Redaksi

Redaksi

Jumat, 08 Juni 2018 18:22

Kertajati,  restorasihukum.com - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT mewakili Gubernur Jatim menaiki penerbangan komersial perdana tujuan bandara internasional Kertajati Jabar dari Juanda Sidoarjo. Penerbangan komersial perdana ini dilakukan oleh maskapai Citilink bernomor  QG 9820, menggunakan pesawat Airbus A320-200. Pesawat terbang pukul 05.00 WIB dari Bandara Juanda Surabaya, Jum'at (8/6). Kadishub menjadi   orang pertama yang menginjakkan kaki di bandara Kertajati.
 
Menurut Wahid Wahyudi, pemilihan rute Juanda-Kertajati sebagai rute komersial  merupakan pilihan  tepat, terutama melihat potensi besar dua wilayah, Jatim-Jabar. Misalnya, Jatim dengan bandara internasional Juandanya, saat ini telah melayani 39 rute penerbangan berjadwal, yakni 33 rute penerbangan domestik dan 6 rute penerbangan internasional.  
 
Dengan beragam jadwal tsb, jumlah penumpang di Juanda pada tahun 2017 tercatat mencapai 20,13 juta penumpang atau pertumbuhan rata-rata penumpang 9,46% pertahun. Demikian pula, potensi besar juga dimiliki Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. “Pemilihan city link on thenright track,”ujarnya memuji manajemen maskapai low cost ini.
 
Tentang bandara Kertajati yang menambah jumlah bandara internasional di Indonesia, dijelaskan Kadishub Wahid Wahyudi, memiliki Runway 2.500 m x 60 m. Gedung terminal seluas 90.000 m2 yang dibangun oleh BUMD PT. Bandara Internasional Jabar (PT.BIJB).   
 
Sementara itu, sumber dana untuk sisi darat dilahan seluas 1.000 ha senilai sekitar Rp 1 trilyun dari APBD Prov Jabar, gedung terminal senilai sekitar Rp. 2,3 Trilyun dari BUMD PT. BIJB, dan runway sekitar Rp 800 Milyar didanai APBN pos Kementerian Perhubungan.
 
Juanda Menjadi Airport City
 
Terkait bandara Juanda sebagai pintu gerbang utama Jatim, dijelaskan Wahid Wahyudi, akan dikembangkan menjadi Juanda Airport City, dengan luas lahan sekitar 6.000 Ha. “Peruntukkannya,  1.750 Ha dimanfaatkan sebagai fasilitas bandara, dan 4.250 Ha digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan wisata,”ucapnya.  
 
Runway bandara Juanda, lanjutnya, juga ditambah dua buah dan satu gedung terminal ber kapasitas 70 juta penumpang pertahun dengan aksesibilitas langsung ke Jalan tol dan sekaligus terintegrasi dengan kereta bandara. (hpj/red)

Kamis, 07 Juni 2018 03:17

Surabaya, restorasihukum.com - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memastikan kondisi makro ekonomi Jatim pada Triwulan (TW) I tahun 2018 ini berjalan baik. Dimana, perekonomian Jatim pada TW I tahun 2018 ini tumbuh sebesar 5,5 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebesar 5,45 persen.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Forkopimda Jatim di Graha KADIN Jatim, Jalan Bukit Darmo Raya No. 1 Surabaya, Rabu (6/6).

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengatakan, tiga sektor utama yang dominan pada TW I tahun 2018 yakni industri pengolahan yang berkontribusi terhadap PDRB sebesar 29,53 persen, industri perdagangan yang berkontribusi  sebesar 17,97 persen, serta industri pertanian yang berkontribusi sebesar 12,20 persen.

Menurutnya, ada fenomena menarik dalam pertumbuhan ekonomi Jatim kali ini. Dimana secara umum pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan tingginya inflasi. Namun, yang terjadi di Jatim justru sebaliknya.

“Khusus di Jatim pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasinya rendah, ini fenomena unik di tengah krisis ekonomi saat ini. Jadi ini luar biasa,” terangnya.

Inflasi di Jatim sendiri senantiasa terjaga. Dimana sampai dengan bulan Mei 2018 inflasi Jatim tercatat sebesar 2,74 persen, turun dibandingkan bulan April 2018 yang sebesar 3,05 persen. Angka ini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 3,23 persen.

“Bahkan khusus volatile food, pada bulan Ramadhan ini tercatat deflasi 0,29 persen,” katanya.

Menurutnya, terjaganya kondisi makro ekonomi Jatim ini tak jauh dari situasi aman dan nyaman di Jatim. Bila kedua hal ini terus dijaga, maka kondisi makro ekonomi akan berjalan baik. “Terimakasih kepada para pengusaha yang ikut berjasa menjaga kondisi ini,” katanya.

Tidak hanya itu, ketahanan masyarakat Jatim terhadap suatu distorsi juga sangat tinggi. Seperti saat teror bom yang terjadi beberapa waktu lalu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan masyarakat sangat kompak.

“Makanya hari keempat setelah tragedi bom kemarin ekonomi kita sudah stabil, ini ciri khas masyarakat Jatim,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo berharap di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini dapat berjalan lancar dan penuh berkah. “Semoga dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” katanya yang dalam acara ini secara simbolis memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu dari 10 yayasan yatim piatu di Surabaya. Total anak yatim piatu yang mendapat santunan dalam acara kali ini berjumlah 100 orang.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Jatim, La Nyala M. Mattalitti berterimakasih kepada Pakde Karwo  yang tak pernah absen menghadiri acara buka puasa bersama KADIN Jatim. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Pakde Karwo yang di akhir masa jabatannya, mampu membuat deflasi Jatim tercatat sebesar 0,29 persen. “Ini sejarah yang sangat baik,” katanya.

Turut hadir Kapolda atim, Irjen. Pol. Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, unsur Forkopimda Jatim, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Ketua KADIN kab/kota se-Jatim, pengurus HIPMI Jatim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.(hpj/dewi)                 

Kamis, 07 Juni 2018 03:12

GUNUNGSITOLI, restorasihukum.com - Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, gelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak di Kabupaten Nias selaku wilayah Hukum Mapolres Nias Daerah Sumatera Utara yang dilaksanakan, Rabu 06 Juni 2018.


Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH,  bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara No. 1 Gunungsitoli, Selasa (05/06/2018) siang.

Pilkades serentak yang berlangsung di 46 TPS pada 10 Kecamatan ini, Polres Nias mengerahkan 277 personil Pengamanan yang terdiri dari personil Polres Nias dan BKO dari Polres Nias Selatan.
Dalam amanatnya, Kapolres Nias menyampaikan kepada seluruh personil yang terlibat Pengamanan TPS untuk melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. tegas Kapolres Nias
          Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab serta jangan meninggalkan TPS sebelum proses  pemilihan selesai dengan aman dan kondusif, dan Laporkan setiap kejadian di TPS secara berjenjang kepada Perwira Pengendali yang akan mengawasi masing² kecamatan. tuturnya


Pada Pilkades serentak ini Polres Nias mengerahkan kekuatan penuh tiap² TPS akan diamankan oleh 2-4 personil Polri sesuai dengan tingkat kerawanannya.

Selain itu, 2 Peleton pasukan akan membackup serta melakukan patroli di sejumlah titik rawan,“ tambah Alumni Akpol 2000 ini.
(al)

Rabu, 06 Juni 2018 21:03

Pasuruan, restorasihukum.com - Hampir semua desa di Indonesia sudah menyerap anggaran bantuan dari pemerintah tahun 2018, baik bersumber dari APBN maupun dari APBD. Meski ada juga pemerintah desa yang belum bisa menyerap anggaran dana, karena ada kendala terkait pengajuan laporan yang kurang lengkap.

           Salah satu desa yang sudah menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2018, adalah desa Jatiarjo, kecamatan Prigen, kabupaten Pasuruan.

           Kepala desa Jatiarjo "Sareh"mengatakan, APBDes 2018 sudah terserap sebesar 20% dari Dana Desa (DD), 40% dari Alokasi Dana Desa (ADD). 

           "Tidak hanya itu, anggaran pendapatan belanja desa tahun ini meningkat dibanding tahun 2017 dari 1,6 Milyar naik menjadi 1,9 Milyar, " terangnya pada media restorasihukum.com, Rabu,(06/06/18)

           Tahun ini, lanjut Sareh, masih prioritaskan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.

           "Tahun ini masih prioritaskan pembangunan infrastruktur sebanyak 25 titik seperti pavingisasi, drainase, tembok penahan tanah (TPT), juga ada wisata kampung kopi. Selain pembangunan, juga pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan," paparnya.

           Untuk tahap pertama ini, pembangunan paving di 3 titik yakni dusun Tonggoa, rt 40, volume 300x2 sebesar 40 juta, rt 42, volume 200x2 sebesar 35 juta,  jalan penghubung antara dusun Tegal Kidul dengan dusun Tonggoa, volume 250x 3 sebesar 120 juta. Ada juga perbaikan TPT, dusun Cowek, volume 6x2 sebesar 11 juta,  pengecetan kantor desa sebesar 27 juta, penambalan aspal atau tambal sulam, dusun Tegal Kidul sepanjang satu kilo sebesar 15,5 juta. Cuma tambal sulam yang pakai rekanan," tuturnya.

           Ia menambahkan, pembangunan tahap pertama ini, semua sudah selesai dikerjakan, terakhir tinggal tambal sulam saja. 

           "Semoga dengan adanya pembangunan didesa Jatiarjo, masyarakat bisa merasakan dan menikmati dana desa ini, sehingga kedepannya, perekonomian masyarakat lebih meningkat dan lebih sejahtera," pungkasnya.(sy)

Rabu, 06 Juni 2018 20:52

Pasuruan, restorasihukum.com - Pemerintah desa Bulukandang, kecamatan Prigen, kabupaten Pasuruan mulai laksanakan pembangunan, setelah APBDes 2018 sudah terserap awal juni ini.

          Kepala desa Bulukandang "Wakit Mulyo" mengatakan, APBDes 2018 desa Kandangan sudah turun, baik dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).

          "Untuk tahap pertama ada pavingisasi dusun Kandangan Krajan, rt 003, rw 001, dengan volume, panjang 190 meter, lebar 3 meter sebesar 74 juta. Tahap kedua pengadaan mobil ambulan desa sebesar 250 juta, tahap terakhir ada perataan jalan," terangnya pada media restorasihukum.com, Rabu, (06/06/18).

          Untuk pembangunan paving dusun Kandangan krajan itu tukangnya dari luar desa Bulukandang, kulinya warga sendiri. 

           "Untuk pasang paving kami cari yang ahlinya dari luar desa, yakni dari banyu biru pasuruan, sistemnya borongan, permeternya 8000, kalau bukan ahli paving takutnya nantinya hasilnya jelek juga waktunya lama. Sedangkan kulinya warga sendiri dengan gajian harian sebesar 75 ribu perharinya," paparnya.

          Sementara itu, salah satu tukang mengatakan, pemasangan paving mulai senin kemarin, hari ini pasti sudah selesai, dirinya mengaku berasal dari lawang, bukan dari Banyu Biru Pasuruan.

          Pembangunan paving ini sistem borongan mas, di kerjakan oleh 9 orang, dengan 2 tukang, 8 kuli sebagian dari warga sini sendiri," kata salah satu tukang pada media restorasihukum.com.(sy)

Rabu, 06 Juni 2018 07:48

Bojonegoro, restorasihukum.com - Diduga kuat Kepala Desa (Kades)  Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro sengaja menghindari wartawan untuk dikonfirmasi terkait adanya informasi tukar guling Tanah Kas Desa (tkd) yang juga biasa disebut dengan tanah bengkok.

Kamidi yg diduga dapat bagian dari permainan harga tersebut diduga mendapat bagian sebesar Rp 4 milyar. Ketika akan dikonfirmasi kebenaran berita tersebut kades Gayam sudah tidak ada di kantornya, informasi yang ada pelayanan hanya ada pada malam hari itupun dirumahnya. Kata salah satu perangkat desa ditanyai keberadaan kades Gayam (winto) menyampaikan "Pak kades kalau siang hari pak, pelayanan dilakukan pada malam hari dan itupun dirumah pak Kades. " Tuturnya singkat.

Saat akan dikonfirmasi kerumah Kades, kata orang yang berada dirumahnya menyampaikan kalau pak kades barusan pergi dengan terburu buru "pak kades baru saja pergi dengan terburu buru entah ada urusan penting kayaknya pak. " terangnya singkat.

Sedangkan informasi yang beredar dimasyarakat menyebutkan bahwa kades Gayam diduga kuat melakukan marck up anggaran bekerja sama dengan mantan Bupati Bojonegoro dengan menjual aset negara berupa TKD pada pihak ketiga dan mendapatkan keuntungan hingga puluhan milyar.

Dengan adanya pemberitaan ini diharapkan pihak terkait bisa berikan klasifikasi pada redaksi untuk kebenaran berita tersebut sebagai penyeimbang, sehingga pihak kepolisian, kejaksaan bisa bertindak sesuai jalur hukum yang berlaku. (by/red)

Rabu, 06 Juni 2018 07:27

Surabaya, restorasihukum.com -  Tragedi bom yang mengguncang Surabaya pada 13-14 Mei lalu sempat dikhawatirkan akan membuat harga bahan-bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan di Jawa Timur. Namun yang terjadi justru sebaliknya, harga-harga malah mengalami penurunan atau deflasi. Kondisi ini menjadi salah satu indikasi kokohnya keamanan Jatim. 
 
Hal tsb disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo saat Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Jatim dengan Forkopipmda dan Perkenalan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Dr. Sunarta di Aula Gedung Kejaksaan Tinggi Jatim, Selasa (5/6) sore.
 
Menurut Pakde Karwo-sapaan Gubernur Jatim ini, kekokohan keamanan di Jatim terwujud a.l. karena pengawalan   kepolisian dan TNI. Disamping itu, komitmen kuat pemerintah dan pengusaha untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jatim, khususnya pada bulan Ramadhan dan saat Hari Raya Idul Fitri.
 
“Memang saat Hari-H tragedi itu terjadi, situasi pasar sepi sekali. Tapi 3-4 hari setelahnya sudah kembali ramai. Bahan pokok yang mengalami kenaikan hanya dua, daging ayam broiler, dan telur ayam” ujarnya.
 
Meskipun secara umum harga bahan pokok turun, diingatkan Pakde Karwo, seluruh pihak harus terus berhati-hati.”Dan hati-hati yang paling baik adalah silaturahmi seperti ini. Acara bukber dengan Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini sangat tepat untuk memperkuat pertahanan, keamanan, dan kebersamaan di Jatim” lanjutnya.  
 
*Sambut Baik Kajati Baru*
 
    Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga menyambut baik Kajati Jatim yang baru, Dr. Sunarta. Kajati Sunarta dinilainya akan mampu memimpin Kajati Jatim dengan baik karena sudah berpengalaman bertugas di Jatim, yakni pernah menjadi Kajari Banyuwangi beberapa tahun yang lalu.
 
    “Selamat datang Pak Sunarta, kami bersama seluruh anggota Forkopimda dan masyarakat Jatim sangat senang dan bahagia bapak bisa kembali ke Jatim setelah pernah bertugas di Banyuwangi” katanya.  
 
    Ditambahkan, masyarakat Jatim sangat ekspresif. Saat senang, akan bertepuk tangan, namun saat marah, akan berteriak sedikit. “Ibaratnya, masyarakat Jatim itu seperti janggut, sedikit kasar tapi ngangeni” tambahnya.  
 
*Kajati Sunarta Siap Berkolaborasi*
 
    Sebelumnya, mengawali sambutan, Kajati Jatim, Dr. Sunarta mengatakan, dirinya siap berkolaborasi dengan Forkopimda Jatim untuk membangun provinsi ini. Untuk itu, ia berkomitmen segera beradaptasi dengan suasana di Jatim, yang terdukung pengalamannya sebagai Kajari Banyuwangi.
 
    “Prinsip saya, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jadi saya akan mengikuti kearifan dan kebijakan lokal di Jatim sebagai kekuatan dalam membangun daerah,” ujarnya sambil mengatakan  hal tsb akan menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam melaksanakan tugas sehari-hari
    Sebagai langkah awal untuk beradaptasi, Kajati Sunarta akan memulainya dengan sesering mungkin mengkonsumsi kuliner khas Jatim, seperti nasi rawon, rujak cingur, dan lainnya. “Saya harus terbiasa dengan makanan dan adat di Jatim, supaya makin cepat beradaptasi dan jatuh cinta dengan Jawa Timur” ujarnya yang memiliki kesan tersendiri saat menjadi Kajari di Banyuwangi.  
 
“Bersama Pakde Karwo dan Fokopimda, kami berharap bisa memimpin Kajati Jatim dengan baik. Lewat kebersamaan ini, kita kawal dan bersama-sama membangun Jawa Timur” katanya. Sebelum sebagai Kajatim Jatim, Dr. Sunarta menjabat Kajati Provinsi Nusa Tenggara Timu. Sebelumnya, sebagai Wakajati Sulawesi Selatan, dan pada 2006-2008 menjabat sebagai Kajari Banyuwangi.  
 
    Hadir dalam kesempatan ini antara lain Wakapolda Jatim, pimpinan OPD di Jajaran Pemprov. Jatim, perwakilan AAL, Armatim, AU, dan Kodam V/Brawijaya.  (hpj/adit)
 
 

Senin, 04 Juni 2018 09:27

Surabaya, restorasihukum.com - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mendampingi Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan safari ramadhan, buka puasa, dan sholat tarawih bersama di Mapolrestabes Surabaya, Jl. Sikatan Surabaya, Kamis (31/5).
 
Kedatangan dua pimpinan tertinggi Polri dan TNI ini sekaligus untuk memastikan bahwa situasi dan kondisi keamanan di Jatim, khususnya Kota Surabaya, telah sepenuhnya pulih pasca tragedi terorisme bom yang terjadi di Surabaya pada 13-14 Mei lalu.   
 
Turut hadir dalam safari ramadhan ini, para anggota Forkompida, di tingkat provinsi, diantaranya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman. Juga,  forkopimda tingkat Kota, seperti Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan.  Hadir pula tokoh agama, pimpinan OPD di jajaran Pemprov. Jatim, serta prajurit TNI-Polri.
 
Dalam sambutannya, Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, aksi terorisme disebabkan proses penanaman dan pemahaman ideologi yang salah, dan terjadi dalam waktu yang panjang. “Pelaku teror ini bukan memahami ideologi radikal ini bukan sehari-dua hari, seminggu, lalu langsung melakukan aksi. Tapi proses ideologi ini berjalan berbulan-bulan, dan bertahun-tahun,” katanya.
 
Karena itu, lanjutnya, sebelum terjadi aksi serupa, agar dilakukan langkah antisipasi supaya mereka bisa sadar dan kembali pada ideologi yang benar. Langkah tersebut memerlukan kerjasama seluruh pihak, baik pemerintah, polisi, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
 
“Kalau soal menangkap teroris, itu tugas kita sebagai polisi dan TNI. Tapi soal membendung orang supaya tidak terpengaruh idelogi radikal, kami tidak memiliki kemampuan itu. Sebab, kami tidak dilatih memahami ideologi dan ayat-ayat secara mendalam. Jadi kita perlu langkah sistematis dengan melibatkan semua pihak” lanjutnya.
 
Membendung idelogi radikal di era sekarang, imbuh Kapolri Tito, sangat sulit. Pasalnya, teroris juga menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi terkait cara berkoordinasi, melakukan serangan, mempelajari target, merakit bom, dan paham-paham radikal.
 
“Jadi kami mohon kepada kepala daerah untuk mengumpulkan semua stakeholder terkait untuk berembug dan menemukan cara menangani ideologi ini. Dan juga kita kerahkan relawan-relawan dan para pasukan cyber untuk membendung tersebarnya info radikalisasi lewat dunia maya” imbuhnya.
 
Kapolri Tito juga mengimbau untuk diaktifkannya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Pertimbangannya, forum tersebut bisa masuk di semua lini. Selain itu, juga agar mengaktifkan kembali tiga pilar di tingkat terbawah (desa) untuk memperkuat deteksi dini. Tiga pilar tersebut adalah kepala desa yang mewakili unsur pemerintah, babinsa (TNI), dan babinkamtibmas (polisi).   
 
“Ini momentum untuk membangun kembali kekuatan mulai dari tingkat terbawah. Jika dilakukan siskamling, maka RT, dan RW kuat dan waspada. Tentunya, kasus terorisme keluarga seperti Dita Oepriyanto tidak akan terjadi lagi. Semoga Surabaya, Jatim, dan Indonesia tetap aman dan kuat” pungkasnya.  
 
*Panglima TNI Sampaikan Duka*
 
    Dalam kesempatan sama, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan duka dan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam aksi terorisme di Jatim beberapa waktu lalu. Menurutnya, aksi tersebut adalah jalan yang salah untuk memperjuangkan keyakinan, karena merugikan dan menyakiti orang lain.
 
    Agar aksi serupa tidak terulang, Panglima Hadi mengingatkan agar seluruh pihak tidak takut dan tidak lengah dalam melawan aksi terorisme. Diperlukan sinergi dan keterpaduan antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat agar paham radikal tidak tumbuh ditengah-tengah masyarakat.
 
    Selain itu, diperlukan kepedulian dari orang tua dalam mengawasi anak-anaknya dari pengaruh paham radikal yang disebarkan melalui media sosial. “Sudah banyak generasi muda yang terpengaruh radikalisme dari media sosial, kemudian mereka melakukan pertemuan-pertemuan tertutup” katanya.  
 
    “Mari kita bersatu padu, radikalisme bisa dicegah bila kita peduli pada lingkungan terdekat. Radikalisme juga bisa dicegah jika kita terus berusaha meningkatkan pengetahuan tentang agama dengan benar. Mari kita sebarkan pemahaman positif, merangkul seluruh komponen, dan mengambil tindakan preventif untuk mencegah radikalisme” pungkasnya. (hpj/adit*)