Sabtu, 24 Februari 2018 19:39

Warga Lakar Dowo Tolak Perluasan Lahan PT Pria

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Mojokerto, restorasihukum.com- Warga Lakardowo yang tergabung dalam  Pendowo Bangkit (Penduduk Lakardowo Bangkit) Pada hari Senin (19 Februari 2018 ) pukul 010.00s.d 11.00 WIB bertempat di Kantor Balai Desa lakardowo.Kec. jetis.  Kab. Mojokerto dilaksanakan aksi unjuk rasa damai oleh warga masyarakat Ds.lakardowo. Kec. jetis.  Kab. Mojokerto.  sebagai Korlap dalam kegiatan adalah Bpk Heru siswoyo, diikuti sekira 50 orang. Menuntut Lurah Lakardowo Utomo untuk menolak ijin perluasan Lahan PT.PRIA, Warga minta ganti rugi atas hasil panen yg gagal dikarenakan dampak limbah yg ditimbun oleh pt. Pria, Serta menuntut pencabutan HO (Ijin Gangguan) PT.PRIA. Atas tuntutan warga tersebut Lurah Lakardowo Utomo mengatakan," pihak BLH sudah turun ke lokasi guna mengadakan uji Lab. Tanah yang di Duga tercemar Limbah dari PT.PRIA, kita tinggal menunggu hasilnya, Sementara untuk HO (Ijin Gangguan)PT.PRIA  dan Perluasan Lahan adalah wewenang Pemerintah Kabupaten Mojokerto,"paparnya.
Begitu juga yang di katakan Atrap Nurpodi (Kaur Pemerintah Desa Lakardowo Kec Jetis) mengatakan,"Bahwa hasil kesepakatan dari desa yg dilaksanakan beberapa hari lalu desa mengajukan surat isinya agar pabrik memberikan ganti rugi tanaman yg rusak bukan meminta bantuan dr perusahaan, dan yang membuat surat ganti rugi pada waktu tuntutan awal adalah saya hanya meminta ganti rugi bukan meminta bantuan, serta pihak pabrik memberikan kompensasi Rp 25 Juta dan 20 juta perdusun kesepakatan dari warga masyarakat, pihak desa hanya sebagai jembatan dr warga masy, kami berharap agar warga membuat surat resmi/tertulis dan pihak desa akan mengajukan ke pabrik PT PRIA,"ucapnya tegas.
Penyampaian orasi yg disampaikan olh Ibu Jumiati saat Unjuk Rasa juga menyampaikan  a.Bhw dengan adanya PT. PRIA perusahaan limbah B3 di Desa Lakardowo yang berdiri tahun 2011 yang di buktikan oleh kesaksian warga Desa Lakardowo, awal pembangunan pabrik pengolahan limbah B3, Masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas tentang bahaya limbah B3 yang dikelola oleh PT. PRIA yang hanya berjarak 200 meter dari pemukiman masyarakat.
b. Bhw Pada tanggal 13 Desember 2017 beberapa tanaman jagung milik masyarakat mengalami kerusakan, yaitu pada daunnya yang tiba-tiba kering.
c. Masyarakat mengalami seperti ini bukan sekali ini saja dalam kegagalan pertanian, sehingga menambah beban perekonomian masyarakat.
d. Tidak hanya pertanian saja yang terganggu, akan tetapi warga Desa Lakardowo merasa terganggu akibat asap yang ditimbulkan oleh pembakaran incenerator limbah medis PT. PRIA, karena setiap hari asap dari incenerator tersebut pasti menyelimuti lahan-lahan warga yang berada disekitar pemukiman warga.
e. Bhw PT. PRIA yang beroperasi pagi hingga malam, sering kali mengganggu waktu istirahat setempat, bunyi bising yang ditimbulkan oleh perusahaan.
f. Kami sangat berharap kepala Desa Lakardowo dapat menanggapi aspirasi warga secara bijaksana. Agar warga tidak lagi mengeluhkan dampak yang berkepanjangan dan bisa menjalani hidup damai tanpa gangguan seperti dulu.
pukul 11.00 WIB warga langsung membubarkan diri, Pada pukul 11.15 WIB. Warga yang kontra (warga pemilik tanah) yang tanahnya akan di beli oleh PT.PRIA mendatangi Balai Desa untuk menuntut Kepala Desa agar memberikan persetujuan jual beli tanah milik mereka melalui perwakilannya.(Ek)

Dibaca 61 kali