Jumat, 09 Februari 2018 16:16

Gubernur Jatim Dapat Penghargaan Pena Emas Pada Puncak HPN 2018

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Surabaya, restorasihukum.com - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo menerima penghargaan pena emas pada puncak peringatan Hari Pers Nasional/HPN ke-32 tahun 2018, yang diselenggarakan di Muaro Lasak, kawasan Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (09/02). Penghargaan berupa pin pena emas ini disematkan secara langsung oleh Menteri Kominfo RI Rudiantara dihadapan Presiden RI Jokowi.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim sebelum menerima penghargaan tertinggi dari Persatuan Wartawan Indonesia/PWI telah menyampaikan orasinya di Hall Dewan Pers, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bahkan, Pakde Karwo mendapatkan predikat “cum laude” dari 16 panelis yang memberi penilaian. “Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk masyarakat dan media Jatim. Sebab, komunikasi tidak sendiri, melainkan ada komunikator dan komunikan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan media atau pers dalam pembangunan sangatlah penting. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim membuka seluas-luasnya dialog interaktif dengan masyarakat melalui ruang publik yang difasilitasi media. Diantaranya melalui dialog TV dengan acara cangkrukan, ajang wadul, obrolan issue publik dan dialog-dialog khusus. Selain itu, juga sosialisasi program di Radio Suara Surabaya dan RRI Surabaya serta analisis konten media. “Di Jawa Timur media telah menjadi teman diskusi pemerintah,” imbuhnya.

Pakde Karwo merupakan gubernur satu-satunya yang menerima penghargaan “Pena Emas”. Selain Pakde Karwo, kepala daerah yang juga menerima penghargaan yaitu Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan, Anang Syakhfiani.

Pers Diperlukan Sebagai Penyampai Kebenaran
    
Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo atau yang lekat disapa Jokowi menyampaikan, di tengah melimpahnya informasi yang beredar di masyarakat peran pers sangat diperlukan sebagai penegak penyampai kebenaran. Selain itu, pers juga berperan untuk menegakkan fakta-fakta dan penyampai aspirasi masyarakat sehingga bisa membangun narasi kebudayaan baru. “Media massa dan pers merupakan pilar keempat demokrasi,” imbuhnya.

    Menurutnya, sekitar lima tahun kebelakang banyak analisa yang muncul bahwa media massa selaku media mainstream keberadaannya akan digeser dengan media sosial. Namun demikian, Presiden Jokowi justru percaya media massa kedepan mampu dan akan membangun narasi peradaban baru, memotret masyarakat yang bergerak cepat dan semakin efisien. “Saya terus berharap insan pers Indonesia menjadi penyalur kebenaran, penyalur fakta, sekaligus penyalur aspirasi masyarakat. Selamat Hari Pers Nasional 2018,” pungkas Presiden Jokowi.

    Acara puncak peringatan HPN 2018 itu sendiri berlangsung cukup meriah. Turut hadir sejumlah menteri pada Kabinet Kerja, para Duta Besar, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, Ketua PWI Pusat Margiono, dan sejumlah insan pers se Indonesia. (Humasprovjatim:dwi)

Dibaca 18 kali