Redaksi

Redaksi

Senin, 09 Juli 2018 14:51

Malang,  restorasihukum.com - Diduga Polres Malang Jawa Timur kurang serius tangani kasus pencurian yang dilakukan oleh oknum sekcam bernama H Sugeng, dari laporan yang dilakukan oleh saudari Eka Maria Agustina pada bulan Februari 2018 lalu.

Hal ini dikuatkan adanya informasi bahwa terlapor hingga saat ini masih bebas berkeliaran dirumahnya, saat tim media restorasihukum.com hendak konfirmasi pada terlapor (H Sugeng)  beliau enggan menemui bahkan terkesan menghindar.

Baca juga : http://restorasihukum.com/hukum-kriminal/item/5585-lima-bulan-kasus-362-kuhp-belum-ada-kejelasan-proses-hukum

Saat dikonfirmasi pada kanit 2 tipiter selaku penyidik (Ipda Agung Hartawan) melalui pesan singkat whatsapp tidak juga memberikan Jawaban sebagai penyeimbang dalam pemberitaan.

Tak luput redaksi juga coba klarifikasi pada Kasat Reskrim Polres Malang Kabupaten Akp Adrian, beliau malah emosi karena berita sudah dimuat "Klo blm ada jawaban terus knp anda bikin berita anda bikin berita kaya gini???" ungkapnya melalui pesan whatsapp.

Namun saat redaksi meminta waktu untuk konfirmasi pemberitaan agar lebih jelas hingga berita ini diterbitkan belum juga ada jawaban, kapan beliau bisa ada waktunya untuk memberikan informasi yang sesuai dengan proses hukum dan sudah sejau mana proses tersebut.

Redaksi juga sudah mencoba klasifikasi pada kabid humas polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera akan SOP penanganan kasus 362 KUHP namun sampai berita ini diterbitkan belum juga ada jawaban. (red/tim)

Senin, 09 Juli 2018 14:09

Mojokerto, restorasihukum.com - Polres Kabupaten Mojokerto melakukan giat donor darah serentak dalam rangka Hari Jadi Bhayangkara ke 72 di gedung Wirastya, Senin (9/7/2018) pukul 08.00 WIB. Dalam giat donor darah ini hadir pula Bupati Mojokerto Ipung Kasiadi, Dandim 0815 Letkol kav Hermawan SH, Dinas Kesehatan Mojokerto Didik Ainul Yakin, dan TNI serta Lembaga Pelestari Adat Mojopahit.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmarta mengatakan Alhamdulilah dalam kegiatan donor darah secara serentak ini berjumlah 1500 dan dibantu 9 UPT PMI dari Bangkalan, Bojonegoro, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Surabaya, Mojokerto Kota, dan Pasuruan, dari jumlah 9 UPT ini akan disebar ke masing masing kecamatan.

“Karena memang jumlahnya sangat banyak sehingga kami membutuhkan bantuan dari teman-teman PMI,” tutur Kapolres

Saat disinggung soal target Kapolres Mojokerto, AKBP leonardus mengatakan targetnya untuk kuantitas sebanyak 1500.

“Dan stok darah di Kabupaten Mojokerto juga kosong, dengan adanya ini mudah-mudahan bisa penuh lagi.” pungkasnya.(Ek)

Senin, 09 Juli 2018 11:58

Jakarta, restorasihukum.com - Seorang siswi SMP berinisial RI (14), disandera kelompok debt collector di salah satu kantor perusahaan leasing di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018) malam. Penyebabnya hanya gara-gara RI menunggak cicilan sepeda motor selama tiga bulan.

Dalam penyanderaan itu RI diduga nyaris diperkosa kelompok debt collctor tersebut. Polsek Palmerah yang mendapat laporan langsung melakukan penggerebekan di perusahaan leasing tersebut.

Kapolsek Palmerah Kompol Aryono mengatakan kejadian itu bermula saat pihaknya didatangi seorang ibu bernama Nining (42) menjelang magrib tadi malam.

Saat itu Nining datang dengan kondisi menangis dan mengaku anaknya disekap sekelompok debt collector. Tanpa pikir panjang, pihaknya langsung mendatangi kantor perusahaan leasing tersebut.

Melihat kedatangan polisi, para debt collector dan karyawan perusahaan leasing itu langsung kocar kacir. “Saat kami datang, RI tengah menangis di salah satu ruangan,” ujar Kompol Aryono yang memimpin langsung penggerebekan itu.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan sembilan orang. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara lima debt collector masih diburu petugas.

“Pelaku ada lima. Kami kejar malam ini. Ini sangat meresahkan, apalagi korbanya anak di bawah umur,” tegas Kompol Aryono.

Sementara itu, saat ditemui di Polsek Palmerah, RI masih tampak shock. Kelopak matanya tampak lebam. Baju dan roknya terlihat sudah kusut.

Terkait sepeda motornya yang dista kelompok debt collector, Nining mengakui memang memiliki tunggakan cicilan selama tiga bulan. Namun ia tidak terima cara yang dilakukan oleh pelaku.

Sumber informasi "rekan provos Polda Metro Jaya"

Senin, 09 Juli 2018 08:48

Surabaya, restorasihukum.com - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo beserta Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si menghadiri peluncuran buku istri Presiden RI ke-6 Ani Yudhoyono yang bertajuk “10 Tahun Perjalanan Hati”. Peluncuran buku ini digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.30 hingga pukul 19.00 WIB.

Selain Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim dan Bude Karwo, kegiatan ini juga dihadiri antara lain Presiden RI ke-6 Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono bersama sang istri Anisa Pohan, Edy Baskoro Yudhoyono bersama istri Siti Aliya Ruby Rajasa, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Terdapat beberapa undangan khusus yang turut menarik perhatian, yaitu para followers Instagram dan Facebook Ani Yudhoyono yang sengaja didatangkan untuk menghadiri peluncuran buku tersebut.

Dalam sambutannya, Ani Yudhoyono mengatakan, bahwa buku itu menceritakan pengalaman hidupnya selama mendampingi Presiden RI ke-6 yang biasa dipanggil SBY saat menjabat dan menjalankan tugasnya selama 10 tahun. “Ini merupakan pembelajaran dan pengalaman hidup yang luar biasa, karena tidak semua perempuan Indonesia bisa memperolehnya,” tuturnya.

Menurut Ani-sapaan lekat Ani Yudhoyono, pengalaman yang dirasakannya saat menjadi ibu negara perlu dibagikan kepada sahabat, kerabat, dan rakyat Indonesia. Apalagi, ia teringat saat awal menjadi ibu negara tidak ada panduannya dan tidak ada buku yang bisa dibaca untuk dipelajari.

"Saya ceritakan pengalaman ini kepada Agus, Ibas, Annisa dan Aliya. Mereka antusias mendengarkan cerita saya. Mengapa tidak pengalaman langka saya bagikan pada rakyat Indonesia," ucap Ani.

Ani mengaku, tahap penyusunan buku berhalaman 539 itu cukup lama karena berbagai kendala, seperti kesibukan dirinya dan sang penulis Alberthiene Endah. Buku itu memang cukup tebal, karena selain berisi kisah perjalanan mendampingi SBY, buku juga berisi foto-foto. “Buku ini meski cukup tebal namun tidak membosankan untuk dibaca, sebab bahasanya enak, cerita menarik dan penuh dokumentasi," terangnya.

Dalam kesempatan sama, Presiden RI ke-6 SBY mengatakan, buku tersebut merupakan buku yang baik untuk dibagikan karena berisi perjalanan hati selama mendampinginya. Selain itu, buku itu juga menunjukkan bahwa dalam setiap keberhasilan seorang pemimpin ada peran penting istri sebagai pendamping hidup.

“Saya dulu bisa kuat, tabah, sabar, bertahan serta tidak menyalahgunakan wewenang yang saya miliki, karena bu Ani selalu mendampingi saya dalam tiap suka dan duka. Dan kami selalu memegang prinsip love, care, and share,” pungkasnya. (Hpj:dwi)

Senin, 09 Juli 2018 07:31

Mojokerto, restorasihukum.com - Tambah satu lagi, Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto resmi ditahan oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto terkait kasus dugaan tilep dana proyek fiktif yang pendanaannya bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada tahun 2015. Ia adalah Kades Banjarsari Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, bernama Andi Mulyono.

Dengan adanya perbuatan Andi Mulyono tersebut, maka ia bisa dikatakan sebagai orang yang memperlambat program Presiden Jokowi mengenai percepatan dan pemerataan pembangunan di Desa. Bahkan perbuatannya Andi Mulyono juga telah merugikan keuangan negara senilai ratusan juta rupiah.

"Pada kenyataannya yang sesuai fakta dilapangan dan hasil audit Inspektorat tidak ada pembangunan proyek yang dimaksud alias proyek fiktif. Untuk itu, kita tunggu hasil persidangan nanti, karena lantaran pengakuan tersangka masih belum bisa dipertanggung jawabkan oleh yang bersangkutan," Kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Mojokerto, Agus Hariono kepada sejumlah awak media di Kantornya.

Tentunya, masih Agus Hariono menjelaskan, Kejari telah menerima berkas pelimpahan perkara tahap II dari penyidik Polres Mojokerto Kota mengenai kasus tindak pidana korupsi dana ADD dan DD yang melibatkan tersangka Kades Banjarsari, yakni Andi Mulyono, dan tersangka akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Kota Mojokerto.
"Penahanan tersangka akan dilakukan selama 20 hari ke depan hingga 24 Juni untuk kepentingan penyidikan oleh jaksa penyidik," Jelasnya.

Sambung Agus Hariono menandaskan, "kejahatan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka berupa dua proyek fiktif yakni pembangunan jalan paving di Dusun Banjarsari dan gapura di Dusun Jeruk Kidul Desa Banjarsari," Tandasnya.

Sekedar informasi, DD dan ADD yang diduga ditilep oleh Andi Mulyono, Kades Banjarsari kurang lebih sebesar Rp. 296 juta. Mari kebenarannya kita tunggu didalam persidangannya nanti. (Red).

Minggu, 08 Juli 2018 05:10

Mojokerto, restorasihukum.com - Kegiatan Halal Bihalal dan rapat pengurus Majelis Pers Nasional (MPN) di Rumah Makan Jimbaran, Jalan By Pass Mojokerto pada  hari Sabtu (07/07/2018) bertujuan  menjalin silaturahmi dan  membangun rasa kebersamaan, kerukunan serta toleransi antar sesama keluarga besar MPN khususnya di Jawa Timur (Jatim), dan pada umumnya di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum MPN, H Umar Wirahadi, SH, MM dengan Sekretaris Jendral (Sekjen) MPN, Drs Udik Laksono beserta jajarannya. Dan juga dihadiri puluhan Pimpinan Redaksi (Pimpred) Media Online  dan Cetak beserta ratusan Wartawan se Jatim memberikan metode-metode sebagai memajukan dan mengembangkan MPN akan datang.

Lalu didalam sambutannya Sekjen MPN, Udik Laksono mengatakan,  Halal Bihalal adalah salah satu momen yang bisa mempererat ikatan kekeluargaan bagi keluarga besar MPN yang sudah tersebar diberbagai wilayah dengan berbagai profesi. Untuk itu MPN selaku organisasi Wartawan harus memiliki 4 T , yaitu Tanggap, Tangguh, Trengginas, Tanggung. Karena hal ini bisa menjadikan Insan Pers masuk kemana saja.

"Kita ini harus bisa menjadi wartawan yang solid penuh karya tulis, dan memiliki 4 T, sehingga kita bisa masuk ketempat apapun. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, mari kita bersama-sama membangun organisasi MPN lebih baik dan kuat, agar dapat melahirkan insan pers yang proposinal," Katanya.

 
Terkait hal ini, Ketua Bidang 1 MPN, Yadi, S.P menyampaikan, kegiatan halal bi halal ini tidak hanya sekedar menguatkan silaturahmi tetapi juga merupakan ajang untuk saling bertukar pikiran dan ide guna membangun daerah. Karena profesi wartawan tentunya memiliki pola pikir dan ide yang dapat berguna bagi daerah khususnya diwilayah Jatim.

“MPN merupakan salah satu organisasi wartawan besar, tentunya harus memberikan peran dan kontribusi bagi kemajuan daerah melalui ide dan pemikiran kritik membangun dalam pembangunan daerah. Untuk itu, MPN legalitasnya harus jelas, agar penggurus maupun anggotanya ketika ada pertanyaan terkait legalitasnya MPN dapat dijawab dengan benar," Ujarnya.

Sementara sambutan Ketua Panitia kegiatan ini, Choirul Sholeh menyampaikan, bahwa kegiatan halal bihalal ini sebuah tradisi kreatif khas masyarakat Muslim Tanah Air, sebagai ungkapan saling mengmaafkan kesalahan dan kekhilafan.

“Tujuan kegiatan ini tentunya untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sebagai wadah informasi dan komunikasi dengan mempererat silaturahmi diantara keluarga besar MPN. Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun rasa kebersamaan, kerukunan serta toleransi antar sesama wartawan sebagai keluarga besar MPN," Terangnya.

Sedangkan penyampaiannya Ketua Umum MPN, Umar Wirahadi, SH, MM dihadapan ratusan Wartawan yang hadir didalam kegiatan ini menerangkan, bahwa MPN siap membantu perkara yang dihadapi wartawan di Jatim dan sekitarnya. Tapi hal itu, MPN harus tahu duduk perkaranya terlebih dahulu.
"Kalau MPN disuruh membantu perkara wartawan, ya lihat dulu duduk perkaranya. Kalau MPN disuruh bantu wartawan di Sidoarjo, tentu harus tahu duduk perkaranya. Untuk itu, jika teman-teman wartawan membantunya secara personal atau pribadi, ya monggo-monggo saja. Asal tidak mengatasnamakan organisasi MPN," Terangnya.

Kemudian didalam isi dialog atau tanya jawab antara anggota dengan pengurus MPN terkait adanya Uji Kompentesi Wartawan (UKW) dan menghindari Operasi Tangkap Tangan (OTT), serta mekanisme antar Koordinator Wilayah (Korwil) dengan pengurus Pusat MPN. (red).

Kamis, 05 Juli 2018 12:13

Pasuruan, restorasihukum.com - Para pedagang pasar Sukorejo sebentar lagi akan menempati tempat relokasi untuk berjualan. Pasalnya, kios maupun toko tempat mereka berjualan akan segera direvitalisasi.

        Pada tahun ini, memang pasar sukorejo mendapatkan kucuran dana dari pemerintah sebesar 700 juta untuk merevitalisasi hampir 200 lebih kios.

        Kepala pasar Sukorejo Hasyim As'ari mengatakan, bahwa pasar Sukorejo tahun ini akan direvitalisasi. "Hampir 200 lebih kios yang akan di revitalisasi, untuk itu para pedagang akan direlokasi sementara," terang Hasyim pada media restorasihukum.com, (05/07/18).

         Untuk itu, kami telah menyiapkan tempat relokasi buat para pedagang yang kiosnya terkena revitalisasi. "Ada dua tempat relokasi, satu disebelah TPS, satunya di tempat parkir pasar hewan," cetusnya.

          Bangunan di parkir pasar hewan sudah hampir selesai, sedangkan satunya masih belum. "Hampir 75% selesai, dalam minggu ini harus selesai dan bisa ditempati, agar proses revitalisai segera dimulai," katanya.

          Saya berharap semoga dengan adanya revitalisasi ini, kedepannya pasar Sukorejo bisa lebih baik, teratur. Tentunya, pedagang disiplin dalam membayar hak sewa dan bisa membawa manfaat bagi pedagang," pungkasnya.(sy)

Kamis, 05 Juli 2018 11:25

NIAS INDUK, restorasihukum.com - Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM didampingi Sekretaris Daerah Drs. Firman Yanus Larosa, M.AP kukuhkan panitia pelaksana peringatan HUT RI Ke-73 Tahun 2018. (4/7/2018)



Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nias AHD. Darwis Zendrato S.Sos mengatakan tujuan dan sasaran perayaan HUT RI tersebut.



Tujuan dan sasaran yang pada perayaan HUT RI Ke-73 Tahun 2018 ini adalah untuk meningkatkan semangat hidup masyarakat, khususnya Kabupaten Nias dan meningkatkan hidup dalam Kebhinnekaan, sumber dana yang bersumber dari APBD serta dana pos hibah tahun anggaran 2018. Ujarnya



Sementara itu, Bupati Nias. Ia mengucapkan terimakasih kepada yang terlibat dalam kepanitiaan.


Saya mengucapkan terimakasih kepada kita semua yang sudah berkenan dan terlibat langsung dalam perayaan HUT RI Ke-73 tahun 2018 di Kabupaten Nias. Ujar Bupati Nias.



Lokasi perayaan HUT RI tahun ini dilaksanakan di Ibukota Kabupaten Nias, saya yakin dan percaya, Panitia yang dikukuhkan pada hari ini dapat mengkaji lebih dalam hal serta dapat menyajikan perayaan yang meriah dan inovatif. Katanya.



Selanjutnya Bupati Nias menyerahkan secara simbolis SK Panitia Kepada Ketua Umum, Drs. Dahlanroso Lase juga sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias.
(al)