Parah! Alasan Tidak Ada Kamar Kosong, Seorang Jurnalis Alami Pendarahan di Hidung Disuruh Pulang

0
8

Jombang, restorasihukum.com – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Jombang dinilai buruk. Pasalnya, pasien bernama Romza (28), salah satu Jurnalis televisi swasta yang sehari-hari bertugas di wilayah Kabupaten Nganjuk, diperbolehkan pulang meski masih mengalami pendarahan di hidung.

Sebelumnya, Romza mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang ke rumahnya di Kecamatan Kabuh, Jombang pada Senin (4/2/19) malam.

Karena kondisi jalan gelap dan hujan, motor yang dikendarai korban menabrak bagian belakang dump truk yang melaju searah di depannya,  di daerah Bawangan Kecamatan Ploso. Oleh petugas kepolisian, korban dilarikan ke RSUD Ploso untuk mendapat perawatan medis.

Namun setelah beberapa jam menjalani perawatan di UGD, dokter yang melakukan perawatan tiba-tiba memperbolehkan korban pulang.

Atas informasi dokter yang belum diketahui namanya tersebut, pihak keluarga mengaku bingung dan sempat meminta agar korban dirawat inap di RSUD Ploso, sebab dari hidungnya masih mengalami pendarahan. Tapi dengan alasan seluruh ruangannya penuh, sang dokter tidak mengizinkannya.

Karena masih merasa takut dengan kondisi Romza, pihak keluarga juga sempat meminta agar RSUD Ploso merujuk korban ke RSUD atau rumah sakit lain, tapi lagi-lagi sang dokter menolak.

Atas inisiatif sendiri, pihak keluarga kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Al-Azis di Kecamatan Tembelang.

Setelah diperiksa intensif, dokter di Rumah Sakit Al-Azis menemukan ada salah satu gigi korban yang masuk ke tulang rahang atas saat kecelakaan, sehingga dari hidungnya terus mengalami pendarahan sehingga harus segera dioperasi.

Perbedaan diagnosa Dokter di RSUD Ploso dan Rumah Sakit Al-Azis ini tentu saja membuat korban dan keluarganya bingung.

Usai menjenguk Romza di kamar operasi, Mukhtar Bagus, ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit mengaku sangat menyayangkan pelayanan RSUD Ploso tersebut. Dirinya juga mengaku telah mengadukan masalah ini kepada Bupati Jombang, Munjidah Wahab.

“Kita nggak bisa bayangkan, sudah berapa banyak masyarakat yang diperlakukan seperti ini saat ingin berobat ke rumah sakit milik pemerintah. Ini ceroboh, masak karena alasan tidak ada kamar, pasien yang masih pendarahan disuruh pulang,” ujar Mukhtar.

Mukhtar mendesak Bupati Jombang segera memperbaiki kualitas layanan petugas medis di RSUD maupun puskesmas agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan.

“Kalau hal seperti ini dibiarkan akan berapa banyak lagi pasien yang masuk ke rumah sakit tidak bisa mendapat pelayanan hingga tuntas dan diperlakukan sama seperti Romza,” tambah Mukhtar. (ony/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here