Exsplorasi Tanah Uruk Oleh Pt Flash Rugikan Warga Dusun Tawun III

0
12

Ngawi, restorasihukum.com –  Warga Dusun Tawun III Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur meminta wartawan dan LSM yang tergabung dalam Komunitas Warga Peduli Ngawi (KOWPLING) terkait dampak  exsplorasi/galian C di bawah bendera PT FLESH guna pemenuhan kebutuhan tanah uruk proyek tol.

Pasalnya, kegiatan penambangan tersebut disinyalir merusakan ekosistem taman wisata tawun dan dampak social pada warga desa tawun, khususnya warga dusun tawun III yang sekarang telah merasakan dampaknya.

Mendasar informasi masyarakat kegiatan penambangan tanah uruk tersebut sudah berlangsung 1 tahun dengan luas lokasi pertambangan kurang lebih 5 hektar serta kedalaman berkisar 25-30 meter dari kondisi tanah semula. Imbas  dari pengalian yang diduga mengindahkan regulasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah  (RTRW) Kecamatan Kasreman mengakibatkan banyak sumur warga yang kering, banyak ternak warga yang mati dan pemenuhan kebutuhan air bersih warga terkendala

Lebih mengkwatirkan dugaan terjadi penurunan debit air yang berpengaruh pada perubahan ekosistem obyek wisata pemandian dan observasi satwa bulus di salah satu ikon Kabupaten Ngawi, Pemandian Tawun yang hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi Galian C.

“Sejak awal rencana adanya kegiatan pertambangan di dusun tawun III ini, saya dan sebagian warga menolak, Namun lagi-lagi namanya rakyat kecil tetap kalah dengan kepentingan orang-orang besar. Selama satu tahun di adakan pertambangan ini warga dusun tawun III tidak pernah menerima kopensasi sepeserpun dari PT Flesh. Akibat galian, kami hanya di warisi kegelisahan akan keamanan keluarga kami jika terjadi longsor, kebisingan suara alat berat dan Debu. Untuk waktu sekarang yang sudah jelas kami rasakan dengan warga sini, semua sumur kering, sementara guna pemenuhan kebutuhan air bersih kami warga dusun Tawun III harus menempuh jarak yang cukup jauh,“ Tutur Giman ( nama samara ) warga dusun Tawun III.

Ia juga menambahkan, “Dulu juga pernah di adakan pengalian tanah uruk di lokasi ini yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Obyek Wisata Tawun di hentikan oleh pemerintah tapi entah kenapa sekarang yang di kelola PT Flesh hanya berjarak 200 meter dari Obyek wisata justru di biarkan sampai satu tahun. Parahnya akibat kedalaman pengalian tanah uruk banyak muncul sumber mata air yang di mungkinkan sungai bawah tanah penghubung sumber obyek wisata tawun, di buktikan banyak di temui satwa edemik tawun ( Bulus dan ikan ) yang akhirnya oleh pengelola tambang PT Flesh lokasi genangan di uruk tanah hitam setebal kurang lebih 30 cm dengan alasan reklamasi“.

Lain halnya yang di sampaikan ibu Yuli (nama samaran) warga dusun Tawun III, “Sebenarnya dari Dinas Ngawi (LH dan Pertanian .red ) sering ke sini dan mengatakan, ini menyalahi prosedur tidak boleh. Namun, lagi-lagi semua yang di ucapkan oleh oknum Dinas Ngawi hanya SELOGAN tidak ada tindakan dan solusinya. Terus kami ini mau mengadu ke siapa?“ ungkapnya.

Ketika awak media mengklarifikasi pada warga dusun Tawun III terkait musyawarah pra kegiatan pertambangan di dusun Tawun III dengan kompak mereka mengatakan, “ Selama ini kami tidak pernah di ajak bicara baik oleh PT Flesh dan Kepala Desa, karena kami sejak awal memang menentang keberadaan tambang di dusun kami. Kami hanya sedikit mendengar kabar, warga yang tanahnya di ijinkan di gali mendapat kopensasi Rp 10.000 /rit yang di bayarkan Rp 7000/rit sedang Rp 3000 untuk reklamasi lahan bekas galian “

Sutrisno selaku penanggung jawab kegiatan pertambangan tanah uruk dari PT Flesh pada awak media yang tergabung dalam Kowpling melalui telpon selulernya mengatakan, “Untuk pertambangan galian C di Ngawi kami salah satu yang memiliki ijin resmi. Sebenarnya untuk pertambangan di dusun tawun III kami (PT Flesh .Red) sudah selesai mulai dengan tahap reklamasi lahan dan kami akan menarik alat berat (Bego) dari lokasi tambang. Karena permintaan warga dan kepala desa, kami (Pt.Flesh .red) di minta untuk mendalamkan dan meratakan lokasi tambang dengan alasan akan di gunakan sebagai lahan pertanian, jika terjadi permasalahan di masyarakat silahkan di konfirmasikan pada kepala desa karena PT Flesh memiliki TIEM yang menjebatani warga, pemerintah desa dengan Kami jika terjadi permasalahan“.

Sutopo (nama samaran) staf UPT Obyek Wisata Tawun pada Kowpling yang bertandang ke lokasi wisata tawun menegaskan, “Memang benar terjadi penurunan debit air untuk pemandian Tawun, namun belum bisa di simpulkan menurunnya debit air kolam renang tawun akibat adanya Galian C yang lokasinya cukup dekat dengan Tawun atau memang karena kemarau. Cuma yang membuat kami bertanya sumur warga dekat lokasi pemandian banyak yang sudah kering sementara warga dusun tawun hampir keseluruhannya mandi dan pemenuhan air bersih ke sini. Ini adalah kali pertama di musim kemarau warga dusun tawun kekurangan air sejak adanya aktifitas Galian C di dusun Tawun III,“ (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here