Di Tahun 2015,BPJS Yakin Penuhi Target

0
7

Surabaya, restorasihukum.com – Seiring target pendapatan senilai Rp 1,7 triliun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Wilayah VII Jawa Timur membidik 2,9 juta pekerja pada tahun 2015.

     Di ketahui jumlah peserta BPJS Kesehatan di Jatim, hingga akhir tahun 2014 mencapai 13 ribu peserta. hal ini menunjukkan bahwa jumlah peserta selalu menunjukkan pertumbuhan yang positif.

     Terkait hal ini Kakanwil VII BPJS Kesehatan Jatim, Mulyo Wibowo, mengemukakan, pihaknya akan menempuh berbagai langkah agar target yang ditetapkan bisa tercapai.Upaya itu dilakukan sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) di mana BU yang tidak mematuhi atau melanggar akan aturan maka akan dikenakan beberapa tindakan.

     “Yang pertama dengan sanksi administrasi misalnya teguran. Teguran ini mulai dari satu, dua dan tiga. Jika tidak dihiraukan maka BPJS Kesehatan akan merekom untuk melakukan sanksi kedua yakni sanksi layanan publik,” katanya.

     Sanksi layanan publik itu, Mulyo menegaskan direalisasi melalui kerja sama BPJS Kesehatan dengan dinas terkait. Seperti badan usaha yang hendak memperpanjang izin usaha dan terdata belum memasukkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan maka perpanjangan izin itu bisa dibekukan atau dicabut.

     Menurutnya pembekuan itu adalah kewenangan dinas terkait untuk melakukannya. BPJS Kesehatan hanya merekom dan kalau tidak ada ketegasan maka banyak badan usaha yang meremehkan.

     Sementara mantan Kakanwil VII BPJS Jatim, Andi Afdal, ditemui pada serah terima jabatan Kakanwil VII BPJS Kesehatan Jatim, di Surabaya, Jumat, mengatakan, “Angka pekerja itu berada di 35 ribu badan usaha (BU), baik skala besar, sedang dan kecil yang ada di provinsi Jatim ini”.

     Menurutnya dengan fokus menyasar badan usaha (BU) maka 100 persen BU di Jatim bisa mengikutkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan selama tahun 2015. Kondisi itu sesuai dengan instruksi pemerintah.

     Untuk itu BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim untuk dapat memberikan data valid tentang jumlah tenaga kerja yang ada badan usaha di Jatim.

     Terkait dengan target yang ditetapkan sebesar Rp 1,7 triliun, pihaknya optimistis bisa tercapai pada pertengahan tahun 2015 ini.

     Andi juga menjelaskan bahwa, pada bulan Januari 2015, jumlah pekerja yang tergabung sebanyak 425 ribu dan Februari meningkat menjadi 525 ribu. Kondisi itu membuktikan bahwa pekerja dan badan usaha itu sudah mulai sadar.

     “Kami juga membentuk unit kepatuhan sendiri. Unit ini akan menyasar badan usaha yang ada agar mereka juga patuh untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(dts)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here