Jumat, 29 September 2017 08:28

"Peduli Jembatan Widuri" Tanpa APBD Si Kakek Tua Inipun Jadi Perbaiki Jembatan

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Bondowoso, restorasihukum.com - Di tengah memanasnya proyek viral sepanjang-panjangnya tanah di medsos di Bondowoso yang menjadi trending topik pekan ini, tentu patut diapresiasikan juga perjuangan kakek yang peduli terhadap ruas jalan dan jembatan seperti di jembatan widuri yang menuju jalan poros ke Cermee Bondowoso dan akses menuju ke Desa Curah Tatal Situbondo yang ditambal ala kadarnya memakai tanah.

Entah kesal atau bagaimana terhadap pemerintah dan dinas terkait karena jembatan penghubung ini tak kunjung diperbaiki seorang kakek nekad melakukan hal mulia tersebut karena hatinya mungkin terpanggil untuk memudahkan pengendara jalan agar tidak berbahaya meskipun hasil keringatnya yang diteteskan tidak di upah oleh APBD (uang negara) namun perjuangan kakek ini sungguh membuat kita semua simpati.

Sebab, jika dilihat oleh kasat mata sudah seharusnya jembatan widuri ini diperbaiki oleh pemerintah karena sudah tidak layak lagi untuk dilalui pengendara jalan mengingat jalan tersebut sudah banyak yang berlobang dan jika berpapasan mobil atau truk salah satunya ada yang mengalah. Sungguh ironis memang, tapi begitulah fakta yang ada terkait pembangunan di Bondowoso.


  Tak heran jika kebanyakan masyarakat bertanya, jika pemerintah mampu memperbaiki akses wisata, mampu memperbaiki beberapa saluran irigasi dan rehab jalan/jembatan, tapi kenapa jembatan widuri yang merupakan jembatan penghubung dan jembatan poros menuju ke Cermee dan Curah Tatal Situbondo tak kunjung diperbaiki??? jika menengok ke belakang tepatnya pilkada beberapa tahun yang lalu, Sang Bupati terpilih Amin Said Husni termasuk didukung dan dimenangkan oleh masyarakat Cermee tetapi kesejahteraan masyarakat Cermee dibidang infrastruktur terkesan 'dinomer duakan'...
  Layak dan Patut kita tunggu Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso setelah melihat perjuangan si kakek ini apakah masih terus berdiam diri dan tidak merasa tersentuh nuraninya? (Zis/dra)

 

Dibaca 45 kali