Polres Lumajang Bekuk Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

0
7

Lumajang, restorasihukum.com – Kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Lumajang. Kali ini,  BP, anak berusia 17 Tahun, warga Dusun Drandangan, Rt. 03 Rw. 06 Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang yang menjadi korbannya.

Dalam kasus ini, petugas berhasil menangkap empat orang tersangka sekaligus. Mereka adalah Ubaidilah Alias Obet (18) warga Dusun Pemukiman Rt/Rw 002/014 Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh, Abdul Qodir Jaelani (24) warga Dusun Parasgoang Rt. 04 Rw. 10, Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh serta Muhammad Nurullah (23) dan Muhammad Rozi, keduanya merupakan warga  warga Dusun Rekesan Rt. 06 Rw. 08 Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. Dari keempat ini, mereka memiliki peran yang berbeda beda pada saat kejadian.

Kejadian bermula Pada hari minggu tgl 23 Desember 2018 sekitar Pukul 11.00 Wib. Saat itu Burhanuddin alias Udin sebagai Pacar Korban datang kerumah menjemput korban untuk jalan jalan ke Titik nol Jembatan Gladak Perak Kecamatan Candipuro, dengan menggunakan sepeda motor R2 Kawazaki Ninja. Sekitar Pukul 12.00 Wib, Udin bersama Korban tiba ditujuan.

Di tempat ini, mereka berdua diduga meminum minuman lokal oplosan (MILO) yang sebelumnya telah dicampur dengan Alkohol 70% dan seusai pesta miras ini keduanya kembali ke arah lumajang.

Sekitar Pukul 15.30 Wib, saat perjalanan kembali Udin yang juga masih bersama Korban, mampir ke bawah jembatan Selowansi LJS Pasirian untuk bertemu dengan temannya yang sudah dikenal baik berinisial R dan O serta 4 orang lainnya yang keseluruhan laki-laki namun pada saat itu tidak dikenal.

Dilokasi tersebut, mereka sedang asik pesta minum MILO serta memaksa Udin untuk ikut bergabung minum bersama hingga mabuk berat serta tertidur tidak berdaya sehingga membuat Udin tidak lagi ingat kejadian selanjutnya.

Sekitar Pukul 18.00 Wib, saat Udin tertidur dan tidak berdaya inilah petaka bagi korban BS dimulai. Teman dari Udin yang bernama Nurul dan Rozi mengajak pelaku Obet untuk pindah tempat dengan menggunakan dua sepeda motor dan membawa korban yang sudah dibawah kesadaran karena pengaruh minuman keras dengan cara dibonceng dan didudukan ditengah menggunakan Scoopy putih milik Nurul. Obet sendiri duduk dibelakang korban agar si korban yang memang sudah tidak berdaya tidak sampai jatuh dari motor, sedangkan Rozi mengikuti dari belakang dengan menggunakan sepeda motor Beat warna putih miliknya sendiri.

Setelah dibonceng sejauh satu kilo meter dari lokasi semula, korban diturunkan dari sepeda motor dan disetubuhi secara bergantian oleh ketiga pelaku tersebut ditambah satu orang baru bernama Abdul Qodir Jaelani di tengah tengah kebun singkong, tepatnya sebelah barat jembatan selowangi jalan LJS.

Atas kejadian ini, Sat Reskrim Polres Lumajang bereaksi cepat dengan langsung menangkap tersangka Obet pada Rabu (26/12/18) sekira pukul 15.00. Dari keterangan tersangka, obet mengakui yang melakukan persetubuhan terhadap korban adalah Nurul dan Rozi, sedangkan obet berperan dengan memegang tangan korban dan membekap mulut korban.

Kemudian tim mendapat informasi bahwa tersangka Nurul dan rozi hendak kabur ke Pulau Bali. Atas dasar info tersebut, tim melakukan pengejaran terhadap tersangka dengan berkolaborasi dengan pihak Sat Reskrim Polres Banyuwangi.

Hal ini sangat membuahkan hasil, karena pada hari Kamis (27/12/18) sekira pukul 01.00 Wib, tim berhasil menangkap Nurul dan Rozi di sekitar Pelabuhan penyebrangan Ketapang, tepatnya di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi yang mana mereka juga mengakui berusaha melarikan diri ke Bali.

Dalam upaya penangkapan tersebut, keduanya sempat melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga di lakukan tindakan tegas berupa tembakan di kaki. Dari hasil interogasi, 2 tersangka tersebut mengakui melakukan persetubuhan terhadap korban bersama tersangka Abdul Qodir Jaelani.

Selanjutnya pada hari Kamis (27/12/18) pukul 07.00 Wib, Abdul Qodir Jaelani berhasil ditangkap dirumahnya.

Mereka semua pun digelandang ke Mapolres Lumajang serta ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat reskrim Polres Lumajang untuk dimintai keterangan.

Untuk diketahui, pelaku telah melanggar Pasal 81 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan melakukan persetubuhan terhadap korban. Pelaku pun diancam pidana penjara minimal 5 Tahun serta maksimal 15 Tahun.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM dikonfirmasi melalui sambungan telfon  mengutuk keras perbuatan ini. “Saya sangat mengutuk perbuatan tersangka yang telah menyetubuhi korban. Ini bukti nyata perlu adanya peran orang tua serta keluarga agar salah satu keluarga kita tidak ada yang salah dalam memilih pergaulan. Saya sangat bisa merasakan perasaan keluarga dan orang tua korban, maka dari itu biarkan proses hukum yg mengadili semuanya” Tegas Kapolres Lumajang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here