Redaksi

Redaksi

Selasa, 10 Juli 2018 19:22

Jakarta, restorasihukum.com - Ketua Umum PWRI, Suriyanto, SH, MH, M.Kn didampingi Sekjend PWRI, Zulfikar Tahir, resmi melaporkan salah satu oknum komisioner Dewan Pers, Sinyo Harry Sarundajang, ke Ombudsman Republik Indonesia, di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. Sarundajang dilaporkan karena yang bersangkutan diduga melakukan tindakan melanggar hukum terkait kedudukannya yang rangkap jabatan seperti diatur dalam UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Sebagaimana diketahui bahwa mantan gubernur Sulawesi Utara itu sejak Februari 2018 menjabat sebagai duta besar RI di Filipina, Kepulauan Marshall dan Republik Palau. Namun, hingga kini Sarundajang masih menjabat sebagai komisioner Dewan Pers.

Fakta tersebut menurut para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) merupakan pelanggaran terhadap UU No. 25 tahun 2009. Untuk meluruskan ketidakbenaran tindakan oknum pengurus Dewan Pers, Sarundajang tersebut, PWRI melaporkan yang bersangkutan ke lembaga Ombudsman seraya meminta lembaga ini melakukan review, pemeriksaan dan langkah-langkah tindak-lanjut yang diperlukan sesuai perundangan yang berlaku.

"Kami menilai bahwa Saudara Sinyo Harry Sarundajang telah melakukan tindakan yang salah, melanggar hukum, khususnya UU No. 25 tahun 2009. Jadi, kita laporkan ke sini (red - Ombudsman) untuk dilakukan tindakan yang diperlukan sesuai peraturan yang berlaku," jelas Suriyanto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang turut mendampingi koleganya Ketum PWRI menyampaikan laporan ke Ombudsman, mengatakan bahwa pembenahan pers di republik ini hanya mungkin dapat dilakukan jika lembaga pengampu pers seperti lembaga Dewan Pers dibersihkan dari oknum-oknum pengurus yang bermasalah. "Kita mendukung kawan-kawan PWRI melaporkan komisioner Dewan Pers ke Ombudsman. Hal ini sangat mendasar, karena bagaimana mungkin kita mampu membenahi kehidupan pers di republik ini jika orang-orang yang diberi amanah mengelola dan mengembangkan kemerdekaan pers sesuai UU No. 40 tahun 1999 merupakan oknum-oknum bermasalah," ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Wilson juga mengingatkan bahwa kehidupan pers di dalam negeri saat ini sudah amat memprihatinkan. Dunia jurnalistik kita telah dibajak oleh para politikus, penguasa, dan pengusaha.

"Persoalan pers kita sudah pada level darurat. Pengelolaan informasi telah dikuasai oleh para perampok sumber daya informasi di negeri ini. Konglomerasi media yang dikelola para politikus, oknum penguasa, dan pengusaha telah melahirkan segelintir media besar yang menguasai 90 persen ruang informasi dan publikasi kita. Sementara, negara terlihat tidak berdaya membendung masifnya penistaan terhadap ratusan ribu wartawan dan pekerja media di tataran bawah. Mereka seakan tidak dianggap sebagai warga bangsa dan negara ini. Ada yang tewas di lapas, dikriminalisasi dan didiskriminasi di mana-mana, negara diam saja. Dewan Pers yang menjadi harapan satu-satunya, malah menjadi biang kerok terbunuhnya wartawan," pungkas Wilson Lalengke yang saat ini sedang menggugat Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Dewan Pers di PN Jakarta Pusat bersama Heinjte Mandagi dari SPRI. (HWL/Red)

Selasa, 10 Juli 2018 16:42

JAKARTA, restorasihukum.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan jajaran humas di seluruh kepolisian mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek untuk menjalin kerjasama dengan seluruh media online yang ada di Indonesia.

Kerjasama itu dilakukan untuk mempercepat akses informasi kegiatan di Kepolisian serta memperkuat solidaritas kemitraan dengan media online sebagai bentuk profesionalisme dan revolusi mental Polri.

Hal itu dijelaskan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mewakili Kapolri, dalam silaturahmi dan kerjasama Kadiv Humas Polri dengan media online, di Gedung Divisi Humas Mabes Polri Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Setyo bahwa keberadaan media online di Indonesia yang jumlahnya sekitar 3000-an sejak era reformasi ini sangat dibutuhkan sebagai pilar keempat negara.

Media harus berperan aktif dalam mencegah konflik dan menciptakan tujuan negara sesuai UUD, serta menjadi pendamping pemerintah dalam hal membangun negeri tercinta ini.

“Media harus berperan aktif untuk melakukan pencegahan konflik di negeri tercinta ini,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto serta para perwira menengah Polri lainnya yang hadir dalam pertemuan silaturahmi tersebut.

Setyo mengatakan, kerjasama dengan media online tersebut dalam rangka membangun kepercayaan publik dan mencegah konflik melalui pemberitaan, mulai dari Polsek sampai jajaran tertinggi kepolisian.

Kerjasama ini harus sejalan dan sesuai dengan aturan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik. “Kami berharap kerja sama dan kemitraan antara Polri dan media online ini terus ditingkatkan karena media online saat ini sangat berperan penting lebih cepat dan mudah diakses publik,” pungkasnya. (*/Kamajaya)

Selasa, 10 Juli 2018 13:37

NIAS SELATAN, restorasihukum.com - Kepolisian Resort Nias Selatan membantah keras informasi yang meluas di jejaring sosial facebook terkait adanya kasus begal di wilayah Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, yang diposting oleh Ketua DPC PDI-P Nias Selatan, Siotarozisokhi Gaho alias Sio Gaho, melalui akun pribadi resminya.

"Kejadian tersebut bukanlah akibat pelaku begal ataupun perampokan seperti yang Bapak Sio Gaho posting di akun Facebooknya. insiden itu melainkan peristiwa penganiayaan/pengeroyokan yang di akibatkan karena mabuk minuman keras", Ucap Kapolres Nias Selatan melalui Ps. Paur Subbag Humas, Brigadir Dian Octo Tobing, Kepada wartawan. Senin (9/7/2018).

Brigadir Dian Octo menjelaskan bahwa adapun kronologis insiden tersebut yakni terjadi, Sabtu (7/7/2018) malam di Desa Hiliamaeta Luo, Kecamatan Toma.

Kejadian tersebut berawal dari adanya acara pesta anak muda di Desa Hiliamaeta Luo. Disela acara pesta tersebut ke-5 remaja  mengisi acara dengan mengkonsumsi minuman keras jenis tuak.
Terjadilah salah paham antara pemuda Desa Hilinamazaua (korban) yang kebetulan datang bertandang ke Desa Hiliamaetaluo yang tersinggung akibat ucapan perkataan.

Puluhan pemuda mulai menghadang dan memukuli beberapa pemuda asal Desa lain yang bertandang di Desa Hiliamaetaluo, hingga insiden pemukulan pun berlanjut di Desa Hilinafaoso.
"Perlu di konfirmasi, Bahwa sebelumnya antara pemuda yang hadir dengan pemuda setempat pada acara pesta tersebut sudah terjadi keributan, dan sempat didamaikan oleh beberapa Tokoh Masyarakat", Tuturnya

Saat ditanyai Polisi, lanjut Brigadir Dian Octo, Para korban mengatakan bahwa mereka di ajak ke sebuah lokasi pesta di Desa lain untuk berpesta joget dan mengkonsumsi miras jenis tuak hingga terjadi adu mulut karena bersenggolan.

Usai pulang meninggalkan tempat pesta. Diperjalanan mereka di kejar sejumlah pemuda dengan mengendarai sepeda motor dengan membawa senjata tajam dan kayu, sehingga terjadi pembacokan serta penganiayaan dan pengerusakan sepeda motor milik mereka selaku korban.
"Jadi itu kronologis sebenarnya. Mari tolak miras dan mari kita budayakan mencari tahu informasi yang benar suatu peristiwa/ kejadian sebelum menyebarkan info tersebut kepada orang lain. Karena menyebar informasi Hoax serta menyebarkan informasi kebencian dan Isu SARA dapat di jerat Undang-Undang UU ITE", Hal dari kejadian tersebut masih tahap proses penyelidikan Polisi. Pungkasnya

Sebelumnya, Akun facebook milik Ketua DPC PDIP Nias Selatan (Sio Gaho) memposting dalam akun pribadinya terkait kasus begal yang terjadi diwilayah Hukum Polres Nias Selatan, yang kini telah dilihat oleh ratusan pengguna facebook.
(al)

Selasa, 10 Juli 2018 13:06

Lhoksukon, restorasihukum.com - Jembatan buket Jengkol yang berlokasi di pedalaman Aceh Utara Kecamatan Payabakong yang menghubungkan Desa Pucok Alue, Desa Cot Tufah, Desa Hasan Seleumak (Alue Bay) dan Desa Peurupok  sudah mulai di bangun.

Jembatan ini sempat viral di beberapa media lokal maupun nasional setahun yang lalu, namun berkat perjuangan Samsulni (31) pemuda asal Desa Peurupok yang didapuk menjadi Ketua Pemuda Penggerak Renovasi jembatan Buket Jengkol Aceh Utara bersama Muhammad Hasan atau yang di kenal Rembo, dengan melakukan berbagai upaya untuk berusaha membangun jembatan yang sangat penting untuk masyarakat daerahnya Paya bakong.

 Jembatan ini adalah satu - satunya sarana penghubung primer bagi masyarakat  Desa Pucok Alue, Desa Cot Tufah, Desa Hasan Seleumak (Alue Bay) dan Desa Peurupok, dikarnakan di daerah tersebut hasil bumi yang sangat terkenal secara turun temurun adalah komoditas Kakao, Pinang, Pisang, Rambutan, Sawit, Cabe, Jagung, Kedele, Kacang Tanah, Kunyit, dan Jahe.

", Dengan dibangunnya Jembatan itu sangat bahagia bagi masyarakat setempat, khusunya para petani dan yang berkebun sudah mudah unyltuk akses mereka yang membawa hasil bumi ke kota dan penghubung antardesa ,"

Jembatan Buket Jengkol ini dibangun dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Biayanya senilai Rp. 4.680.800.000,- yang dikerjakan selama 168 hari oleh PT Trio Puspa Perkasa (TPP).

Pantauan Media Senin ( 09 Juli 2018) dilokasi Tampak terlihat alat berat telah mulai berdatangan serta sedang mengerjakan pengerokan jalan untuk akses jalan menuju jembatan.

( Is pb/JD )

Selasa, 10 Juli 2018 05:16

Bogor, restorasihukum.com - Presiden Joko Widodo mengapresiasi seluruh jajaran pemerintahannya atas kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I tahun 2018 yang dinilai semakin baik. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pengantarnya saat membuka rapat terbatas dengan topik Realisasi dan Prognosis Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 9 Juli 2018.

"Sebelumnya saya ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah atas kinerja pelaksanaan APBN semester I tahun 2018 yang saya lihat hasilnya semakin baik," kata Presiden mengawali pengantarnya.

Penilaian Presiden tersebut didasarkan pada perbandingan capaian APBN pada periode yang sama tahun 2017. Menurut Presiden, capaian semester I APBN di tahun 2018 menunjukkan kinerja yang semakin meningkat, defisit yang lebih rendah turun 36,8 persen yaitu dari Rp175 triliun di semester I tahun 2017 menjadi Rp110 triliun di semester I tahun 2018.

"Keseimbangan primer yang sangat bagus menjadi positif, yang tiga tahun sebelumnya masih negatif, pembiayaan anggaran yang semakin menurun 2 tahun terakhir, serta silpa yang lebih besar," lanjutnya.

Selain itu, sambung Presiden, pendapatan negara juga tumbuh 16 persen. Hal ini didukung kinerja penerimaan perpajakan yang mampu tumbuh 14,3 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan semester I tahun 2017 sebesar 9,6 persen.

"Belanja negara yang terus meningkat 5,7 persen dibanding tahun 2017 yang tumbuh hanya 3,2 persen dan dalam rangka percepatan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat serta belanja K/L (kementerian dan lembaga) yang tumbuh 12,1 persen jauh lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan di semester I 2017 sebesar 0,4 persen," ucapnya.

Presiden pun berpesan agar momentum pencapaian semester I APBN 2018 ini terus dijaga dan ditingkatkan pada semester II, mengingat tantangan yang dihadapi tidak ringan, terutama terkait ketidakpastian perekonomian global. Presiden pun meminta seluruh jajarannya untuk terus fokus menyelesaikan program kerjanya.

"Untuk itu saya minta seluruh kementerian dan lembaga untuk fokus dan segera menyelesaikan program yang telah direncanakan. Pastikan bahwa pelaksanaan program dan proyek strategis segera dieksekusi tepat waktu, tepat sasaran, terdampak segera dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, Presiden juga mengingatkan agar transfer ke daerah dan dana desa harus segera dicairkan. Selain itu, pengendapan anggaran pemerintah di perbankan diminta untuk diminimalisir.

"Tetap melakukan langkah efisiensi belanja barang seperti penghematan belanja perjalanan dinas, rapat, dan paket meeting, serta belanja ATK dan belanja-belanja yang tidak produktif lainnya. Perbaiki pola penyerapan anggaran sehingga tidak menumpuk di akhir tahun dengan tetap menjaga kualitas output yang ada," ujar Kepala Negara.

Bogor, 9 Juli 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Senin, 09 Juli 2018 20:50

Jakarta, restorasihukum.com - Untuk kesekian kalinya Polisi menembak mati pelaku kejahatan jalanan yang sudah meresahkan masyarakat. Kali ini, jajaran Unit Reskrim Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat menembak mati BS (25) warga Jalan Jati Cengkareng Timur, Cengkareng Jakarta Barat usai melakukan aksi nekatnya merampas tas milik korban (Ayu Rosilah) di Jalan Galunggung Raya Cengkareng Timur, Cengkareng Jakarta Barat, Minggu (08/07) malam

Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri SH MH mengungkapkan, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur lantaran pelaku (BS) mencoba melawan saat diminta melakukan pengembangan terhadap dirinya. Nyawa BS pun tak tertolong saat dibawa ke Rumah Sakit

"Pelaku mencoba melawan. Mengingat keselamatan petugas terancam terpaksa kita beri tindakan tegas dan Terukur," Ungkap Kompol Khoiri didampingi Kanit Reskrim AKP Antonius, Senin (09/07/18)

Masih lanjut dikatakan Kapolsek, penangkapan terhadap pelaku BS ditenggarai berdasarkan laporan korban. Saat itu, korban sedang berjalan kaki di sekitaran Jalan Galunggung Raya, kemudian pelaku yang melintas dengan mengunakan sepeda motor Honda Vario langsung memepet korban dan merampas sebuah tas yang dipegang oleh korban.  

Setelah berhasil merampas tas milik korban, BS langsung melarikan diri.  Beruntung saat yang bersamaan,  anggota Buser Polsek Cengkareng yang sedang observasi wilayahnya melihat kejadian tersebut, kemudian mengejar pelaku dan berhasil diamankan berikut   Barang buktinya.

"Modus pelaku ini memepet korbannya lalu langsung merampas tas milik korban," Lanjut Kapolsek Cengkareng

Khoiri menambahkan, saat dilakukan pengembangan terhadap pelaku yang diamankan, BS   melakukan perlawanan terhadap petugas. Mengingat keselamatan anggota terancam, petugas memberikan tindakan tegas dan terukur

"Pelaku dinyatakan meninggal dunia pada saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit," Tambahnya

Berdasarkan bukti-bukti yang didapat,  pelaku sudah sering melakukan perbuatan yang sama lantaran  adanya beberapa laporan Polisi yang dilaporkan oleh korbannya di Polsek Cengkareng dalam Kasus yang serupa. Pelaku juga merupakan kelompok geng Saber

"Pelaku BS ini merupakan pemain lama.yang kerap melakukan aksinya. Kita masih melakukan pengembangan karena pelaku ini diduga merupakan sindikat Geng Saber," Pungkasnya

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa tas milik korban yang berisi Handpone,  dompet yang berisikan uang dan surat - surat penting, satu unit Motor Honda Vario warna hitam dan HP milik pelaku.

Senin, 09 Juli 2018 19:52

Kebumen, restorasihukum.com - Setelah Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKP-LH) Kebumen pada bulan April 2018 lalu berhasil menindak pembuangan limbah batu bara di tiga Desa Kecamatan Kuwarasan, kini pihak DPKP-LH Kebumen kembali menemukan pembuangan limbah batu bara secara sembarangan yang digunakan sebagai bahan urugkan lahan sawah di Desa Pesuningan Kecamatan Prembun - Kebumen pada hari Jum'at (06/07/2018).

"Berdasarkan laporan masyarakat kami menemukan pelanggaran terhadap larangan penggunaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) berupa penggunaan limbah batu bara sebagai bahan urugan lahan sawah di Desa Pesuningan Kecamatan Prembun Kebumen," ujar Kasi Penaatan dan Pengkajian DPKP-LH Kebumen, Siti Durothul Yatimah MM, di ruang kerjanya, Senin (09/07/2018).
 
Penggunaan limbah batu bara sebagai bahan urugan di Pesuningan tersebut sama seperti yang  terjadi di Desa Kuwaru, Banjareja dan Gumawang Kecamatan Kuwarasan Kebumen pada April 2018 lalu.

Mengingat limbah batu bara termasuk dalam kategori limbah B3 yang membahayakan lingkungan  maupun makhluk hidup di sekitarnya dan dilarang berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, maka DPKP-LH Kebumen segera mengambil tindakan ke lokasi pelanggaran di Desa Pesuningan.

"Selain peringatan lesan dan tertulis kepada warga yang diduga sebagai pelakunya agar segera membersihkan lahan dari limbah tersebut, kami juga berkoordinasi dengan aparat Pemerintahan Desa dan Kecamatan setempat agar melakukan pembinaan kepada warga mereka," ujar Siti.

Tentang asal usul limbah batu bara tersebut, diduga berasal dari sisa produksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Cilacap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya. Namun hingga kini Disperkimlh Kebumen belum mengetahui pihak yang memasarkan limbah tersebut kepada masyarakat Kebumen. (**)

Senin, 09 Juli 2018 18:48

GUNUNGSITOLI,  restorasihukum.com - Selamat Hut Bhayangkara ke 72 - 01 Juli 2018 Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam rangka menyambut Hut Bhayangkara ke 72, Kepolisian Resor Nias Daerah Sumatera Utara melakukan kegiatan bakti sosial pengobatan THT kepada masyarakat Wilkum Polres Nias secara gratis di Klinik Mapolres Nias. (07/07/2018)
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH,menyampaikan bahwa pengobatan THT gratis ini kerjasama antara Polres Nias dengan Lions Club Medan (IDI) dalam rangka memperingatan Hut Bhayangkara ke-72 - 01 Juli 2018 Dimana Polri genap berusia 72 Tahun, dalam perjalanannya begitu banyak menemui rintangan melaksanakan tugas melayani masyarakat dan menjaga kamtibmas.
       Alhamdullilah kemarin kita sudah mendapatkan berita baik dari survei kompas limbang, dan hasilnya kepercayaan masyarakat kepada Polri mencapai 82% dan menjadi kebanggaan kami sebagai anggota Polri. Ujar Kapolres Nias
Hal itu memacu kami Polri khususnya keluarga besar Polres Nias untuk memberikan pelayan terbaik dalam bidang keamanan di wilayah Hukum Mapolres Nias.

Pagi ini kita mengadakan bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis THT, awalnya kita akan melakukan operasi katarak tetapi karena keterbatasan waktu sehingga kami ubah menjadi pengobatan THT.

Namun penggantian kegiatan ini tidak mehilangkan makna tentang keperdulian antara Polres Nias dan Lions Club kepada masyarakat Kepulauan Nias, yang mana untuk pengobatannya langsung ditangani oleh tenaga dokter dari medan.
Sebelumnya, Kapolres Nias, dan Wakapolres Nias bersama perwakilan Lions Club, memberikan bingkisan peralatan sekolah kepada anak yatim.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH, dan Wakapolres Nias Kompol Emanueli Harefa, S.Pd.,MH, Koordinator Lion Clubs Ir. Karun Wirianto, PJU Polres Nias, para Kapolsek sejajaran, Ibu Bhayangkari dan 250 orang pemeriksaan THT secara gratis bekerjasama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Lion Clubs Medan (Host).
(al)