Redaksi

Redaksi

Kamis, 29 Maret 2018 15:17

Malang, restorasihukum.com - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo atau yang lekat disapa Pakde Karwo, mendampingi Presiden RI, Ir. Joko Widodo meresmikan dua gedung milik Universitas Islam Malang (UNISMA), yakni Gedung Bundar Al-Asy’ari dan Gedung Umar Bin Khattab, Kamis (29/3) pagi.

Gedung Al-Asy’ari ini terdiri atas tiga lantai, berdiri diatas lahan seluas 9.200 m2, fungsinya untuk auditorium serba guna yang dapat menampung sebanyak 7.000 orang lebih, serta ruang untuk kuliah. Sementara Gedung Umar Bin Khattab terdiri atas 7 lantai dan dipergunakan untuk ruang rektorat.

    Sebelum peresmian dua gedung tersebut, Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo berkesempatan memberikan kuliah umum atau studium generale dengan tema “Islam Nusantara dan Keutuhan NKRI untuk Mewujudkan Indonesia Damai" kepada para  mahasiswa UNISMA dan hadirin.

    Jokowi, sapaan akrab Presiden RI meminta UNISMA untuk menjadi contoh dan teladan dalam merawat kebhinekaan dan persatuan NKRI. Salah satu upayanya, yakni dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penggerak Bhinneka Tunggal Ika.

    “UNISMA harus optimis bisa mengawal Indonesia untuk menjadi pemimpin negara-negara muslim di dunia. Karena UNISMA adalah kebanggaan NU, dan kebanggan bangsa Indonesia. UNISMA bisa mewujudkan Indonesia yang damai melalui semangat Islam Nusantara” katanya.

     Semangat Islam Nusantara, lanjut Presiden Jokowi, menjadi modal utama bagi UNISMA dalam menjaga keutuhan NKRI. Diakuinya, semangat ini dirasakannya sendiri ketika memasuki area kampus UNISMA. Diharapkan, semangat ini bisa dijaga dan diteruskan kepada bangsa dan negara.

“Ketika masuk ke kampus ini, saya merasakan aura Islam Nusantara. Saya merasakan pendidikan tinggi Islam yang maju dan modern, saya juga merasakan NU yang maju dan modern. Saya merasakan kebesaran Islam Nusantara di kampus UNISMA” pujinya.

Meneguhkan Islam Nusantara dalam menjaga keutuhan NKRI, imbuh Presiden Jokowi, sangatlah penting. Pasalnya bangsa ini sangat besar dan majemuk, dimana jumlah penduduknya sebanyak 260 juta jiwa, memiliki 17 ribu lebih pulau, 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, serta terdiri dari bermacam-macam agama dan budaya.

    “Semakin besar sebuah bangsa, semakin besar pula tantangannya. Dan tantangan kita adalah menjaga keutuhan NKRI. Jika tidak dijaga, bisa timbul perpecahan, apalagi sekarang banyak sekali isu,seperti isu PKI, antek asing, isu Indonesia bubar, isu komunis, dan lainnya. Isu-isu seperti itu bisa membuat rakyat jadi pesimis” imbuhnya.

    Dicontohkannya, salah satu negara yang tidak berhasil menjaga persatuan dan kesatuan dengan baik adalah Afganisthan. Fakta itu diketahuinya saat  kunjungan kerja ke Afganisthan dan bertemu dengan Presiden Afganisthan, Mohammad Ashraf Ghani‎.    “Presiden Ashraf Ghani bercerita, di negaranya hanya ada tujuh suku, namun sudah empat puluh tahun bertikai dan tiada henti berperang” katanya.

Peperangan tersebut dipicu sengketa antara dua suku, namun masing-masing suku itu membawa sekutu dari negara lain, sehingga sengketa meluas hingga lima suku lainnya terlibat, akhirnya pecahlah perang. Peperangan itu mengakibatkan negara Afganisthan terpecah belah dan sangat sulit dipersatukan kembali.

“Kondisi Afganisthan itu menjadi contoh betapa beratnya kehidupan di negeri yang tidak damai. Afganisthan hanya ada 7 suku, tapi bisa timbul perang dan susah sekali didamaikan. Kita ada 714 suku, karena itu NKRI harus dijaga melalui penguatan Islam Nusantara" katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Menseskab RI, Pramono Anung, Rektor UNISMA, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, para ulama dan kiai, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, para pejabat eselon I dan II Kementerian RI, Koordinator KOPERTIS wilayah 7, Anggota DPR RI, DPRD Jatim, DPRD kota/kabupaten, Forpimda Malang, para rektor PTN dan PTS, civitas akdemikia UNISMA, dan para wartawan (red/hjtm,adit)



Kamis, 29 Maret 2018 03:20

Malang, restorasihukum.com - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Joko Widodo/Jokowi dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di GOR Ken Arok Kota Malang, Rabu (28/3) sore.

Dalam acara ini, Presiden menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat kepada 5.153 penerima yang berasal dari wilayah Malang Raya. Terdiri dari Kota Malang sebanyak 1.128 sertifikat, Kab. Malang sebanyak 4.000 sertifikat, dan Kota Batu sebanyak  25 sertifikat.

"Coba sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi agar kelihatan semua sertifikat sudah diserahkan dan tidak ada pengibulan," kata Presiden yang langsung disambut masyarakat dengan mengangkat sertifikatnya masing-masing.

Presiden menjelaskan bahwa sertifikat ini sangat penting. Apalagi sekarang ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki tanda bukti hukum atas tanah mereka. Hal  tersebut menimbulkan banyaknya sengketa pertanahan yang terjadi di masyarakat.

"Setiap ke daerah saya sering mendengar keluhan soal sengketa tanah dan lahan. Baik masyarakat dengan mmsyarakat, masyarakat dengan pemerintah ataupun masyarakat dengan perusahaan," katanya.

Untuk seluruh Indonesia, lanjutnya, pada tahun 2017 lalu pemerintah menargetkan penerbitan sertifikat sebanyak 5 juta sertifikat, tahun ini sebanyak 7 juta sertifikat dan tahun  depan sebanyak 9 juta sertifikat. Tahun 2023 mendatang, Presiden menargetkan sertifikat di Jatim seluruhnya rampung.

Tak lupa, Presiden berpesan kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat agar berhati-hati dalam menggunakannya sebagai jaminan bila akan meminjam uang di bank. Presiden berharap masyarakat dapat menggunakan sertifikat tersebut dengan sebaik-baiknya dan telah melalui perhitungan atau kalkulasi yang matang.

"Tolong pinjamannya digunakan untuk untuk modal kerja, modal usaha dan modal investasi. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang berbau kenikmatan seperti beli mobil atau motor, yang dibelikan sepeda motor atau mobil dari keuntungan saja,  bukan dari pinjaman," pesan Presiden.

Presiden juga berharap agar masyarakat menyimpan dan menjaga sertifikat terebut dengan baik. Caranya dengan diberi plastik dan difotokopi sebelum disimpan di lemari. Alasannya agar sertifikat tersebut tidak rusak ketika rumah bocor dan ada fotokopinya bila yang asli hilang.

*Ingatkan Jaga Kerukunan*

Pada kesempatan ini, Presiden juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan, kerukunan dan persatuan kesatuan. Jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya karena urusan pilkada ataupun pilpres.

“Negara kita negara besar. Marilah kita jaga dan rawat bersama. Jangan sampai tidak bersudara hanya karena pesta demokrasi,” kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan masyarakat agar dalam pilpres dan pilkada memilih pemimpin yang paling baik menurut masyarakat. “Itu pesta demokrasi setiap lima tahun. Jangan sampai karena pilkada, pilpres dengan tetangga tidak rukun. Kita harus menyadari negara ini negara besar,” katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini adalah  Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan A. Djalil dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (red/dewi)

Rabu, 28 Maret 2018 09:11

NIAS INDUK, restorasihukum.com -  Implementasi UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional, Pemkab Nias telah merampungkan pelaksanaan salah satu tahapan dalam proses perencanaan daerah. Sabtu (23/3/2018).

Forum perangkat daerah baik bidang pemerintahan dan aparatur, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi dan penanggulangan kemiskinan dan bidang infrastruktur.


Forum perangkat daerah bidang infrastruktur yang diselenggarakan di ruang pertemuan PUPR Kab. Nias dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nias Bapak Arosokhi Waruwu, SH.,MH.

Turut hadir Ketua dan Anggota DPRD Kab. Nias, Kepala Perangkat Daerah terkait, Kabag Humas dan staf, Camat dan Delegasi Kecamatan.

Kadis PUPR Kab. Nias, menjelaskan tujuan forum bidang infrastruktur yaitu menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah kabupaten dengan usulan program dan kegiatan hasil penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD dan hasil musrenbang kecamatan, mempertajam indikator serta target program dan kegiatan perangkat daerah kabupaten sesuai dengan tugas dan fungsi, menyelaraskan program dan kegiatan antar perangkat daerah lainnya dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan untuk sinergi pelaksanaan prioritas pembangunan daerah. Katanya


Wakil Bupati Nias dalam arahannya mengatakan bahwa beberapa permasalahan mendasar dan mendesak yang juga menjadi prioritas pembangunan khususnya bidang infrastruktur antara lain masih terdapatnya 30 desa terisolir dan belum dijangkau kendaraan roda 4. Ujarnya

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan serta terpenuhinya standar lebar jalan kabupaten, lanjutan pembangunan kantor Bupati Nias, kantor DPRD Kab. Nias serta kantor perangkat daerah, pengembangan infrastruktur kawasan ekonomi wisata Soziona, penyediaan energi listrik dan pembangunan PLTS di desa-desa yang tidak terjangkau PLN. (al)

Rabu, 28 Maret 2018 09:07

rSiaran Pers Gubernur Jatim Peroleh Penghargaan Indonesian Visionary Leader dari Koran Sindo

    Gubernur  Jatim, Dr. H. Soekarwo tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Kali ini, Pakde Karwo-sapaan akrabnya memperoleh penghargaan Indonesian Visionary Leader (IVL) kategori Best Overall  dari Koran Sindo dan SindoNews.com.

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi  kepada Gubernur Jatim pada acara seminar The Power of Collaboration & Visionary Leaders di The Westin Hotel, Jakarta, Selasa (27/3).

IVL diberikan kepada kepala daerah yang mempunyai visi dan sangat berkompeten dalam memimpin. Visi Pakde Karwo dalam memimpin Jatim selama dua periode dinilai sangat bagus. Selain itu, berbagai inovasi yang telah dilakukannya selama ini telah mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat Jatim sehingga patut ditiru oleh pemimpin daerah lainnya.

Menjawab pertanyaan media terkait arti  penghargaan yang diberikan kepada dirinya, Pakde Karwo menyampaikan perasaan bangganya.  Menurut pria kelahiran Madiun ini, konsep diberikannya penghargaan ini yaitu ide-ide visioner kepala daerah, termasuk bergandengan tangannya antara pemerintah, BUMN dan swasta dalam membangun daerah.

Dijelaskan, sebelumnya para kepala daerah diseleksi terlebih dahulu. Terdapat beberapa aspek diskusi yang dilakukan, seperti bidang korporasi, finance, pemerintahan, dan relasi sosial. Tujuannya,  mempercepat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Satu hal yang menarik adalah mengajak agar pemerintah berfikiran enterpreunership yang ditindaklanjuti dengan mengajak swasta dan BUMN dalam pembangunan daerah," ungkapnya.

Gubernur Jatim ini menambahkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak harus menggunakan government spending tapi lebih melibatkan swasta dan BUMN. Hal ini, menjadi tantangan kedepan bagaimana membangun kerjasama yang baik antara pemerintah, BUMN, dan swasta."Daerah harus membuat penawaran yang bagus, dan apabila berbisnis di wilayahnya itu menguntungkan. Penawarannya bukan karena kebaikan, tapi karena memiliki prospek bisnis yang bagus," ujarnya.

Selain Gubernur Jatim, kepala daerah di Jatim yang memperoleh penghargaan adalah Bupati Trenggalek  Dr. Emil Elestianto Dardak  kategori Best in Unlocking Local Potentiality, dan Bupati Pasuruan H. M Irsyad Yusuf  kategori Best in Innovation for Agriculture. Raihan ini sekaligus menempatkan Jawa Timur sebagai daerah terbanyak dengan kepala daerahya memperoleh penghargaan dari surat kabar Sindo dan Sindonews.com.

Secara keseluruhan terdapat 19 buah penghargaan yang diberikan, diantaranya kategori Best Overall untuk Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dan kategori Community Based Leadership diraih Walikota Bogor  Dr Bima Arya . (humaspemprovjatim/tra)

Senin, 26 Maret 2018 18:15

Surabaya,  restorasihukum.com - Rumah Sains bersama Komunitas Seduluran Homeschooling menyelenggarakan acara bertajuk " Indonesia Main Sains".  Acara yang akan diikuti oleh 150 orang, terdiri dari kelompok SD Surabaya Sidoarjo, anak anak homeschooling, lengkap beserta orang tua dan para pendidik. Diantaranya SDN kapasan 5, SDN simokerto 5, SDN Simokerto 6, SDN simolawang, SDN kedurus, SD Islam Aulia Prambon, Kampung dolanan dan tentu saja dari Komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya

Mengapa Sains?. Karena berdasarkan survey dari Pusat Penelitian Perkembangan IPTEK LIPI Bahwa 54 persen dari 1.829 responden di 10 kota besar di Indonesia tidak paham dan tertarik pada Ilmu Pengetahuan Sains ( Sumber Republika). Bagaimana dengan anak atau murid SD?. Tidak kalah mengherankan, dalam survey juga disebutkan bahwa kemampuan literasi, teoritis, dan praktik sains anak anak Indonesia masih kalah dengan negara di kawasan Asia Pasifik bahkan dunia.

Fenomena itu yang menggerakkan Rumah  ILMA bersafari keliling kota di Indonesia untuk memberikan pelatihan secara gratis kepada murid SD, Guru, serta Orang tua beraneka ragam permainan sains.

Dalam acara nanti para peserta diajak bermain beraneka ragam prinsip dasar Sains dengan media percobaan yang mengasyikkan dan anti jenuh. Permainan nanti bisa terus dipraktikan di rumah bersama orang tua atau teman sepermainan.

Pada hari ini (26/3), tepatnya Surabaya dan Sidoarjo menjadi tuan rumah setelah acara ini sukses menyita perhatian di banyak kota. Para peserta kali ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Probolinggo. Acara yang berlangsung lebih kurang 4 jam ini menggandeng Komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya. Acara ini dipimpin langsung oleh Kak A Muzi Marpaung, beliau adalah founder dari Rumah Sains Ilma.

Yakni sekelompok orang tua yang memang memilih jalur pendidikan alternatif berupa pendidikan berbasis keluarga. Anak anak yang masuk dalam komunitas Seduluran Homeschooling ini berjumlah lebih kurang 35 orang yg tetap.

Statement:

- Yusron Efendi, salah satu orang tua peserta:
"Perlu dimasyarakatkan, krn acaranya bagus. Semoga di rumah bisa dipraktekkan"

- Asia Hermawan, peserta dari Seduluran Homeschooling:
"Saya suka sama Acaranya, soalnya menambah ilmu, dan Kakak Pemateri dan MCnya lucu"

- Erika, salah satu panitia
"Saya tidak menyangka antusias peserta luar biasa. Adek-adek semangat banget praktek bermainnya"

- Dicky, MC acara
"Saya suka sekali memandu acara ini. Anak2 begitu bergairah dan tak henti-hentinya, seperti nggak ada capeknya. Saya aja capek, tapi mereka wow. Jadi seneng memandu acara edukatif ini" (red)

Senin, 26 Maret 2018 06:11

Bogor, restorasihukum.com - Kasat Lantas Polres Bogor memimpin pelaksanaan kegiatan Pembuatan Alat Teknologi Inovasi Kreatif  sebagai Alat Edukasi dan Keselamatan di Pos Polisi 2B Gadog Puncak Kabupaten Bogor. Minggu (25/03/18)

    Dalam kesempatan ini Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama.SIK mengatakan, “Bahwa kegiatan ini bermaksud agar para anggota dapat berkreasi untuk membuat alat-alat yang menciptakan keselamatan dan mencegah kecelakaan dengan menggunakan alat sederhana. Alat-alat yang digunakan merupakan alat yang sehari-hari ada dikehidupan kita.”

    Lanjut Kasatlantas Polres Bogor menjelaskan, “Menggunakan tagline Low cost high gain yakni, barang yang dibuat harus murah meriah namun berdaya guna tinggi. Sehingga bisa di produksi banyak dan mudah di buat. ”

    Dengan alat-alat yang diciptakan tersebut diharapkan dapat mendukung tugas Kepolisian di bidang Lalu Lintas khususnya dalam mencegah Laka Lantas dan edukasi.

    Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah anggota Unit Lantas Polsek dan Unit Laka Lantas Polres. Sejumlah 15 team yang membuat peralatan tersebut. Serta dihadiri oleh Kaur Bin Ops Satlantas Polres Bogor, Kaur Mintu Satlantas Polres Bogor, Kanit Regident Satlantas Polres Bogor, Kanit Laka Satlantas Polres Bogor, Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bogor, Kanit Lantas Jajaran Polsek se-Polres Bogor dan Anggota Satlantas Polres Bogor.

    Hasil dari perlombaan inovasi kreatif tersebut berupa, 1. Patung super hero Himbauan penggunaan helm, yang berguna untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya penggunaan Helm
    2. Papan Rambu Portable himbauan daerah rawan laka lantas, Berguna untuk mensosialisasikan kepada masyarakat lokasi rawan laka lantas.
    3. Water barier dengan Himbauan keselamatan berlalu lintas.
    4. Papan himbauan kedip atau lampu Blitz dengan tulisan sosialisasi penggunaan  helm
    5. Lampu rambu “Hati-Hati” dan gambar tengkorak menggunakan lampu Blitz
    6. Lampu Blitz sosialisasi tahun keselamatan berlalu lintas yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
    7. Trafic Cone Digunakan sebagai pembatas lajur dilengkapi dengan lampu peringatan.
    8. Papan Mobil Patwal yang dilengkapi dengan strobo,Digunakan sebagai himbauan kepada masyarakat untuk tetap berhati hati dalam berkendara.
    9. Lampu penunjuk arah bertuliskan “POLISI” menggunakan lampu led dan lampu blitz, Dapat digunakan sebagai penunjuk arah kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan Pihak kepolisian.
    10. Lampu lalin yang terbuat dari Paralon yang dapat digunakan untuk kegiatan Dikmas lantas.
    11. Alat edukasi traffic light untuk anak sekolah.

    Kegiatan kreatifitas tersebut merupakan upaya inovasi teknologi untuk layanan Masyarakat dalam berkendara. Dan bertujuan untuk peningkatan Keselamatan berkendara. ( Fito)

Senin, 26 Maret 2018 06:05

Surakarta, restorasihukum.com - 24 Maret 2018 – Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno melakukan soft opening kawasan De Tjolomadoe yang terletak di Karanganyar, Surakarta, 24/03.

Opening kawasan bersejarah ini juga turut dimeriahkan dengan konser HITMAN David Foster & Friends. Kawasan ini merupakan eks pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara IX yang telah berhenti beroperasi sejak 1998. Jika dulunya kawasan ini dikenal sebagai Pabrik Gula Colomadu, pasca direvitalisasi kawasan tersebut kini bernama De Tjolomadoe dan menjadi destinasi wisata heritage di Surakarta.

“Revitalisasi PG Colomadu ditujukan agar nantinya kawasan ini dapat menjadi pusat pelestarian budaya Jawa dan dapat menjadi tempat pelestarian seni budaya yang bersifat tradisional dan modern. Ini juga menjadi salah satu landmark kebanggaan masyarakat Indonesia yang berasal dari kontribusi sinergi BUMN,” kata Rini.

Revitalisasi bangunan yang telah berdiri sejak 1861 ini dilakukan dalam waktu kurang dari 1 tahun, tepatnya 351 hari sejak dilakukan peletakan batu pertama pada 8 April 2017.  Revitalisasi PG Colomadu ini merupakan hasil sinergi BUMN  yang terdiri dari PTPN IX sebagai pemilik lahan, dan konsorsium yang terdiri dari PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (Persero), PT Patra Jasa, PT Jasamarga Properti, dan PT KAI (Persero).  Konsorsium tersebut juga menghasilkan perusahaan patungan PT Sinergi Colomadu.

Pengembangan kawasan berusia 157 tahun ini juga telah melalui kajian yang dilakukan oleh konsultan independen. Hasilnya menunjukkan bahwa revitalisasi eks PG Colomadu dapat dimanfaatkan menjadi venue bernilai sejarah sekaligus meningkatkan manfaat komersialnya. De Tjolomadoe kini dapat difungsikan menjadi pusat kebudayaan, Concert Hall dengan kapasitas maksimal 3.000 orang, ruang pertemuan dan pameran dengan kapasitas maksimal 1.000 orang, serta area komersial untuk makanan/minuman maupun sentra kerajinan tangan.

“Saya sangat bangga kepada BUMN-BUMN yang terlibat dalam revitalisasi ini. Saya apresiasi juga PT PP yang memimpin proses restorasi yang secara nyata berhasil merealisasikan visi restorasi Tjolomadoe dalam waktu singkat,” ujar Rini.

Rini berharap inisiasi De Tjolomadoe ini dapat memacu BUMN lain untuk bisa lebih berinovasi dan bersinergi, sehingga bisa menjalankan peran sebagai agen pembangunan yang bukan hanya bersifat fisik namun juga menguatkan karakter dan budaya bangsa.Red

   
   
Sabtu, 24 Maret 2018 08:34

Pasuruan, restorasihukum.com - Warga digegerkan dengan tewasnya seorang ibu penjual nasi jagung dalam warung dipasar Sukorejo, dusun Glatik,desa Glagahsari, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan. Diketahui wanita tersebut bernama Yahyul (45), warga dusun Karanglo, desa Sukorejo, kecamata Sukorejo kabupaten Pasuruan. Diduga wanita (45) tahun tersebut korban pembunuhan.

          Kepala pasar Sukorejo M.Hasyim As'ari membenarkan adanya pedagang pasar Sukorejo yang ditemukan meninggal dunia dalam warung.

          "Benar mas, ada pedagang pasar Sukorejo ditemukan meninggal dunia dalam warung yang kesehariannya berjualan nasi jagung. Korban bernama Yahyul (45), warga dusun Karanglo, desa Sukorejo, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan," kata Hasim pada media restorasihukum.com, (23/03/2018).

          Kondisi korban saat ditemukan kepala berlumuran darah. Korban ditemukan sekitar jam 4 sore oleh anaknya sendiri.

          "Pertama kali korban ditemukan anaknya sendiri tergeletak dilantai sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah pada bagian kepala," tuturnya.

          Korban langsung dibawa kerumah sakit pusdik Watukosek Gempol, untuk dilakukan otopsi, guna peyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.(sy)