Sabtu, 16 Desember 2017 08:39

Kadis PUPR Bondowoso, Adanya Jembatan Gantung Membawa Perubahan Signifikan Kemajuan Masyarakat

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Bondowoso, restorasihukum.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso, Drs. H. Karna Suswandi, MM, meninjau finishing pembangunan jembatan gantung, penghubung antara Desa Grujugan, Kecamatan Cermee dengan Desa Kalibagor, Kecamatan Kota Situbondo, Jawa Timur , Jum'at 15 Desember 2017.

Jembatan gantung yang membentang di atas sungai sudah hampir selesai dikerjakan. Pembangunan fasilitas ini akan mempermudah akses pendidikan dan perekonomian bagi masyarakat setempat.

Karna Suswandi menyampaikan selain menjadi penghubung antar desa, jembatan ini juga menjadi andalan warga untuk menunjang mata pencahariannya.

"Ini akan mempermudah akses pendidikan dan perekonomian bagi masyarakat setempat. Kami berharap adanya pembangunan jembatan akan membawa perubahan signifikan pada kemajuan masyarakat,"

Karna Suswandi mengklaim pembangunan jembatan ini tidak dianggarkan dari APBD, pihaknya berhasil menggandeng donatur Swiss dan sebagian didanai dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2017.

"Adanya jembatan ini juga akan menghemat waktu kurang lebih satu jam bagi warga yang hendak ke Situbondo dan sebaliknya bila akan ke Bondowoso," tegasnya.

Karna sebagai kadis PUPRĀ  sangat bersyukur karena mulai hari ini jembatan gantung yang ditunggu masyarakat mulai bisa direalisasikan dan sudah bisa digunakan masyarakat.

"Terima kasih untuk bapak Toni, donatur dari Swiss yang telah memberikan sumbangsih sangat besar kepada masyarakat," ungkapnya.

Jembatan gantung ini menurut Karna Suswandi menjadi yang pertama dari beberapa jembatan gantung yang diusulkannya di Kabupaten Bondowoso.

"Dari semua usulan, memang tidak semuanya bisa direalisasikan karena tidak memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan dari donatur Swiss," paparnya.

"Ini bisa dibangun karena memiliki bentang yang sesuai dengan ketetapan mereka. Selain itu, memiliki akses jalan menuju lokasi pembangunan dan pemerintah setempat bersedia swadaya mengangkut dan merangkai besi," imbuhnya.

Lebih lanjut Karna Suswandi mengatakan, beton penyanggah jembatan juga didanai oleh Pemerintah Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, yang dianggarkan dari DD tahun 2017.

" Jadi, usulan yang memenuhi syarat seperti ketentuan dari donatur Swiss sudah pasti bisa direalisasikan.Tahun depan, akan ada satu lokasi lagi yang akan dibangun oleh donatur Swiss karena sudah memenuhi persyaratan, yaitu di Desa Gentong, Kecamatan Tamankrocok," tukasnya.

Untuk diketahui , sebelum dibangun jembatan gantung, akses antar dua desa di dua kabupaten Bondowoso-Situbondo hanya bisa dilalui dengan menyeberangi sungai.

Para penyeberang harus rela melepas baju yang dipakainya dan kembali dipakai saat berada di bantaran sungai desa bersebrangan. Hal ini kerap dilakukan warga, baik saat hendak bekerja maupun anak sekolah.

Kalau hujan dan terjadi banjir, sungai tidak bisa dilewati karena arusnya deras,warga yang tidak memiliki kendaraan bermotor, akan libur kerja atau anaknya tidak masuk sekolah. Yang punya motor, lewat memutar dengan jarak yang sangat jauh, dengan kondisi semacam ini mengetuk hati Kepala Dinas PUPR Bondowoso agar masyarakat tidak kesulitan lagi.

Ucapan Alhamdulilah, banyak disampaikan warga juga melalui akun facebook Bung Karna dengan adanya bantuan dari donatur Swiss melalui Dinas PUPR serta bantuan dari pemerintah setempat bisa terealisasi, jembatan penghubung dua kabupaten ini.(zez)

Dibaca 31 kali