Redaksi

Redaksi

Kamis, 15 Februari 2018 20:22

Pasuruan, restorasihukum.com - Akhirnya desa Lemahbang, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan mempunyai tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Lokasi tersebut berada di atas tanah kas desa (TKD), tepatnya sebelah makam dusun Palang, desa Lemahbang.

              TPST tersebut akan dijadikan tempat pengolahan sampah yang nantinya sampah tersebut akan dipilah, didaur ulang sehingga sampah menjadi lebih ada gunanya bagi warga masyarakat desa lemahbang. Nantinya TPST tersebut akan dikelolah oleh karang taruna dan dijadikan sebagai BUMDes desa Lemahbang. 

              Kepala desa Lemahbang "Naqso Bandi" mengatakan bangunan tersebut merupakan bantuan dari dinas terkait.

              "Ini merupakan program nasional pengolahan sampah 3R (Reduce,  Reuse,  Recycle). Dan desa Lemahbang mendapat bantuan anggaran dari dinas terkait sebesar Rp 500 juta itu termasuk mesin pengolah sampah. Tapi masih bangunnnya yang sudah seleai mesinnya belum datang. Untuk volume bangunannya panjang 26 meter, lebar 10 meter," terangnya pada media restorasihukum.com, (15/01/2018).

               Masih kata Naqso, lokasi tersebut berada di tanah kas desa dan agak jauh dari pemukiman warga. "Kami bangun di tanah aset desa yang lokasinya jauh dari rumah warga, agar tidak terganggu dengan bau sampah. Untuk yang mengelolah adalah karang taruna juga TPST tersebut nantinya dijadikan sebagai BUMDes desa lemahbang," tuturnya.

               Kedepannya ia berharap, dengan adanya tempat pengolahan sampah terpadu tersebut, sampah menjadi lebih ada manfaatnya dan punya nilai jual kembali," pungkasnya. 

               Sementara itu, salah satu warga desa Lemahbang merasa senang dengan adanya TPST tersebut.

               "Kami senang mas, akhirnya desa Lemhbang sekarang punya tempat pengolahan sampah terpadu, sehingga sampah nantinya bisa dikelolah dan bisa bermanfaat lagi untuk di jual kembali. Dan kami berterima kasih kepada pemerintah desa yang telah menyediakan tempat pengolahan sampah tersebut," tandasnya.(sy)

Kamis, 15 Februari 2018 13:59

Bondowoso, restorasihukum.com -  Penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar diwilayah Kabupaten Bondowoso pada tahun 2018 ini dengan penyedia barang Bulog Bondowoso dimana KPM menerima 10kg yang sesuai mekanisme terbaru beras tersebut dibagikan gratis oleh pemerintah tanpa adanya tebusan. namun slogan "Rastra gratis" yang diprogramkan pemerintah pada tahun ini hanya isapan jempol belaka. tapi kenyataan dibawah implementasinya ditingkat desa banyak diakali dengan cara minta tebusan kepada warga dengan dalih "transportasi".

   Salah satu contoh di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari, dari data yang berhasil dihimpun oleh tim restorasihukum beras rastra yang turun ke desa tersebut 2 ton 9 kwintal 8 kg namun warga dimintai uang tebusan bervariasi antara seribu sampai dua ribu rupiah. Hal ini dibenarkan oleh Camat Wonosari Tjagar Alam, kepada tim restorasihukum beliau menyampaikan bahwa uang tersebut atas kesepakatan bersama. "karena warga minta beras tersebut sampai kerumah masing-masing jadi ketua rt berinisiatif meminta transport kepada warga. jadi pungutan tersebut sudah atas dasar kesepakatan para rt," katanya

   Sementara itu Kepala Sub Divre Bulog Bondowoso Adekhan dikonfirmasi terkait penyaluran beras Rastra, menyatakan "kami hanya sebagai penyedia barang jika ada pihak desa memungut atau meminta tebusan itu diluar tanggungjawab kami karena tugas kami hanya menyalurkan sampai ke desa secara gratis. setelah itu kami tidak tau karena yang berwenang menyalurkan pada KPM adalah pihak desa itu sendiri," jelas Adekhan

Sejatinya dengan dibentuknya UU desa dan PP desa seharusnya desa bisa mandiri dengan memanfaatkan kekayaan desa sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan warga desa agar tidak ada lagi pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya. Jika terus-terusan terjadi hal seperti ini maka UU dibuat oleh pemerintah tidak bisa dijalankan sesuai amanahnya. Sampai kapan bisa terwujud desa mandiri jika steckholder tidak bisa menjalankan amanat tersebut dengan baik. (zis)

Rabu, 14 Februari 2018 18:12

Bondowoso, restorasihukum.com -  Atlit Tenis Kabupaten Jember yang berada dalam naungan Persatuan Laow Tenis Indonesia (PELTI) Pengcab Jember semakin mengukir sejumlah prestasi dari tahun ke tahun. Dibalik kesuksesan prestasi tersebut pastilah ada sosok yang tak perlu diragukan lagi dalam hal pembinaan atlit terutama ditingkat junior. Beliau adalah kusnadi yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (kabid Binpres) Pelti Kabupaten Jember, atas kerja kerasnya selama ini dengan semua pihak atlet tenis jember mampu mengharumkan nama jember ditingkat Propinsi maupun nasional.

   Dari data yang dikumpulkan yang diperoleh dari Rapat Kerja (Raker) Kabid Binpres Pelti jember melaporkan hasil dari turnamen yang diikuti para atlet baik yang terdaftar di Pelti (TDP) maupun non TDP pada tahun 2017 ada 16 turnament dengan memperoleh medali 16 emas, 26 perak dan 35 perunggu dengan total ada 77 medali yang diperoleh. Hasil tersebut jauh lebih baik ketimbang ditahun 2016 yang mengikuti 16 turnament dengan memperoleh medali 17 emas, 23 perak dan 17 perunggu dengan total jumlah medali 52 medali selama tahun 2016. Pada tahun 2015 dengan mengikuti 13 turnament memperoleh medali 11 emas, 23 perak dan 17 perunggu dengan total memperoleh 51 medali, artinya terjadi peningkatan prestasi yang cukup signifikan dari tahun ke tahunnya.

  Kusnadi kabid Binpres PELTI Jember saat diwawancarai restorasihukum mengatakan "kami atas nama PELTI jember dan semua pengurus serta orang tua atlet sangat mengapresiasi atas prestasi atlet jember yang semakin baik. harapan terbesar kami tentunya pada tahun 2018 lebih meningkat prestasinya dan semoga pengurus dan Dispora koni serta Pemkab bisa lebih mensuport terhadap atlet yang berprestasi baik atlet tenis maupun atlet cabang olahraga lainnya," kata Kusnadi

  Dalam membina atlet, Kusnadi juga mengedepankan rasa tulus dan ikhlas. "insyaallah dengan rasa tulus dan ikhlas akan menjadi bekal buat kami untuk menghasilkan atlet yang berprestasi ditahun mendatang," tegasnya (zis)


Rabu, 14 Februari 2018 01:42

Mojokerto, restorasihukum.com– Rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Wali kota dalam pemilihan Wali kota dan Wakil walikota Mojokerto tahun 2018 digelar dihotel raden wijaya Kota Mojokerto, Selasa (13/2) dihadiri oleh empat pasangan calon bersama para pendukungnya masing-masing.

Ada empat pasangan bakal calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota yang mendaftar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto. Warsito-Moeljadi dapat nomor urut 3, Akmal Boediyanto-Rambo Garudo dapat nomor urut 1, Andi Soebjakto-Aderia Suryani dapat Nomor urut 2 dan Ika Puspita Sari-Ahmad Rizal Zakariyah mendapat nomor urut 4.

Ketua KPU Kota Mojokerto Saiful Amin Sholikin mengatakan," secara resmi dari 4 pasangan calon Walikota sudah mendapatkan nomor urut pasangan calon,” katanya.KPU Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih pada semua partai politik (parpol), aparatur Polri/TNI,  wartawan dan masyarakat umum. Untuk selanjutnya, KPU Kota Mojokerto juga mengingatkan kembali kepada semua pasangan segera membuat akun resmi yang harus didaftarkan ke KPU,” jelasnya.

Seperti diketahui, ada empat pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto yang mendaftar di kantor KPU Kota Mojokerto  Pasangan  yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Warsito dan Moeljadi.

Pasangan  diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Akmal Boediyanto dan Rambo Garudo, pasangan   Andi Soebjakto dan Aderia Suryani yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat (PD).

Sementara pasangan Ika Puspita Sari-Ahmad Rizal Zakariyah, Adik kandung Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat (DPD Partai Nasdem) diusung Gerindra dan Partai Golongan Karya (Golkar). (Ek)

Rabu, 14 Februari 2018 01:35

OKI, restorasihukum.com - Tiga pasangan calon Bupati dan wakil bupati OKI mengikuti pengundian nomor urut di kantor KPUD setempat, Selasa (13/2). Pengundian tak hanya dihadiri para paslon tapi juga pendukung masing-masing lengkap dengan teriakan yel-yel.

Ketua KPUD OKI Dedi Irawan MSi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengundian nomor urut 1 pasangan H Iskandar SE-Djakfar Shodiq (ISO), nomor urut 2 H Abdiyanto-Made Indrawan (ADE), dan pasangan nomor urut 3 H Azhari-H Qomarus Zaman.

Sementara itu ketiga pasangan calon yang sudah mendapatkan no urut  yang sudah di tetapkan oleh KPU di dukung dengan partai pengusung diantaranya,  Iskandar SE – H Djakfar Shodiq yang diusung oleh PAN 5 kursi, Demokrat 7 kursi, PKB 3 kursi, PBB 1 kursi dan NasDem 3 kursi total 19 kursi.

Pasangan H Azhari – H Qomarus Zaman diusung Partai Golkar 5 kursi, Hanura 4 kursi, Gerindra 5 Kursi, dan PKS 3 kursi sehingga totalnya 17 kursi.
Selanjutnya pasangan Abdiyanto – Made Indrawan diusung oleh PDI-P dengan jumlah kursi sebanyak 9 kursi.

“Semua sudah mendapat nomor urutnya jadi setelah ini akan dilakukan tahapan kampanye mulai lusa (15/2) sesuai nomor urut,” kata Dedi usai acara pengundian nomor urut. (Abbas/Ryan)

Rabu, 14 Februari 2018 01:29

Surabaya, restorasihukum.com - Masjid  telah menjadi kunci syiar agama Islam di seluruh Indonesia, terutama di Jatim yang sebanyak 96.7% mayoritas penduduknya memeluk agama islam atau muslim.  Alasannya, keberadaan masjid bukan hanya memperkokoh hubungan antar sesama manusia dengan manusia lainnya,  hubungan manusia dengan sang pencipta Allah SWT, tetapi juga sekaligus sebagai tempat  syar rahmatan lil alamin.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri peresmian Masjid Arif Nurul Huda oleh Kapolri
di Halaman Mapolda Jatim, Selasa (13/2).

Oleh karena itu, lanjut Pakde Karwo-sapaan Gubernur Jatim ini, keberadaan masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim diyakininya akan memberikan keberkahan bagi Jatim, terutama terciptanya kondisi aman dan nyaman di Jawa Timur. Ia juga mengharapkan keberadaan masjid ini dapat  memberikan kesejukan kepada masyarakat dan pemerintah. Terutama, menghadapi tahun politik di Jatim yang akan menggelar 19 pemilihan kepala daerah.

Terkait pilkada di Jatim, Pakde Karwo menilai masyarakat Jatim pada dasarnya sudah sangat dewasa. Dengan demikian, ia optimis pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada tahun ini harus berlangsung secara aman,nyaman dan damai. "Pemilukada adalah proses demokrasi yang biasa. Kondisi aman dan nyaman yang ada di Jatim adalah modal berharga dalam menghadapi pemilukada pada tahun ini," tegasnya.

Pakde Karwo menjelaskan, bahwa membangun masjid merupakan salah satu cara menggapai keberkahan dan pahala yang besar bagi yang mampu menjalankannya. "Pembangunan masjdi ini menunjukkan bahwa Polda Jatim memiliki perhatian yang besar untuk mencari ridha Allah SWT," ujarnya.


Kapolri : Masjid Jadi Pusat Ketaqwaan

Dalam sambutannya, Kapolri Jend Pol Prof. Tito Karnavian Phd menyebut bahwa masjid harus menjadi tempat sekaligus pusat ketaqwaan kepada Allah SWT. Ketakqwaan ini penting karena anggota Polri  memiliki kewenangan dan tugas dalam penindakan kasus kasus hukum, yang kewenangan tsb memberikan  banyak godaan jika tidak diimbangi dengan ketaqwaan.

Untuk itulah, lanjutnya, masjid harus mampu menjadi rem segala nafsu dan mampu menjadi tempat seluruh anggota Polri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, segala tugas tugas kepolisian akan dilakukan secara baik dan profesional.

Sementara itu, dalam laporannya Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan latar belakang, pembangunan masjid ini, yakni dilatarbelakangi keberadaan masjid  lama yang tidak cukup  mewadahi umat. "Sebagian jemaan harus menggelar terpal.. Dengan luasan yang baru, maka hal tsb tidak terjai lagi," ujarnya. Ditambahkan, masjid baru ini ini memiliki area seluas 2.000 m2 yang di desain mampu menampung sekitar 1.000 jamaah dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas.

Tentang nama Arif Nurul Huda, dijelaskan Kapolda memiliki arti sarana peribadatan yang mampu membuat seseorang beribadah di dalamnya, menjadi manusia layaknya cahaya penerang menuju jalan yang di Ridhoi Allah SWT.
 
Hadir dalam kesempatan ini  antara lain Prof. Din Samsudin Utusan Khusus Presiden di Bidang Dialog Antar Agama dan Peradaban, Ketua PBNU Prof. Said Aqil Sirodj, impinan  perguruan tinggi dan  media di Jawa Timur. (red/bn)

Selasa, 13 Februari 2018 06:23

Tangerang, restorasihukum.com -Tamat sudah kejahatan seorang pria inisial GWN asal Lampung, yang kedapatan mencuri sepeda motor milik warga Mita Pertiwi (24), yang tinggal dibilangan Kabupaten Tangerang, Banten. Minggu (11/02/18)

Informasi dihimpun, Polsek Curug, Polres Tangerang Selatan, berhasil mengungkap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan kendaraan bermotor Roda dua, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 363 KUHPidana tersebut, dan kejadian berlangsung di TKP (tempat kejadian perkara), Jl. Raya Binong tepatnya di Parkiran Penginapan Rumahku, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Selatan Akbp Fadli Widiyanto. SIK, melalui Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alex membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan Pihaknya berhasil meringkus Pelaku beserta barang bukti.

" Berhasil meringkus Pelaku GWN asal Lampung dengan BB Sepeda Motor Scoopy No. Pol. B. 4688 NCT, milik Korban Mita Pratiwi, pelaku berhasil ditangkap Bripda Tessan (24) dan Arman, Security Perumahan Taman Ubud " Ungkapnya.

Dirinya menambahkan, penangkapan Pelaku berawal saat Bripka Tessan  menyaksikan langsung upaya pelaku mencuri motor di TKP namun gagal, karena ketahuan dan kunci leter T milik pelaku patah dimotor korban.

" Aksi pelaku tidak berhasil karena Kunci leter T yang digunakan untuk mencuri motor korban mengalami Patah serta nyangkut di Kunci Kontak dan kejadian tersebut dilihat Bripka Tessan dan diteriaki, namun pelaku kabur dan tertangkap oleh Massa diperumahan tersebut " imbuhnya.

Masih kata AKP Alex, Pelaku GWN telah berulang kali melakukan pencurian diwilayah Kabupaten Tangerang dan menurut catatan Kepolisian sudah 4 (empat) Kali melakukan kejahatan yang sama.

" Pelaku mencuri motor sebanyak 4 kali, yakni motor Honda beat dengan TKP di Binong, Suzuki Satria di Cikupa dan Motor Satria F di Pasar Kemis, serta Honda Scoopy di Curug, dan guna mempertanggung jawabkan perbuatanya, Pelaku dan BB diamankan di Mako Polsek Curug, Untuk proses lebih lanjut " Pungkasnya. (red)

Selasa, 13 Februari 2018 06:18

JAKARTA, restorasihukum.com - Kejadian penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta, menuai kecaman dari berbagai pihak, namun kecaman yang dilakukan membuat miris para netizen, karena kecaman yang diberikan ternyata hanyalah ketika seorang pastor gereja diserang, namun diam ketika para ulama yang dibacok dan diserang.

Dari penelusuran netizen, diketemukan jika, pelaku yang langsung ditembak dibagian kaki oleh tim Densus 88 dari Brimob ini, ditengarai berasal dari salah satu jemaat gereja yang memiliki perseteruan dengan pastor.

Hal ini dikarenakan dari sebuah capture yang disebarkan oleh netizen ketika menemukan sebuah capture yang menuliskan agar kejadian penyerangan tidak dijadikan untuk mengadu domba masyarakat. Berikut isi tulisan yang dicapture yang sudah diedit oleh media ini tanpa mengurangi isi tulisan.

“Tentang penyerangan gereja Bedog Trihanggo, ada informasi dari bapak bapak PCM Gamping, pelakunya adalah dari jamaahnya sendiri, yang memiliki masalah dengan pasturnya.

Di PCM Gamping, bapak bapak kita ini bertetangga baik dengan para pastur karena di Gamping sendiri ada gereja dan perumahan pasturnya.

Info dari Kang Iman Sumarlan PCM Gamping”

Sementara itu pihak kepolisian melalui Kapolri Jenderal Tito Karnavian, memerintahkan kepada jajarannya, agar pelaku diusahakan tetap hidup untuk bisa diambil keterangan membuka tabir terkait dengan status tersangka bernama Suliono.

(jall)