Kamis, 21 September 2017 04:50

Terdakwa Kasus Sarang Walet Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Tuban, restorasihukum.com - Perkara tuduhan penggelapan sarang burung walet seberat 501.823 gram senilai Rp 5.1 milyard yang menjerat pasangan suami istri Al dan Ed pada sidang selasa 19/09/2017  adalah pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum.

Sidang yang di pimpin oleh Hakim ketua Carolina Dorcas Yuliana Awi.SH.MH dan hakim anggota Erslan Abdillah.SH dan Kiki Yuristian.SH.MH  dengan Jaksa Penuntut Umum Radityo.SH berjalan lancar.

Pada tuntutannya jaksa menyatakan terdakwa Al binti Ngd dan terdakwa Ed bin S terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “turut serta melakukan penggelapan yang di lakukan oleh orang yang menguasai barang itu karena ada hubungan kerja secara terus menerus sebagai perbuatan yang di lanjutkan “sebagaimana di atur dan di ancam pidana pasal 374 KUHP jo.pasal 64 ayat (1) KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana surat dakwaan menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan 2 tahun dan 6 bulan .

Dalam dakwaannya jaksa penuntut umum perpedoman pada  keterangan 8 orang saksi yang memberatkan terdakwa yang di hadirkan oleh jaksa penuntut umum.
Sidang di lanjutkan selasa depan 26/09/2017 dengan agenda pembelaan penasehat hukum terdakwa.

Pendamping kedua terdakwa mulai perkara ini mencuat yaitu Ketua Lsm Tuban Corruption Watch Anto Sutanto pada saat di mintai pendapat oleh awak RNews Tuban mengatakan bahwa Jaksa menuntut itu sah sah aja tapi harus di ingat bahwa perkara ini adalah dugaan rekayasa .

Pertama dari awal para saksi yang di hadirkan oleh jaksa penuntut umum mereka semua tidak bisa membuktikan dan melihat sendiri bahwa terdakwa menggelapkan dan mengganti  22 invoice .

Kedua dari 8 saksi yang di hadirkan
3 orang saksi merupakan karyawan yang berada di Surabaya bagaimana mereka tau bahwa terdakwa mengganti 22 invoice.

Ketiga saksi Yo dan sopirnya  Sm sebagai pengantar bahan baku dari Surabaya ke Palang Tuban dan juga pengambil barang bersih dari palang Tuban ke Surabaya sudah jelas mengatakan bahwa barang itu ada dan sudah di cek sebelum di bawa ke Surabaya dan itu di benarkan oleh ke 3 orang saksi dari karyawan yang ada di Palang Tuban.
“itu artinya ada dugaan barang jelas jelas tidak hilang di Palang Tuban tanda kutip bahwa barang itu sudah di serah terimakan kepada saksi yo dan Sm sehingga sudah sangat jelas kalau mereka 1 kali mengetahui ada 1 invoice yang tidak di setor otomatis mereka akan menanyakan,masak sampai 22 invoice padahal 1 invoice waktunya 1-2 minggu,masuk akal nggak ..?,ujar Anto

Ditambahkan yang ke empat menurut keterangan saksi Sd dan Je bahwa mereka benar sebagai pemberi modal dan penjual bahan baku,itu artinya bahwa tidak ada barang dari perusahaan yang di gelapkan,bahkan dugaan kuat perusahaan sangat di untungkan oleh terdakwa pada saat terdakwa mengganti penyusutan dengan barangnya terdakwa sendiri yang di peroleh dari hasil kerja sama dengan saksi Sd. Harusnya yang di rugikan mestinya kedua terdakwa

Jaksa penuntut umum harus benar benar mengedepankan untuk keadilan dan bukannya untuk hukum. Yang sangat penting lagi bahwa uang cash sejumlah Rp.1.5 juta yang ada di dompet terdakwa Ed dan 3 box sarang burung walet yang menurut keterangan kedua terdakwa pada saya di duga di rampas oleh saksi Yo tidak di ikutkan dalam barang bukti .” saya yakin anda bisa menerjemahkan sendiri siapa sebenarnya yang bermain.”terang Anto.(Red)

Dibaca 31 kali