Redaksi

Redaksi

Senin, 09 Juli 2018 20:50

Jakarta, restorasihukum.com - Untuk kesekian kalinya Polisi menembak mati pelaku kejahatan jalanan yang sudah meresahkan masyarakat. Kali ini, jajaran Unit Reskrim Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat menembak mati BS (25) warga Jalan Jati Cengkareng Timur, Cengkareng Jakarta Barat usai melakukan aksi nekatnya merampas tas milik korban (Ayu Rosilah) di Jalan Galunggung Raya Cengkareng Timur, Cengkareng Jakarta Barat, Minggu (08/07) malam

Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri SH MH mengungkapkan, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur lantaran pelaku (BS) mencoba melawan saat diminta melakukan pengembangan terhadap dirinya. Nyawa BS pun tak tertolong saat dibawa ke Rumah Sakit

"Pelaku mencoba melawan. Mengingat keselamatan petugas terancam terpaksa kita beri tindakan tegas dan Terukur," Ungkap Kompol Khoiri didampingi Kanit Reskrim AKP Antonius, Senin (09/07/18)

Masih lanjut dikatakan Kapolsek, penangkapan terhadap pelaku BS ditenggarai berdasarkan laporan korban. Saat itu, korban sedang berjalan kaki di sekitaran Jalan Galunggung Raya, kemudian pelaku yang melintas dengan mengunakan sepeda motor Honda Vario langsung memepet korban dan merampas sebuah tas yang dipegang oleh korban.  

Setelah berhasil merampas tas milik korban, BS langsung melarikan diri.  Beruntung saat yang bersamaan,  anggota Buser Polsek Cengkareng yang sedang observasi wilayahnya melihat kejadian tersebut, kemudian mengejar pelaku dan berhasil diamankan berikut   Barang buktinya.

"Modus pelaku ini memepet korbannya lalu langsung merampas tas milik korban," Lanjut Kapolsek Cengkareng

Khoiri menambahkan, saat dilakukan pengembangan terhadap pelaku yang diamankan, BS   melakukan perlawanan terhadap petugas. Mengingat keselamatan anggota terancam, petugas memberikan tindakan tegas dan terukur

"Pelaku dinyatakan meninggal dunia pada saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit," Tambahnya

Berdasarkan bukti-bukti yang didapat,  pelaku sudah sering melakukan perbuatan yang sama lantaran  adanya beberapa laporan Polisi yang dilaporkan oleh korbannya di Polsek Cengkareng dalam Kasus yang serupa. Pelaku juga merupakan kelompok geng Saber

"Pelaku BS ini merupakan pemain lama.yang kerap melakukan aksinya. Kita masih melakukan pengembangan karena pelaku ini diduga merupakan sindikat Geng Saber," Pungkasnya

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa tas milik korban yang berisi Handpone,  dompet yang berisikan uang dan surat - surat penting, satu unit Motor Honda Vario warna hitam dan HP milik pelaku.

Senin, 09 Juli 2018 19:52

Kebumen, restorasihukum.com - Setelah Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKP-LH) Kebumen pada bulan April 2018 lalu berhasil menindak pembuangan limbah batu bara di tiga Desa Kecamatan Kuwarasan, kini pihak DPKP-LH Kebumen kembali menemukan pembuangan limbah batu bara secara sembarangan yang digunakan sebagai bahan urugkan lahan sawah di Desa Pesuningan Kecamatan Prembun - Kebumen pada hari Jum'at (06/07/2018).

"Berdasarkan laporan masyarakat kami menemukan pelanggaran terhadap larangan penggunaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) berupa penggunaan limbah batu bara sebagai bahan urugan lahan sawah di Desa Pesuningan Kecamatan Prembun Kebumen," ujar Kasi Penaatan dan Pengkajian DPKP-LH Kebumen, Siti Durothul Yatimah MM, di ruang kerjanya, Senin (09/07/2018).
 
Penggunaan limbah batu bara sebagai bahan urugan di Pesuningan tersebut sama seperti yang  terjadi di Desa Kuwaru, Banjareja dan Gumawang Kecamatan Kuwarasan Kebumen pada April 2018 lalu.

Mengingat limbah batu bara termasuk dalam kategori limbah B3 yang membahayakan lingkungan  maupun makhluk hidup di sekitarnya dan dilarang berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, maka DPKP-LH Kebumen segera mengambil tindakan ke lokasi pelanggaran di Desa Pesuningan.

"Selain peringatan lesan dan tertulis kepada warga yang diduga sebagai pelakunya agar segera membersihkan lahan dari limbah tersebut, kami juga berkoordinasi dengan aparat Pemerintahan Desa dan Kecamatan setempat agar melakukan pembinaan kepada warga mereka," ujar Siti.

Tentang asal usul limbah batu bara tersebut, diduga berasal dari sisa produksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Cilacap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya. Namun hingga kini Disperkimlh Kebumen belum mengetahui pihak yang memasarkan limbah tersebut kepada masyarakat Kebumen. (**)

Senin, 09 Juli 2018 18:48

GUNUNGSITOLI,  restorasihukum.com - Selamat Hut Bhayangkara ke 72 - 01 Juli 2018 Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam rangka menyambut Hut Bhayangkara ke 72, Kepolisian Resor Nias Daerah Sumatera Utara melakukan kegiatan bakti sosial pengobatan THT kepada masyarakat Wilkum Polres Nias secara gratis di Klinik Mapolres Nias. (07/07/2018)
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH,menyampaikan bahwa pengobatan THT gratis ini kerjasama antara Polres Nias dengan Lions Club Medan (IDI) dalam rangka memperingatan Hut Bhayangkara ke-72 - 01 Juli 2018 Dimana Polri genap berusia 72 Tahun, dalam perjalanannya begitu banyak menemui rintangan melaksanakan tugas melayani masyarakat dan menjaga kamtibmas.
       Alhamdullilah kemarin kita sudah mendapatkan berita baik dari survei kompas limbang, dan hasilnya kepercayaan masyarakat kepada Polri mencapai 82% dan menjadi kebanggaan kami sebagai anggota Polri. Ujar Kapolres Nias
Hal itu memacu kami Polri khususnya keluarga besar Polres Nias untuk memberikan pelayan terbaik dalam bidang keamanan di wilayah Hukum Mapolres Nias.

Pagi ini kita mengadakan bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis THT, awalnya kita akan melakukan operasi katarak tetapi karena keterbatasan waktu sehingga kami ubah menjadi pengobatan THT.

Namun penggantian kegiatan ini tidak mehilangkan makna tentang keperdulian antara Polres Nias dan Lions Club kepada masyarakat Kepulauan Nias, yang mana untuk pengobatannya langsung ditangani oleh tenaga dokter dari medan.
Sebelumnya, Kapolres Nias, dan Wakapolres Nias bersama perwakilan Lions Club, memberikan bingkisan peralatan sekolah kepada anak yatim.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, dan Wakapolres Nias Kompol Emanueli Harefa, S.Pd.,MH, Koordinator Lion Clubs Ir. Karun Wirianto, PJU Polres Nias, para Kapolsek sejajaran, Ibu Bhayangkari dan 250 orang pemeriksaan THT secara gratis bekerjasama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Lion Clubs Medan (Host).
(al)

Senin, 09 Juli 2018 14:51

Malang,  restorasihukum.com - Diduga Polres Malang Jawa Timur kurang serius tangani kasus pencurian yang dilakukan oleh oknum sekcam bernama H Sugeng, dari laporan yang dilakukan oleh saudari Eka Maria Agustina pada bulan Februari 2018 lalu.

Hal ini dikuatkan adanya informasi bahwa terlapor hingga saat ini masih bebas berkeliaran dirumahnya, saat tim media restorasihukum.com hendak konfirmasi pada terlapor (H Sugeng)  beliau enggan menemui bahkan terkesan menghindar.

Baca juga : http://restorasihukum.com/hukum-kriminal/item/5585-lima-bulan-kasus-362-kuhp-belum-ada-kejelasan-proses-hukum

Saat dikonfirmasi pada kanit 2 tipiter selaku penyidik (Ipda Agung Hartawan) melalui pesan singkat whatsapp tidak juga memberikan Jawaban sebagai penyeimbang dalam pemberitaan.

Tak luput redaksi juga coba klarifikasi pada Kasat Reskrim Polres Malang Kabupaten Akp Adrian, beliau malah emosi karena berita sudah dimuat "Klo blm ada jawaban terus knp anda bikin berita anda bikin berita kaya gini???" ungkapnya melalui pesan whatsapp.

Namun saat redaksi meminta waktu untuk konfirmasi pemberitaan agar lebih jelas hingga berita ini diterbitkan belum juga ada jawaban, kapan beliau bisa ada waktunya untuk memberikan informasi yang sesuai dengan proses hukum dan sudah sejau mana proses tersebut.

Redaksi juga sudah mencoba klasifikasi pada kabid humas polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera akan SOP penanganan kasus 362 KUHP namun sampai berita ini diterbitkan belum juga ada jawaban. (red/tim)

Senin, 09 Juli 2018 14:09

Mojokerto, restorasihukum.com - Polres Kabupaten Mojokerto melakukan giat donor darah serentak dalam rangka Hari Jadi Bhayangkara ke 72 di gedung Wirastya, Senin (9/7/2018) pukul 08.00 WIB. Dalam giat donor darah ini hadir pula Bupati Mojokerto Ipung Kasiadi, Dandim 0815 Letkol kav Hermawan SH, Dinas Kesehatan Mojokerto Didik Ainul Yakin, dan TNI serta Lembaga Pelestari Adat Mojopahit.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmarta mengatakan Alhamdulilah dalam kegiatan donor darah secara serentak ini berjumlah 1500 dan dibantu 9 UPT PMI dari Bangkalan, Bojonegoro, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Surabaya, Mojokerto Kota, dan Pasuruan, dari jumlah 9 UPT ini akan disebar ke masing masing kecamatan.

“Karena memang jumlahnya sangat banyak sehingga kami membutuhkan bantuan dari teman-teman PMI,” tutur Kapolres

Saat disinggung soal target Kapolres Mojokerto, AKBP leonardus mengatakan targetnya untuk kuantitas sebanyak 1500.

“Dan stok darah di Kabupaten Mojokerto juga kosong, dengan adanya ini mudah-mudahan bisa penuh lagi.” pungkasnya.(Ek)

Senin, 09 Juli 2018 11:58

Jakarta, restorasihukum.com - Seorang siswi SMP berinisial RI (14), disandera kelompok debt collector di salah satu kantor perusahaan leasing di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018) malam. Penyebabnya hanya gara-gara RI menunggak cicilan sepeda motor selama tiga bulan.

Dalam penyanderaan itu RI diduga nyaris diperkosa kelompok debt collctor tersebut. Polsek Palmerah yang mendapat laporan langsung melakukan penggerebekan di perusahaan leasing tersebut.

Kapolsek Palmerah Kompol Aryono mengatakan kejadian itu bermula saat pihaknya didatangi seorang ibu bernama Nining (42) menjelang magrib tadi malam.

Saat itu Nining datang dengan kondisi menangis dan mengaku anaknya disekap sekelompok debt collector. Tanpa pikir panjang, pihaknya langsung mendatangi kantor perusahaan leasing tersebut.

Melihat kedatangan polisi, para debt collector dan karyawan perusahaan leasing itu langsung kocar kacir. “Saat kami datang, RI tengah menangis di salah satu ruangan,” ujar Kompol Aryono yang memimpin langsung penggerebekan itu.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan sembilan orang. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara lima debt collector masih diburu petugas.

“Pelaku ada lima. Kami kejar malam ini. Ini sangat meresahkan, apalagi korbanya anak di bawah umur,” tegas Kompol Aryono.

Sementara itu, saat ditemui di Polsek Palmerah, RI masih tampak shock. Kelopak matanya tampak lebam. Baju dan roknya terlihat sudah kusut.

Terkait sepeda motornya yang dista kelompok debt collector, Nining mengakui memang memiliki tunggakan cicilan selama tiga bulan. Namun ia tidak terima cara yang dilakukan oleh pelaku.

Sumber informasi "rekan provos Polda Metro Jaya"

Senin, 09 Juli 2018 08:48

Surabaya, restorasihukum.com - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo beserta Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si menghadiri peluncuran buku istri Presiden RI ke-6 Ani Yudhoyono yang bertajuk “10 Tahun Perjalanan Hati”. Peluncuran buku ini digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.30 hingga pukul 19.00 WIB.

Selain Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim dan Bude Karwo, kegiatan ini juga dihadiri antara lain Presiden RI ke-6 Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono bersama sang istri Anisa Pohan, Edy Baskoro Yudhoyono bersama istri Siti Aliya Ruby Rajasa, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Terdapat beberapa undangan khusus yang turut menarik perhatian, yaitu para followers Instagram dan Facebook Ani Yudhoyono yang sengaja didatangkan untuk menghadiri peluncuran buku tersebut.

Dalam sambutannya, Ani Yudhoyono mengatakan, bahwa buku itu menceritakan pengalaman hidupnya selama mendampingi Presiden RI ke-6 yang biasa dipanggil SBY saat menjabat dan menjalankan tugasnya selama 10 tahun. “Ini merupakan pembelajaran dan pengalaman hidup yang luar biasa, karena tidak semua perempuan Indonesia bisa memperolehnya,” tuturnya.

Menurut Ani-sapaan lekat Ani Yudhoyono, pengalaman yang dirasakannya saat menjadi ibu negara perlu dibagikan kepada sahabat, kerabat, dan rakyat Indonesia. Apalagi, ia teringat saat awal menjadi ibu negara tidak ada panduannya dan tidak ada buku yang bisa dibaca untuk dipelajari.

"Saya ceritakan pengalaman ini kepada Agus, Ibas, Annisa dan Aliya. Mereka antusias mendengarkan cerita saya. Mengapa tidak pengalaman langka saya bagikan pada rakyat Indonesia," ucap Ani.

Ani mengaku, tahap penyusunan buku berhalaman 539 itu cukup lama karena berbagai kendala, seperti kesibukan dirinya dan sang penulis Alberthiene Endah. Buku itu memang cukup tebal, karena selain berisi kisah perjalanan mendampingi SBY, buku juga berisi foto-foto. “Buku ini meski cukup tebal namun tidak membosankan untuk dibaca, sebab bahasanya enak, cerita menarik dan penuh dokumentasi," terangnya.

Dalam kesempatan sama, Presiden RI ke-6 SBY mengatakan, buku tersebut merupakan buku yang baik untuk dibagikan karena berisi perjalanan hati selama mendampinginya. Selain itu, buku itu juga menunjukkan bahwa dalam setiap keberhasilan seorang pemimpin ada peran penting istri sebagai pendamping hidup.

“Saya dulu bisa kuat, tabah, sabar, bertahan serta tidak menyalahgunakan wewenang yang saya miliki, karena bu Ani selalu mendampingi saya dalam tiap suka dan duka. Dan kami selalu memegang prinsip love, care, and share,” pungkasnya. (Hpj:dwi)

Senin, 09 Juli 2018 07:31

Mojokerto, restorasihukum.com - Tambah satu lagi, Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto resmi ditahan oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto terkait kasus dugaan tilep dana proyek fiktif yang pendanaannya bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada tahun 2015. Ia adalah Kades Banjarsari Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, bernama Andi Mulyono.

Dengan adanya perbuatan Andi Mulyono tersebut, maka ia bisa dikatakan sebagai orang yang memperlambat program Presiden Jokowi mengenai percepatan dan pemerataan pembangunan di Desa. Bahkan perbuatannya Andi Mulyono juga telah merugikan keuangan negara senilai ratusan juta rupiah.

"Pada kenyataannya yang sesuai fakta dilapangan dan hasil audit Inspektorat tidak ada pembangunan proyek yang dimaksud alias proyek fiktif. Untuk itu, kita tunggu hasil persidangan nanti, karena lantaran pengakuan tersangka masih belum bisa dipertanggung jawabkan oleh yang bersangkutan," Kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Mojokerto, Agus Hariono kepada sejumlah awak media di Kantornya.

Tentunya, masih Agus Hariono menjelaskan, Kejari telah menerima berkas pelimpahan perkara tahap II dari penyidik Polres Mojokerto Kota mengenai kasus tindak pidana korupsi dana ADD dan DD yang melibatkan tersangka Kades Banjarsari, yakni Andi Mulyono, dan tersangka akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Kota Mojokerto.
"Penahanan tersangka akan dilakukan selama 20 hari ke depan hingga 24 Juni untuk kepentingan penyidikan oleh jaksa penyidik," Jelasnya.

Sambung Agus Hariono menandaskan, "kejahatan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka berupa dua proyek fiktif yakni pembangunan jalan paving di Dusun Banjarsari dan gapura di Dusun Jeruk Kidul Desa Banjarsari," Tandasnya.

Sekedar informasi, DD dan ADD yang diduga ditilep oleh Andi Mulyono, Kades Banjarsari kurang lebih sebesar Rp. 296 juta. Mari kebenarannya kita tunggu didalam persidangannya nanti. (Red).