Penjaga Villa Di bekuk Polisi karena Mengedarkan Sabu

0
8

Pasuruan, restorasihukum.com – Pemuda asal Kec. Prigen Kab. Pasuruan yang bernama Arianto (29) yang setiap harinya mengaku berprofesi sebagai penjaga villa dan tukang ojek, dan pada saat mencoba menawarkan villa kepada petugas yang berpura-pura sebagai penyewa salah satu kamar di wisata Prigen Pasuruan,(09/02/2017).

      Berawal dari informasi yang di dapat dari sebagian besar masyarakat sekitar, di samping dia bekerja sebagai penjaja villa dan tukang ojek,dia juga sering kali menawarkan barang haram yg merusak organ tubuh yaitu Shabu.

      Untuk membuktikan informasi tersebut petugas Sat Resnarkoba Polres Pasuruan langsung melakukan penyelidikan kedaerah tersebut, tak lama Arianto yang dikenal dengan nama pangilan sehari-harinya Antok datang menghampiri petugas.

      Setelah petugas menuju villa yang telah disewa, tiba-tiba Antok langsung menawarkan barang haram(sabu) tersebut “Om gak butuh beluk ta?” (Om tidak butuh Shabu kah?), mendengar kata yang diucapkan oleh antok, tanpa berpikir panjang, perkataan Antok langsung di respon oleh petugas, dan setelah petugas memberikan uang sebagai tanda jadi pembelian Sabu yang ditawarkan tersebut, tak lama kemudian antok mengeluarkan poketan plastik kecil dari dalam celananya yg di duga sabu.

      Dari peristiwa tersebut, petugas tak perlu menerima poketan, petugas langsung  membekuk dan mengamankan Antok, dan kemudian langsung mengembangkan  penyelidikan dari mana asal muasal barang haram tersebut didapat, dan hingga sampai saat berita ini di turunkan, petugas masih melakukan pengembangan kasus tersebut.

      Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, Antok terancam di jerat pasal 114, 112 UU No.35 Th. 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara”, Ujar Kasubbag Humas AKP MD. Yusuf, S.H., M.M. (sy/red)

ARIANTO (29), pemuda parubaya asal Kec. Prigen Kab. Pasuruan yang setiap harinya mengaku berprofesi sebagai penjaga villa dan tukang ojek, kemarin sore (09/02/2017) tidak dapat mengelak pada saat mencoba menawarkan villa kepada petugas yang berpura-pura sebagai penyewa salah satu kamar di wisata Prigen Pasuruan.

Berawal dari informasi yang di dapat dari sebagian besar masyarakat sekitar, di samping dia bekerja sebagai penjaja villa juga sering kali menawarkan barang haram yg merusak organ tubuh yaitu Shabu.

Untuk membuktikan informasi tersebut Petugas Sat Resnarkoba Polres Pasuruan langsung melakukan penyelidikan, tak lama ARIANTO yang dikenal dengan nama pangilan sehari-harinya ANTOK datang menghampiri petugas.

Setelah petugas menuju villa yang telah disewa, dengan konyolnya ANTOK malah langsung menawarkan barang haram tersebut “Om gak butuh beluk ta?” (Om tidak butuh Shabu kah?), mendengar kata yang diucapkan oleh antok, tanpa berpikir, perkataan ANTOK langsung di respon oleh petugas, dan setelah petugas memberikan uang sebagai tanda jadi pembelian Shabu yang ditawarkan tersebut, tak lama kemudian antok mengeluarkan poketan plastik kecil yg di duga shabu dari saku celananya.

Dari peristiwa tersebut, tak perlu menerima poketan, petugas langsung mengamankan ANTOK, dan kemudian langsung mengembangkan asal muasal barang haram tersebut didapat, dan hingga sampai saat berita ini di turunkan, petugas masih melakukan pengembangan kasus tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, ANTOK terancam di jerat pasal 114, 112 UU No.35 Th. 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara”, Ujar Kasubbag Humas AKP MD. Yusuf, S.H., M.M. (clar/humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here