Polres Nias Ungkap Pelaku Pembunuhan Siswa Anak Mantan KPU Kabupaten Nias Utara

0
124

Gunungsitoli, restorasihukum.com – Satuan Reskrim Polres Nias dibantu oleh Satuan Intelkam ringkus pelaku pembunuhan an. Beriman Waruwu alias Beri (20), merupakan mahasiswa perguruan tinggi, alamat Jl. pelita damai Kota Gunungsitoli. (26/8/2019) malam.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH saat melaksanakan konferensi Pers di Mapolres Nias. Jl. Bhayangkara No. 1 Gunungsitoli. Selasa (27/8/2019). Siang.

Dari hasil penyelidikan, Polisi mendatangi
rumah bersembunyi pelaku Senin (26/8/19) sekitar pukul 21.30 wib, untuk dilakukan penangkapan di sebuah rumah yang beralamat di Jln. Pelita Damai Kel. Ilir Kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli yang dipimpin oleh, Kasat Reskrim Polres Nias Iptu Martua Manik, SH.,MH, KBO Sat Reskrim, Kanit I Sat Reskrim, diback up Tim Dit Reskrimum Polda Sumatera Utara beserta Tim Opsnal Polres Nias.
Pada saat diringkus, tersangka sedang tidur di dalam kamar dan dibangunkan oleh Ibunya. Kemudian petugas melakukan penyitaan semua HP yang dipakai oleh tersangka dan keluarga serta melakukan penggeledahan di kamar dan seluruh isi rumah tersangka untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti.
Setelah Polisi melakukan penggeledahan di dalam rumah tersangka, petugas menemukan 1 (satu) buah HP Blacberry warna hitam dan 1 (satu) buah kotak HP Jenis RealMe milik korban.
Selanjutnya personil Sat Reskrim membawa tersangka untuk menunjukkan penyimpanan BB barang bukti berupa alat yang digunakan pada saat membunuh korban.

Pada saat dilakukan pencarian barang bukti tersebut  dilokasi yang ditunjukkan oleh tersangka, petugas pun tidak ditemukan alat yang dimaksud dari keterangan tersangka jadi berbelit-belit.

Dalam perjalanan menuju lokasi penyimpanan barang bukti. Terduga pelaku mencoba melarikan diri sehingga personil memberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan oleh terduga pelaku sehingga personil melakukan tindakan tegas dan terukur mengenai paha sebelah kiri dan betis sebelah kanan pelaku.

Akhirnya tersangka berhenti dan menunjukkan lokasi disembunyikannya barang bukti 1 (satu) buah palu di bawah got depan rumah korban. Selanjutnya tersangka dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk mendapatkan perawatan medis.
Atas petunjuk dari dokter bahwa tersangka tidak perlu dilakukan rawat inap sehingga tersangka langsung dibawa di mako Mapolres Nias untuk dilakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat atas peristiwa tersebut
Pada hari Rabu (21/8/19) sekira pukul 19.00 WIB sehingga personil ke TKP dan ditemukan korban an. Jimmi Harefa (17) merupakan siswa kelas XII di salah satu sekolah di Gunungsitoli anak mantan Ketua KPU Kabupaten Nias Utara.

Saat ituKorban dalam keadaan meninggal dunia, di bagian kepala dan wajah korban penuh bercak darah yang sudah mengering. Ujar Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK.MH.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam kamar di atas tempat tidur springbed, ruangan hidup AC, darah yang berada di tubuh korban dan di atas tempat tidur sudah mengering.

Saat itu pintu rumah korban dalam keadaan rusak. Saksi pertama menemukan an. JUAN BASTIAN ZEBUA, menurut keterangannya dianya datang ke rumah korban untuk mengajak korban makan dan nongkrong. Pada saat saksi masuk ke rumah korban ditemukan sudah meninggal dunia saksi membuat ketakutan sehingga ia memberitahukan kepada anak2 kos sebelah rumah korban. katanya saksi.

Di TKP, korban mengalami Luka robek pipi sebelah kanan atas disamping mata kanan, Luka robek bagian kepala, Luka lebam pada mata sebelah kanan, Luka lebam dibagian kepala sebelah kanan korban, Luka robek dibagian kepala akibat benda keras.
Adapun barang bukti yang disita Polisi, antara lain: satu unit HP Merk Oppo Realme 3 warna hitam, satu unit HP Merk Blackberry warna hitam, satu buah Martil, satu unit Laptop, satu buah kaos bermotif kotak warna hitam putih, satu buah celana pendek, satu unit HP Merk VIVO warna Hitam, dan satu buah celana dalam warna ungu.

Motif dari peristiwa tersebut, Tersangka melakukan Pencurian dengan kekerasan terhadap korban sehingga korban mengakibatkan meninggal dunia.

“Tersangka mengaku terlilit utang karena main game, maka saya lakukan mencuri untuk pembayaran utang saya Rp. 700.000;  (Tujuh Ratus Ribu Rupiah)”, Ujar Tersangka.

Kepada tersangka, dikenakan Pasal 365 ayat 3 KUHP Jo Pasal 80 ayat 3 tentang Undang – Undang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara. tegas Kapolres Nias.
(al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here