Senin, 12 Februari 2018 15:01

Proyek Bendungan Kwatu Didemo Ribuan Warga

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Mojokerto, restorasihukum.com - Ribuan Warga Desa Kwatu Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto sejak pagi, Senin (12/02/2018) telah melakukan aksi damai dilokasi pengerjaan proyek pembuatan bendungan diatas Tanah Kas  Desa (TKD) Kwatu yang diduga melanggar peraturan perundang-undangan.
“Memang saya pada tahun 2016 pernah diajak musyawarah terkait prosesnya alih fungsinya TKD Kwatu oleh pihak-pihak instansi yang berkompenten. Tapi sampai sekarang ini, Senin (12/02/2018) belum ada kabarnya.” Kata Chosim, Kepala  Desa Kwatu kepada awak media.

Jadi, masih Chosim mengatakan, “Dengan adanya process alih fungsinya TKD Kwatu yang belum diselasaikan, maka pengerjaan proyek bendungan diatas TKD Kwatu harus dihentikan sementara waktu sampai ada proses yang jelas.” Ungkapnya.

Selain itu, sambung Chosim menegaskan, “Jalan dan jembatan yang telah diputus oleh pihak pengerja proyek itu, harus segera dibangun lagi,  karena selama jalan dan jembatan terputus, Warga Desa Kwatu dan sekitarnya terganggu ekonominya dan waktunya.” Ucapnya.

Sedangkan, lanjut Chosim menjelaskan, “Untuk pengambilan dan pengelolaan limbah berupa bahan pasir biar Warga setempat yang mengelola semuanya, masak Warga Desa Kwatu hanya cuma diberi lumpurnya saja.” Jelasnya.

Oleh karena itu,  Chosim menambahkan, “Apabila semua permintaan saya dengan warga kwatu diterima oleh pihak pengerja proyek bendungan itu, tentunya saya dengan warga saya akan membantu untuk mensukseskan pengerjaan proyek yang telah dilaksanakan oleh H. Ibnu Gofor tersebut. Karena saya sangat mendukung adanya proyek itu.” Tambahnya.

Sementara diruang balai Desa Kwatu, H. Ibnu Gofor, menyampaikan, “Saya sangat berterima kasih kepada warga semuanya, dan saya memohon agar dibantu serta didoakan untuk dapat menyelasaikan persoalan-petsoalan yang terjadi saat ini. Bahkan hari ini, surat pernyataan yang saya buat dengan Kepala Desa sini (Kwatu.  Red) sudah bersama-sama ditanda tangani.

Sehingga saya tentunya akan membantu untuk menyelasikan proses alih fungsinya TKD kwatu, dan akan segera membayar sewanya gudang, serta memberikan pengelolaan limbah berupa bahan pasir kepada pihak pemerintah desa untuk dikumpulkan dilapangan desa kwatu. Tapi apabila bahan pasir itu sampai dijual belikan kepada pihak lain,  maka saya tidak mau ikut bertanggung jawab.” Ujar H. Ibnu Gofor dihadapan ribuan warga dibalai desa kwatu. (Twi).

Dibaca 22 kali