Rabu, 08 November 2017 10:35

Menggiurkan, Perputaran Uang Penambang Pasir di Sungai Brantas Tulungagung Capai Miliaran Rupiah

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Tulungagung,restorasihukum.com - Kandungan pasirdi sungai Brantas Tulungagungsangat menggiurkan.

Dalam satu bulan ada perputaran uang hingga miliaran rupiah.

Dipaparkan Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi, Muhammad Ikhwan ada ratusan titik penyedotan di sini.

Setiap titik sekurangnya menghasilkan 100 meter kubik per hari.

–– ADVERTISEMENT ––

Pasir sebanyak itu bisa diangkut dengan 12 truk ukuran 8 meter kubik.

Harga satu truk pasirdi tingkat penyedot sekitar Rp 700.000.

Artinya di satu titik saja bisa menghasilkan Rp 8.400.000.

Harga itu masih dihitung sebagai harga pokok.

“Misalnya truk itu mengirim pasirsejauh satu kilometer, maka harganya bisa naik menjadi satu juta. Kalau di atas dua kilometer bisa naik hingga dua juta,” terang Ikhwan.

Jika ada 150 sedotan saja, maka total pasiryang dijual senilai Rp 105.000.000 per hari.

Jika ditambah biaya kirim paling dekat saja, maka ada perputaran uang sekitar Rp 700 juta per hari.

Jika angka itu dikalikan selama 30 hari, maka nilainya mencapai Rp 210 miliar.

“Nilainya memang sangat luar biasa. Makanya banyak pihak berlomba-lomba untuk mengeksploitasi pasir di Sungai Brantas Tulungagung ,” ucap Ikhwan.

Sayangnya semua penambangan dilakukan secara ilegal.

–– ADVERTISEMENT ––

Sebab Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur melarang penambang mekanik di Sungai Brantas. 
Yang diperbolehkan hanya tambang tradisional.

Lebih jauh, Ikhwan menilai Bupati Tulungagung harus mengambil sikap.

Meski kewenangan Sungai Brantasada di di provinsi, namun yang merasakan dampak langsung penambangan ini adalah warga Tulungagung.

Bupati bisa mengeluarkan Perbup penambangan pasirdan batu di lahan pribadi.

Sebab lokasi yang disedot pasirnya saat ini banyak yang berupa lahan pribadi.

“Pasir di dasar Sungai Brantassudah mulai habis. Makanya yang banyak dieksploitasi sekarang pasiryang ada di lahan-lahan milik perseorangan,” ungkapnya.(red)

Dibaca 17 kali