Dinas Pengairan Tepis Dugaan Pemanfaatan Selisih Dana Proyek

0
5

Banyuwangi, restorasihukum.com – Munculnya desas-desus ketidaksamaan anggaran pagu dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dalam setiap realisasi proyek disetiap satuan kerja (Satker), mendapat sorotan tajam dari kalangan masyarakat. Terutama yang cukup santer sorotan ke Dinas pengairan Kabupaten Banyuwangi.

    Menyikapi hal itu, masyarakat menganggap selama ini kurang adanya transparasi informasi dari dinas kepada masing-masing rekanan. Kurangnya transparansi informasi tersebut mengakibatkan munculnya pendapat negatif terhadap pemerintah.

     Dari informasi yang diperoleh media dilapangan ada selisih yang sangat besar antara anggaran pagu dengan yang di SPK. “Padahal rekanan sudah dikenakan PPN dan PPH lantas dikemanakan sisa anggaran yang dipotong itu,” tanya seorang warga yang tidak bersedia disebutkan identitasnya. Tudingan miring tersebut membuat dinas pengairan merasa harus melakukan klarifikasi melalui Kasubag Penyusunan Program ( Sungram ) Catur, ST mengatakan, selisih antara pagu dan SPK tersebut adalah selisih dari hasil penawaran para rekanan. Dan selisih anggaran tersebut nantinya akan dikembalikan ke Kas Daerah (Kasda).

     “Dana sisa atau selisih itu dikumpulkan ke Kasda dalam satu rekening. Nantinya anggaran selisih itu dikumpulkan dan bisa dianggarkan lagi untuk pekerjaan tahun berikutnya. Semuanya tinggal menunggu Juklak ( Petunjuk Pelaksanaan) dan Juknis ( Petunjuk Teknis) jadi kami rasa pemerintah sudah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai aturan yang ada,“ jelasnya.

    Ditambahkan, selisih anggaran dana tersebut sama sekali tidak dimanfaatkan oleh masing-masing dinas. Selisih dana tersebut murni dikembalikan ke Kasda. Bahkan selisih anggaran yang terkumpul itu pun tidak bisa dipergunakan untuk kepentingan lain.

     “Jadi selisih dana dari masing-masing rekanan itu kembali ke Kasda yang nantinya dianggarkan kembali sesuai dengan Juklak dan Juknisnya. Anggaran itu tidak mungkin kita serap 100%, rekanan harus melakukan penawaran terlebih dahulu, njenengan beli cabe aja ditawar kok mbak, apalagi ini beli proyek dan rekanan wajib menawar meski besarnya hanya seribu rupiah saja,” ujarnya.(my)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here