Selasa, 21 November 2017 08:19

Dinas PUPR Bondowoso, Lakukan Trial Untuk Hemat Anggaran APBD Ratusan Juta

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Bondowoso,restorasihukum.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso kembali melakukan trial pengerasan jalan di sejumlah titik, Senin (20/11/2017). Hal itu bertujuan agar para pengusaha yang masuk ke daerah Republik kopi ini benar – benar layak dan teruji. Selain itu, kiat ini juga dapat menghemat anggaran pemerintah daerah hingga ratusan juta.

Sedikitnya ada 3 titik yang dilakukan trial (uji coba) bagi para pengusaha yang perusahaannya akan beroperasi di Bondowoso, Jawa Timur. Kepala Dinas PUPR, Drs.H.Karna Suswandi ,MM, mengatakan trial ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan yang akan beroperasi dalam pengerjaan proyek. "Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa kualitas asphalt mixing plan (AMP) yang akan digunakan dalam pengerjaan proyek milik Dinas PUPR," ujarnya

Ia menambahkan pada trial di Jembatan Ki Ronggo kali ini, pihaknya menggunakan Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston) atau biasa disebut Hot Rolled Sheet (HRS) yang nilai pengerjaannya jika dianggarkan oleh pemerintah sebesar Rp 210 juta. "Pada trial di jembatan Ki Ronggo kali ini kami menggunakan jenis HRS yang nilainya sebesar Rp 210 juta, jadi negara hemat senilai itu," katanya.

Selain Jembatan Ki Ronggo, ada dua lokasi lain yakni Stadion yang menggunakan Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir) atau Sand Sheet senilai Rp 125 juta dan di Jalan Pandjaitan yang menggunakan Lapis Aspal Beton (Laston) atau Asphalt Concrete (AC) senilai Rp 275 juta. "Totalnya dari trial ini kita bisa menghemat anggaran sebesar Rp 610 juta," tambah Karna.

Pada tahun 2018, Karna mengatakan ada dua perusahaan lagi yang diwajibkan melakukan trial untuk menguji kekuatan dan kualitas AMP. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Sinar Baru dan PT Sunan Muria. Untuk trial ini, Karna Suswandi mengundang seluruh asosiasi Pengusaha jasa konstruksi yang ada di Bondowoso. Harapannya, mereka bisa melihat langsung pengerjaan dan tahu kualitas AMP, sehingga makin banyak pilihan, banyak referensi dan mana yang paling berkualitas. "Karena setiap produk itu berkembang, kualitasnya juga berkembang. Oleh karena itu kita lakukan trial supaya bisa kita lihat kualitasnya seperti yang kita harapkan atau tidak," tukasnya.

Sekedar diketahui, proyek jembatan Ki Ronggo sudah bisa dibilang fase finishing dengan terpasang sejumlah lampu penerangan. Menurut rencana, malam Selasa akan dilakukan uji coba lampu tersebut. Ditanya tentang warna lampu, Kadis PUPR dengan tegas mengatakan bahwa warnanya beragam. Sementara yang telah melakukan trial adalah pengusaha asal Besuki, nantinya akan disusul oleh 2 pengusaha pada tahun anggaran 2018. (zez)

Dibaca 66 kali