Sabtu, 11 November 2017 08:38

Penambangan Ilegal Dan Pungli Di Baturusa - Bangka Aparat Terkait Segera Bertindak

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Bangka,restorasihukum.com- Masyarakat Desa Baturusa kecamatan Merawang Kabupaten Bangka patut diperhatikan terkait maraknya tambang inkonvisional apung (TI RAJUK) yang diduga tanpa mengantongi perizinan yang jelas.

Keberadaan penambangan yang diduga ilegal ini merambah daerah aliran sungai (DAS), yang berjarak seratusan meter dari jembatan penyeberangan dari desa Baturusa ke Desa Air Anyir, terbukti dari hasil investigasi ke lapangan, dimana ratusan ti apung sedang beraktivitas sepanjang sungai, ti apung ini diduga sudah terkoordinir oleh sekelompok orang, sehingga tidak tersentuh oleh aparat terkait.

Kehadiran beberapa awak media ke lapangan disambut beberapa masyarakat, yang menyampaikan keluh kesah mereka kepada awak media, mengenai perambahan daerah aliran sungai atau DAS ini, mereka sangat menyayangkan sekali atas kegiatan yang diduga ilegal ini, disamping tidak mengantongi izin serta tidak bermanfaat bagi orang banyak, tapi hanya sekelompok orang, disinggung mengenai kepengurusan dan sistem di lapangan, salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan,” setoran perponton 500ribu per minggu sebanyak seratusan lebih ponton,”ujarnya

Begitu juga dipertanyakan media ini sejauh mana keterlibatan pihak desa, mereka kurang jelas, tapi sampai sekarang belum ada tindakan dari pihak desa ataupun aparat terkait, mengenai penambangan ini, setahu kami kelompok LK sebagai pengurus celetuk warga Baturusa ini.

Disinggung awak media mengenai pungutan dikemanakan, warga ini menjawab enggak tau, mereka- mereka lah yang tahu, kalau untuk kampung sama sekali enggak ada, bapak hitunglah kalau dikalkulasi 500ribu seminggu dikali kurang lebih 110 ponton berapa jumlahnya.

Dikemanakan dana pungutan itu, dan siapa penadah timah dari tambang yang diduga ilegal ini celetuk warga Baturusa ini, menindak lanjuti keluhan warga setempat media, senin tanggal 6 November 2017 sore langsung menyambangi kediaman kades setempat untuk konfirmasi terkait penambangan yang diduga ilegal ini,

Tapi sayang pintu rumah kediaman pak kades tertutup rapat, sehingga kita tidak bisa mendapatkan keterangan, terpaksa tim media bergerak menelusuri ke kediaman berinisial LK yang diduga sebagai koordinator sehingga penambangan ini bisa beraktifitas, sesuai dengan penyampaian masyarakat ke awak media,

Terkait gonjang gajing legalitas penambangan biji timah (ti rajuk) yang sampai sekerang masih beraktifitas. Sesampainya kekediaman LK untuk konfirmasi, awak media ini kembali mendapatkan hasil nihil, LK nya ngak ada di rumah, mungkin lagi ke kebun, magrib mungkin pulang kata beberapa orang yang lagi nyantai di belakang rumah LK, ya gudanglah,

Karena terlihat dapur penggorengan timah yang lagi tidak ada aktivitas, untuk itu diminta aparat hukum setempat menindak lajuti permasalahan penambangan yang merambah daerah aliran sungai (DAS) ini, termasuk pengaliran dana pungutan sebesar 500ribu per ponton yang dibayar setiap minggu oleh penambang, dan legalitas penambangan itu sendiri, serta pelarian biji timah yang diduga dari hasil tambang yang tidak jelas legalitasnya, jangan sampai jadi polemik berkepanjangan di masyarakat.(red)

Dibaca 14 kali