Kamis, 12 Oktober 2017 08:26

Kapolres Nias Gelar Konferensi Pers Setelah Penyerahan Tersangka Binahati Baeha Kejari Gunungsitoli

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)
Gunungsitoli - restorasihukum.com - Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H Sinaga, SH., S.IK, melalui Wakapolres Nias kompol Emanueli Harefa,S.Pd,MH, di dampingi kasat Reskrim Polres Nias AKP Hendrik Temaluru, Kanit tipikor IPDA H. Manurung beserta Kasubag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo.
 
 
Digelar Konferensi Pers kepada wartawan di Mapolres Nias terkait kasus mantan Bupati Nias dalam penyertaan modal Riau Airlines tahun anggaran 2007 lalu. Selasa (10/10/2017) malam.
 
 
"Kasus korupsi ini tersangkanya adalah mantan bupati Nias Binahati B. Baeha sejak tahun 2011 dilaksanakan penyelidikan dan ditingkatkan ke penyidikan, ada beberapa hambatan penyidikan terkait kurangnya saksi-saksi dan juga alat bukti yang belum lengkap dan begitu juga dengan pemeriksaan saksi ahli serta ada juga saksi yang meninggal dunia sehingga terlambat dalam pengiriman berkas ke kejaksaan Negeri gunungsitoli"
 
Mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha terlibat korupsi dan merugikan negara disebabkan adanya  kerjasama dengan PT. Riau Airlines pada tahun 2007 silam kerugian negara mencapai 6 miliar rupiah.
 
 
Setelah bukti lengkap maka berkas dikirim ke kejaksaan negeri gunungsitoli pada tanggal 4 september 2017 baru di P21, setelah itu kita memanggil Binahati pada tanggal 22 tetapi, karena Binahati lagi sakit sehingga pengacaranya mengatakan kalau tersangkanya sudah sehat kami akan antarkan ke Mapolres Nias.
Seperti janjinya pada tanggal 10 Oktober 2017 dan ternyata hari ini pengacara beserta tersangka datang, kita langsung serahkan tersangka beserta barang bukti ke kejaksaan negeri gunungsitoli. Jelas Wakapolres Nias.
 
 
Terkait dengan terlibatnya mantan bupati nias dalam pengelolaan anggaran penyertaan modal di PT. Riau Airlines, sesuai dengan apa yang dikembangkan oleh jaksa penuntut umum, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut. tambah waka.
 
Alat bukti yang sudah dikumpulkan pihak kepolisian, dokumen dan surat pengangkatan mantan bupati nias sangat sulit untuk di dapatkan, karena SK nya itu dikeluarkan oleh menteri dalam negeri, dan kita juga periksa saksi ahli yang ada diluar daerah seperti di jogja.
 
Saksi-saksi yang sudah diperiksa ada sekitar 38 orang dan saksi ahli ada 6 orang, akibat dari kasus dugaan korupsi penyertaan modal maka Binahati Baeha melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf B, ayat 2,3 dari UU RI Nomor 31 tahun 1999 seabgaimana telah di ubah UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1e dari KUHPidana. Jelasnya. (al)
 
 
 
Dibaca 5 kali