Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Terus Didalami, Kajari : 4 Sertifikat Sudah Kami Amankan.

0
23

Malang, restorasihukum.com – Pihak Kejaksaan Negeri Kota Malang terus melakukan penyidikan dan pengembangan kasus dugaan penjualan aset Pemkot Malang di Jl BS Riadi, Keluarahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Meskipun sudah menetapkan tersangka dan menahan 2 orang, yakni Leonardo Wiebowo Soegio MBA (31) warga Jl Buring No 45 , Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan Natalia Christiana SH MKn (47) notaris, warga Jl Taman Gayam, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Namun pihaknya masih terus melakukan penyidikan.

Saat ditanya apakah bakal ada tersangka lain, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Amran Lakoni tidak menjelaskan detail karena masih dalam proses penyidikan. “Perkaranya tidak kita buka semua karena masih penyidikan. Kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi,” ujar Amran, Kamis (25/10/2018) siang.

Amran juga membantah kalau pihaknya akan mengalihkan kasus ini dari Pidsus ke Pidum. Pengalihan kasus ini seperti yang dikatakan oleh Maria Purbowati (42) warga Jl Bareng Kulon Gang VI, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pelapor sekaligus yang menjadi korban dalam kasus ini. Sebab sebelumnya, kepada wartawan, Selasa (23/10/2018) malam, Maria mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi kalau kasus yang semula ditangani Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Malang sebagai kasus dugaan tindak pidana korupsi, bakal di alihkan ke pidana umum.

”Ini masih dalam proses penyidikan. Saksi/korban kok bisa ngomong seperti itu. Kajarinya itu saya dan sampai saat ini tidak menghentikan perkara ini. Sudah penyidikan kok dikatakan berhenti. Masih jalan terus,” Ujar Amran

Baca juga : Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Beralih Status, Maria : Semoga Kajari Kota Malang Tidak Masuk Angin

Pihaknya kini sudah mengamankan 4 sertifikat yang dijadikan permasalahan dalam kasus ini. Selain itu pihaknya juga menjelaskan bahwa perkara yang ditangani Pidsus adalah menyelamatkan keuangan negara.

“Jangan salah pengertian, Pidsus ya Pidsus, Pidum ya Pidum. Kalau Pidsus untuk menyelamatkan keuangan negera bukan keuangan pribadi. Kalau masalah pribadi bukan kejaksaan ada ranah hukum yang lain. Kita menyelamatkan keuangan negara. Yang kita selamatkan saat ini yakni aset pemerintah di Jl BS Riadi. Kita akan usut terus. Sudah 2 orang kita tahan. Saat ini 4 sertifikat tersebut sudah kami amankan. Ada 3 sertifikat dikembalikan keluarga tersangka dan satunya kita dapat,” ujar Amran.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, diceritakan oleh Maria bahwa awalnya dia ingin menjual aset tanah dan bangunan miliknya seluas 360 meter persegi di Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Aset Maria seharga Rp 7 miliar tersebut akan dibeli oleh Edo dan Chandra. Sertifikat diminta dengan alasan mau di pecah jadi 2. Namun tak lama kemudian Chandra mengatakan kalau sertifikat milik Maria hilang dicuri oleh pembantunya.

Sebagai ganti sertifikat aset Jl Soekarno-Hatta yang dikatakan telah hilang oleh Chandra akan ditukar dengan aset Ruko Jl BS Riadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo (Aset Pemkot Malang) seharga Rp 3 miliar.

Maria pun menanyakan keberadaan sertifikat ruko OroOro Dowo ke notaris Natalia. Natalia mengatakan masih digadaikan ke Bank. Kemudian Maria memaksa Edo dan Chandra supaya menyerahkan sertifikat ruko karena sertifkat aset tanah dan bangunan di JL Soekarno-Hatta milik Maria telah dia ambil.

Tak lama kemudian muncul sertifikat No 1606. Dimana dalam sertifikat tersebut tercantum nama Mulyaning Rina warga Watugede. Maria langsung datang ke kenalannya yang punya Gudek Watugede. Akhirnya Maria mengetahui ruko tersebut adalah aset negara. Maria telusuri semuanya dan akhirnya Maria mendapatkan bukti bahwa benar aset sertifikat No 1606 tersebut adalah aset negara.

Maria kemudian melapor ke Polres Malang Kota, kemudian melanjutkannya ke Kejaksaan Negeri Malang.

Atas laporan ini jaksa menetapkan 2 tersangka dan melakukan penahanan terhadap Leonardo Wiebowo Soegio MBA atau Edo (31) warga Jl Buring No 45 , Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan Natalia Christiana SH MKn (47) notaris, warga Jl Taman Gayam, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (gie/yan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here