Penderitaan Novy, Akibat Ulah Pegawai Negeri DPPKA Jombang

0
10

Jombang, restorasihukum.com – Sunguh sangat disayangkan apabila seorang abdi Negara yang sepatutnya menjadi suri tauladan bagi masyarakat, justru menjadi contoh yang kurang terpuji dengan menghamili seorang gadis dan ditinggalkan begitu saja. (Menurut pengakuan wanita Novy Andriani ) saat ini  bertempat tinggal di kawasan Mojoagung Kabupaten Jombang.

          Dengan meneteskan air mata menuturkan kisah penderitaan hidupnya selama bertahun – tahun karena ulah seorang lelaki yang saat ini berdinas di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah ( DPPKA ) Kabupaten Jombang. Menurut Novy yang akrab dipangil Novy Andriani, pada tahun 1995  usia Novy 20 tahun, berkenalan dengan Abd Mochtar biasa dipangil dengan nama Cak Dol ( panggilan akrapnya Abd Mochtar )  bekerja di Kantor Kecamatan Jombang.

         Seiring berjalannya waktu Novy menjalin hubungan istimewa dengan Cak Dol, singkat cerita Novy telah menyerahkan keperawanannya kepada Cak Dol di Hotel Melati Jombang yang saat ini berganti nama New Melati, dan hal ini diakui oleh Cak Dol saat kru media ini investigasi beberapa minggu yang lalu dan disaksikan oleh Novy, Rio, Subagio (anggota Polres Jombang), wartawan dari PWI Jombang, Mujiono (wartawan Jejak Kasus) dan Arno Dwi Candra (wartawan dari Buser Istana) di depan kantor PWI Jombang.

          Masih menurut penuturan Novy, saat itu Cak Dol berjanji kepada Novy dan keluarganya untuk bertanggung jawab menikahi Novy karena dari hubungan terlarang itu Novy telah Hamil, namun yang didapat oleh Novy dan keluarganya adalah kekecewaan sebab Cak Dol ingkar janji dan menikah dengan wanita lain ( sekantor dengan Cak Dol ), akhirnya Novy dan keluarganya menanggung malu karena anak yang dikandung Novy lahir tanpa seorang ayah.

          Saat ini Rio Handi Prasetya  anak yang menurut Novy dari hubungan terlarang dengan Cak Dol telah berusia 17 tahun, secara kebetulan Rio bersekolah di SMUN Jogoroto satu sekolah dengan anak Cak Dol, Novy berkata “sebenarnya saya sudah mengubur dalam persoalan ini mas, namun karena anakku mendesak menanyakan siapa bapaknya ya terpaksa saya harus jujur, saya siap menanggung resiko apapun termasuk tes DNA apabila diperlukan atau masuk penjara sekalipun suatu misal Mochtar tidak terima demi kebenaran, dari pada saya berbohong terus kepada anakku”  bersambung… ( sml )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here