Kejaksaan Negeri Bangil Terima Suap Dari Tersangka

0
11

Pasuruan restorasihukum.com – Perkara terdakwa IUM (inisial) bertempat di wilayah Pasuruan Kecamatan Gempol telah mendapat eksekusi dari Mahkama Agung R I tertanggal …… no….. guna memenuhi surat ketua Pengadilan Negeri Bangil yaitu tanpa memiliki izin sebagai mana yang dimaksud dalam Pasal 14 , menjelaskan kegiatan Pabrik, tempat penyimpanan ataui mengimport barang kena cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai ( tidak memiliki izin NPPBKC/Nomor pokok Pengusaha Barang Kena Cukai).

       Proses ini yaitu Mahkamah Agung  mengabulkan permohonan kasasi Jaksa pada Kejaksaan Negeri Bangil dan telah membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya dengan menguatkan putusan Pengadilan tinggi Bangil. Menyatakan terdakwa IUM terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ” Menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai “. menjatuhkan pidana terhadap IUM dengan pidana penjara 1 (satu) tahun 6 (enam ) bulan dan denda 54 juta rupiah.

        Dalam putusan MA yang jelas sudah inkrah tapi pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan ( Mandul ) yang harus ditaaati sebagai mana mestinya. Tersangka yang seharusnya menjalani tahanan malah masih di rumah / pabriknya serta  bekeliaran di lingkungannya. Parahnya lagi  saat ini IUM masih aktif menjalani jual beli tembakau.  

       Tim media ini sudah mencross cek atas kebenaran keberadaan IUM , Pengakuan  dari Kepala Kesatuan Pengamanan  Rutan Bangil ,Andris S Amd IP SH yaitu ” Tidak ada Tahannan yang bernama IUM dengan kasus Pengelakan pembayaran cukai , coba tanyakan di kejaksaan Bangil “.

        Berbeda,  Jaksa SE (Inisial) adalah sebagai jaksa penggati atas kasus ini . Dengan adanya putusan MA diatas maka terbitlah surat pemanggilan terhadap terdakwa IUM. Tapi  IUM malah menyuruh orang kepercayaanya untuk menghadap jaksa SE . Dugaan adanya suap yang dilakukan dirumah dinas jaksa SE dengan nominal mencapai puluhan juta rupiah guna untuk memperingan hukuman IUM. 

       Ternyata Jaksa  SE saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengakui adanya orang suruhan IUM tersebut ke rumahnya pada saat malam hari jelang waktu isya’ ,  beliaupun sempat mengatakan saya mau sholat isya’ dahulu kepada orang suruhan IUM. Jaksa  SE mengatakan jika masalah uang yang diduga ditujukan kepada dirinya, coba  cari kebenaran uang tersebut diserahkan kepada siapa dan berapa nilainya. Jaksa SE pun mengelak kenal dengan terdakwa ,” Wajah dan ciri cirinya IUM  saya tidak tahu . Karena kasus ini sudah lama sekali , Saya sudah memanggil IUM baru satu kali tapi jawabnya adalah IUM tidak dapat menghadiri panggilan jaksa  karena sakit. Hingga saat ini kami dari tim kejaksaan sudah membidik IUM agar jemput paksa untuk menjalani hukumannya karena putusan MA sudah Inkrah ” tegasnya.

       Masih Jaksa SE, ” Jika saya tangkap paksa di kediaman IUM, kita takut tim kejaksaan di teriaki Maling oleh warga sekitar karena pelaku pidana biasanya baik dengan lingkungannya dan lingkungannya pasti memback up IUM. Kami akan membuat strategi baru agar IUM menyerahkan diri pada yang berwajib . ( Red )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here