Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD, Direktur RSUD : Ada Miskomunikasi

0
10

Jombang, restorasihukum.com – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang menuai keluhan. Sejumlah pasien yang ingin mendapatkan pelayanan harus menunggu lama.

Seperti yang dialami Mas’ud Zuremi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang. Ia merasakan langsung lambannya  pelayanan di RSUD tersebut. Hal itu terlihat saat dirinya hendak mengantri untuk memeriksakan ke dokter spesialis di Poli Urologi. Ia mengantri mulai pukul 08.00 Wib hingga pukul 11.30 wib.

“Kebetulan hari ini tadi saya waktunya kontrol untuk Urologi, saya diminta datang jam 8.00 karena memang dapat nomer 16 atau berapa tadi lupa. Setelah disini dari jam 8.00 sampai jam 11.30 itu diketemukannya belum datang,” kata Mas’ud Zuremi, Rabu (26/12/2018).

Pada akhirnya, Mas’ud memutuskan untuk bertanya mengenai kedatangan dokter pada petugas Rumah Sakit. “Setelah itu saya tanya pada petugas. Petugasnya menyatakan bahwa belum datang, apakah tidak lagi visit kamar kamar pasien, jawabnya memang belum datang,” paparnya.

Semakin siang, pasien yang datang untuk poli tersebut tampak semakin banyak. Namun dokter belum datang juga. “Semakin siang pasien banyak yang datang. Saya sangat kasian dengan pasien pasien yang lansia semakin lemah badannya,” imbuh Mas’ud.

Melihat keadaan itu, Mas’ud langsung menghubungi direktur RSUD dan mengatakan bahwa dirinya sedang mengantri menunggu dokter spesialis Urologi.

“Saya coba telpon direktur rumah sakit, Dokter Pudji, menyatakan Pak Dok saya sedang ngatri sejak pagi kok belum ada kabar, dokternya belum datang, lalu jawab dokternya siapa pak Mas’ud, dokter Pak Fahri, jawabnya oh, ya sedang operasi. Kalau bagi saya sedang mengambil tidakan ya saya maklumi. Tetapi hari ini saya lihat tidak ada jadwal operasi,” lanjut Mas’ud

Dari apa yang dialaminya, sebagai wakil rakyat Mas’ud Zuremi, menghimbau kepada pihak rumah sakit mengganti dokter spesialis yang sama apabila dokter tersebut berhalangan agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu.

“Ini jelas saya bukan sidak, namun sebagai pasien, silakan DPRD untuk memantau, untuk sidak bentuk dari pelayanan rumah sakit daerah, monggo dipersilakan, saya kira masyarakat juga tau, berhak memberikan saran, usulan, masukan demi kinerja RSUD Jombang kedepan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang mengakui jika kemarin pihaknya mendapat aduan dari pasien terkait pelayanan Poli Urologi. Ia mengatakan jika kemarin mestinya ada dua dokter yang melayani. Hanya saja, satu dokter spesialis sedang sakit dan satunya sedang ada jam operasi di kamar operasi.

Pudji mengaku kemarin ada miskomunikasi. Itu dikarenakan dokter spesialis yang bersangkutan tidak komunikasi ke managemen rumah sakit. Sehingga pihak RSUD tidak mengetahui jika kedua dokter yang bertugas di Poli Urologi tidak bisa melayani pada jam itu.

”Dokter yang sakit memang sudah izin. Tapi izinnya ke dokter yang sedang menangani operasi jadi memang kemarin ada miskomunikasi,’’ beber dia. (Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here