Kamis, 01 Februari 2018 07:02

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Menjerit

Oleh: 
Beri rating berita ini
(0 votes)

Nganjuk, restorasihukum.com - Petani Kabupaten Kabupaten Nganjuk, mengeluhkan rendahnya harga bawang merah di tingkat petani selama sepekan terakhir, padahal harga bawang merah di pasaran masih cukup tinggi.

"Harga jual bawang merah tertinggi di tingkat petani hanya Rp 14.000 per kilogram, bahkan selama sepekan terakhir bawang merah petani yang dijual kepada pengepul hanya dihargai Rp 7.000 per kilogram," kata salah seorang petani di Desa Sukomoro

Untuk mencapai titik aman agar petani tidak merugi, harga bawang merah seharusnya Rp 15.000 per kilogram, sehingga ketika harga jualnya dibawah harga tersebut maka petani hanya bergantung pada tingginya jumlah produksi saat panen.

Ia mengatakan untuk luas lahan 4.000 m2 idealnya menghasilkan bawang merah yang siap jual minimal 2 ton, namun terkadang lahan petani terserang penyakit akibat cuaca ekstrem, sehingga produksinya tidak sesuai harapan.

"Seperti saat ini, kadang panas dan kadang hujan, sehingga menyebabkan banyak penyakit seperti daun bawang merah jadi kering dan buahnya kosong. Belum lagi serangan hama ulat," tuturnya.

Belum lagi, petani harus mengeluarkan biaya untuk perawatan seperti pupuk, pestisida, tenaga kerja khusus mengambil ulat, tenaga kerja panen sampai biaya transportasi untuk menjual ke pasar bawang dengan rata rata biaya produksi Rp 30 juta untuk lahan tersebut.

"Turunnya harga jual bawang merah di tingkat petani lokal karena mulai masuknya pasokan bawang merah dari luar daerah, sehingga banyaknya persediaan di pasar membuat harga jual di tingkat petani turun," ujarnya.

Petani bawang merah berharap agar pemerintah memperhatikan hal tersebut. "Ketika harga bawang di tingkat petani mencapai Rp 30.000 saja, pemerintah sudah gegabah mengeluarkan kebijakan impor bawang merah yang menyebabkan anjloknya harga bawang merah lokal dan petani merugi," katanya.(farida)

Dibaca 48 kali