Selasa, 17 April 2018 13:19

Tragis Jalan Nasional Penghubung Kabupaten Lamongan Dan Tuban Ambrol

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Lamongan,  restorasihukum.com - Peristiwa ambrolnya jembatan penghubung antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban Diduga kuat adanya kelalaian dan perawatan yang sudah lama tidak dilakukan oleh Kemen PU.

Hal ini disampaikan oleh penduduk setempat yang ditemui restorasihukum.com pasca terjadinya peristiwa tersebut, "ya wajar saja pak kalau jembatan itu ambrol, pasalnya semenjak dibangun sepertinya tidak ada perawatan sampai kejadian ini." Terangnya.

Lain halnya dengan warga lain yang sering melintasi jembatan tersebut menyampaikan "Mungkin karena terkikis air sehingga peristiwa ini terjadi pak, kalau tidak karena seringnya truck bermuatan yang  melebihi kapasitas,  karena jika saya lewat dijembatan ini sangat terasa gerakannya hingga saya sendiri jika melintas merasa was was. " Terangnya.

Sementara informasi dari polres Tuban menyebutkan, ambrolnya Jembatan kembar sisi barat yang menghubungkan Kec. Widang Kab. Tuban - Kec. Babat Kab. Lamongan*

Kronologi  kejadian, pada Hari Selasa tanggal 17 April 2018 sekitar pukul 11.05 WIB telah terjadi Jembatan ambrol yang menghubungkan Kec. Widang Kab. Tuban - Kec. Babat Kab. Lamongan

Kronologi kejadian :*Sekitar pukul 11.00 wib jembatan kembar sisi barat wilayah Kec. Widang Tuban tiba-tiba ambrol sehingga mengakibatkan 1 Dump Truk, 2 Truk Tronton dan 1 sepeda motor terjebur ke air

Adapun identitas kendaraan yang tercebur ke air :*
~ 1 Dum truk muat limbah smelter
~ 2 Truk tronton muat pasir
~ 1 sepeda motor

Adapun korban sementara diketahui 2 orang pengemudi Truk yang meninggal dunia dan masih terjebak di dalam truk.

Langkah-langkah yang dilakukan
1. Mendatangi TKP
2. Mencari keterangan saksi-saksi
3. Melakukan pencarian korban
4. Melakukan evakuasi terhadap korban dan Kendaraan yang terjebur

Sementara hingga berita ini diterbitkan Bapak Ketut Darma kepala Balai Besar Kenentrian Pekerjaan Umum belum memberikan tanggapan pada redaksi restorasihukum.com

Dibaca 163 kali