Marak, Pencurian Tetes Tebu Di Wilayah Hukum Polres Nganjuk

0
88

Nganjuk, restorasihukum.com – Maraknya pencurian tetes tebu kini mulai buka lagi pasca buka musim giling di pabrik gula di bulan Mei 2019. Dengan adanya aktivitas para transporter pengangkut tetes tebu yang akan di kirim ke berbagai wilayah, disitulah adanya kesempatan dilakukan pencurian oleh sopir untuk mengurangi isi dari tonase yang ada.

Menurut keterangan salah seorang mantan sopir truk pengangkut tetes tebu, dalam sekali mencuri atau mengurangi tonase seorang sopir bisa mengantongi Rp 5juta Hingga Rp 15 juta, “Kalau lagi apes paling dapat Rp 5juta pak, tapi kalau lagi beruntung bisa dapat sampai Rp 15juta dalam semalam.” Ungkapnya.

Sekilas cerita dari mantan sopir ini membuat tim ungkap fakta yuridis mulai tertarik untuk mengungkap pencurian tetes tebu yang ada di berbagai wilayah yang ada di Jawa Timur, dengan tidak mengabaikan aparat kepolisian dari wilayah terkait.

Alhasil ditemukan adanya dugaan kegiatan pencurian tersebut yang berada dalam wilayah hukum polres Nganjuk, tepatnya berada di wilayah hukum polsek Sukomoro dan Polsek Baron.

Untuk wilayah Polsek Sukomoro penanggung jawab kegiatan tersebut berinisial WW, sedangkan di wilayah hukum polsek Baron berinisial IF namun sayang saat dilokasi kejadian mereka berdua sedang tidak berada ditempat.

Dengan kejadian tersebut tim ungkap fakta yuridis memberikan laporan informasi pada Kapolres Nganjuk Akbp Dewa Nyoman N agar kegiatan tersebut bisa ditindak lanjuti. (red/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here