Sabtu, 18 Maret 2017 07:26

Penangkapan Dua Wartawan Di Gresik, Syarat Rekayasa Kriminalisasi Pers

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Gresik, restorasihukum.com - Sungguh malang nasib dua wartawan Dedik Suwanto dan Santoso, dituduh memeras kepala uptd pendidikan cerme, oleh polsek langsung diproses dan dipublikasikan di beberapa media diantaranya infojatim.com dan jatimnews.com serta beberapa media cetak dan online serta televisi, tanpa melalui prosedur yang sesuai SOP.

          Dalam pemberitaan dimedia masa menyebutkan kedua wartawan tersebut ditangkap karena memeras kepala uptd dengan dalih apabila tidak diberikan sejumlah uang maka akan diberitakan dalam medianya, dengan dasar itu polsek cerme dibantu dengan tim saber pungli langsung menangkap dua wartawan.

          Saat dikonfirmasi kedua wartawan menyampaikan pada restorasihukum.com bahwa keduanya sudah ada hubungan baik dengan kepala uptd Ibu Eko, mengingat hubungan baik itulah ketika ada informasi mengenai adanya pungli LKS diwilayahnya, wartawan langsung menginformasihkan pada Bu Eko, setelah hampir seminggu informasi disampaikan Bu Eko menelepon salah satu dari dua wartawan tersebut karena di uptd ada kegiatan. mendengar berita adanya kegiatan dan itu undangan dari Bu Eko mereka datang kekantor uptd dengan janji yang sudah dibuat, alhasil setelah pertemuan dua wartawan keluar dari ruangan Bu Eko menuju pulang, di saat sampai diparkiran tiba tiba ditangkap oleh polisi dan dituduh memeras bahkan langsung diproses di polsek Cerme.

         Dari kronologis kejadian yang dialami dua wartawan tersebut, kuat dugaan bahwa pihak polisi telah bekerja sama dengan uptd untuk menjebak wartawan dengan dalih pemerasan.
Ironinya lagi saat di BAP (berita acara pemeriksaan) dua wartawan sempat dipukul oleh Kapolsek Cerme Akp Tatak S SH dihadapan Kanit Reskrim polsek Cerme, dan beberapa kanit reskrim dari polsek lain bahkan dihadapan wartawan sebua televisi nasional. Tindakan polsek dianggap telah mengkriminalisasi wartawan dan harus ditindak sesuai jalur hukum yang berlaku di negara kesatuan republik indonesia (NKRI).

          Kuat dugaan penangkapan yang dilakukan oleh polsek Cerme beserta jajaran polres Gresik penuh dengan rekayasa untuk mengkriminalisasi pers. Betapa tidak penangkapan dilakukan pada pukul 08.00 wib siang hari lansung dirilis dalam pemberitaan meskipun belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap, disiyalir kerjasama antara skpd dengan pihak polres tertata dengan rapi dan penuh setrategi yang cukup rapi.

           Sedangkan dari laporan informasi yang ada, di wilayah Gresik sarat akan penyimpangan dan tidak terungkap dimedia massa, bahkan dipolsek Cerme sendiri pada saat yang bersamaan ada dua orang tersangka dan sudah ditahan sebelum terjadinya penangkapan pada dua wartawan tapi tidak dipublikasikan pada media masa. (red)

Dibaca 187 kali