Ini Himbauan BMKG Terkait Rekaman Video Gejolak Air Kolam Renang Di Juanda

0
10

Sidoarjo, restorasihukum.com – Warganet beberapa hari ini dihebohkan dengan viralnya rekaman video gejolak air kolam renang. Sebab dalam rekaman tersebut dikaitkan dengan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dalam rekaman video yang berdurasi sekitar 2.17 menit itu terlihat ada seseorang yang hanya duduk sendirian di pinggir kolam. Sesaat kemudian orang itu tampak terkejut dengan ombak dan gejolak air meski tidak ada orang yang sedang berenang. Belakangan diketahui lokasi kolam renang berada di Tirta Krida Lanudal, Juanda, Sidoarjo.

Rekaman video tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi pesan berantai di aplikasi obrolan online.

“Kolam ini aneh, bergerak sendiri tidak ada yang berenang disini. Kejadian ini di kolam renang juanda AL sudah berlangsung 3 hari dan sebelum gempa di Palu juga bergerak sendiri, harusnya segera diteliti ini. Semoga Pulau Jawa aman dari gempa,” tulis pesan berantai yang beredar di media sosial.

“Aneh betul dan misterius, apakah ini alam memberikan tanda – tanda nya. Sebelum gempa Palu, air kolam renang tersebut gerak 2 kali. hmmmm, coba dilihat,” Tulis Warganet di media sosial.

Menanggapi hal itu, pihak Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (2/10/2018) kemudian memberi press release yang menyatakan, pihak BMKG tidak mendeteksi adanya sinyal gempa pada saat kejadian di lokasi setempat. Sedangkan video yang sudah viral itu terjadi pada Jumat, 28 September 2018. Pukul 17.20.

Dalam siaran press yang diterima redaksi, BMKG menjelaskan pada saat kejadian (pergerakan gelomban di kolam renang), sensor gempa di Stasiun Geofisika Tretes tidak mencatat adanya sinyal gempa.

Yang kedua, BMKG menyatakan jika kejadian ombak di kolam renang tersebut bukan berasal dari kegempaan yang tercatat di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya.

Untuk itu, pihak BMKG Jatim meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya kabar hoax tersebut. “BMKG mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh kepada berita-berita yang meresahkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Koordinator BMKG Jawa Timur Mohammad Nurhuda dalam siaran press, Selasa (2/10/2018). (amr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here