Grebeg Suro Desa Lebakrejo Purwodadi Tahun 2019

0
153

Pasuruan, restorasihukum.com – Dalam rangka memperingati Hari kemerdekaan RI ke-74 tahun dan peringati 1 Suro yang bertepatan dengan bulan Muharrom 1441 Hijriyah, Masyarakat desa Lebakrejo, kecamatan Purwodadi, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menggelar acara pawai ancak atau selamatan desa, Minggu, (01/09/19).

Kegiatan tersebut diikuti oleh semua elemen masyarakat desa Lebakrejo. Bekerjasama dengan dinas pariwisata dan kebudayaan (Disprabud) kabupaten Pasuruan sebagai jurinya.

Turut hadir dalam acara tersebut muspika kecamatan Purwodadi, Disparbud kabupaten Pasuruan, Plt desa Lebakrejo Imam Suwarno. Untuk pengamanan dari panitia kegiatan juga Limnas.

Acara dibuka oleh camat Purwodadi Wardoyo dan Plt desa Lebakrejo Imam sekitar pukul 08.30 wib, dengan start dari dusun Putuk dan finish didusun Batok.

Menurut Imam selaku Plt desa Lebakrejo mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan R ke-74 tahun dan peringati hari besar islam 1441 hijriah yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Kegiatan selamatan desa ini, merupakan agenda rutin tiap tahun desa Lebakrejo dibulan suro dalam rangka memperingati hari besar islam 1 Muharrom 1441 hijriah, juga memperingati hari kemerdekaan RI ke-74 tahun, yang kebetulan bebarengan dengan acara grebeg suro. Masyarakat desa Lebakrejo selalu mengelar acara selamatan desa atau sedekah bumi yang dinamakan dengan Grebek Suro ini dengan tujuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas rejeki, kesehatan yang telah diberikan kepada warga masyarakat desa Lebakrejo juga memang sebagai tradisi yang harus dilestarikan,” ucap Imam.

Warga desa Lebakrejo, lanjut Imam, memang sangat antusia dan sangat mendukung sekali setiap ada kegiatan semacam ini. “

“Tanpa dukungan warga masyarakat, acara ini pasti tidak akan terlaksana. Tidak hanya warga lebakrejo saja yang antusias dalam mengikuti atau menyaksikan kegiatan ini, warga dari luar desa pun banyak yang menyaksikan pawai ancak dalam acara selamatan desa ini,” cetusnya.

Saya berharap, kegiatan selamatan ini, berjalan dengan lancar. Mulai dari awal kegiatan sampai akhir. “Semoga acara ini tahun depan lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Dari pantauan media restorasihukum.com, meski cuaca panas, rute jalan menanjak dan berkelok-kelok, para peserta pawai karnafal sangat semangat dalam menyemarakkan tradisi desanya.

Sekitar pukul 11.30 wib, ancak gunungan hasil bumi tiba di finish dan berkumpul di halaman pendopo kantor desa Lebakrejo. Selanjutnya, ancak didoakan. Dan inilah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat, baik dari desa Lebakrejo sendiri atau dari desa lain yaitu merebutkan gunungan ancak daribhasil bumi yang sudah di doakan sebelumnya.

Selain pawai carnafal, ancak dan seni ujung, warga masyarakat juga malam harinya dihibur wayang kulit. (sy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here