Redaksi

Redaksi

Selasa, 12 Juni 2018 09:15

GUNUNGSITOLI, restorasihukum.com -  Polres Nias melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba - Tahun 2018 di Lapangan Apel Mapolres Nias Daerah Sumatera Utara, Jumat (08/06/2018) pagi.


Apel  tersebut dipimpin oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, dengan Perwira Apel AKP Rusbeny,SH dan Komandan Apel Ipda Dimas Adit S.Tr.K. dihadiri Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu,SH,MH, Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Yohanes RS. Purba,SH,M.Tr serta Waka Polres Nias Kompol Emanueli Harefa,S.Pd,M.H.


Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, membacakan amanat Kapolri Prof.H.Muhammad Tito Karnavian,Ph.D dalam rangka Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba Tahun 2018.

         Operasi Ketupat Toba Tahun 2018 diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda Jajaran selama 18 hari, mulai tanggal 07 sampai tanggal 24 Juni 2018, melibatkan 173.397 personil gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda serta stakeholders bersama elemen masyarakat. ujar Kapolres Nias

        Pada Operasi tahun ini, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama yaitu :stabilitas harga pangan, kelancaran dan keselamatan arus mudik serta arus balik, potensi bencana alam  dan gangguan Kamtibmas serta ancaman tindak pidana terorisme, Pengamanan tempat ibadah, juga pusat keramaian, Mako Polri serta aspek keselamatan personil harus menjadi perhatian. Tegas Kapolres Nias

Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan² TNI serta stakeholders terkait lainnya. tegas mantan Waka Polres Tebing Tinggi ini.
Di akhir amanatnya, "Kapolres Nias menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H dari Kapolri kepada seluruh peserta Upacara"
(al)

Selasa, 12 Juni 2018 08:53

Malang, restorasihukum.com - Proyek pembangunan jalan dibangun dengan dana dari rakyat, semestinya rakyat mengetahui berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membangun dan berapa volume pekerjaan yang harus dicapai.

Hal ini jadi pertanyaan besar dalam benak masyarakat wilayah Malang Utara, betapa tidak di beberapa titik proyek pembangunan jalan tidak dilengkapi dengan papan proyek sesuai dengan peraturan yang ada, sedangkan proyek proyek tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai speks.

Sebut saja pak Tarjo saat dikonfirmasi terkait proyek pekerjaan jalan yang ada didepan rumahnya menyampaikan "Saya kurang tahu mas proyek jalan ini dari pt apa yang membangun, sebab disini juga tidak ada papan proyeknya, sedangkan setahu saya dimana mana pekerjaan proyek dari pemerintah biasanya ada papan nama proyek yang menyebut siapa kontraktor pelaksananya, konsultan pengawas, konsultan pelaksana serta pagu anggaran serta dari dinas apa yang mengadakan. " terangnya.

Demi untuk memberikan informasi pada masyarakat dan biar tidak ada kecurangan serta timbulkan kecurigaan dan asumsi negatif dari masyarakat diharapkan pemerintah setempat ataupun dinas terkait memberikan papan proyek dalam setiap pekerjaan yang bersuber dari dana rakyat.

Hingga berita ini diterbitkan pihak terkait belum bisa dikonfirmasi karena bersamaan dengan libur hari raya idul fitri. (hr/red)

Jumat, 08 Juni 2018 20:15

Pasuruan, restorasihukum.com - Guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan wargnya, pemerintah desa Sekarmojo, kecamatan Purwosari, kebupaten Pasuruan, tahun ini akan membangun akses jalan pertanian, pavingisasi, tembok penahan tanah (TPT), plengsengan, juga penambahan jaringan air bersih.

          Di tahun 2018 ini, pemerintah desa Sekarmojo mendapatkan kucuran dana dari pemerintah sebesar 1,7 Milyar, meningkat dari tahun kemarin sebesar 1,4 Milyar.

          Kepala desa Sekarmojo "Kunto Dewo" yang juga sebagai ketua paguyuban kepala desa se-kecamatan Purwosari mengatakan, anggaran tahun ini sudah cair, baik itu dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).

          "Meski anggaran sudah terserap, pembangunan tahap pertama masih belum dikerjakan mas, soalnya dana cair mepet dengan hari raya, sehingga untuk mendatangkan paving tidak mungkin, kalau pasir saja bisa, jadi untuk pembagunan tahap pertama dikerjakan setelah hari raya," terang Dewo nama akrabnya pada media restorasihukum.com, Jum'at, (08/06/18).

         Tahun ini, lanjut Dewo, masih prioritaskan pembangunan fisik, seperti jalan usaha tani, pavingisasi , TPT, plengsengan, kanopi pendopo, tribun lapangan juga penambahan jaringan air bersih.

          "Anggaran 20% sebesar 119 juta tahap pertama, akan dialokasikan untuk pembangunan Pavingisasi dusun Candi dengan panjang 370 meter, juga jalan usaha tani anggaran dari dinas,"paparnya.

          Sementara tahap kedua dan terakhir, ada plengsengan, TPT, plengsngan, kanopi, tribun lapangan, juga ada penambahan jaringan air bersih.

          "Untuk plngsengan tahap kedua didusun Mojo, panjang 208 meter, dengan mengalokasikan dana sebesar 51 juta. penambahan jari air bersih untuk 20 rumah," terangnya.

          Dengan adanya program pembangunan desa, masyarakat bisa menikmati dan merasakan dana bantuan dari pemerintah ini dan juga bisa menambah nilai jual hasil pertanian seperti padi, kacang, kedelai, dan jagung.

          "Sebelumnya, akses jalan pertanian sempit, mobil tidak bisa masuk. Kini, setelah jalan diperlebar dan di paving, mobil bisa masuk untuk mengangkut hasil pertanian. Dengan begitu, nilai jual hasil pertanian nantinya bisa bertambah," pungkasnya.(sy)

 

 

 

Jumat, 08 Juni 2018 18:22

Kertajati,  restorasihukum.com - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT mewakili Gubernur Jatim menaiki penerbangan komersial perdana tujuan bandara internasional Kertajati Jabar dari Juanda Sidoarjo. Penerbangan komersial perdana ini dilakukan oleh maskapai Citilink bernomor  QG 9820, menggunakan pesawat Airbus A320-200. Pesawat terbang pukul 05.00 WIB dari Bandara Juanda Surabaya, Jum'at (8/6). Kadishub menjadi   orang pertama yang menginjakkan kaki di bandara Kertajati.
 
Menurut Wahid Wahyudi, pemilihan rute Juanda-Kertajati sebagai rute komersial  merupakan pilihan  tepat, terutama melihat potensi besar dua wilayah, Jatim-Jabar. Misalnya, Jatim dengan bandara internasional Juandanya, saat ini telah melayani 39 rute penerbangan berjadwal, yakni 33 rute penerbangan domestik dan 6 rute penerbangan internasional.  
 
Dengan beragam jadwal tsb, jumlah penumpang di Juanda pada tahun 2017 tercatat mencapai 20,13 juta penumpang atau pertumbuhan rata-rata penumpang 9,46% pertahun. Demikian pula, potensi besar juga dimiliki Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. “Pemilihan city link on thenright track,”ujarnya memuji manajemen maskapai low cost ini.
 
Tentang bandara Kertajati yang menambah jumlah bandara internasional di Indonesia, dijelaskan Kadishub Wahid Wahyudi, memiliki Runway 2.500 m x 60 m. Gedung terminal seluas 90.000 m2 yang dibangun oleh BUMD PT. Bandara Internasional Jabar (PT.BIJB).   
 
Sementara itu, sumber dana untuk sisi darat dilahan seluas 1.000 ha senilai sekitar Rp 1 trilyun dari APBD Prov Jabar, gedung terminal senilai sekitar Rp. 2,3 Trilyun dari BUMD PT. BIJB, dan runway sekitar Rp 800 Milyar didanai APBN pos Kementerian Perhubungan.
 
Juanda Menjadi Airport City
 
Terkait bandara Juanda sebagai pintu gerbang utama Jatim, dijelaskan Wahid Wahyudi, akan dikembangkan menjadi Juanda Airport City, dengan luas lahan sekitar 6.000 Ha. “Peruntukkannya,  1.750 Ha dimanfaatkan sebagai fasilitas bandara, dan 4.250 Ha digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan wisata,”ucapnya.  
 
Runway bandara Juanda, lanjutnya, juga ditambah dua buah dan satu gedung terminal ber kapasitas 70 juta penumpang pertahun dengan aksesibilitas langsung ke Jalan tol dan sekaligus terintegrasi dengan kereta bandara. (hpj/red)

Kamis, 07 Juni 2018 03:17

Surabaya, restorasihukum.com - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memastikan kondisi makro ekonomi Jatim pada Triwulan (TW) I tahun 2018 ini berjalan baik. Dimana, perekonomian Jatim pada TW I tahun 2018 ini tumbuh sebesar 5,5 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebesar 5,45 persen.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Forkopimda Jatim di Graha KADIN Jatim, Jalan Bukit Darmo Raya No. 1 Surabaya, Rabu (6/6).

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengatakan, tiga sektor utama yang dominan pada TW I tahun 2018 yakni industri pengolahan yang berkontribusi terhadap PDRB sebesar 29,53 persen, industri perdagangan yang berkontribusi  sebesar 17,97 persen, serta industri pertanian yang berkontribusi sebesar 12,20 persen.

Menurutnya, ada fenomena menarik dalam pertumbuhan ekonomi Jatim kali ini. Dimana secara umum pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan tingginya inflasi. Namun, yang terjadi di Jatim justru sebaliknya.

“Khusus di Jatim pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasinya rendah, ini fenomena unik di tengah krisis ekonomi saat ini. Jadi ini luar biasa,” terangnya.

Inflasi di Jatim sendiri senantiasa terjaga. Dimana sampai dengan bulan Mei 2018 inflasi Jatim tercatat sebesar 2,74 persen, turun dibandingkan bulan April 2018 yang sebesar 3,05 persen. Angka ini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 3,23 persen.

“Bahkan khusus volatile food, pada bulan Ramadhan ini tercatat deflasi 0,29 persen,” katanya.

Menurutnya, terjaganya kondisi makro ekonomi Jatim ini tak jauh dari situasi aman dan nyaman di Jatim. Bila kedua hal ini terus dijaga, maka kondisi makro ekonomi akan berjalan baik. “Terimakasih kepada para pengusaha yang ikut berjasa menjaga kondisi ini,” katanya.

Tidak hanya itu, ketahanan masyarakat Jatim terhadap suatu distorsi juga sangat tinggi. Seperti saat teror bom yang terjadi beberapa waktu lalu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan masyarakat sangat kompak.

“Makanya hari keempat setelah tragedi bom kemarin ekonomi kita sudah stabil, ini ciri khas masyarakat Jatim,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo berharap di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini dapat berjalan lancar dan penuh berkah. “Semoga dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” katanya yang dalam acara ini secara simbolis memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu dari 10 yayasan yatim piatu di Surabaya. Total anak yatim piatu yang mendapat santunan dalam acara kali ini berjumlah 100 orang.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Jatim, La Nyala M. Mattalitti berterimakasih kepada Pakde Karwo  yang tak pernah absen menghadiri acara buka puasa bersama KADIN Jatim. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Pakde Karwo yang di akhir masa jabatannya, mampu membuat deflasi Jatim tercatat sebesar 0,29 persen. “Ini sejarah yang sangat baik,” katanya.

Turut hadir Kapolda atim, Irjen. Pol. Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, unsur Forkopimda Jatim, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Ketua KADIN kab/kota se-Jatim, pengurus HIPMI Jatim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.(hpj/dewi)                 

Kamis, 07 Juni 2018 03:12

GUNUNGSITOLI, restorasihukum.com - Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, gelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak di Kabupaten Nias selaku wilayah Hukum Mapolres Nias Daerah Sumatera Utara yang dilaksanakan, Rabu 06 Juni 2018.


Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH,  bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara No. 1 Gunungsitoli, Selasa (05/06/2018) siang.

Pilkades serentak yang berlangsung di 46 TPS pada 10 Kecamatan ini, Polres Nias mengerahkan 277 personil Pengamanan yang terdiri dari personil Polres Nias dan BKO dari Polres Nias Selatan.
Dalam amanatnya, Kapolres Nias menyampaikan kepada seluruh personil yang terlibat Pengamanan TPS untuk melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. tegas Kapolres Nias
          Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab serta jangan meninggalkan TPS sebelum proses  pemilihan selesai dengan aman dan kondusif, dan Laporkan setiap kejadian di TPS secara berjenjang kepada Perwira Pengendali yang akan mengawasi masing² kecamatan. tuturnya


Pada Pilkades serentak ini Polres Nias mengerahkan kekuatan penuh tiap² TPS akan diamankan oleh 2-4 personil Polri sesuai dengan tingkat kerawanannya.

Selain itu, 2 Peleton pasukan akan membackup serta melakukan patroli di sejumlah titik rawan,“ tambah Alumni Akpol 2000 ini.
(al)

Rabu, 06 Juni 2018 21:03

Pasuruan, restorasihukum.com - Hampir semua desa di Indonesia sudah menyerap anggaran bantuan dari pemerintah tahun 2018, baik bersumber dari APBN maupun dari APBD. Meski ada juga pemerintah desa yang belum bisa menyerap anggaran dana, karena ada kendala terkait pengajuan laporan yang kurang lengkap.

           Salah satu desa yang sudah menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2018, adalah desa Jatiarjo, kecamatan Prigen, kabupaten Pasuruan.

           Kepala desa Jatiarjo "Sareh"mengatakan, APBDes 2018 sudah terserap sebesar 20% dari Dana Desa (DD), 40% dari Alokasi Dana Desa (ADD). 

           "Tidak hanya itu, anggaran pendapatan belanja desa tahun ini meningkat dibanding tahun 2017 dari 1,6 Milyar naik menjadi 1,9 Milyar, " terangnya pada media restorasihukum.com, Rabu,(06/06/18)

           Tahun ini, lanjut Sareh, masih prioritaskan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.

           "Tahun ini masih prioritaskan pembangunan infrastruktur sebanyak 25 titik seperti pavingisasi, drainase, tembok penahan tanah (TPT), juga ada wisata kampung kopi. Selain pembangunan, juga pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan," paparnya.

           Untuk tahap pertama ini, pembangunan paving di 3 titik yakni dusun Tonggoa, rt 40, volume 300x2 sebesar 40 juta, rt 42, volume 200x2 sebesar 35 juta,  jalan penghubung antara dusun Tegal Kidul dengan dusun Tonggoa, volume 250x 3 sebesar 120 juta. Ada juga perbaikan TPT, dusun Cowek, volume 6x2 sebesar 11 juta,  pengecetan kantor desa sebesar 27 juta, penambalan aspal atau tambal sulam, dusun Tegal Kidul sepanjang satu kilo sebesar 15,5 juta. Cuma tambal sulam yang pakai rekanan," tuturnya.

           Ia menambahkan, pembangunan tahap pertama ini, semua sudah selesai dikerjakan, terakhir tinggal tambal sulam saja. 

           "Semoga dengan adanya pembangunan didesa Jatiarjo, masyarakat bisa merasakan dan menikmati dana desa ini, sehingga kedepannya, perekonomian masyarakat lebih meningkat dan lebih sejahtera," pungkasnya.(sy)

Rabu, 06 Juni 2018 20:52

Pasuruan, restorasihukum.com - Pemerintah desa Bulukandang, kecamatan Prigen, kabupaten Pasuruan mulai laksanakan pembangunan, setelah APBDes 2018 sudah terserap awal juni ini.

          Kepala desa Bulukandang "Wakit Mulyo" mengatakan, APBDes 2018 desa Kandangan sudah turun, baik dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).

          "Untuk tahap pertama ada pavingisasi dusun Kandangan Krajan, rt 003, rw 001, dengan volume, panjang 190 meter, lebar 3 meter sebesar 74 juta. Tahap kedua pengadaan mobil ambulan desa sebesar 250 juta, tahap terakhir ada perataan jalan," terangnya pada media restorasihukum.com, Rabu, (06/06/18).

          Untuk pembangunan paving dusun Kandangan krajan itu tukangnya dari luar desa Bulukandang, kulinya warga sendiri. 

           "Untuk pasang paving kami cari yang ahlinya dari luar desa, yakni dari banyu biru pasuruan, sistemnya borongan, permeternya 8000, kalau bukan ahli paving takutnya nantinya hasilnya jelek juga waktunya lama. Sedangkan kulinya warga sendiri dengan gajian harian sebesar 75 ribu perharinya," paparnya.

          Sementara itu, salah satu tukang mengatakan, pemasangan paving mulai senin kemarin, hari ini pasti sudah selesai, dirinya mengaku berasal dari lawang, bukan dari Banyu Biru Pasuruan.

          Pembangunan paving ini sistem borongan mas, di kerjakan oleh 9 orang, dengan 2 tukang, 8 kuli sebagian dari warga sini sendiri," kata salah satu tukang pada media restorasihukum.com.(sy)