Polres Sidoarjo Lindungi Industri Makanan Kadaluwarsa

0
5

Sidoarjo restorasihukum.com – Sebuah industri rumahan produksi makanan ringan dari bahan baku kadaluwarsa diwilayah hukum Polres Sidoarjo semakin menjadi jadi. Tepatnya diwilayah Kecamatan Prambon dan Krian, salah satunya adalah inisial “K” dan “M” dari Kecamatan Prambon serta “Y” dari Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Bahan baku makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi (Expayet) namun oleh pemiliknya dikemas lagi dan diedarkan ke daerah lain terutama disekolah dasar (SD).

        Menurut keterangan “K” mereka semua sudah kenal baik degan pihak Polres yang salah satunya inisial “H” dari kesatuan unit tipiter katanya, ” kami sekarang tiarap dulu pak karena dijabon baru saja ditangkap karena produksi makanan expayet seperti disini, oh iya apa bapak sudah tahu di tempat lain, mereka juga lakukan kegiatan yang sama kayak saya bahkan lebih besar” celetuk salah seorang pelaku kepada media ini. ” Kami juga sering didatangi oleh anggota polres kok pak ” imbuhnya.

        Ketika ditanya dari mana barang tersebut didapat “K” mengatakan ” ini saya dapat dari Krian Pak, dari Pak “Y” inisial  melalui pak “M” inisial. Kalau ngak kerja seperti ini terus kerja apa lagi pak orang seperti saya ini.” Unkapnya. 

         Saat dikonfirmasi via HPnya AKP Ayub D Kasat Reskrim Polres Sidoarjo tidak mengangkat bahkan di SMS tidak ada jawaban mengenai kegiatan tersebut. Ditanya soal oknum anggota berinisial “H” juga tidak ada jawaban.

         Yang sangat membingungkan ditengah maraknya penangkapan demi penangkapan yang ada tentang produksi makanan kedaluarsa, seharusnya AKP Ayub dapat bertindak cepat akan informasi tersebut bukan sebaliknya,  mengabaikan atau membiarkanya sampai beberapa hari hingga berita ini diterbitkan.

          Sudah cukup jelas dalam kasus ini, pelaku bisa dijerat dengan pasal 134 dan 135 UU No 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana 2 tahun penjara serta denda Rp 500 juta bagi siapa saja yang melanggarnya.

         Diduga kuat AKP Ayub sengaja melindungi dan tidak menghiraukan informasi dari masyarakat serta media ini karena ada oknum yang sering mengunjungi akan kegiatan tersebut, bahkan disinyalir industri makanan kadaluwarsa itu sudah cukup lama berdiri dan banyak masyarakat yang mengetahuinya, sampai saat inipun tidak ada tindakan.   (Rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here