Rabu, 01 November 2017 10:17

Suap Oknum Ngaku Wartawan Terkait Berita Miring, Polda Jatim Sulap Kasus

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Surabaya, restorasihukum.com - Dugaan lenyapnya kasus penggerebekan 13 warga negara asing (WNA) di Polda Jatim semakin menguat dengan adanya pengakuan Brigadir R yang telah berikanĀ  sejumblah uang pada dua oknum ngaku dari wartawan senilai puluhan juta rupiah untuk menghapus berita tersebut. Pemberiam 'gratifikasi' itu tidak dengan tunai melainkan sistim transfer rekening bank, Rabu (1/11/2017).


Transaksi itu dilakukan pasca beredar informasi bahwa Polda Jatim diduga telah melepaskan 13 orang pelaku tindak kejahatan cyber crime yang salah satunya merupakan buronan polisi internasional (interpol).

"Saya sudah habis-habisan, saya sudah kirim uang ke rekening mereka (2 oknum wartawan), saat itu anak buah saya yang mentransfer uangnya ke nomer rekening milik AG dan DD (oknum wartawan)," beber brigadir R.

Namun, setelah uang ditransfer ke rekening masing-masing oknum yang ngaku dari wartawan menjanjikan bakal menghapus berita miring di lingkup Polda Jatim dan melibatkan Brigadir R, bukannya terhapus tapi malah gencar pemberitaannya.

Mengetahui belum terhapus, Brigadir R terkejut dan merasa dipermainkan,"Kaget dan kecewa, mereka mengaku sebagai pemilik karya tulis di media online yang memberitakan saya, uang sudah saya transfer ke rekening masing-masing senilai Rp 25 juta," paparnya.

Peristiwa mediasi itu, lanjut Brigadir R, dijembatani oleh salah seorang wartawan 'BY' mitra baiknya yang ngepos di Polda Jatim. Kini sang brigadir tersebut telah dipindah tugaskan di wilayah hukum Pacitan, terkait berita dugaan pelepasan 13 WNA oleh Polda Jatim.

Terpisah, AG saat ditanya mengenai pertemuannya dengan Brigadir R serta adanya suap uang untuk penghapusan berita, membantah dan menjelaskan dengan alasan seprofesi,"Tidak benar itu, wartawan kok wawancara wartawan." ujar AG.

Sementara, dengan pertanyaan sama, DD tidak memberikan respon penjelasan sedikit pun mengenai adanya hal tersebut. Sehingga, pengakuan Brigadir R menguatkan dugaan adanya pelepasan segerombolan Hacker dari negara asing oleh Polda Jatim. (red/sg/Snd)

Dibaca 102 kali