Oknum Polres Sidoarjo backing penimbun BBM Subsidi

0
14

Sidoarjo, restorasihukum.com . Penyimpangan BBM bersubsidi merupakan  berita hangat dikakalangan Polda Jatim. Paling mengundang perhatian bagi Pejabat tinggi di Polda Jatim adanya dukungan dari oknum Perwira tinggi Polri.  Hasil informasi masyarakat  adanya kegiatan ilegal oil dengan dukungan dari oknum Polres Sidoarjo. Sebut saja “Znl” inisial  tingal di perum Polri Sukodono – Sidoarjo. Tim  media ini mencari kebenaran akan berita tersebut  dan menemukan satu SPBU 54.***** Berbek Waru – Sidoarjo pada 21 Maret 2014 sekitar pukul 23.00 Wib.

   Dengan mengunakan sebuah mobil Pick Up Mitsubisi L 300 Nopol L 8124 EV yang sudah dimodifikasi, Kapasitas penampungan BBM 2000 liter atau setara 2 ton BBM solar bersubsidi. Ironisnya saat di TKP (tempat kejadian perkara) ada giat dan wartawan RHN ( Restorasi Hukum Nasional) coba menginformasikan pada fihak Polsek 081231205*** Akp Maryoko Kanit Reskrim terkesan lamban dalam bertindak sehinga pelaku berhasil kabur, padahal kegiatan ilegal tersebut sudah lama di informasikan tapi belum juga ada tindakan. ”Diduga para pelaku sudah mengetahui kalau wartawan telah menginformasikan kegiatanya pada fihak kepolisian, tiba tiba pelaku langsung kabur dan tancap gas menuju jalan Tol arah Sidoarjo.” Hebatnya lagi “Znl” melalui ponselnya 081330958***  mengaku tidak kerja sendiri, beliau telah memberikan sebagian dari hasil kerjanya pada Polsek Waru, Kasat Reskrim Sidoarjo serta Kapolres yang diduga jadi backing dari kegiatan ilegal oil tersebut sehingga dia leluasa membeli/menimbun BBM jenis solar bersubsidi sesuka hatinya. Pada ahir februari 2014 lalu  Supir Pick up (Wawan)  dan kenek yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan pada wartawan RHN kalau  BBM solar subsidi tersebut akan dikirim ke Pelabuhan dan akan dioper untuk dijual ke Industri dan BBM ini milik seorang Polisi ungkapnya.

     Sebelumnya AKP Rony Setyadi,S.I.K Kasat Reskrim Polres Sidoarjo dimintai keterangan terkait kebenaran  pengakuan “Znl” tersebut malah emosi dan bersumpah akan  memotong telinganya jika ia ataupun Kapolres menerima pemberian dari “Znl”. Dan lagi, jika berita ini kebenarannya adalah “salah” beliau akan menuntut . Aneh, bukannya mendengarkan informasi dengan baik dan menindaknya malah emosi, apakah ini yang disebut seorang pemimpin?…  kenyataan dilapangan sangatlah jau berbeda “Znl” semakin menjadi. Mana janji Kasat Reskrim kalau memang tidak terima apa apa dari Znl. ( Agg ) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here