligus menangkap 3 orang pejuang lingkungan warga blok Pulokuntul, Desa Mekarsari.

Alasan penangkapan adalah penghinaan terhadap bendera negara. Penangkapan 3 orang warga pejuang lingkungan Desa Mekarsari, yaitu Sawin, Nanto, dan Sukma dipicu adanya pelaporan mengenai pemasangan bendera Indonesia secara terbalik.

Awalnya pada hari Kamis, 14 Desember 2017, sekitar pukul 16.00 wib, warga memasang spanduk penolakan PLTU batu bara Indramayu 2 beserta bendera Merah Putih. Namun pada keesokan harinya posisi bendera telah terbalik. Kejadian tersebut lalu dilaporkan oleh pihak yang merasa terganggu dengan sikap penolakan warga atas rencana PLTU Indramayu 2. Pelaporan lalu berlanjut pada penjemputan secara paksa oleh aparat reserse Polres Indramayu pada hari minggu dini hari di saat warga sedang beristirahat.

Keempat anggota reserse Polres Indramayu datang dengan membawa surat penangkapan atas nama satu orang yaitu Sawin. Namun yang terjadi mereka menjemput paksa dua orang warga lainnya, yaitu Sukma dan Nanto. Menurut keterangan istri dari Nanto, aparat reserse melakukan tindakan kasar dengan menendang pintu rumah. Tindakan tersebut jelas menunjukan arogansi dan sikap yang sewenang-wenang dari aparat kepolisian dalam bertugas.

Menurut keterangan warga yang ikut membantu pemasangan spanduk dan bendera meyakini mereka sudah benar memposisikan bendera Merah Putih. Selain itu banyak saksi warga lain yang turut menyaksikan . Sehingga sangat tidak mungkin ada unsur kesalahan yang disengaja pada saat pemasangan bendera Merah Putih. Ditambah ada bukti-bukti lain berupa foto saat awal spanduk dan bendera yang dalam posisi sebenarnya.

Dari kejadian ini jelas merupakan fitnah. Kepolisian juga secara tidak langsung telah melakukan tindakan intimidasi dan pembungkaman atas perjuangan warga desa yang memperjuangkan haknya. Penjemputan paksa yang dilakukan dini hari untuk kepentingan penyelidikan menunjukan sikap yang sangat tidak profesional. Aparat kepolisian tidak melihat secara utuh dan hanya mendengar laporan palsu.

Untuk itu kami menuntut kepada Kapolres Indramayu agar Sawin, Nanto, dan Sukma segera dibebaskan. Kami juga mendesak agar aparat Kepolisian bersikap adil dengan menangkap pelaku dan dalang dibalik pelaporan palsu pemasangan bendera Merah Putih terbalik. ( Red )

Minggu, 17 Desember 2017 13:19

Jakarta -(Puspen TNI), restorasihukum.com - Aparat Pengawal Internal Pemerintah (APIP) diwajibkan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme, baik secara teknik maupun metode audit yang meliputi kemampuan teknis, manajerial dan konseptual yang terkait dengan audit. Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P. pada pembukaan Rakorwas Inspektorat TNI dan Kemhan T.A 2017 di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (13/12/2017).

“Peran Aparat Pengawal Internal Pemerintah disamping melaksanakan tugas sebagai auditor juga melaksanakan review/penelaahan terhadap Laporan Keuangan (LK), Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan review atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP),” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Berkaitan dengan reformasi birokrasi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa peran APIP merupakan agen perubahan (agent of change) guna mendorong peningkatan kinerja di masing-masing instansi pemerintahan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta struktur pemerintahan yang bersih (clean government) melalui penguatan pengawasan.

Dalam rangka mendorong peningkatan kinerja, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan para APIP di lingkungan TNI dan Kemhan untuk meningkatkan integritas, kapasitas dan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam rangka tercapainya mutu hasil pengawasan APIP di lingkungan TNI serta mengoptimalkan pengawasan atas pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja TNI, guna membangun tata kelola pemerintah yang bersih, efektif dan terpercaya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dalam forum Rakorwas Inspektorat TNI dan Kemhan yang dihadiri oleh seluruh APIP di lingkungan Kemhan/TNI ini bisa dibahas langkah tindak atau action plan yang harus dikerjakan penyelesaiannya secara tepat.

Rakorwas Inspektorat TNI dan Kemhan Tahun 2017 dengan tema “Penguatan Peran APIP Dalam Pengawasan Dan Pemeriksaan Dengan Pola Pre, Current dan Post Audit Guna Meniadakan Penyalahgunaan Kewenangan Di Lingkungan TNI/Kemhan Dalam Rangka Meningkatkan Kesiapan Operasi Dan Kesejahteraan Prajurit TNI,” diikuti 124 peserta dan berlangsung selama dua hari (13 s.d 14 Desember 2017). Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H. (Red)

Minggu, 17 Desember 2017 13:14

Mempawah/Kalimantan Barat, restorasihukum.com – Peringatan Hari Infanteri dan Hari Juang Kartika merupakan sebuah tradisi yang ditujukan bagi korps infanteri dan diperingati setiap tanggal 19 Desember setiap tahunnya.

Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Sulaiman Agusto, S.IP., M.M, pada tanggal 16 Desember 2017 sebagai Irup melepas Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya di Lapangan Yonkav 12/BC yang dihadiri oleh Muspida, Komandan satuan TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kepolisian dan siswa Pramuka.Dalam sambutannya Irup menyampaikan pada dasarnya sasaran dan tujuan kegiatan ini yaitu memelihara kemampuan mobilitas jalan kaki dan meningkatkan nilai – nilai kejuangan serta memupuk jiwa korsa bukan dalam arti sempit namun menunjukan kerjasama, solid antar lembaga dan masyarakat.

“Pelaksanaan Peleton Beranting tahun ini diawali dari Kecamatan Peniti Kabupaten Mempawah, sebagai titik awal atau etape pertama pasukan peleton beranting tepatnya di Lapangan Batalyon Kavaleri 12/BC dan akan finish di Terminal Batu Layang, Kecamatan Siantan dengan menempuh jarak sejauh 20 Kilometer,” terang Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Sulaiman Agusto.

Danrindam XII/Tpr Kolonel Inf Khairul Anwar Mandailing. S.H.,M.Tr(Han) sebagai Ketua Penyelenggara kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan YWPJ ini merupakan salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah infanteri adalah peristiwa saat menghadapi agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948.

Dimana pada saat itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat no. 1/pb/d/1948 yang ditujukan kepada angkatan perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu perintah siasat no.1/1948 tanggal 12 Juni 1948, untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi wingate (infiltrasi) dengan cara long mars kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk wehrkreise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya.

Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut merupakan taktik dan strategi prajurit infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

Dari peristiwa tanggal 19 Desember 1948 tersebut kita mendapatkan nilai-nilai ketokohan, patriotisme, kepemimpinan dari seorang Panglima besar Jenderal Sudirman, nilai kejuangan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah serta nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat yang harus selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap prajurit infanteri.

Untuk mengabadikan nilai-nilai tersebut, maka TNI AD menetapkan hari tersebut sebagai hari infanteri yang sampai saat ini telah memasuki usia ke enam puluh sembilan tahun.

Melihat sejarah ditetapkannya hari infanteri tersebut, maka peran, tugas dan fungsi TNI AD khususnya prajurit infanteri tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategis dalam mendukung pencapaian tuntutan profesionalisme prajurit dan satuan infanteri, imbuh Danrindam XII/Tpr

Dalam amanat Pangdam XII/Tpr juga dijelaskan, sebagai generasi penerus, kita harus mampu mewarisi nilai-nilai dan semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu kita. Heroisme, patriotisme dan nilai-nilai kesejarahan, semangat juang serta sikap pantang menyerah yang diwariskan oleh para pendahulu kita menjadi pelajaran yang harus dilestarikan dan disesuaikan dengan era pengabdian masa kini guna mendukung tugas pokok.

Melalui kegiatan tradisi dan napak tilas yang selalu dilaksanakan oleh satuan infanteri setiap tahunnya terbukti efektif untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan dan soliditas dikalangan prajurit, baik sesama prajurit infanteri maupun prajurit kecabangan lainnya, sekaligus dapat mengambil teladan kegigihan tekad dan semangat juang para pendahulu dalam merebut kemerdekaan bangsa ini dari tangan penjajah.

Kegiatan ini diikuti oleh Yonif R 641/Bru, Yonif 642/Kps, Yonif 643/Wns, Yonif RK 644/Wls dan Yonif 631/Atg masing – masing mengirimkan peleton inti, dalam pelaksanaanya Peleton Inti akan didampingi dengan Peleton Pengantar dari Yonkav 12/Bc, Yon Armed, Yon Zipur, Yon Marinir, Satuan Balak Kodam.

Jarak yang akan ditempuh adalah 250 km dibagi 10 etape dimana start dari Yonkav 12/Bc di desa Peniti Kab. Mempawah dilanjutkan rute mengelilingi kota Pontianak dan akan Finish di lapangan. Makodam XII/Tpr pada tanggal 19 Desember 2017 pagi dilanjutkan upacara HUT Infanteri. (Pendam XII/Tpr),Red

Minggu, 17 Desember 2017 08:12

Jakarta, restorasihukum.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jum’at, 15 Desember 2017. Dalam rangka mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup, maka KLHK melaksanakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).15 Desember 2017

PROPER bertujuan untuk mendorong industri menerapkan prinsip ekonomi hijau dengan kriteria penilaian kinerja sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3 serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah, saat membuka kegiatan Talkshow Penghargaan PROPER Tahun 2017 dengan tema “Creating Value: Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat Untuk Kelestarian Lingkungan Hidup” di Jakarta (15/12/2017), menyatakan bahwa “Dari catatan selama 21 tahun, PROPER sudah bisa mendorong perusahaan untuk taat aturan dari 46% menjadi 92%”.

PROPER telah dimulai sejak tahun 1996 yang diikuti 96 perusahaan, dan saat itu tingkat ketaatan baru 46%. Hal yang menggembirakan, pada tahun 2017 ini tingkat ketaatan perusahaan mencapai 92% atau meningkat 7% dari tahun lalu.

“Saat ini PROPER telah mendapat apresiasi dari World Bank, PROPER juga dijadikan penilaian Key Performance Index (KPI) perusahaan. Selain itu, PROPER dijadikan sebagai prasyarat analisa perbankan, bahkan PROPER menjadi acuan pemberian penghargaan oleh kementerian lain”, ungkap Karliansyah.

Pengalaman di tahun 2016, jumlah peserta PROPER mencapai 1.930 perusahaan yang terdiri dari 111 jenis industri, dengan tingkat ketaatan PROPER mencapai 85%. Peraih peringkat EMAS sebanyak 12 perusahaan, HIJAU 172 perusahaan, BIRU 1.422 perusahaan, MERAH 284 perusahaan, HITAM 5 perusahaan, dan 35 perusahaan lainnya tidak diumumkan terdiri dari 13 perusahaan dalam proses penegakan hukum dan 22 perusahaan tutup/tidak beroperasi.

Parameter capaian PROPER yang bisa dihitung selama 2 tahun terakhir (2016 – 2017) menunjukkan bahwa dana bergulir di masyarakat melalui program CSR mencapai Rp. 7 Triliun; Efisiensi energi 230 juta GJ; Penurunan emisi Gas Rumah Kaca 33 juta ton CO2 Equivalen; Efisiensi Air 492 juta m3; Penurunan emisi konvensional 135 juta ton; Penurunan beban air limbah 535 juta ton; Reduksi limbah padat non B3 11 juta ton; dan Reduksi limbah B3 13 juta ton.

PROPER juga mendorong perusahaan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Tahun ini tercatat terdapat 260 inovasi yang berasal dari upaya efisiensi energi sebanyak 63 inovasi, efisiensi dan penurunan beban pencemaran air 16 inovasi, penurunan emisi 44 inovasi, 3R limbah B3 33 inovasi, 3R limbah padat non B3 27 inovasi, pemeliharaan keanekaragaman hayati 22 inovasi dan upaya pemberdayaan masyarakat 55 inovasi Kami akan terus mendorong perusahaan-perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi dan mematenkan hasil inovasi-inovasi tersebut sehingga industri yang berbasis pengetahuan dan kekayaan intelektual berkembang pesat di Indonesia.

Peringkat PROPER dibagi menjadi 5 yaitu EMAS, HIJAU, BIRU, MERAH, dan HITAM. Peringkat tertinggi adalah EMAS dan peringkat terburuk adalah HITAM. Perusahaan yang memperoleh peringkat EMAS adalah perusahaan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi, melaksanakan bisnis yang beretika, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Aspek penilaian ketaatan yang dievaluasi dalam penghargaan PROPER meliputi izin lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengolahan limbah B3, dan potensi kerusahan lahan khusus untuk kegiatan pertambangan.

Penghargaan PROPER diberikan setiap tahun kepada perusahaan yang mengikuti evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Puncak Penghargaan PROPER Tahun 2017 akan diselenggarakan Senin, 18 Desember 2017 di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta. Direncanakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akan menyerahkan langsung penghargaan tersebut.Penanggung jawab berita:Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,Red