Senin, 09 Oktober 2017 09:07

Gas Limbah Pabrik yang Sembarangan Bisa Sebabkan Kematian

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Hati-hati, gas limbah pabrik bisa membunuh Anda

 restorasihukum.com -Dalam kondisi normal, proses pernapasan manusia dimulai dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen yang masuk akan berikatan dengan sel darah merah dan diedarkan ke seluruh tubuh guna menyokong kinerja organ tubuh. Lalu bagaimana reaksi tubuh ketika menghirup gas selain oksigen?

Gas ( karbondioksida ) tersebut, akan mengalir ke dalam jantung, otak, serta organ vital. Kadar oksigen dalam darah pun makin berkurang dan tubuh mengalami hipoksemia, alias kekurangan oksigen. Padahal, oksigen sangat diperlukan oleh sel-sel dan jaringan tubuh untuk melakukan fungsi metabolisme. Fungsi sel otak juga akan terganggu ketika tubuh kekurangan oksigen. Gas asing akan menghambat komplek oksidasi sitokrom dan menyebabkan respirasi intraseluler menjadi kurang efektif. 

“Tubuh akan kekurangan oksigen sampai akhirnya kehabisan oksigen untuk metabolisme dan berujung pada kematian sel.”

 

Efek paling serius adalah keracunan langsung sel-sel tubuh, juga gangguan pada sistem saraf. Sehingga membuat gejala mulai dari sesak napas, pusing, muntah, lemas, tubuh kebiruan, pingsan, henti napas, henti jantung, hingga kematian.

 

Ketika terjadi keracunan gas, tubuh sebenarnya disokong reaksi pertahananuntuk menghalangi kerusakan organ lebih parah. Sel dan kelenjar dalam tubuh akan mengeluarkan substansi kimiawi dalam bentuk lendir untuk mengencerkan racun iritan dan membuatnya tidak berbahaya. 

Pada saat bersamaan, terjadi kejang otot pada saluran napas dalam usaha menghalangi aliran gas bertambah ke paru-paru. Namun, pada kasus keracunan gas parah, kondisi ini tidak hanya gagal melindungi paru-paru, tapi juga menghalangi masuknya udara. Akibatnya, korban sesak napas dan meninggal sebelum racun mengencer dan kejangnya reda. 

Tahap pertahanan awal tubuh akan mengeluarkan batuk. Dan sebenarnya kita bisa melatih adaptasi terhadap kekurangan oksigen.

Penanganan pertama pada korban keracunan gas dapat dilakukan dengan cara membuat tubuh korban tetap hangat. Beri minuman hangat dan tempatkan korban di udara terbuka atau dekat jendela. Napas buatan atau oksigen bisa diberikan kepada korban.

 

Aturan pengolahan limbah gas telah diatur dalam PP No 101 Tahun 2014 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Gas pembuangan harus dikontrol emisinya atau dihilangkan materi partikulatnya dari udara pembuangan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan penyaringan menggunakan filter basah, menurunkan suhu pembakaran, menggunakan bahan bakar alternatif, melakukan pengendapan gas, dan mengurangi produksi gas karbon monoksida.

Aturan pengolahan limbah cair juga telah termaktub dalam Permen Lingkungan Hidup No 5 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.Air limbah yang dibuang suatu industri tak boleh mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Sehingga harus melalui Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik untuk mengolah air limbah menjadi layak dibuang ke drainase umum. 


Namun, masih banyak industri yang tak mengindahkan aturan ini dan seenaknya membuang limbah sembarangan. Alasannya, tentu karena proses pengolahan limbah ribet dan mahal harganya. Pengawasan dari pemerintah pun kurang. Walhasil, masyarakat sekitarlah yang harus memanen efek buruk pada kesehatan mereka. (red)

Dibaca 20 kali