Rabu, 30 Mei 2018 10:12

Perancis Sampaikan Duka Atas Terjadinya Bom Di Jatim

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Surabaya, restorasihukum.com -Perancis menyampaikan duka yang mendalam, serta rasa solidaritas yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur atas aksi terorisme dan tragedi bom yang terjadi di Kota Surabaya dan Sidoarjo pada tanggal 13-14 Mei lalu.  
 
    Hal itu disampaikan Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet saat menemui Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sukardi di Ruang Kerja, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Senin (28/5) siang.
 
    Dubes Jean mengatakan, tragedi tersebut merupakan kejadian yang kelam, yang lebih memprihatinkan, tragedi tsb juga melibatkan keluarga dan anak-anak. Menurutnya, tragedi-tragedi seperti itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga terjadi di negaranya, tepatnya di Kota Paris.
 
    “Ancaman terorisme adalah ancaman global terhadap negara-negara yang demokratis” katanya.
 
    Atas kesamaan nasib dan untuk mencegah aksi terorisme terulang kembali, Dubes Jean menegaskan, pihaknya siap meningkatkan kerjasama di bidang anti terorisme. “Pada bulan September mendatang, kepolisian kami akan berkunjung kesini, untuk bertemu Kepolisian Indonesia” katanya.
 
    Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, akan dibahas langkah-langkah mengantisipasi terorisme dan juga melakukan praktek-praktek deradikalisasi. “Ini menunjukkan bahwa kita tidak gentar melawan teroris, dan mari bersama-sama memberantas terorisme” katanya.
 
*Apresiasi Solidaritas Perancis*
 
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sukardi mengatakan, pihaknya memberi apresiasi terhadap ucapan duka, empati, dan rasa solidaritas dari masyarakat Perancis. Sekdaprov Sukardi juga menyambut baik tawaran Dubes Jean untuk kerjasama antiterorisme antara Kepolisian Indonesia dan Kepolisian Perancis.
 
“Terima kasih atas perhatian seluruh masyarakat Perancis, ternyata di Perancis juga terjadi aksi terorisme yang sama, terorisme adalah masalah global” katanya.
 
    Menurutnya, kerjasama tersebut sejalan dengan sikap pemerintah, melalui Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo untuk memberantas terorisme, khususnya pasca terjadi aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo pada tanggal 13-14 Mei lalu. Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah untuk mencegah aksi serupa terjadi di provinsi ini.
 
    Langkah-langkah tersebut diantaranya, pemerintah bersama Forkopimda Jatim melakukan deteksi dini dengan penguatan kerjasama tiga pilar di Jatim, yaitu kepala desa/kelurahan, babinkamtibmas, babinsa, yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, rektor, dan BEM.  
 
    Sementara untuk korban aksi terorisme, pemerintah telah melakukan pendampingan korban melalui para psikolog. Selain itu, pemerintah juga telah bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mencegah terulangnya keterlibatan anak dalam aksi terorisme.
 
     “Jadi, jangan khawatir, Jatim relatif aman, jika ada pejabat atau investor Peranis akan dipastikan aman. Aksi terorisme kemarin itu baru sekali terjadi dalam sejarah di Jatim” pungkasnya.    
 
*Tawarkan Kerjasama Bromo Vulcania Park*
 
Kepada Perancis, Sekdaprov Sukardi menawarkan peluang berinvestasi pada proyek Bromo Vulcania Park di kawasan Bromo-Semeru. Proyek ini telah dilakukan feasibility study atau study kelayakan dan memenuhi syarat, namun masih terkendala pendanaan, atau membutuhkan investor.
 
    Untuk kepastian investasi bagi para investor, imbuh Sekdaprov Sukardi, Pemprov Jatim memberikan empat garansi. Yakni kemudahan perijinan, penyelesaian masalah perburuhan, ketersediaan energi dan infrastruktur wilayah, serta fasilitasi penyediaan lahan.
 
    Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi Jatim pada Tahun 2017 sebesar 5,45%, unggul diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,19%. Sementara PDRB Jatim Tahun 2017 mencapai Rp. 2.019,2 triliun atau setara dengan USD 149,5 miliar (dengan asumsi USD 1 = Rp. 13.500,-).
 
Sekdaprov Sukardi melanjutkan, perekonomian Jatim Tahun 2017 ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu sektor industri pengolahan sebesar 29,03%, sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,18%, serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 12,80%.  
 
    Berdasarkan komposisi tersebut, maka Jatim telah bergeser menjadi provinsi industri, dimana sektor pertanian, industri dan perdagangan saling bersinergi. Kemudian dari sisi ekonomi dan perdagangan, Jatim adalah hub bagi 16 provinsi di wilayah Indonesia bagian Timur,    
 
    “Jadi, Jatim adalah tempat yang paling tepat untuk berinvestasi. Kami berharap kedepan Bapak Dubes bisa mengajak para pengusaha Perancis kesini untuk menjalin kerjasama, dan pertemuan ini menjadi awal untuk membahas kerjasama yang lebih detail” katanya.
 
    Tawaran ini disambut baik oleh Dubes Jean, menurutnya ini adalah peluang yang baik, namun masih terkendala pembiayaan. Karena itu, ia berjanji akan membawa delegasi pengusaha untuk datang ke Jatim.  
 
“Kita bisa bekerjasama membuat Public Private Partnership (PPP) untuk merealisasikan peluang-peluang itu. Kami akan menggandeng pengusaha kami, bahkan Bank untuk membahas kerjasama ini” katanya.  
 
    Ditambahkannya, Perancis juga siap menjalin kerjasama anti terorisme dan deradikalisasi dengan Jatim. Pasalnya, permasalahan terorisme adalah ancaman global yang harus diantisipasi bersama agar tidak terjadi kejadian serupa, apalagi sampai melibatkan anak-anak.  
 
    “Kami menyampaikan ucapkan duka dan solidaritas terhadap perstiwa tersebut. Itu adalah kejadian kelam, yang memprihatinkan, aksi terorisme ini tidak hanya terjadi di Indonesia, pada bulan yang sama juga terjadi aksi terorisme di Paris. Ancaman terorisme adalah ancaman global terhadap negara-negara yang demokratis” katanya.
 
*Sambut Positif RUU Antiterorisme *
 
    Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Humas dan Protokol Jatim, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si menambahkan, keluarnya RUU Antiterorisme oleh DPR RI disambut positif oleh seluruh pihak. Menurutnya, RUU ini semakin mempersempit gerakan teroris yang dapat mengancam keamanan bangsa dan negara.
 
    “Dengan RUU ini, orang yang masih merencanakan teror bisa ditangkap. Jadi seperti Internal Security Act (ISA)” katanya.
 
    Terkait investasi di Bromo Vulcania Park, Benny juga sepakat bahwa momen ini merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi. Pasalnya, Bromo merupakan satu diantara tujuh destinasi wisata yang menjadi prioritas pembangunan destinasi wisata nasional.
 
Hadir dalam kesempatan ini, Sekretaris Pertama, Kedubes Prancis di Jakarta, Eric Chevreul, Direktur IFI Surabaya, Benoit Bavouset, Perwakilan Direktur IFI Surabaya, Pauline Ferte. (humasjatim:adit)
 

Dibaca 17 kali