Polisi Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penimbunan BBM di Mojokerto

0
16

Mojokerto, restorasihukum.com – Direktur Mitra Central Niaga (MCN) Abdul Wachid, ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus penimbunan dan pendistribusian BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi jenis solar di sebuah rumah kontrakan di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dalam kasus tersebut, sebelumnya polisi menangkap Sugianto (28).

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikin Fery mengatakan, Abdul Wachid merupakan Direktur Mitra Central Niaga selaku pemilik armada truk tangki yang ikut diamankan sebelumnya dari tangan Sugianto. Sedangkan, peran Abdul Wachid sendiri adalah membeli BBM solar bersubsidi hasil penimbunan yang dilakukan Sugianto.

“BBM solar subsidi yang sudah dibeli itu, dijual dengan harga industry ke para pelanggannya, pihak Mitra Central Niaga selaku distributor ini diduga mendapatkan untung lebih besar dibanding Sugianto yang berperan sebagai penimbun solar bersubsidi tersebut. Bahkan, per liternya bisa untung lebih dari Rp 2 ribu,” Ujarnya, Kamis (27/12/2018).

Baca juga : Wow, Tersangka Penimbunan Solar Raup Untung 10 Juta Perhari

Meski demikian, AKP Fery tak menampik, bahwa Mitra Central Niaga ini, memang memiliki izin untuk usaha distribusi BBM ke sejumlah perusahaan yang menjadi konsumennya. Dengan izin itu, pelaku kemudian manfaatkan tersangka berbuat curang untuk meraup untung lebih besar.

“Izin yang dimiliki pelaku ini, hanya dijadikan modus agar pelangganya tahu jika BBM yang didistribusikan itu legal. Padahal nyatanya curang, dia lebih banyak membeli dari tempat ilegal, “bebernya.

Untuk sementara, penyidik belum bisa memastikan motif pelaku ikut terlibat dalam praktek curang ini.

Akibat perbuatannya tersebut, Abdul Wachid dijerat dengan Pasal 53 huruf (a), (b), (c) dan (d) juncto pasal 23 atau pasal 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here