Diduga Tanah Cagar Budaya Singosari Dijadikan Lahan Parkir Oleh Oknum Pejabat

0
54

Malang, restorasihukum.com – Cagar budaya yang berada di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini sebagian lahannya tidak utuh seperti dulu. Lahan yang berada tepat depan kantor Kelurahan Candirenggo itu sebagian sudah beralih fungsi menjadi lahan parkir.

Patut diduga lahan tersebut dijadikan fasilitas tempat parkir rumah makan Ndalemratu yang baru buka hampir 1 bulan. Pasalnya, sebelum ada rumah makan ndalemratu yang diduga milik seorang pejabat itu dibangun, lahan cagar budaya tersebut utuh. Tapi, setelah rumah makan itu ada tiba-tiba lahan tersebut dikepras jadi tempat parkir.

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika lahan yang dijadikan tempat parkir tesebut memang lahan cagar budaya.

“Dulunya lahan itu menthok sampai pojok mas, tapi sekarang kok dikepras jadi lahan parkir. Mungkin lahan tersebut dijadikan parkir rumah makan ndalemratu, soalnya setiap hari, pasti ada mobil- mobil yang parkir disitu. Bahkan, kalau hari Sabtu-Minggu parkiran memadati jalan masuk kampung, padahal, jalan itu untuk masuk keluar warga setempat. Akhirnya, warga memutar,” ungkapnya pada ungkap fakta yuridis dari media restorasihukum.com, (11/09/19).

Sedangkan, lurah Candirenggo Wiwik Mariati saat dikonfirmasi terkait lahan cagar budaya yang dibongkar jadi lahan parkir mengatakan, jika lahan cagar budaya itu di bongkar untuk putar mobil maupun bus yang berkunjung cagar budaya.

“Sebagian lahan cagar budaya memang di bongkar untuk failitas umum, seperti bisa digunakan putar mobil atau bus,” paparnya.

Saat ditanya apakah lahan cagar budaya yang dibongkar itu memang untuk parkir rumah makan Ndalemratu yang lokasinya pas berada di depan kelurahan Candirenggo? Wiwik langsung membantah, bukan mas. Tapi, kalau memang lahan fasum itu di gunakan parkir pengunjung ndalemratu, nanti akan saya beritulisan” bukan tempat parkir rumah makan Ndalemratu”, pungkasnya.

Diketahui, jika pemilik rumah makan ndalemratu bernama Bu Suhermin, yang dinas dijakarta. Saat awak media mencoba konfirmasi terkait tempat parkir dilahan cagar budaya, pemilik tidak ada di tempat.

Menurut, salah satu karyawan yang bertugas sebagai kebersihan, mengatakan jika bu Suhermin, jarang kesini. Soalnya dinas di jakarta. “Paling sesekali kesini mas. Kalau no hpnya gak punya mas, saya cuma buruh,” cetusnya

Sampai berita ini di terbitkan, awak media belum bisa bertemu maupun mendapatkan no sang pemilik warung.

Diharapkan kepada dinas terkait, untuk mengkroscek, apakah lahan cagar budaya yang digunakan untuk parkir tersebut menyalahi aturan. Jika menyalai aturan, tindak tegas oknum-oknum yang bermain disitu.(red/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here