Redaksi

Redaksi

Kamis, 22 Februari 2018 06:34

Surabaya, restorasihukum.com - Setiap kegiatan pengangkut limbah bahan berbahaya dan beracun atau biasa disebut limbah b3, hendaknya diangkut dengan perijinan yang sesuai dengan undang undang republik indonesia (UU RI) 101 tahun 2014 tentang lingkungan hidup.

      Namun hal ini diduga tidak dilakukan oleh PT Suparma yang telah keluarkan limbah jenis bottom ash dengan truk yang tidak miliki ijin angkut limbah b3 dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) dan juga kementerian perhubungan.

      Kuat dugaan PT Suparma sengaja menghindari pajak dan melanggar hukum berkonspirasi dengan pihak berwenang yang menangani setiap panggaran dan berdampak pada lingkungan hidup serta merusak alam.

       Dari hasil temuan dilapangan redaksi restorasihukum.com mencoba berikan laporan informasi tersebut pada pihak kasat reskrim polrestabes Surabaya Akbp Sudamiran, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban serta tindakan yang diambil terkait pelanggaran lingkungan hidup tersebut.

      Tak cukup sampai disitu redaksi juga memberikan laporan informasi pada kasubdit 4 Sumdaling ditkrimsus pollda jatim Akbp A Rorik Ripto H berharap ada tanggapan dan tindakan karena apa yang dilakukan PT Suparma jelas telah melanggar hukum dan harus ditindak tegas, namun apa yang terjadi, hal serupa didapatkan, redaksi restorasihukum.com belum dapat tanggapan sebagai kelengkapan dalam pemberitaan.

       Kuat dugaan PT Suparma memiliki backup yang cukup kuat dan sangat berpengaruh, sehingga setiap pelanggaran yang dilakukan seakan tidak ada tindakan yang tegas dari aparat penegak hukum dan para pejabatnya dapat intervensi dari pimpinan tertinggi. (rd/tim)

Rabu, 21 Februari 2018 18:19

Gunungsitoli, restorasihukum.com - Polres Nias Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Praja Toba Tahun 2018 bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nias - Daerah Sumatera Utara, Selasa (20/02/2018) pagi.

Dengan Tema: "Polri yang Promoter Siap Mengamankan Pilkada Serentak Tahun 2018"


Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H. Sinaga,SH,S.IK sebagai Pimpinan Apel, sementara Perwira Apel AKP IB. Jaya Harefa dan Komandan Apel Ipda Dimas AS. S.Tr.K.

Apel tersebut dihadiri oleh Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM, Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, SE.,M.Si, dan  Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, Wakil Bupati Nias Utara Haogosokhi Hulu, SE.,MM.

Apel Gelar Pasukan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Pimpinan Apel dan dilanjutkan dengan Penyematan Pita Operasi Mantap Praja Toba 2018 kepada perwakilan.

"Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H Sinaga, SH.,S.Ik, Libatkan 3.286 Personil gabungan dari TNI dan Polri. Kapolres menyampaikan bahwa Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Toba Tahun 2018 ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan aparatur pemerintah, TNI dan Polri dalam melaksanakan pengamanan Pilgubsu Tahun 2018," kata Kapolres


Lebih lanjut Kapolres Nias menekankan bahwa rangka mengantisipasi gangguan Kamtibmas pada pelaksanaan Pilkada, maka setiap elemen harus memahami tugas sesuai prosedur, membina kerjasama informasi dari masyarakat, menyiapkan fisik maupun mental, jujur dan netral dalam bertugas serta senantiasa berdoa demi keamanan Pilkada khususnya di Kepulauan Nias. Ujar mantan Penyidik KPK ini


Turut hadir Wakapolres Nias, Kasdim 0213 Nias, dan para  Ketua KPU dan Ketua Panwasli di wilayah Hukum Mapolres Nias,  para Kabag, para Kasat, para Kapolsek, personil Kodim 0213 Nias, Sub Den Pom ½-5 Nias, personil Polres Nias, Sat Pol PP Kota Gunungsitoli, Dinas Perhubungan Kota Gunungsitoli, Ormas serta sejumlah Wartawan berbagai media.

Setelah pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Toba, dilanjutkan dengan Penyerahan 10 unit Sepeda Motor Dinas Polisi kepada Bhabinkamtibmas Polres Nias oleh Kapolres Nias didampingi unsur Forkompimda dan Simulasi SISPAMKOTA Polres Nias. (al)

Selasa, 20 Februari 2018 05:44

Pasuruan, restorasihukum.com - Unit Resesrse kriminal Polsek Pandaan telah mengamankan Kasiani (20) warga dusun Cemoro, desa Pungging, kecamatan Tutur, kabupaten Pasuruan tersangka pencurian sepeda motor atau penipuan (penggelapan sepeda motor) milik Suci Rahayu Anggraini Wijaya warga kelurahan Kebonsari, kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan, Senin,(19/02/2018) sekitar pukul 09.00 Wib.

           Tersangka melakukan pencurian atau penipuan penggelapan sepeda motor dengan cara mengambil atau meminjam milik Suci tanpa seijinnya, tersangka membawanya kemudian sepeda tersebut oleh suami siri dijual atau digadaikan. Tersangka mengaku tidak mengetahui sepeda tersebut dijual atau di gadaikan kemana.

            Dari tersangka petugas mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 lembar surat keterangan asli dari Wom Finance yang isinya bahwa BPKB masih dijaminkan. 1 lembar foto copy BPKB sepeda motor Honda Beat FI Sporty Cw tahun 2015 nopol N 2686 WN. Atas nama Johan Hendra Wijaya warga jln. Wahid Hasyim Rt 03 Rw 04 kelurahan Kebonsari, kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 12 juta.

             Saat ini tersangka berada di Mapolsek Pandaan untuk proses selanjutnya. Diduga tersangka telah melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian atau 378 subs 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dipidana penjara selama lamanya 4 tahun.(sy)

Selasa, 20 Februari 2018 01:15

 Bondowoso, restorasihukum.com - Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Bondowoso 2018 yang digelar KPU setempat dijalan depan pendopo Bupati minggu (18/02) tidak hanya menjadi komitmen dua pasangan Cabup dan Cawabup Bondowoso Salwa Arifin-Irwan Bachtiar dan Ahmad Dhafir-Hidayat melaksanakan kampanye damai. Namun kedua pasangan Cabup Cawabup memanfaatkan momen deklarasi kampanye damai dengan menyampaikan visi misi membangun Bondowoso 5 tahun kedepan.

   Cabup nomor urut 1 Salwa Arifin didampingi Cawabup Irwan yang pertama berorasi mengatakan, dirinya dan Cawabup Irwan berkomitmen membangun Bondowoso tanpa korupsi dengan menjunjung kejujuran dan keadilan. "menciptakan masyarakat damai sejahtera dengan bersama sama membangun bondowoso menjadi kabupaten maju, rakyatnya sejahtera dan meningkatkan ekonomi serta menjadikan insan bertakwa kepada Allah SWT," kata Salwa disambut tepuk tangan yang hadir

   Sementara Cabup Bondowoso nomor urut 2 ahmad Dhafir didampingi Cawabup Hidayat mengatakan, akan melanjutkan visi misi Bupati Amin Said Husni untuk membuat rakyat Bondowoso tersenyum dalam lima tahun kedepan. "Visi dan misi Dhafir Dayat tetap melanjutkan membangun Bondowoso beriman, berdaya dan bermartabat yang menjadi visi dan misi Bupati Amin," katanya yang juga disambut tepuk tangan para undangan

   Dhafir juga menghimbau pendukungnya untuk tidak mudah terprovokasi dan harus menjaga Pilkada Bondowoso berlangsung aman dan damai. "saya dan kiai Salwa dan mas Irwan teman sejak dulu. Bahkan saat Kiai Salwa maju di Pilkada Bondowoso 2013 lalu, saya Ketua Tim Pemenangnya. Jadi mari kita sukseskan Pilakada Bondowoso 2018 lancar, aman dan damai," ujarnya (zis/dra)

Senin, 19 Februari 2018 17:46

Pasuruan, restorasihukum.com - Reserse kriminal sektor beji Pasuruan berhasil menangkap seorang pemuda bernama Much. Saikhu warga dusun Ketapan, desa Pekoren, kecamatan Rembang, kabupaten Pasuruan, saat menjual dan mengedarkan pil Sediaan farmasi diwarung kopi pinggir jalan dusun Mindi, desa Sidowayah, kecamatan Beji Pasuruan.Minggu, (18/02/2018) sekitar pukul 20.00 Wib. 

               Penangkapan berawal saat pelaku menjual dan atau mengedarkan sediaan farmasi tablet warna putih kepada petugas yang sedang melakukan Undercover dan saat itu juga petugas langsung menangkap pemuda tersebut.

               Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti berupa 45 butir tablet warna putih logo Y, uang tunai Rp 17.500 sisa dari hasil penjualan. Kemudian petugas lakukan penggeledahan di rumah tersangka dan ditemukan 50 butir tablet jenis yang sama.

               Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawah ke Mako Polsej Beji guna lakukan penyidikan lebih lanjut.

                Diduga tersangka telah melanggar pasal 197 subs 196 UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan diancam dengan hukuman pidana maksimal 15 tahun.(sy)

Senin, 19 Februari 2018 13:14

Malang, restorasihukum.com - Setiap pemanfaat limbah b3 (bahan berbahaya dan beracun)  harusnya dilengkapi dengan perijinan dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) sehingga tidak melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan prosedur yang ada.

       Berbeda dengan pemanfaat limbah b3 yang ada di Karangploso ini, perusahaan yang berdiri bisa dibilang cukup lama ini, bergerak dibidang pembuatan genteng beton dengan bahan baku pasir dan semen, namun untuk mendapatkan keuntungan yang besar perusahaan menggunakan flyash sebagai bahan tambahan.

     Dilain pihak, Transporter limbah b3 asal Gresik yang semestinya mengirim limbah kepengelola atau pemanfaat yang memiliki ijin, namun tidak dilakukan dengan benar dan diduga kuat telah melanggar undang undang Republik Indonesia (UURI) 101 tahun 2014.

     Setelah adanya laporan informasi yang disampaikan redaksi restorasihukum.com pada Kasubdit 4 Sumdaling Polda Jatim "Akbp A Rofik Ripto H" dan dilakukan lidik oleh anggota unit 3 tipiter, akhirnya saat ini diproses hukum dan sudah turun LP untuk prosesnya.

     Akan tetapi ini adalah tugas berat bagi Kasubdit 4 sumdaling Akbp A Rofik Ripto, ini disebabkan adanya pengakuan dari pihak supir, bahwasanya pihak perusahaan transporter sudah berikan upeti pada oknum polda jatim yang harus dicari siapa oknum tersebut dan bagaimana kebenaran pengakuan supir akan oknum tersebut.

     Diharapkan proses hukum akan berjalan sesuai jalur hukum yang berlaku, sehingga nama baik institusi kepolisian tidak tercoreng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga proses hukum tidak ada intervensi dari oknum pada Kasubdit dan proses tetap berjalan sesuai undang undang. (hr/red)

Minggu, 18 Februari 2018 10:25

Gunungsitoli, restorasihukum.com - Tongoni Lase alias Ama Yuru (Suami), warga Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, melaporkan ke Polres Nias atas Nama Yaniria Halawa alias Ina Yuru (istri),  tengah meninggalkan rumah tanpa diketahui keluarga serta keberadaannya sejak Hari Senin 12 Februari 2018 sore hingga kini.

Hal itu yang membuat (Suami)  Tongoni Lase alias Ama Yuru, melaporkan ke Polisi. Sabtu (17/02/2018) Siang.


Dikatakannya sejak Hari Senin kemarin kami tengah melakukan pencarian dirumah family baik menelepon maupun mendatangi rumah family Namun tidak kami temukan keberadaannya. Ujarnya dengan nada sedih


Sementara Kasubbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, mengatakan kita berharap Ibu Ina Yuru Lase bisa segera kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya. Mohon bantuan bagi siapa pun yang mengenal serta mengetahui keberadaan Ibu tersebut (foto terlampir) dapat menghubungi Pihak keluarga melalui sambungan Seluler Hp: 0852-7642-2455 atau Kantor Polisi terdekat. Jelas Gulo.
(al)

Sabtu, 17 Februari 2018 19:11

Nias Induk, restorasihukum.com -  Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM mengunjungi Irena Zai penderita pembengkakan hati di Desa Tiga Serangkai Maliwaa Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias, Sabtu (17/02/2018)

",Irena Zai adalah anak ke 4 dari pasangan suami isteri Arozatulo Zai/Wan Seven Telaumbanua dan tergolong keluarga tidak mampu".

Sementara Gejala penyakit Irena Zai terlihat pada saat berumur 2 bulan dengan wajah dan badan kelihatan berwarna kuning dan semenjak bulan Nopember 2017 perutnya membengkak hingga kini, awalnya Irena Zai lahir Normal di RSUD Gunungsitoli dengan berat badan 3 Kg.

Bupati Nias menjelaskan, Pemberitaan melalui Medial sosial facebook pada beberapa hari terakhir mengatakan bahwa Irena Zai menderita gizi buruk, ternyata bukan, berdasarkan hasil diagnosa dokter di RSUD Gunungsitoli bahwa Irena Zai menderita penyakit pembengkakan hati.

Berhubung di RSUD Gunungsitoli belum ada tenaga ahli yang bisa menangani penyakit tersebut maka dirujuk ke salah satu rumah sakit di Medan. Kata Bupati Nias

Lebih lanjut Bupati Nias menyatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Nias akan memberikan dukungan bantuan sesuai dengan ketentuan peraturan, hingga si anak tersebut kembali sehat seperti semula. Selain itu Bupati Nias memberikan bantuan sembako dan obat obatan.

Mewakili keluarga dan masyarakat, Camat Idanogawo Fatinasokhi Laoli menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran Bupati Nias sehingga menambah semangat dalam keluarga. Ujar Camat.

(al)