Mahasiswa Madiun Demo Pencopotan Direktur

0
11

Madiun, restorasihukum.com – Karena dinilai tidak memperhatikan nasib anak didiknya, dengan menetapkan biaya kuliah yang mahal, ratusan mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Muhammadiyah Madiun, menggelar demo menuntut penurunan dan pencopotan direktur.

     Dan Karena dianggap tidak terbuka dalam pengelolaan keuangan kampus dan memberlakukan jadwal kuliah tidak sesuai kalender akademik, massa meminta Direktur Akbid, Rumpiati, dan Pembantu Direktur I, Baruatun, yang merupakan kakak beradik itu mundur dari jabatannya.

     Dalam aksinya, massa berorasi dengan membawa poster dan spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Massa juga menyanyikan yel-yel tuntutan untuk mencopot para pimpinan kampusnya.

     Setelah puas menyalurkan aspirasinya di halaman Akbid Muhammadiyah Madiun, para mahasiswa mendatangi kantor pengurus daerah Muhamadiyah Kota Madiun. Mereka menuntut hal yang sama, yakni pencopotan pimpinan AKBID tersebut.

     Nike Tri Anggrainim, koordinator aksi, Senin , mengatakan, “Para pimpinan itu membuat kebijakan yang memberatkan kami. Di antaranya penetapan biaya praktik yang terlalu besar jika dibandingkan dengan kampus lain itu jelah sangat berat buat kami”.

     Beberapa mahasiswa mengaku ditarik biaya praktik hingga Rp 2 juta, sedangkan di kampus lain hanya sekitar Rp 900 ribu saja untuk materi praktik yang sama. Tidak hanya itu, direktur dan pembantu direktur itu juga sering mengancam mahasiswa, akan dipersulit mendapat pembimbing tugas akhir jika tidak menuruti aturannya.

     Nike menambahkan behwa dalam aksi ini mereka meminta dan  ingin mereka dicopot dari jabatannya, sebab sudah bertindak secara semena-mena dengan jabatan yang dimiliki, mahasiswa juga akan menyerukan tuntutan mereka ke pengurus daerah Muhammadiyah. (Dd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here